Translate

Tuesday, February 22, 2022

Doa satu jam

*Daud Adiprasetya 654*

Seorang istri pendeta ketika mengevaluasi kehidupan rohaniahnya,.
 menyadari bahwa dia masih kurang dalam hal berdoa bagi jemaatnya. Maka dia memutuskan untuk secara pribadi melakukan doa syafaat di kamarnya pada saat anak-anak sudah masuk sekolah dan kerja. Supaya betul-betul bebas dari gangguan telpon dari para jemaat, maka melalui suaminya dia mohon pengertian agar jemaat setiap harinya tidak menelpon pada jam 8.30 hingga 9.30. Ibu pendeta ini bersyukur bahwa himbauannya ternyata diperhatikan, dinilai positif serta diikuti oleh banyak orang. 

Tahu-tahu di gereja itu muncul kebiasaan "Doa Satu Jam" secara serentak yang sangat diberkati oleh Tuhan. Kita mendapat pelajaran indah di sini; segala sesuatu yang dengan tulus dilakukan untuk kemuliaan Tuhan pasti akan diberkati-Nya. Jika kita sudah memulai jangan ragu untuk melanjutkan, nanti akan mendapat dukungan dari  sebanyak mungkin orang yang digerakkan oleh Tangan Tuhan sendiri. 

Kata-kata indah, "Jadilah lebih peduli pada apa yang Tuhan pikirkan tentang Anda daripada apa yang orang-orang pikirkan tentang Anda." Persekutuan pribadi dengan Tuhan jikalau bisa lancar maka akan berdampak positif dalam persekutuan kita dengan sesama. Utamakan garis vertikal, baru yang horisontal. Jika kita selalu begitu, maka dalam seluruh kehidupan menjadi "Berpusatkan Kristus." 

Firman Tuhan, *"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:33.* 

Manusia yang kurang memberi perhatian kepada Tuhan saja tidak akan dibalas dengan sikap yang sama oleh Tuhan. Apalagi jika kita mengutamakan Tuhan, hal itu pasti sangat menyukakan hati-Nya sehingga Ia akan memberikan berlimpah-limpah kepada kita. 
Dan segala pemberian Tuhan itu semuanya pasti berguna bagi kita.

Monday, February 07, 2022

Open the Eyes of My Heart - Song by Michael W. Smith

Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
To see You high and lifted up
Shinin' in the light of Your glory
Pour out Your power and love
As we sing holy, holy, holy
Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
Open the eyes of my heart, Lord
Open the eyes of my heart
I want to see You
I want to see You
To see You high and lifted up
Shinin' in the light of Your glory
Pour out Your power and love
As we sing holy, holy, holy
To see You high and lifted up
Shinin' in the light of Your glory
Pour out Your power and love
As we sing holy, holy, holy
To see You high and lifted up
Shinin' in the light of Your glory
Pour out Your power and love
As we sing holy, holy, holy
Holy, holy, holy
We cry holy, holy, holy
You are holy, holy, holy
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
You are holy, holy, holy
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy
Holy, holy, holy,
I want to see you

Wednesday, February 02, 2022

Tuhan menguji hati masa pandemi

Sudah 2 tahun kita hidup di masa pandemi, apa yang anda rasakan? 

Apakah pandemi ini juga adalah upaya Tuhan untuk memurnikan hati kita?

Sedikit banyak saya rasakan benar demikian.

Hati anak-anak manusia itu tunduk bukan hanya pada pandangan Allah, melainkan juga pada penghakiman-Nya: sama seperti kui (kuali kecil – pen.) adalah untuk melebur perak, baik untuk menguji maupun memperindah perak itu, demikian pula TUHAN menguji hati. Ia menyelidiki apakah hati manusia benar atau tidak, dan hati yang benar akan diperhalus dan dimurnikan-Nya (Yer. 17:10).

 Allah menguji hati melalui penderitaan (Mzm. 66:10-11), dan sering kali memilih umat-Nya dalam dapur perapian itu (Yes. 48:10), dan menjatuhkan pilihan atas mereka.


Saya tahu karena di masa pandemi, tidak hanya iman kita diuji karena apakah kita dapat bergantung penuh sepenuhnya kepada Tuhan atas kesehatan kita.

Kita juga merasakan tekanan atas permasalahan ekonomi yang turun naik, ada saatnya stabil, ada saatnya labil. Semua ini mengukuhkan iman kita untuk berserah juga kepada Tuhan.

Selain kesehatan, ekonomi, pandemi juga membentuk hidup kita untuk bergantung penuh kepada Allah, dan melihat orang lain di sekitar kita. Tidak sedikit korban yang jatuh, mereka yang sakit dan akhirnya meninggalkan kita, dan ekonomi yang lebih sulit yang harus kita bantu. 

Manusia yang sombong mendadak hilang di masa pandemi. Mereka yang hidup glamor dan memamerkannya mendadak sembunyi dalam rumah mewah mereka, tidak mau keluar dan dikunjungi. 

Benarkah Allah telah menguji kita selama pandemi ini, anda sendiri yang merasakan dan tahu jawabannya.