Translate

Showing posts with label JesusMyCEO. Show all posts
Showing posts with label JesusMyCEO. Show all posts

Sunday, May 31, 2026

Raja Uzia : Bahaya Terbesar Saat Berhasil

 


Kisah Raja Uzia (Azarya) sangat menarik karena menunjukkan bahwa bahaya terbesar sering kali bukan saat seseorang lemah, melainkan saat ia berhasil.

Uzia memerintah di Kerajaan Yehuda selama sekitar 52 tahun. Pada masa mudanya, ia mencari Tuhan dan mengalami keberhasilan besar. Namun akhirnya ia jatuh ke dalam dosa kesombongan dan dihukum Tuhan dengan penyakit kusta. Kisah ini dicatat dalam pasal 26.

1. Awalnya Uzia sangat bergantung kepada Tuhan

Alkitab mencatat:

"Selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil." (2 Tawarikh 26:5)

Uzia:

  • Mencari Tuhan.
  • Mendengarkan nasihat imam dan nabi.
  • Memimpin bangsa dengan takut akan Tuhan.
  • Mendapat kemenangan militer.
  • Membangun kota dan benteng.
  • Mengembangkan pertanian dan teknologi perang.

Keberhasilannya bukan karena dirinya hebat, tetapi karena penyertaan Tuhan.

2. Keberhasilan membuatnya lupa sumber kekuatannya

Titik balik terjadi dalam 2 Tawarikh 26:16:

"Tetapi setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia terjerumus binasa."

Inilah akar masalahnya: kesombongan rohani.

Awalnya:

  • "Tuhan membuat aku berhasil."

Kemudian berubah menjadi:

  • "Aku berhasil karena aku hebat."

Keberhasilan yang tidak disertai kerendahan hati dapat menggeser pusat hidup dari Tuhan kepada diri sendiri.

3. Uzia mulai melampaui batas yang ditetapkan Tuhan

Uzia masuk ke Bait Allah dan membakar ukupan di mezbah.

Masalahnya bukan sekadar membakar ukupan, tetapi:

  • Itu adalah tugas imam keturunan Harun.
  • Raja dan imam memiliki peran yang berbeda.
  • Uzia merasa kedudukannya sebagai raja membuatnya berhak melakukan apa saja.

Ia tidak lagi tunduk pada otoritas Tuhan.

4. Uzia menolak teguran

Ketika imam besar Azarya dan 80 imam menegurnya, Uzia tidak bertobat.

Sebaliknya:

  • Ia marah.
  • Ia mempertahankan tindakannya.

Pada saat itulah kusta muncul di dahinya sebagai hukuman Tuhan.

Sering kali kejatuhan seseorang bukan karena melakukan kesalahan pertama, tetapi karena menolak koreksi ketika ditegur.

5. Pelajaran rohani bagi kita

Kisah Uzia mengajarkan bahwa:

A. Kesuksesan lebih berbahaya daripada kegagalan

Saat gagal, kita biasanya berdoa lebih banyak. Saat berhasil, kita mudah merasa tidak membutuhkan Tuhan.

B. Karakter harus bertumbuh seiring berkat

Tuhan dapat memperbesar pelayanan, bisnis, jabatan, atau pengaruh kita. Tetapi jika karakter tidak ikut bertumbuh, keberhasilan justru dapat menjadi jebakan.

C. Tetap membutuhkan komunitas yang berani menegur

Uzia memiliki 81 imam yang berani mengingatkannya. Masalahnya bukan tidak ada yang menegur, tetapi ia tidak mau mendengar.

D. Kerendahan hati adalah perlindungan terbaik

Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar kebutuhan akan kerendahan hati.

Relevansi dengan Kolose 3:1-17

Dalam tema "membangun karakter Kristus", kejatuhan Uzia menunjukkan kebalikan dari hati yang dipenuhi Roh Allah.

Kolose 3:2 berkata:

"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."

Selama Uzia memandang kepada Tuhan, ia berjalan benar. Ketika ia mulai memandang kepada dirinya sendiri, ia jatuh.

Karakter Kristus selalu berkata:

  • "Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu."
  • "Semua yang aku miliki berasal dari Bapa."

