Translate

Tuesday, March 31, 2020

Menghardik Badai

Matius 8:23-27 (TB)  Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. 
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. 
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" 





Apakah kita seperti murid-murid Yesus yang kurang percaya, kurang beriman?

Ini yang terjadi saat ini juga, apakah kita kurang percaya, kurang beriman kepadaNya ? Sehingga kita kuatir akan masa depan kita, kuatir akan kesehatan kita? 

Asalkan kita tidak seperti murid-murid yang berkata 'kita akan binasa'. Ketakutan kadang membuat kita tidak bisa berpikir logis , jernih . Kita cenderung kalap, tergesa-gesa dan malah salah bertindak.

Meminta pertolongan Tuhan adalah hal utama yang harus dilakukan. Dan Tuhan menjawab, sama seperti yang Dia jawab. Apakah kita takut dan kurang percaya?

Tetap tenang adalah langkah kedua setelah kita meminta pertolongan Tuhan.

Langkah ketiga? Menunggu waktu Tuhan menyelesaikan masalah kita. Ini juga perlu kesabaran dan penyerahan diri.

Nantikan saat keempat, waktu kita heran akan kuasa dan kerja Tuhan dalam hidup kita.

Di tengah wabah yang terjadi saat ini, Tuhan mengajak kita untuk tetap tenang dan menyerahkan semuanya ke dalam tangan kerja Tuhan.

Kita kuatir tentang kesehatan, kelangsungan usaha kita, masa depan kita, dan itulah yang kita bawa kepadaNya. Biarkan dia 'menghardik badai' kehidupan kita. Dan kita akan menjadi takjub.


REKOMENDASI ​​dari *Psikolog*

REKOMENDASI ​​dari *Psikolog*

 *1*. Pisahkan diri Anda dari berita tentang virus.  (Semua yang perlu kita ketahui, kita sudah tahu).

 *2*.  Jangan mencari informasi tambahan di Internet, itu akan melemahkan kondisi mental Anda.

 *3*. Hindari mengirim pesan fatalistik.  Beberapa orang tidak memiliki kekuatan mental yang sama dengan Anda (Alih-alih membantu, Anda dapat mengaktifkan patologi seperti depresi).

 *4*. Jika memungkinkan, dengarkan musik di rumah dengan volume yang menyenangkan.  Carilah permainan papan untuk menghibur anak-anak, bercerita dan rencana masa depan.

 *5*. Pertahankan disiplin di rumah dengan mencuci tangan, memasang tanda atau alarm untuk semua orang di rumah.

 *6*. Suasana hati positif Anda akan membantu melindungi sistem kekebalan tubuh Anda, sementara pikiran negatif telah terbukti menekan sistem kekebalan Anda dan membuatnya lemah terhadap virus.

 *7*. Yang paling penting, sangat percaya bahwa ini akan berlalu dan bahwa alam semesta ada di tangan Nya ❤

Semoga kita slalu diberikan kesehatan 💪

Percaya Roti Hidup

Yohanes 6:28-29, 33-34 (TB)  Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 




Menjalani hari-hari dalam rumah, belajar dari rumah, bekerja dari rumah, mungkin belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Jadi untuk beberapa orang, ini bisa benar sangat membosankan.

Apalagi kita hidup dalam jaman serba terkoneksi, dan saat ini kita diminta untuk tidak berinteraksi satu dengan yang lain, meskipun tetap bisa saling terkoneksi.

Rupanya interaksi dan koneksi belum tentu merupakan hal yang sama. Dan manusia sangat erat aspek interaksinya sedari dulu.

Mengerjakan pekerjaan pasti perlu keduanya , interaksi dan koneksi. Dan tidak semua jenis pekerjaan dapat dilakukan di rumah. Ada pekerjaan dan skill yang perlu dilakukan di lapangan, dan ini tidak bisa dilakukan dalam masa wabah covid-19 ini.

Apa pekerjaan Allah yang bisa kita lakukan ? Allah memintanya sangat sederhana, percaya. Itu yang Allah minta. Dan itu juga yang Allah minta kepada kita saat ini. Saat tidak ada pekerjaan yang bisa kita lakukan saat ini, Allah meminta kita percaya padaNya.

