Translate

Showing posts with label #startSMeUP. Show all posts
Showing posts with label #startSMeUP. Show all posts

Friday, October 16, 2020

Diskusi Solusi UMKM - Bagaimana IREAP bantu UKM NAIK KELAS - startSMEup 16 OKT 2020

  Mari bergabung dalam diskusi solusi bagi UMKM, dengan fokus pembahasan :

Bagaimana IREAP bantu UKM NAIK KELAS ?

dengan moderator : Fanky Christian, Ketua DPD APTIKNAS DKI JAKARTA 

dan nara sumber : Andy Djojo Budiman, Founder dan CEO dari PT Sterling Tulus Cemerlang

pada 16 OKT 2020, jam 15-16 WIB


Daftar di :     https://s.id/ukm16okt

 

Tuesday, August 11, 2020

Webinar Becoming a Smart Contract Consultant 26 Agustus 2020

  Menangkap peluang di dunia Blockchain ? Ya, salah satunya menjadi Smart Contract Consultant 

Apakah itu Smart Contract Consultant , bagaimana memulai dan menjadi salah satunya, mari belajar bersama VEXANIUM dalam acara webinar "Becoming a Smart Contract Consultant" pada 26 Agustus 2020, jam 14-16 WIB

Segera daftar di http://bit.ly/BSCC-REG.

Ditunggu kehadirannya



Saturday, June 30, 2018

Bangun brand atau customer dulu?

Bangun brand atau customer dulu?

Fanky Christian
Waktu saya memulai bisnis, pertanyaan ini pernah hinggap di pikiran saya.
Mana duluan, brand atau customer? Dengan keterbatasan dana awal usaha, tentu tidak bisa promosi besar-besaran. Yang bisa dilakukan, hanya memastikan agar orang mengetahui usaha yang saya lakukan, apa yang kami jual, dan apa manfaatnya untuk customer.
Tapi itu 13 tahun yang lalu, dimana smartphone belum ada, hanya ada sms. Sekarang ini, hanya dengan jurus Facebook, Instagram dan WhatsApp , semua usaha promosi bisa dilakukan dengan mudah.
Cek saja, berapa banyak kawan anda yang punya ketiga platform tadi, dan semuanya adalah potensial market (baca: customer) dan juga sekaligus network anda.
Jadi sekarang ini, membangun brand dengan mempromosikannya sudah sangat mudah. Tinggal pastikan anda punya waktu untuk membuat blog, atau website serta sosial media yang sesuai dengan target anda.
Tapi tetap, pastikan anda berfokus kepada customer anda, berikan layanan terbaik, dan pastikan customer anda mempromosikan produk, layanan, jasa anda ke orang lain.
Jadi, tetap customer yang utama, barulah brand akan terpupuk dengan baik. Customer first, itu kata orang jaman now.

Startsmeup.id
Join telegram: t.me/startsmeup

Mencoba hal baru

Mencoba hal baru

Fanky Christian

Lebih baik hidup satu tahun sebagai harimau daripada hidup 100 tahun sebagai domba. --Madonna


Mungkin ada benarnya, lebih baik menunjukkan siapa kita sebenarnya dibandingkan hidup di belakang bayang-bayang orang lain.

Ini yang menjadi dasar awal bagaimana orang bisa menjadi pengusaha, bahasa kerennya entrepreneur.

Menunjukkan diri kita sesungguhnya harus bisa dimulai dengan satu hal, yaitu mencoba hal baru.

Dengan mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman. Mungkin selama ini anda bekerja dengan orang lain, mungkin selama ini anda hanya ikut perintah orang lain, sudah saatnya anda keluar.

Menjadi 'harimau' tidak menunjukkan kesombongan kita, tetapi lebih kepada kemampuan kita untuk terus mencoba hal baru. Dan hal inilah dasar dari seorang entrepreneur.

Ayo tunjukkan 'harimau' dalam diri anda.

@startsmeupID

Thursday, June 28, 2018

Berapa lama konten ini bertahan ? #contentmarketing



Kita semua berusaha menggunakan berbagai media untuk memposting tentang banyak hal, termasuk untuk produk dan layanan ini.

Tapi berapa lamakah sebenarnya konten itu bertahan ? Gambar ini menunjukkan datanya.

Jadi, biarpun anda menggunakan media sosial untuk memposting, pastikan tetap anda memiliki semua platform yang diperlukan, karena media sosial tetap memerlukan blog dan website yang memiliki waktu bertahan lebih lama.