Sedangkan karakter Uzia di akhir hidupnya berkata:

  • "Aku kuat."
  • "Aku berhak."
  • "Aku tidak perlu diatur."

Karena itu, pelajaran terbesar dari Uzia bukanlah bahwa orang berdosa bisa jatuh, melainkan bahwa orang yang pernah sangat dekat dengan Tuhan pun dapat jatuh ketika keberhasilan melahirkan kesombongan dan menghilangkan ketergantungannya kepada Tuhan.


Thursday, January 02, 2025

Memulai Hari Baru - 2 Jan 2025



Dalam dua hari ini, sudah beberapa khotbah saya dengar membahas tentang berkat dan hikmat. 

Mulai dari berkat, inilah yang diminta orang dalam tiap kali memulai hari dan tahun baru. Selalu meminta berkat. 

Bilangan 6:24-26 (TB)  TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 

TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 

https://alkitab.app/v/3386c724ef7a

Melihat ayat-ayat diatas, saya selalu mengingat ayat ini yang dibacakan dan diucapkan tiap kali pendeta / pengkhotbah memberikan berkat. Dan ini ternyata adalah berkat iman yang diberikan kepada Musa dan Harun, untuk dibagikan kepada bangsa Israel, dan ini yang diberikan sebagai berkat yang terus dibagikan, hingga sekarang, juga kepada kita.

Ini juga yang memberikan kita kekuatan baru, dan selalu mendapatkan kekuatan baru, saat kembali mengingat berkat iman ini.

1. Tuhan melindungi kita. Apapun yang kita kerjakan, kita libatkan Tuhan, maka Tuhan akan melindungi kita.

2. Melibatkan Tuhan berarti menyerahkan segalanya dalam kendali Tuhan, ini memperjelas pengharapan kepada Tuhan yang kita bahas kemarin. Dan kita mendapatkan perhatian khusus, dengan Allah yang menyinari kita dan memberikan kasih karunia. Untuk bisa menyinari, maka Allah harus ada di atas, di depan, membuka jalan bagi kita. 

3. Menghadapkan wajahNya ini juga sangat memberikan perhatian dan makna khusus kepada kita. Tidak ada yang lebih membahagiakan, bila Allah memberikan perhatian kepada kita.

Saya jadi ingat, ada banyak rencana, plan , baik pribadi atau perusahaan yang kita rencanakan. Dan ini semua mengantar ingatan apakah kita melibatkan Tuhan dalam perkara-perkara kita. Semua plan kita ini apakah sudah melibatkan Tuhan. 

Sekarang, apa itu hikmat ? Hikmat dalam Alkitab, bersumber dari takut akan Tuhan. Jadi ingat cerita raja Salomo, yang memulai pemerintahannya dengan meminta hikmat dari Tuhan. Salomo tahu apa yang paling dia butuhkan. 

Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di tahun 2025 ini, tapi hikmat menolong kita untuk mengerti segala perkara, melangkah mantap di hari yang baru. Dan ini meminta kita untuk taat penuh kepada Allah. 

Seperti Salomo, yang punya hikmat, tapi dia tidak taat kepada Allah. Hingga akhirnya kerajaannya dibelah dua. Hatinya mendua kepada allah lain, terikat popularitas yang dibangunnya proyek2 mercusuar, dan mendengar para penasihatkan dibandingkan mendengar kehendak Allah.

Memulai hari baru kerja di tahun 2025 ini mengingatkan kita kembali dua hal penting, berkat dan hikmat. 

Selamat bekerja, ingatlah selalu karya Tuhan dalam hidup pekerjaan kita.



Wednesday, January 01, 2025

Jadilah seperti Yosua dan Kaleb - 1 Jan 2025



 Sewaktu memasuki tahun yang baru, ada beragam perasaan berkecamuk, mulai dari apa yang akan terjadi di tahun depan, hingga ketidakpastian yang melanda. 

Semua ini mengantar saya kembali mengingat apa yang dikatakan dalam Bilangan 13, dimana ada 12 pengintai diutus untuk melihat negeri baru yang akan mereka masuki. 