Karena kita semua bekerja untuk "roti", untuk harta, untuk makanan, untuk rumah kita. Roti yang dari Allah itulah yang senantiasa kita rindukan. Dan semua dimulai kembali dengan percaya kepadaNya. 

Percaya kepada Tuhan yang memberi hidup kita.

Covid-19 Menjelang Paskah

Bapak/Ibu yang baik, maaf mengganggu waktunya sebentar, cuma mau bilang kalo boleh, mohon sempatkan baca Alkitab pada Kitab Keluaran 12 "TENTANG PERAYAAN PASKAH"

Waktu membaca ayat tentang Paskah yang diawali dengan kematian di seluruh negeri, dan orang Israel diperintahkan TUHAN untuk tidak keluar rumah, agar mereka tdk kena tulah itu. 
Serasa seperti diingatkan ROH KUDUS dengan satu pertanyaan pemikiran: "kita sebentar lagi merayakan Paskah. Tetapi perayaan Paskah yang tidak boleh keluar rumah," karna adanya kematian di mana2. 

Mari kita simak beberapa hal berikut ini:

1. Pada saat membaca ayat yang ke enam, mata saya tertegun pada kalimat "kamu harus mengurungnya sampai hari yang ke empat belas".

Terbersit pertanyaan, bukankah 14 hari itu merupakan jumlah hari ketetapan masa mengurung diri atau yang disebut Social Distancing?. Apakah ini angka kebetulan sama, atau ada maksud pesan tersembunyi dari ALLAH bagi kita berkaitan dengan Paskah tahun ini?

2. Ayat 15 - 18 berbicara tentang membersihkan seisi rumah dari ragi, dan selama 14 hari itu digunakan untuk melakukan pertemuan kudus dan memakan roti tidak beragi. "Ini berbicara tentang mencari hadirat TUHAN serta beribadah dan pengudusan hidup". 
TUHAN ingin di masa 14 hari ini umatNYA benar2 hidup kudus.

3. Pada ayat 21-23 TUHAN berbicara tentang ketentuan menyembelih anak domba Paskah dan menyapukan darahnya pada ambang atas dan kedua tiang pintu, dan itu sebagai tanda bagi TUHAN untuk melewati pintu itu dan tidak akan membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumah untuk menulahi. 
Mari kita tanya dalam setiap hati kita, "apakah setiap kita sudah menerima darah anak domba ALLAH, sebagai tanda keselamatan dari bahaya maut?"(Kel. 12:23, 27). 
Jika belum, ini waktunya bagi saudara untuk "menerima Darah Anak Domba ALLAH, yaitu YESUS KRISTUS sebagai darah korban keselamatan kekal bagi hidup kekal saudara."

Ijinkan saya mengajak setiap kita di dalam mempersiapkan hari raya Paskah tahun ini "merenungkan Keluaran 12 ini dengan apa yang terjadi di dunia saat ini".

Saya yakin, kejadian wabah Virus Covid-19 ini bukan kebetulan, karena pasti ada pesan tersembunyi berupa peringatan bagi setiap kita umat tebusanNYA.

"TUHAN, apakah yang akan TUHAN kerjakan bagi umatMU pada peristiwa momen Paskah tahun ini...?"

Saturday, March 28, 2020

Pandemi penyakit menjadi krisis ekonomi, bagaimana peluang dunia IT Indonesia

"Kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana pandemi kesehatan global telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan. Dengan penghentian mendadak dalam kegiatan ekonomi, output global akan berkontraksi pada tahun 2020," jelas IMF dalam pernyataannya, seperti ditulis Sabtu (28/3/2020)  - https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4956158/imf-nyatakan-pandemi-corona-berubah-jadi-krisis-ekonomi-global


Bukan menakut-takuti, tapi memang sepertinya bisa menjadi kenyataan. Masalahnya apakah kita siap ? Pandemi penyakit menjadi krisis ekonomi. 




Yang jelas, efek dari Corona tidak akan sirna dengan cepat. Melihat pola yang terjadi di China, meskipun sudah melewati masa puncak wabah Corona, sekarang bersiap dengan siklus kedua yang ternyata tidak diduga juga. Selama belum ditemukan vaksin untuk virus Corona ini, maka tentu akan sulit untuk kembali ke posisi semula. 