Friday, April 20, 2018

Matangkan Peta Jalan Vokasi, 6 Sektor Jadi Prioritas - #StartSmeUp #OSA

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mematangkan peta jalan pendidikan vokasi guna mendukung perkembangan ekonomi digital disertai dengan revolusi Industri 4.0. Ada enam sektor industri yang diyakini menyerap tenaga kerja terbanyak sebagai prioritas pada penyusunan peta jalan ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Indonesia membutuhkan kompetensi baru bagi tenaga kerja Indonesia sebab dinilai masih menjadi kendala yang dihadapi bagi tenaga kerja Indonesia saat ini.
Tak hanya itu, terdapat ketidakselarasan antara kebutuhan industri yang memerlukan tenaga kerja andal dengan minimnya keahlian para pencari kerja. Selain itu, kurikulum berbasis kompetensi yang selama ini terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun masih minim.
"Hal ini menyebabkan ketidaksiapan lulusan SMK untuk dapat bersaing dalam dunia kerja. Saat ini, ada enam sektor sebagai motor penggerak ekonomi, yaitu manufaktur, agribisnis, pariwisata, tenaga kesehatan, ekonomi digital, dan pekerja migran," sebutnya, Kamis (19/4/2018).
Menurut Darmin, keenam sektor tersebut dapat banyak menyerap tenaga kerja setiap tahunnya. Penyerapan tenaga kerja secara rinci yakni manufaktur sebesar 575.000 pekerja, agribisnis 195.843 pekerja, pariwisata 3.333 pekerja, tenaga kesehatan 6.018 pekerja, ekonomi digital 5.172 pekerja, dan pekerja migran sebesar 243.265 orang.
Sementara itu, roadmap ini juga telah didukung dengan keluarnya payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.
Dia melanjutkan saat ini pemerintah telah mengidentifikasi dua kelompok pekerja yang sedang sangat dicari, yaitu untuk kebutuhan industri elektronik dagang (e-commerce) dan instruktur atau guru bidang vokasi.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan enam sektor itu juga akan menjadi prioritas dalam penyusunan roadmap. Sementara itu, terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu kualitas, kuantitas, serta persebaran yang harus merata di berbagai daerah.
“Maka peran pemerintah daerah menjadi penting untuk mendukung pelatihan vokasi ini. China itu dahsyat karena ketiga hal tersebut,” tuturnya.
Di samping itu, Hanif menyarankan adanya sertifikasi keahlian di bidang tertentu karena akan membawa manfaat bagi tenaga kerja. Dengan adanya sertifikat keahlian ini, selain meningkatkan kompetensi, nantinya tenaga kerja bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga kualitas hidupnya pun akan jauh lebih baik.

sumber: http://industri.bisnis.com/read/20180419/12/786329/matangkan-peta-jalan-vokasi-6-sektor-jadi-prioritas

Wednesday, April 04, 2018

Omzet turun, pedagang Tanah Abang jual beli via online

Sejak maraknya penjualan lewat media social dan online, pedagang di Pasar Tanah Abang mulai merasakan penurunan omzet dagangannya. Sehingga untuk menyiasati hal itu, pedagang Blok B Pasar Tanah Abang melakukan terobosan dengan jual beli online.



“Pedagang di sini merasakan penurunan omzet sekitar akhir 2017. Selain banyaknya online shoping juga penutupan jalan semakin menambah turunnya omzet. Tapi kami tidak putus asa untuk melakukan ivonasi sehingga muncul ide melakukann jual beli online,”papar Bevi Linawaty, Property Manager Pasar Tanah Abang Blok B di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

Perdagangan online ini rencananya dari  lantai  3 sampai lantai 5 A. “Kita ingin pedagang omzetnya tambah. Jangan sampai tutup,” ucapnya.



Untuk pedagang diadakan pelatihan berjualan online seperti membuat media sosia dan website. “Kita buat Kios Kreatif  bagi pedagang yang  ingin  upload foto-foto buasananya di media sosial. Awalnya dibimbing,  jika sudah mampu diharapkan bias upload foto sendiri,” paparnya.



Bagi pengunjung juga diberi kemudahan mengakses dengan dipasang wifi dari lantai basement sampai  lantai 5  blok B. (Dody/SiK)

sumber: http://m.elshinta.com/news/141452/2018/04/02/omzet-turun-pedagang

Cara Jitu Blok B Tanah Abang Siasati Omzet Penjualan




April 3, 2018 2:27 am by: Redaktur Category: EKBIS



Jakarta, INEWSAIR – Penurunan omzet penjualan beberapa tahun belakangan ini, memaksa para pedagang di Pasar Blok B Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk berfikir ulang. Menurunnya omzet tersebut tidak terlepas dari minimnya pembeli yang datang langsung ke lokasi pasar dan lebih memilih belanja secara online. Untuk menyiasati hal tersebut, maka Pihak Pengelola Pasar Blok B Tanah Abang melakukan terobosan dengan memberikan pelatihan kepada lebih dari 700 pedagang yang ada untuk melakukan penjualan melalui online.