Dari 12 orang pengintai ini, sama seperti kita, ada 12 bulan yang akan kita lalui di tahun yang baru, sama seperti ada 12 bulan yang telah kita lewati di tahun yang lalu. 

Apa yang kita rasakan? 12 pengintai ini sama juga melakukan apa yang manusia saat ini lakukan, mereka mengintai, melihat dulu apa yang mungkin akan mereka dapatkan, atau tidak dapatkan. 

Dari 12 pengintai yang diutus, mereka sepakat bahwa negeri yang akan mereka masuki adalah negeri yang bagus. Mirip dengan Indonesia, negara yang bagus, potensinya luar biasa, penduduk yang besar selalu identik dengan potensi yang luar biasa. 

Tetapi, dari 12 pengintai, hanya Yosua dan Kaleb yang berkeyakinan bahwa negeri yang mereka akan masuki itu adalah baik dan bagus. Baik karena Tuhan sudah siapkan, Bagus karena memiliki potensi yang luar biasa.

Sejujurnya, mereka pun tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Sama seperti berbagai kecelakaan pesawat yang terjadi seminggu ini, hingga ada lima kecelakaan dengan jumlah korban jiwa beragam. Dan yang paling menyedihkan, melihat keluarga yang semula akan menjemput kerabat mereka di bandara , tetapi pesawat Jeju Air itu hancur terbakar dan hanya 2 orang yang selamat. Mengapa ini terjadi ?

Dari sini kita belajar.

Pertama, Tuhan yang mengatur semua. Yosua dan Kaleb menunjukkan negeri itu bagus, 10 orang lainnya lebih kuatir dengan kondisi orang yang mendiami negeri itu. Dua orang ini menandaskan dalam Bilangan 13:30 : Kemudian Kaleb y  mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

Tuhan yang mengatur semua, bukan kita. Kita tidak bisa mengatur masa depan tahun 2025 seperti apa, karena Tuhan yang mengatur jalan hidup kita.

Kedua, berpikiran positif. Ini yang tidak mudah bukan? Selalu berpikir positif. Kita selalu lebih mudah berpikiran negatif. 10 orang pengintai itu membuktikannya. Mereka berpikir negatif, ketakutan lebih besar menghantui mereka. Apakah kita seperti mereka saat ini, worry dengan tahun 2025? Takut dengan kehidupan yang akan kita masuki ? Ayo kita buang itu. Ganti dengan pikiran positif. 

Ketiga, bersikap optimis. Dibandingkan dengan 10 orang pengintai lainnya, mengapa hanya Yosua dan Kaleb yang bersikap optimis ? Berpikir optimis juga berarti kita bisa melihat sisi optimal lainnya, dibandingkan sisi yang kurang optimal. Mereka tahu negeri itu bagus sekali, buminya sangat kaya. Tapi mereka juga tahu, penduduknya menakutkan. Tapi itu tidak menjadi sisi yang mereka ambil. Mereka mengambil sisi yang lain, yang menurut mereka lebih optimal, maka hasilnya adalah menjadi bersikap optimis. 

Bagaimana memulai bersikap optimis dalam hidup kita?

  • Berpikir positif.
  • Mengambil hal baik dari setiap kejadian.
  • Berhenti menyalahkan diri sendiri.
  • Berfokus pada masa sekarang dan masa depan.
  • Bergaul dengan orang-orang berpikiran positif.

Inilah yang kita lihat dari Yosua dan Kaleb.

Terakhir, selalu berpengharapan. Yosua dan Kaleb tahu dengan pasti, mereka juga tidak bisa apa-apa, karena kalau memang Tuhan ijinkan, sekali lagi, Tuhan ijinkan, mereka bisa menguasai dan memiliki negeri itu. 

Sama dengan kita, setelah berpikir positif, bersikap optimis, maka kita harus meletakkan pengharapan kita kepada Tuhan, bukan kepada manusia, bukan kepada pemerintah, bukan kepada harta dan kuasa.

Semua ini menenangkan hati saya, dan semoga hati anda juga. Di tengah ketidakpastian, kita bisa memiliki pengharapan. 

Mungkin kita sudah tahu, potensi masalah yang akan kita hadapi. Tapi kita juga tahu, kita punya pengharapan bahwa masalah itu bisa selesai, atau setidaknya teratasi di tahun mendatang. 