Sekarang apa yang harus kita lakukan ?

Melihat dari sisi dunia Teknologi Informasi, ada beberapa hal menarik yang bisa diamati dan dipersiapkan dari sekarang. 

Pertama, percepatan literasi digital, percepatan transformasi digital terjadi dalam waktu singkat. Dulu sulit sekali menjual solusi video conference, sekarang dalam waktu cepat, semua pakai video conference. Dulu sulit mengajak siswa belajar menggunakan Google Classroom, sekarang semua pakai itu, dengan terpaksa. Semua ini ada hasilnya, percepatan transformasi digital. Banyak perusahaan mempersiapkan diri memasuki masa wabah dengan memperbaiki semua infrastruktur jaringan, aplikasi dan menyesuaikan SOP perusahaan mereka. Dan ini masih berjalan di bulan pertama wabah melanda Indonesia. Adopsi digital ini kita akan lihat semakin nyata di bulan-bulan berikutnya. Dan semua akan semakin mengandalkan teknologi digital dalam kegiatan hidup dan bisnisnya. 

Kasus wabah yang bisa berlarut-larut sepanjang 2020 ini akan membuat banyak hal berubah juga. IDC membahas ini dengan membandingkannya dengan kasus SARS di 2003 terhadap COVID-19 di 2020.



Bagi kita saja sangat terasa. Pada saat wabah melanda China, kita kelabakan, tidak ada barang baku, tidak ada barang yang biasa kita temukan, karena semua pabriknya tutup. Dampaknya dirasakan di industri akomodasi, transportasi , katering, penjualan besar dan retail, jasa serta pabrikan.

Ada 3 skenario yang diprediksi IDC yaitu:


Saya kok rasanya melihat kita saat ini cenderung ke Pessimistic scenario. Dengan memperhatikan penyebaran virus yang semakin global, memukul USA, Inggris dan Eropa. Tidak terkecuali kita saat ini. Dan kemungkinan terburuk hanya bisa bergerak ekonomi di Q4 2020 saja. 

Dampak dari skenario ini adalah berapa besar pembelanjaan di sektor IT, IDC memprediksi ini sesuai dengan kriterianya. APeJC adalah Asia Pasific excluding Japan and China.


Indonesia ada di asumsi APeJC di atas. Nah yang repotnya lagi, saat ini sebagian besar produk IT Indonesia berasal dari China, sehingga kita harus bisa melihat potensi dampaknya China Devices Market.


Juga mengamati terhadap China Enteprise Computing Market , karena ini juga akan berdampak ke Indonesia secara tidak langsung. Demikian juga dengan China Emerging Technology market.



Maka kalau dilihat by produk adalah sebagai berikut.



 Belajar dari kasus China lagi, data ini dipertanyaan ke market disana, terkait dampak Covid-19 terhadap bisnis mereka.





Tapi ada yang menarik, dari tiap krisis pasti ada peluang. Dampak bisnis positif dari wabah Covid-19 ini .



Maka diantaranya, platform kolaborasi, cloud, AI menempati 3 urutan teratas.

Dan banyak perusahaan bisa belajar, mempersiapkan diri dan mengimplementasi beberapa hal akibat dari wabah ini.




Inilah juga peluang untuk pemain IT Indonesia. Melihat dari beberapa hal diatas, karena hampir dapat dipastikan polanya sama. Sekarang ini mulai banyak perusahaan membahas dengan serius bagaimana mereka mengimplementasikan sistem kolaborasi, membangun digital culture, mengekloprasi model bisnis baru. Tujuan ini untuk efisiensi dan mengurangi biaya terutama dampak wabah ini. 

Sistem kolaborasi perusahaan sekarang ini menjadi sangat penting. Dan banyak sistem yang telah ada sekarang harus bisa diintegrasikan dengan sistem ini. Dan yang menarik, sekarang sistem ini 'harus' menggunakan cloud. Sehingga layanan cloud, terutama cloud lokal juga seharusnya bisa berkembang. 