Menurut Property Manager Pasar Blok B Tanah Abang, Bevi Linawaty,”Tren penurunan omzet penjualan para pedagang terjadi sekitar akhir tahun 2017 lalu. Dimana media sosial menjadi wadah efektif di dalam mempromosikan barang dagangan, yang menyebabkan para pembeli enggan datang langsung ke pasar dan lebih memilih belanja secara online. Untuk itu, kami berupaya keras untuk memberikan pelatihan kepada para pedagang yang ada di Blok B, untuk mencoba menerapkan sistem tersebut.”

Di dalam membantu para pedagang yang ada di Blok B Tanah Abang, Pihak pengelola juga menyediakan beberapa ruang khusus yang diperuntukkan bagi para pedagang yang ingin belajar berdagang secara online. Di tempat yang diberinama Kios Kreatif ini, para pedagang diajarkan membuat media social dan website.

“Di Kios Kreatif ini, para pedagang dibantu tim kami di dalam mengupload foto-foto barang dagangannya yang akan dipasarkan melalui media sosial. Jika memang sudah terbiasa dan lancar, mereka dapat melakukannya sendiri,”tambah Bevi.

Untuk operasional Kios Kreatif ini dibuka dari jam 4 pagi hingga jam 6 sore, selama hari kerja dari senin hingga jumat.Bukan itu saja, demi memudahkan para pedagang dan pengunjung, pihak pengelola Pasar Blok B Tanah Abang di bawah komando Bevi Linawaty juga telah menyediakan jaringan Wifi di setiap lantai yang ada.

Dalam mewujudkan Kios Kreatif ini, Pihak Pengelola Pasar Blok B Tanah Abang juga menggandeng beberapa pihak terkait, sepert PT. Pos Indonesia yang berfungsi sebagai pengirim barang, dan Bank BRI untuk tempat pembayarannya, Hawk Teknologi Solusi, Online Sales Assistant dan Bukalapak.com(BOY)

sumber: http://news.inewsair.com/cara-jitu-blok-b-tanah-abang-siasati-omzet-penjualan/

Genjot Omzet Pedagang, Blok B Tanah Abang Hadirkan Kios Kreatif

Upaya untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dan memberi nilai lebih pada kios-kios yang ada di Blok B Tanah Abang





Marketplus.co.id – Fenomena digitalisasi pada semua aspek kehidupan memang menjadi momok bagi para pedagang yang masih menggunakan sistem tradisional secara offline. Tak ayal, para  pedagang di Pasar Tanah Abang juga mengalami dampak dengan menurunnya omzet mereka sejak maraknya penjualan lewat online di media sosial atau market place yang marak dilakukan.
Untuk mengatasi fenomena tersebut, pengelola dan pedagang tak bisa berdiam diri dan tetap pada sistem offline yang selama ini mereka lakukan. Untuk itu, Kantor Pemasaran Blok B Tanah Abang membuka gerai untuk para pedagang offline menjadi pedagang online agar dapat lebih mudah memasarkan produk mereka.
Menurut Bevi Linawaty, Property Manager Blok B Pasar Tanah Abang, selain penutupan jalan yang dilakukan oleh pemda, banyaknya ecommerce atau online shoping juga semakin menuruntkan omzet para pedagang di Tanah Abang.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dan memberi nilai lebih pada kios-kios yang ada di Blok B Tanah Abang. Salah satunya dengan berinovasi menghadirkan Kios Kreatif ini agar para pedagang bisa melakukan transaksi lewat offline sekaligus online,”ungkap Bevi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (2/4).
Ia juga menambahkan, di Kios Kreatif ini para pedagang juga akan mendapatkan pelatihan bagaimana berjualan online, seperti membuat media sosial dan website bisnis mereka.
“Kita juga menyediakan studio mini di Kios Kreatif  bagi pedagang yang  ingin  upload foto-foto produk mereka di media sosial atau ecommerce. Kios Kreatif juga memiliki beberapa rekanan yang akan memberikan pelatihan, payment gateaway, hingga layanan jasa pesan antar,” ujar Bevi.
Tak hanya para pedagang yang akan menikmati fasilitas di Blok B Tanah Abang ini, para pengunjung juga diberikan kemudahan mengakses jaringan wifi yang telah disediakan pengelola hingga  lantai 5  blok B.
“Saat ini, terdapat 700 pedagang yang bergabung dan telah melakukan transaksi secara online dari 4.800 kios yang ada. Kami mengargetkan hingga akhir tahun ini, sebanyak 2000 pedagang akan bergabung di Kios Kreatif dan berniaga secara online,” tukasnya.
sumber: http://marketplus.co.id/2018/04/genjot-omzet-pedagang-blok-b-tanah-abang-hadirkan-kios-kreatif/