Maka jadilah kita seperti Yosua dan Kaleb memasuki tahun 2025, Tuhan memimpin langkah kita.

Sumber: https://jesusmyceo.blogspot.com/2025/01/jadilah-seperti-yosua-dan-kaleb-1-jan.html

Wednesday, October 06, 2021

Customer Relation, Kunci Bisnis Jangka Panjang

 Seringkali banyak para pemilik usaha, baik skala besar hingga kecil sangat memperhatikan marketing dan sales, tapi lupa memperhatikan relasi konsumen, atau Customer Relation.

Marketing sendiri merupakan kegiatan untuk mencari, mendatangkan prospek, calon pembeli atau calon customer. Sedangkan proses Sales adalah untuk mengubah dari prospek, calon pembeli atau calon customer ini menjadi customer kita. Tapi ada bagian yang seringkali terlupa, yaitu menjaga customer kita agar tetap membeli atau berhubungan dengan kita.

Dulu saya punya sales hit-run, itu istilah yang saya berikan untuk jenis sales yang seperti ini. Dia memang bagus untuk mendekati customer, follow up hingga customer akhirnya 'menyerah' dan membeli. Itu ilmu yang sangat bagus dia pelajari dari tempat sebelumnya. Tapi di saya, itu tidak bisa melulu berlaku.

Bisnis itu adalah seperti perkawinan, hubungan kepercayaan jangka panjang. Bila customer telah percaya produk dan jasa kita, kita tidak bisa hanya mengambil manfaat saat kita perlu saja, tapi harus ada hal yang dibina jangka panjang. Itulah customer relation.

Customer relation ini memang seperti orang pacaran. Setelah berhasil jadi pacarnya, kan tidak lantas kemesraan berubah. Tetapi harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Hingga tahapan ini mencapai tahapan selanjutnya. 

Customer relation sangat penting dilakukan saat ini. Terutama di masa pandemi, customer yang 'setia' lah yang akan menggunakan jasa dan produk kita, dan ini yang akan membantu kita bertahan di masa sulit ini. 

Seperti kata Mark Sornborn :

Marketing creates demands

Selling creates transactions

Service creates customers

Ada bagian dari usaha kita yang harus bisa mencari dan mendatangkan pelanggan baru. Ini biasa disebut marketing, atau sekarang digabung menjadi marketing communication. Ada yang berusaha mengubah menjadi transaksi, inilah proses penjualan, dan ada bagian terakhir dan terberat, yaitu menjaga customer kita.

Lakukan bagian customer relation anda dengan tepat, mulai dari menjaga, menyapa pelanggan anda. Memastikan customer anda menggunakan produk dan jasa dengan aman dan nyaman. Hingga melakukan update knowledge untuk para pelanggan kita. Semua bagian ini merupakan upaya menjaga relasi dengan customer. 

Ada usaha tertentu yang sangat memperhatikan ini, sehingga mereka membuat contact center, call center, sehingga pelanggan dapat menghubungi usaha dan bisnis dengan mudah. Ada yang sangat personalisasi, mereka mengirimkan email, hingga whatsapp untuk mengupdate customer mereka. Semua upaya ini dilakukan untuk menjaga, agar kita selalu menjadi top-of-mind dari customer kita.

Sudahkah anda lakukan customer relation untuk usaha anda ? Belum terlambat, mulai sekarang.


sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/615cf47abd09466188336742/customer-relation-kunci-bisnis-jangka-panjang

Thursday, September 30, 2021

Evaluasi Tambah Kurang Kali Bagi Dalam Bisnis Anda

 Salah satu yang saya pelajari dalam pembelajaran bersama GLEAM adalah evaluasi + (tambah), - (kurang), x (kali) dan / (bagi) untuk bisnis anda. Dalam pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari Key Success Factor, kemudian di dalamnya ada daftar area yang kita lihat menjadi Key Result Area.

Sekarang saatnya kita melihat lebih dalam lagi, karena kita sudah tahu mana yang harus difokuskan dan menjadi KSF dan KRA. Maka kita akan melihat ada hal-hal yang bisa kita lakukan Tambah - Kurang - Kali dan Bagi dalam bisnis anda.