Kemudahan sistem kolaborasi ini ditantang di awal wabah ini dengan implementasi berbagai software dan hardware untuk mendukung karyawan bekerja secara remote (work from home). Di bidang pendidikan juga lompatan luar biasa terjadi . Anak-anak kita harus belajar secara mandiri, dengan menggunakan komputer, laptop , smartphone dan tablet. Ini luar biasa. Dan mereka harus mengakses berbagai sistem pendidikan belajar mandiri. Di Indonesia , Google Classroom, Moodle menguasai pasar ini. Dan ini cenderung gratis bisa digunakan baik oleh sekolah dan siswa. Maka market tablet dan laptop akan bergerak menaik kembali. Kemudahan akses Internet di rumah juga menjadi keharusan. Maka perangkat modem, router, akses point akan kembali diburu. Untungnya biaya data yang semakin bersahabat bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama selama masa wabah terjadi.

Yang harus memutar otak luar biasa adalah dunia retail. Sekarang ini toko-toko menjadi offline, dan harus memikirkan menjual barang retailnya secara online. Maka jangan heran sekarang semua marketplace mulai jualan sembako dan beragam barang supermarket, bahkan sayuran segar. Dan ini sudah dimulai lama tapi semakin meledak sekarang. Karena mereka tidak bisa membeli ke supermarket, tapi bisa belanja itu dengan mudah di online.  Semoga segera ada muncul pemain VR / AR yang fokus menggarap market retail. Sehingga mereka bisa melihat produk yang akan dibeli dengan mudah. Juga kemampuan robotik semakin ditantang, karena selama masa wabah, orang akan cenderung melakukan pembelian take-out dan drive-through.

Lalu bagaimana dengan dunia resto kita. Mungkin tekanan ini akan terasa selama masa wabah. Tapi selalu ada jalan. Pemesanan online adalah solusinya. Apapun jualan restonya, baik besar atau kecil sekalipun, pastikan itu semua bisa dipesan melalui platform antar jemput makanan yang semakin marak. Pemain kuncinya sudah ada, tapi akan selalu ada peluang untuk pemain startup baru, tentu dengan diferensiasi. 

Pusing juga dirasakan di dunia hospitality, terutama hotel yang drop saat ini karena tidak ada yang mau menginap di hotel dalam masa wabah. Juga transportasi udara dan darat yang terkena imbas. Perlu tiga sampai enam bulan lagi untuk pulih, mau tidak mau, agak mati suri industri ini sementara waktu. Semakin marak penggunaan online video conference menggantikan rapat-rapat koordinasi, yang semula menghabiskan banyak biaya transportasi dan hotel. Tidak hanya di swasta, bahkan pemerintah pun mulai menerapkannya. Mau tidak mau.

Karena semakin banyak yang menerapkan dan bahkan menerima pola work from home, maka berbagai bentuk produktifitas akan berubah dan menyesuaikan. Karyawan akan menggunakan absensi online, mereka bisa bekerja di rumah (dan di mana saja). Sistem aplikasi perusahaan harus mudah diakses dari manapun. Maka koneksi dan keamanan akses akan dipertimbangkan luar biasa. Keamanan minimal menggunakan SSL dan VPN akan meningkat. Karena WFH akan menjadi hal utama. 

Masyarakat kita akan semakin terbiasa menggunakan pembayaran non tunai. Sekarang saja hampir jarang kita bertransaksi dengan uang cash, semua diganti uang virtual dalam smartphone kita. Maka infrastruktur, kemudahan dan kemampuan akses serta integrasi uang non-tunai ke berbagai sistem harus dipikirkan, dan menjadi peluang.

Sebagian waktu kita tadinya dihabiskan untuk mobilisasi dengan kendaraan, sekarang ini tidak. Maka banyak waktu tersisa yang bisa digunakan untuk mengakses musik, film dan tampilan secara online. Maka industri terkait ini akan kembali bangkit dengan cepat. Sekarang ini saja, saya sudah beberapa bulan menikmati menggunakan Youtube Music, yang murah dan kualitas suaranya bagus sekali.

