Translate

Showing posts with label FREELANCER. Show all posts
Showing posts with label FREELANCER. Show all posts

Wednesday, May 12, 2021

Sukses Mengelola Tim Freelancer

 Dalam bahasan sebelumnya, saya membahas 6 Modal utama menjadi Freelancer , nah kali ini saya akan membahas dari sisi perusahaan yang menggunakan jasa tim freelancer. 

Freelancer sendiri ada yang bekerja secara pribadi, perorangan, secara umum ini yang paling banyak. Tapi ada juga yang bekerja secara tim, jadi lebih dari satu orang. Biasanya tim ini juga adalah kumpulan orang yang biasa bekerja secara freelance.

Bagaimana mengelola mereka ?

Pertama, Diversity & Inclusion. Menjadi freelancer umumnya karena mereka memiliki skill tertentu. Tentu kita harus melihat perbedaan ini, artinya orang freelancer ini memiliki nilai lebih, karena ada skill yang mereka miliki . Uniknya mereka ini, tim atau perorangan freelancer memang berbeda tapi harus bisa terlibat dalam tim yang ada sekarang. Nah ini artinya, tim kita sendiri juga harus punya keterbukaan untuk bisa menerima tim freelancer ini untuk bekerja bersama.

Kedua, Decision Making. Salah satu ketrampilan yang harus kita miliki dalam mengelola tim freelancer adalah ketegasan mengambil keputusan. Mungkin saja mereka 'juga mengerjakan' banyak pekerjaan lain, yang mau tidak mau kita harus bisa kontrol adalah ketepatan target yang ditentukan. Maka pengambilan keputusan menjadi penting, kita yang lambat, tidak melakukan detail kontrol maka akan terkena masalah berikutnya, yaitu pencapaian target kerja yang meleset.

Ketiga, Strategic Thinking. Mengelola mereka yang notabene bukan tim kita sendiri ini tidak mudah juga. Berpikir strategis adalah berpikir untuk mencapai tujuan. Mengelola tim freelancer harus memastikan tim mencapai tujuan yang kita tentukan. Dan kitalah yang menentukan strateginya, mereka yang melakukan detailnya. 

Keempat, Fasilitas. Tim freelancer harus dipastikan bisa bekerja dengan optimal, termasuk dukunga fasilitas. Bila terkait komputer, laptop, pastikan mereka punya itu, bila terkait koneksi Internet, kita pun harus memastikan mereka ada internet dan ada pulsa. Fasilitas lain yang mungkin terkait dengan pekerjaan juga harus dipastikan. Bila tidak ada,tinggal tentukan mau bagaimana polanya, kita yang sediakan , atau mereka yang sediaan tapi bisa ditagihkan ke perusahaan.

Kelima. Teamwork, kerja tim. Jadi tim freelancer ini juga adalah bagian dari tim kita, tapi mungkin ada batasannya. Tidak bisa kita kontrol sepenuhnya, tapi tetap harus bisa bekerjasama dengan tim yang ada. Maka memastikan adanya kesatuan, blended ini harus bisa terjadi dengan tim internal yang ada.

Keenam, Perhatikan budaya. Ada beberapa tim freelancer yang memiliki gaya bahasa, logat, tata bahasa, hingga cara berpakaian yang tidak umum, dibandingkan dengan tim internal yang bekerja di perusahaan. Maka kita harus perhatikan jelas hal ini. Dan ini sebenarnya tidak menjadi kendala, bila kita saling memahami.

Itulah ada beberapa hal yang harus dimiliki pemahaman dari sisi perusahaan bila bekerjasama dengan tim atau perorangan secara freelancer. Ingat, pola freelancer ini akan menjadi tren umum dalam lima tahun ke depan, dan perusahaan harus siap menerima dan mempersiapkan diri. 

SUMBER: https://www.kompasiana.com/startmeup/6090a8f4d541df06400e2df3/sukses-mengelola-tim-freelancer

6 Modal Utama Pekerja Freelancer

 Berapa banyak dari kita yang kehilangan pekerjaan di masa pandemi ini?

Saya sendiri juga baru saja melepas tim yang selama ini ikut bekerja dengan saya hampir dua tahun, dan saya katakan "kamu jadi freelancer saja .."