Tambah

Penambahan hal-hal yang menurut kita akan sangat penting untuk bisnis kita. Misal, untuk meningkatkan pendapatan, kita perlu sales lebih banyak. Maka tambahnya bisa menjadi + Sales tim 2 orang. 

Kurang

Kurang ini adalah hal yang selama ini membebani dan mungkin kita harus kurangi dalam bisnis kita. Misal, banyak pengeluaran yang tidak perlu. maka kita harus kurangkan. Contoh - Biaya entertainment

Kali

Perkalian, artinya multiplikasi, angka yang berlipat. Bagaimana menghasilkan income yang berlipat. Mungkin anda perlu pikirkan cara lain, misal kolaborasi dengan pihak tertentu. Saya dalam beberapa tahun ini mendapatkan banyak kawan dan relasi baru melalui asosiasi, dari sana ada banyak proyek dan peluang baru. Tadinya saya hanya 10 proyek, dapat 20 hingga 30 proyek. 

Bagi 

Ada yang perlu dibagikan dalam usaha kita. Dalam perjalanan bisnis, kami menerapkan kebijkan untuk berbagi dengan tim. Berbagi pendapatan ini memicu kinerja tim. Itu yang bisa kita mulai.

Banyak hal terkait + - x / dalam bisnis kita masing-masing yang bisa anda definisikan, dan dimulai. Jangan ragu, karena Tuhan pasti menolong.

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/61550b890101905d734acf92/evaluasi-tambah-kurang-kali-bagi-dalam-bisnis-anda

Monday, July 12, 2021

Aku bekerja karena ALLAH selalu bekerja

 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku f bekerja g sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Bapa-Ku masih bekerja sampai saat ini, maka Aku pun masih bekerja.”

Yohanes 5 : 17

Saya masih kaget mendengar kabar ada kawan seumur yang masih belum bekerja. Padahal latar belakang orangtuanya tidak berkekurangan. Mungkin ini juga penyebabnya.

Padahal, Allah kita, adalah Allah pekerja. Dia yang dari awal semua ini, bekerja membuat ciptaanNya. Dan kita pun juga adalah hasil buah karya tanganNya.

Jadi kalau Allah saja adalah Allah yang bekerja, mengapa kita tidak ?

Sekarang ini tantangan baru kembali dihadapkan kepada umat manusia, mereka harus bisa bekerja secara remote, atau bekerja dari rumah. Teknologi yang Tuhan sediakan membantu kita semua bisa melakukan ini dengan segala keterbatasannya. 

Bekerja dari rumah, bekerja di kantor, bekerja di lapangan, semua adalah kerja, dan itulah tugas kita manusia. 

Kita sungguh bersyukur atas kasih Tuhan sehingga kita bisa hidup dan bekerja hingga saat in, di tengah masa pandemi. Ingatlah , bahwa kita bekerja karena Allah kita pun bekerja. 


Sunday, May 23, 2021

Pentakosta di masa Pandemi

 Pentakosta, hari ke lima puluh, hari turunnya Roh Kudus. Roh Kudus yang bagi umat Kristiani, adalah pengganti sementara kehadiran Tuhan Yesus Kristus, sambil menunggu kedatangannya yang kedua kali. 

Tugas Roh Kudus ini lah yang seringkali kurang dipahami, dimengerti umat. Roh Kudus di saat masa pandemi ini , justru sangat kita perlukan. Karena dengan adanya Roh Kudus, Tuhan yang ada di dalam kita, kita memiliki keberanian, kekuatan untuk menjalani hidup masa pandemi. 

Tidak sedikit, dalam keseharian kita, kita bertemu dengan orang yang putus asa. Mereka yang tidak punya pengharapan lagi. Bingung karena kehidupan mereka yang terpuruk, terlebih karena masa pandemi. Tidak bisa lagi mereka menabung, mereka menggantungkan hidupnya dari hari ke hari. Tekanan ekonomi kita rasakan terutama bagi mereka yang terkena dampak pengurangan karyawan. Tadinya mereka memiliki penghasilan, sekarang mereka bekerja serabutan. 