Sosial media akan menjadi raja iklan. Kita akan menggunakan berbagai sosial media, maka kemampuan orang untuk membuat grafik, menggunakan sosial media dan berbagai hal terkait sosial media akan meningkat. Orang akan melupakan televisi dan radio dan sangat fokus ke sosial media.

Inilah berbagai peluang yang sementara saya bisa simpulkan di hari ke 7 masa WFH yang dijalani di akhir Maret 2020. Semoga kita bisa mengambil banyak hal untuk bisnis kita semua. 












Friday, March 27, 2020

“Stay @ Home” Economy

Thursday, March 26, 2020

Proyek Fiktif

Lukas 21:34-36 (TB)  "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."


Siaga, bersiap ini yang Tuhan minta dari kita. Tapi siapa yang sanggup menolak kalau di depan mata kita ada peluang mendapatkan uang dengan mudah.

Suatu ketika kawan yang saya anggap dekat meminta agar saya membuka cabang di daerahnya. Dia meminta surat perusahaan dan saya memberikan copy nya waktu datang ke Jakarta. Waktu berselang dia berusaha mencari tender dan pekerjaan yang bisa dikerjakan dengan nama PT kami.

Ada peluang di salah satu instansi tapi setelah tahu proyek ini fiktif maka saya menolak tidak mau mengerjakan nya.

Tapi tanpa diduga tak lama kemudian, tanpa disengaja, pihak bank memberitahukan bahwa ada rekening perusahaan dibuka di lokasi kota itu dan dianggap sebagai cabang. Bingung saya telepon kawan saya. Rupanya rekening dibuka dengan memalsukan rekening dan surat kuasa saya. Saya kecewa dan marah. Kawan yang saya anggap baik dan dekat mengecewakan saya. Saya kejar cabang bank kota itu dan ternyata terjadi persekongkolan dalam membuka rekening itu. Saya  kecewa juga dengan pihak bank.

Kawan saya berkata rekening itu dibuka untuk menerima pembayaran atas proyek fiktif yang akan dikerjakan. Saya bersyukur , semua tidak sampai terjadi dan rekening saya blokir langsung. 

Kadang banyak hal memhuat kita lengah dan tidak siap. Peluang uang mudah, harta dan wanita ada di depan mata pengusaha setiap saat. Kita harus tetap waspada atas godaan itu.

Caranya dengan berdoa, dekat dengan Tuhan, bergaul denganNya membuat kita selalu siap, selalu waspada. Kawan saya itu akhirnya mengakui semua perbuatannya, dan kami tidak ada ikatan bisnis lagi. Akhir menyedihkan dari perkawanan lama yang terjadi. Hanya karena dia tergiur pekerjaan fiktif yang memberi keuntungan harta palsu.

Siap sedia bersama Tuhan, itu yang saya mintakan darinya. Tuhan menolong nya senantiasa.

Wednesday, March 25, 2020

Bangkit dan Angkat muka

Lukas 21:26-28 (TB)  Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."


Melihat kondisi yang terjadi saat ini sering membuat kita bertanya-tanya, apakah ini akhir jaman? 

Apakah ini saatnya Tuhan datang kembali ? Apakah ini semua tandanya?

Melihat dan membaca ayat diatas menunjukkan bahwa saat dan waktu Tuhan datang bisa terjadi kapan saja. Gejalanya selalu mengawali dan mengiringinya. Tapi titik utama nya bukan disana. 

Fokus utama kita adalah bangkit, angkat muka kita. Apa maksudnya? 

Bangkit artinya semangat, bangun, tidak diam, tetap bekerja, tetap beraktivitas, bersiap, dan tidak mengendor. Kita harus tetap semangat menyambut hari Tuhan, tapi tidak kemudian menjadi lemah, pasrah, diam tidak melakukan apapun. Namun sebaliknya, tetap berusaha, tetap bekerja terus, dalam menyambutNya. 

Lalu bagaimana mungkin bila sekarang saja kita tidak bisa keluar rumah. Temukan cara. Cari metode. Manusia diberikan Tuhan kemampuan ilahi untuk berpikir, mencari solusi atas masalah hidupnya. 

Angkat muka berarti bersiaplah menyambut hari kemenangan. Bersiap, berseri , meskipun kita tahu tidak mudah. 