Awalnya dia tertegun, dalam otak dia dan orangtuanya, bekerja itu jauh lebih baik sebagai karyawan. Tapi track record-nya mengatakan lain, mengapa?

Karena, dia hanya bisa bekerja berdasarkan target bukan kehadiran. Jadi bila anda memiliki kebiasaan mengerjakan sesuatu sesuai target, tapi waktu kerjanya tidak mau diatur, maka lebih baik mengambil keputusan menjadi freelancer.

Kok bisa? Karena faktanya, sepanjang tahun, kehadirannya di kantor selalu terlambat. Tapi mungkin target kerjanya tidak terlambat, dia masih bisa mengejar deadline dari tugas-tugas yang diberikan. 

Lalu di masa pandemi ini, memang sebagian kantor menerapkan WFH atau waktu bekerja bergantian, sehingga memudahkan mereka yang bisa mengerjakan tugasnya, bisa mengerjakannya di rumah. Mungkin tidak semua bisa, buruh atau karyawan yang harus bekerja secara fisik pastinya tidak bisa menerapkan ini, dan mereka akan masuk ke jenis lain, yaitu datang bergantian ke kantor. 

Tapi untuk jenis pekerjaan yang bisa dilakukan di rumah, tentu opsi WFH jadi pilihan utama. Nah, yang jadi masalah adalah tidak semua perusahaan tidak bisa menerima sepenuhnya karyawan yang bekerja di WFH , karena sebagian besar dari mereka tidak mencapai target yang diharapkan. 

Maka tentu kantor, perusahaan menjadi kecewa, karena produktivitas tidak tercapai. Maka perlu pendekatan lain.

Menjadi freelance memang menjadi opsi yang semakin terbuka saat ini. Freelancer, kerja paruh waktu dapat dikerjakan oleh sebagian orang yang memang bidang pekerjaannya bisa dilakukan di rumah, seperti pekerjaan administrasi, hingga programmer komputer. Tapi negara kita belum sepenuhnya memikirkan nasib freelancer ini. Maka harus ditentukan dengan baik, bagaimana freelancer ini bisa bekerjasama dengan perusahaan. 

Apa yang diperlukan dari seorang freelancer?

1. Listening Skill, kemampuan mendengar dengan baik. Untuk bisa berkomunikasi dengan perusahaan, perwakilan perusahaan, maka harus mendengar dulu dengan baik. Ini akan memudahkan mendengar harapan dan target yang diharapkan.

2. Business Communication, kemampuan berkomunikasi bisnis. Apa bedanya dengan komunikasi personal? Ada tata bahasa yang harus disesuaikan saat berkomunikasi untuk urusan kantor dan pekerjaan. Baik itu melalui verbal, ataupun text seperti yang sekarang ini sedang marak.

3. Business Wriring, kemampuan menulis, untuk apa? Tentu untuk membuat laporan progress pekerjaan. Perusahaan tetap menuntut profesionalisme dari seorang freelancer, termasuk laporan, maka perlu dilatih kemampuan menulis progress dengan baik, bukan hanya laor verbal ataupun via whatsapp saja.

4. Business etiquette , bisnis etik, etika bisnis. Tetap seorang freelancer harus profesional mengikuti kaidah, etika bisnis yang ada. Dalam hal ini terkait cakupan pekerjaan, laporan progress pekerjaan, serta pencapaian dari target yang diberikan.

5. Conflict management, manajemen konflik. Kalau kita ada di kantor, seringkali yang kita repot dan rumit atasi adalah ini, konflik dengan rekan kerja dengan manajemen , rekan kerja. Nah, sebagai freelancer pun sangat mungkin terjadi, sehingga perlu mengerti apa yang harus ditangani, dihadapi, dan bagaimana menghadapinya.

6. Interpersonal feedback, memberikan masukan, menerima masukan secara personal. Seringkali sebagai freelancer , kita terkenal keras kepala, mau nya sendiri, sehingga tidak bisa bekerja dalam tim di perusahaan, padahal tidak. Tetap kita harus bisa bekerjasama dengan tim.

Inilah enam modal utama anda apabila mau menjadi freelancer, tentu freelancer yang profesional. Selamat mempersiapkan diri.

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/608e01348ede4838ad2ece52/6-modal-utama-pekerja-freelancer?page=2