Roh Kudus menguatkan mereka yang kesulitan ekonomi, dengan memahami bahwa penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya perusahaan kecil, perusahaan yang maha besar sekalipun terkena dampak Pandemi ini. Tapi apakah kita hanya mau berdiam diri, pasrah dan tidak melakukan apa-apa ?

Kita justru harus bangkit. Mengerjakan apa yang kita bisa. Di kawan-kawan saya sendiri, toko mereka mendadak sepi, semua beralih belanja online, dan persaingan jadi lebih hebat lagi, tanpa mengenal batas. Mereka kalap, dan pindah ke bisnis lain. Dan mereka membuka usaha baru, yang tidak ada hubungannya dengan bisnis sebelumnya. Tapi itulah manusia, diberikan kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan baik. Maka Roh Kudus akan memimpin kita, menemukan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. 

Karyawan yang mendadak tidak punya penghasilan, berusaha serabutan. Beberapa menemukan pola baru dalam usaha kuliner, usaha kesehatan, dan lainnya. Itulah kuasa Roh Kudus. Dia memampukan kita melihat, ada peluang. Dibalik krisis ini ada peluang. 

Bagaimana Roh Kudus bisa membantu kita ? Pertama, tentu kita harus percaya, sepenuhnya hidup kita ini adalah milik Tuhan, dan Tuhan tidak akan membiarkan kita terjatuh, tergeleletak. Bila kita tidak punya hubungan baik dengan Tuhan, inilah saatnya. Kita bergantung penuh kepada Tuhan. 

Kedua, membiarkan Tuhan memimpin. Setelah kita mengenal Tuhan dengan baik, kita akan melihat, bahwa hidup kita ini adalah milik Tuhan. Tuhan akan mengijinkan kita jatuh, tapi juga Tuhan yang sama akan memimpin kita bangkit. Yang kita harus lakukan, hanya menyerahkan sepenuhnya dalam pimpinan Tuhan. Jangan biarkan ego, kerakusan, dan ketakutan anda menguasai hidup anda. 

Ketiga, berkaryalah. Orang berpikir, semua untuk dirinya sendiri, coba pikirkan untuk orang lain. Berkarya itu tidak untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Pada saat berkarya untuk orang lain, semua akan terbuka. Jalan akan terbuka yang semula tidak ada, akan ada jalan keluar. Karena kita bekerja untuk orang lain. Bahwa nantinya ada keuntungan untuk diri kita, itu adalah akibat usaha , karya untuk orang lain. 

Sesungguhnya penyertaan Roh Kudus akan terus kita perlukan dalam hidup kita, tidak hanya di masa pandemi , dan peringatan Pentakosta kali ini sungguh bermakna. Sudah kali kita memperingatinya di kala Pandemi, masih bisa lihat kah pimpinan Tuhan, pimpinan Roh Kudus dalam hidup anda selama ini ??

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/60a9e810d541df0c4a2bc433/pentakosta-di-tengah-pandemi

Sunday, May 16, 2021

Entrepreneur harus bangun pagi

 YOHANES 8:2


 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.


Meneladani Yesus,dan sangat mungkin berbagai tokoh agama lain yang menggunakan waktu mereka dengan sangat baik di pagi hari. Mereka menyediakan waktu untuk berdiam diri, berdoa dan bekerja. 

Dia tidak membuang waktu dengan santai-santai di pagi hari, tetapi langsung bekerja. Dan pekerjaan Yesus pada waktu itu adalah mengajar, maka Dia sudah berada di Bait Allah, dan banyak orang datang kepadaNya dan mendengar Dia mengajar. 

Jelas, kita pun demikian seharusnya. Tidak bisa santai dan malas di pagi hari. Pagi hari adalah penuh dengan kekuatan baru. Oleh karena itulah, saya selalu bangun pagi dan menggunakan waktu yang ada untuk melakukan banyak hal, dan menutupnya jam 8 atau jam 9 dengan menulis artikel. 

Ternyata, banyak entrepreneur dunia lain pun juga menggunakan waktu mereka di pagi hari dengan sangat baik. Bill Gates menggunakan waktu paginya untuk berolahraga (treadmill) sambil menonton video edukasi. 