Penyerahan diri kepada Allah karena semua kondisi kita saat ini adalah penting. Kita tidak tahu saatNya, kita hanya harus bersiap.

Monday, March 23, 2020

Another COVID

Sudah mau seminggu nih di rumah terus. Istilah kerennya Work From Home. Waktu awal-awal sih lumayan happy. Karena saya biasanya bisa 4-5 meeting per hari, di beberapa tempat. Sekarang benar-benar tidak kemana-mana.

Komunikasi pun terbatas. Sesekali menerima telepon, sebagian besar memandu tim via whatsapp group. Mungkin juga buat orang rumah sangat menarik, karena jarang melihat saya di rumah.

Tapi tetap saja, tidak banyak yang bisa saya lakukan , selain membuka laptop dan membalas chat. Rutinitas membersihkan rumah di pagi hari, bersepeda dan berlari kecil tetap saja dilakukan. Hari ini masih bisa mengantar istri ke pasar. Tidak tahu besok-besok.

Nah, ketika mencari informasi, menemukan gambar ini , another covid menurut saya:


Pertama, Cuci Tangan. Semenjak beberapa minggu lalu, himbauan mencuci tangan sudah dilakukan. dan saya juga sudah melakukannya. Tidak mudah pada awalnya, tapi makin kesini, makin terbiasa.

Cuci tangan tidak hanya berusaha menunjukkan kita bersih, karena tanganlah yang paling aktif, dan menyentuh banyak hal. Sedangkan virus ini sangat mudah menular melalui droplet yang sangat kecil yang ada di barang-barang yang kita sentuh. 

Bedanya, sekarang ini, sedikit-sedikit cuci tangan terus.

Kedua, Olah Raga. Ya lumayanlah sekarang sudah makin rajin, semenjak di-istirahatkan di rumah. Bersepeda, berlari kecil adalah kesukaan saya. Makanya dulu saya kurus lho. 

Vitamin. Jangan lupa, ini faktor penting. Menghadapi virus ini hanya dengan doa dan daya tahan. Daya tahan kita diperoleh dari makanan yang kita makan, termasuk vitamin. 

Istirahat. Jelas penting. Meskipun saya tetap tidak terbiasa tidur siang. Saya hanya tidur siang apabila tubuh sedang perlu istirahat tambahan. Sekarang ini, sudah beberapa tahun, saya mengatur tidur (istirahat) dengan cukup. Jam 21 adalah jam terakhir saya tidur, kecuali sedang ada acara sangat-sangat penting. Dan bangun di jam 4 atau 5 pagi. Pastikan kita punya istirahat cukup. Semua untuk membantu daya tahan tubuh kita.


Di Rumah Saja. Ini sih yang semula awalnya berat. Karena masih tetap ingin keluar. Ingin kerja, ingin ke gereja, ingin ke mall, ingin ketemu orang di luar sana. Sekarang ini yang harus dibatasi. Buatlah aktifitas berguna selama kita di rumah.

Nah, jelaskan another COVID ini sangat berguna untuk kita selama masa #stayathome , #workfromhome . Semoga Covid-19 nya segera selesai.

Jadi Saksi

Lukas 21:7-13 (TB)  Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."
Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.

https://alkitab.app/v/b4fd0465eabb



Akan tiba saatnya, kesempatan untuk bersaksi...
Pernah jadi saksi di persidangan ? Mendebarkan bukan?
Saya pernah jadi saksi salah satu kasus yang dilakukan oleh perusahaan dimana saya bekerja sebelumnya. Luar biasa tekanan mentalnya. Tidak terbayang, rekan saya bisa tahan dalam sidang-sidang pengadilan dari berbagai kasus yang harus dilaluinya.

Menjadi saksi artinya menunjukkan kebenaran, berani menunjukkan, menceritakan dan bersikap yang benar. Itulah bersaksi. Dan menjadi sakti itu tidak enak bukan? Terjadi perseturuan. Saling menyerang. Saling menyakiti. Bahkan ada yang sambil saling menghilangkan nyawa orang lain.

Tuhan sudah mengatakan dari awal, di ayat itu, bahwa kita akan diserahkan, kita akan mengalami masa penyiksaan, bukan kenikmatan, bukan kenyamanan yang akan dirasakan. Tapi semua penderitaan yang harus diterima.