Almarhum Steve Jobs juga demikian, menggunakan waktu paginya untuk memikirkan, merenungkan apa yang harus dilakukannya, mengevaluasi diri. Bahkan Mark Zuckerberg pun sangat efisien dengan waktunya, dia tidak menghabiskan banyak waktu memilih baju, dan selalu gunakan t-shirt sederhana dalam memulai harinya. 

Banyak contoh di atas menunjukkan bahwa apabila kita ingin sukses (berguna bagi orang lain), maka kita harus bangun pagi dan mempersiapkan segala sesuatunya.

Mari bangun pagi hari !!


SUMBER: https://www.kompasiana.com/startmeup/60a0cf7f8ede4851e03f47a2/entrepreneur-harus-bangun-pagi

Tuesday, March 30, 2021

BANYAK AKAL

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa. (2 Korintus 4:8)

Habis akal, pernah alami ?  Kita bingung mau lakukan apa lagi, tidak bisa apa-apa lagi. Pernah alami kan.

Coba pikir apa yang anda lakukan saat itu datang. 

Diam dan tidak bicara apa-apa ? Menangis ? Berdoa ? Menunduk sedih ?

Nah, keadaan yang sama juga dihadapi oleh sebagian kita karena pandemi ini. Kita terkena PHK, terkena pengurangan gaji, terkena masalah ini dan itu. 

Tapi Tuhan tidak pernah tinggal diam. Dia menolong kita pada waktunya. 

Tuesday, March 23, 2021

Atasan seperti Boas, bawahan seperti Rut.

 RUT 2


 1  Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
 2  Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
 3  Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
 4  Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!"
 5  Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
 6  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
 7  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
 8  Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
 9  Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
10  Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
11  Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
13  Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
14  Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.
15  Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;
16  bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."
17  Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.
18  Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu,
19  maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas."
20  Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita."
21  Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku."
22  Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain."
23  Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.

Siapa sangka bertemu dengan atasan yang baik sekali, perhatian dan memberikan kesempatan untuk berkembang...

Mungkin itu pikir Rut, tapi coba cek, apakah sebenarnya kita bahkan pernah mengalami nya sendiri. 

Saya sendiri juga bersyukur, dalam kehidupan karir saya, ada atasan yang sangat mendukung, dan bahkan luar biasa memberikan kesempatan untuk berkembang. 

Perhatian, waktu, mata dan telinga atasan memang sungguh menyejukkan bagi kita yang bawahannya. Apalagi bila diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, meskipun kerap kali, kita membuat kesal atasan kita. 

Nah, Boas itu seperti itu. Kenal juga tidak, tapi memberikan kesempatan seorang 'asing' yang baru muncul untuk ikut bisa bersama-sama bekerja di ladangnya. Mungkin dia sudah ada dengar cerita sedih soal Rut dan Naomi. Mungkin dia ada dengar cerita yang menggugah hatinya. Tapi bila dia tidak punya 'hati' itu, maka belum tentu dia akan mengijikan Rut bekerja di ladangnya, bahkan memperhatikannya lebih. Memastikan dia aman, dan tidak diganggu selama berada di ladangnya. 

Harapan kecil Rut sungguh berbeda. Dia hanya berharap bisa bekerja, mengambil sisa bulir yang jatuh, tapi dia diberikan kesempatan lebih. 

Maka, bagi kita yang memiliki atasan seperti ini, yang memperhatikan kehidupan kita, yang memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kita bawahannya, apakah kita kurang mensyukuri nya? apakah kita tidak akan mendoakannya siang dan malam ? Ataupkah sebaliknya, kita akan tetap membuat dia pusing dan sakit kepala mengurus kita.

Apalagi bila kita diberikan kesempatan. Bila kita salah, maka baiklah meminta maaf. Bila kita tidak benar, baiklah kita kembali bekerja dengan benar. Karena kesempatan tidak datang kedua kali, bahkan ketiga kali kita akan dipecatnya. 

Sabarlah bagi kita yang belum memiliki atasan seperti ini, karena nanti akan tiba waktunya. 

Bagi kita yang telah menjadi atasan, contohlah Boas. Yang perhatian, memberikan waktu, tenaga dan pikirannya membantu bawahannya, meskipun hanya bawahan biasa. Karena kita yakin, tanpa mereka pun kita akan kesulitan. Tiap orang telah punya fungsinya. 