Menjadi saksi memang penuh pengorbanan. Tidak ada yang mudah. Waktu saya bersaksi, saya sudah mempersiapkan segala sesuatu nya , karena tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi saya berserah. Meminta pimpinan Tuhan agar saya bisa bersaksi dengan benar. Mungkin tidak enak untuk sebagian orang. Mungkin mereka marah. Tapi saya hanya ingin berkata benar.

Sudah siapkan anda menjadi saksi ??

Friday, March 20, 2020

Screen to Screen Selling gara-gara Corona

Dalam seminggu ini angka penderita akibat virus Corona meningkat pesat. Sehingga akhirnya kami sepakat untuk melakukan split team dan work from home (WFH). Dengan cara ini kami harapkan tim kami tetap terjaga (social distancing), tetapi tetap juga bisa memberikan dukungan kepada customer.
Maka kembali saya me-refresh buku yang lama sudah saya beli, karena saya suka sekali judulnya "Screen to Screen Selling". Meskipun buku ini terbitan tahun 2014, tapi ada beberapa hal di dalamnya menarik dan tetap bisa digunakan hingga sekarang.
Pertama. Dengan kondisi yang ada saat ini, maka S2S-Selling ini menjadi pilihan penting, karena dengan adanya cara berjualan online (online selling) maka tetap bisa berjualan. Nah, untuk kami jualan online tidak bisa seperti rekan2 yang lain yang bermain di retail, karena kami di area B2B. Maka yang diubah adalah cara pendekatan dan penjelasan ke customer. Dengan adanya S2S ini maka kami tetap bisa berjualan dan mendukung customer dan lead yang ada.
Kedua. S2S ini perlu persiapan. Maka kami kembali melakukan daftar ulang (checklist) semua yang berhubungan dengan materi yang akan dipresentasikan atau dijelaskan, website-website dan blog serta sosmed yang selama ini kami gunakan, serta sales script yang harus disiapkan sales untuk berdiskusi dan bertanya selama S2S dilakukan.
Maka, bila perusahaan anda belum mempersiapkan metode Screen to Screen Selling, siapkan :
  1. Tim harus bisa bekerja secara online, dimana pun. Oleh karena itu lengkapi mereka dengan laptop yang memadai, koneksi online dan pulsa data yang cukup tentunya. Pastikan lokasi kerja tim (terutama di rumah) juga tersedia koneksi data yang baik.
  2. Siapkan website, blog, video, sosial media perusahaan yang mendukung informasi dan kemudahan pengguna atau customer mendapatkan informasi tentang produk dan layanan perusahaan.
  3. Siapkan materi-materi presentasi, baik dalam bentuk ppt, pdf yang mudah digunakan untuk mempresentasikan produk dan layanan perusahaan.
  4. Jelaskan tim untuk bisa menggunakan tools S2S, diantaranya seperti ZOOM dan ZOHO Meeting. Kedua tools ini bisa digunakan secara free. Tapi apabila ingin mendapatkan kemampuan maksimal, maka sebaiknya berbayar.
  5. Siapkan kemudahan customer mengakses ke sales team. Bisa saja mencantumkan informasi kontak mereka di website, blog, sosial media, sehingga customer dapat menjangkau mereka dengan cepat.
Maka siapkan kemampuan tim anda untuk bisa berjualan secara online. Sehingga setiap kontak yang masuk, baik dari email, website, sosial media dapat dijawab dengan tim.
Kemudian tim sales bisa memfollow up lead yang masuk baik melalui telepon, email atau Whatsapp, dan kemudian setelah itu meminta waktu untuk penjelasan secara online, dengan menggunakan media Zoom atau Zoho Meeting. Tim presales bisa dilibatkan dalam penjelasan online ini. Tim sales bisa mensetup waktu untuk online meetingnya. Semua tetap bisa dilakukan.
Memang pola ini mungkin tidak mudah untuk semua produk dan barang, tapi cara ini tetap dapat dilakukan, minimal S2S akan membantu untuk online meeting sales dulu.
Selamat mencoba S2S Selling untuk perusahaan anda.