Monday, March 15, 2021

KURANG BERPIKIR TENTANG DIRI SENDIRI

 MARKUS 1:1-8


 1  Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
 2  Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
 3  ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
 4  demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
 5  Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
 6  Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
 7  Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.
 8  Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

Berapa banyak anda memikirkan diri anda sendiri ?

Kalau itu ternyata 3-5 jam per hari, waktu itu sungguh sia-sia terbuang 

Mengapa ?

Coba belajar dari Yohanes, yang mempersiapkan jalan Tuhan. Apakah dia memikirkan dirinya sendiri ? Mengapa dia tidak memikirkan dirinya sendiri, daripada memikirkan jalan Tuhan..

Ternyata kuncinya adalah karena dia RENDAH HATI. Rendah hati artinya tidak memikirkan diri sendiri, itulah yang dilakukan Yohanes. Dia tidak memikirkan dirinya sendiri, karena dia tahu, dia punya tugas. 

Tugas inilah yang membedakan kita dengan oran lain. Orang lain yang hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak akan pernah mencapai tujuannya. Kok bisa ?
Karena , dengan hanya fokus ke diri sendiri, maka kita semua akan mencapai cara dengan apa pun, tidak peduli orang lain. Padahal hidup kita, sebagai manusia, tidak pernah lepas dari orang lain. Itulah yang pertama diyakini Yohanes. 

Kedua, Yohanes tahu soal tujuan, Dia melakukan tugas nya. Ada banyak dari kita yang tahu tujuannya, tapi tidak melakukan tugasnya. 

Maka Tujuan dan Tugas ini tidak pernah bisa kita hilangkan, dan ini tidak boleh melulu soal diri kita sendiri.

Memikirkan tujuan perusahaan, akan menghasilkan tugas perusahaan. Saya selalu menekankan tujuan perusahaan, misi dan visi perusahaan, tapi juga tetap berusaha melakukan tugas dan kewajiban kita. 

Maka kurangilah berpikir tentang diri sendiri, jadilah rendah hati. 


Tuesday, February 02, 2021

Sharing dengan tim

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian. (Yoel 1:3)

Apa yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita ? Itu kadang pertanyaan kepada diri saya sendiri, tiap kali saya menulis, saya mulai berpikir untuk punya buku suatu saat, dan itu sudah saya sampaikan kepada salah satu kawan baik saya. Lalu dia bertanya, kamu mau tulis tentang apa?

Pertanyaan yang sama dan muncul lagi bukan? Mana yang lebih mudah menuliskannya menjadi cerita dan buku , atau menceritakannya secara langsung ? Tentu menceritakannya secara langsung, dan langsung melihat respon anak cucu kita. 

Demikian pula kita, bagaimana kita mendewasakan tim kerja kita ? Dengan mengajarkannya secara langsung. Menceritakannya berarti kita memiliki pengetahuan, pengalaman untuk dibagikan. Bisa saja tim kita juga belajar dengan cepat dan menguasainya, tapi pengalaman tetap lebih menarik untuk diceritakan dan dibagikan. 

Maka dalam hidup kita, kita akan tetap perlu kawan, orang yang selalu menyediakan waktunya untuk mendengarkan kita, dan sebaliknya , kita mendengarkan ceritanya. Kita pun akan terus melakukannya kepada tim , keluarga, terutama anak dan cucu kita. 

Seringkali dengan kesibukan kita, kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk bercerita, membagikan pengalaman, namun kita harus berusaha melakukannya. Dalam kesempatan di rumah, saya selalu bercerita di saat kami makan bersama. Bila makan di luar, maka itupun kesempatan saya sharing dan berbagi pengalaman. Beruntunglah anak-anak yang memiliki orangtua lengkap, karena mereka akan mendengar berbagai versi tentunya. 

Demikian juga dengan di kantor, usahakan kita memiliki saat, waktu kita bisa berdiskusi dengan tim kita harus meluangkannya. Kita bisa berbagi bukan hanya ilmu pengetahuan, pengalaman dan ini sangat berharga untuk tim.