Kegiatan Launching Kiosk Kreatif dan Online Sales Asistant (OSA) di Blok B Tanah Abang

Seiring dengan salah satu target dari APTIKNAS, yaitu membina Digital Agent.  Digital Agent adalah anak-anak milenials kita yang dibina dan dipersiapkan untuk menjadi tenaga muda handal di dunia digital.

Karena sebagian besar pengusaha TIK yang bergabung di dalam APTIKNAS adalah pengusaha retail, maka layanan Digital Agent yang dikembangkan juga untuk mendukung kegiatan retail, dan khususnya e-commerce yang sedang marak saat ini.

Salah satu anggota APTIKNAS, PT Daya Cipta Mandiri Solusi mengembangkan layanan StartSmeUp (www.startsmeup.id) yang merupakan layanan pendampingan UMKM, khususnya dalam penggunaan sosmed dan e-commerce.

Gayung bersambut dari pengelola Blok B Tanah Abang yang tengah mencari mitra untuk membantu para tenant nya memaksimalkan potensi mereka terkait dengan sosial media dan e-commerce. Selain itu juga BUKALAPAK telah hadir memberikan pelatihan untuk para pemilik kiosk, yang sebagian besar adalah pedagang fashion.

Selain itu juga ada PT POS Indonesia yang membuka kiosk khusus untuk membantu para pedagang mengirimkan paket pesanan dari dunia online e-commerce.

Berikut foto kegiatannya.

Bu Bevi selaku Pengelola Blok B Tanah Abang Jakarta

Penyerahan Piagam Kerjasama - Pengelola Blok B Tanah Abang, PT Pos Indonesia, PT Daya Cipta Mandiri Solusi (Startsmeup.id) dan Bank Rakyat Indonesia.

Penyerahan kaos kerja Online Sales Asistant ditandai dimulainya layanan StartSmeUp untuk membantu para pemilik kios di Blok B Tanah Abang. Disaksikan oleh Ketum APTIKNAS Bapak Soegiharto Santoso (Hoky)


Lokasi Kiosk Kreatif di Lantai 5 Blok B Tanah Abang


Pemotongan tumpeng tanda dimulainya operasional Kiosk Kreatif kepada penanggung jawab Bpk. Iman.

Kerjasama dan kolaborasi Online Sales Asistant antara APTIKNAS (StartsmeUp) - Bank Rakyat Indonesia - BUKALAPAK - PT POS INDONESIA dan PT Samsung Indonesia. Semua bahu membahu membantu UMKM naik kelas dengan TIK.

Fasilitas Komputer - Proyektor di area Kiosk Kreatif

Manekin siap digunakan di salah satu ruangan dalam Kiosk Kreatif.


Dengan adanya Kiosk Kreatif didukung Online Sales Asistant maka para pemilik Kiosk di Blok B Tanah Abang siap go online. Informasi selengkapnya layanan OSA dapat dilihat di www.startsmeup.id

Sunday, March 04, 2018

Gunakan kemampuan Multiple User Profile pada Chrome Browser

Berapa banyak dari kita yang menggunakan Chrome browser ? Tapi apakah kita tahu tentang fitur multiple profile yang dimiliki Chrome.


Dengan menggunakan Chrome browser, maka kita bisa mengakses login user profile di pojok kanan atas.  Fungsi ini sangat membantu bagi kita yang mengelola banyak email dan akun sosial media.


Tiap user profile dapat menggunakan spesifik satu gmail akun, sehingga kita bisa memiliki banyak user profile. Tiap-tiap user profil dapat untuk kegunaan :
- email , dengan gmail.
- akun sosial media facebook, twitter, instagram, linkedin
- aplikasi web lainnya

User profile juga dapat disupervisi melalui email gmail lainnya, sehingga memudahkan kita bisa memonitor aktiftas login user profile yang dimaksud.

Dengan menggunakan fitur ini, kami melatih agen Asisten Bisnis Online kami untuk menggunakan chrome browser. Chrome browser dapat dengan mudah dipasang di laptop / komputer berbasis windows, atau menggunakan Chromium untuk Linux.

Untuk menghemat biaya lisensi, kami menggunakan linux Ubuntu atau Lubuntu (hanya untuk komputer dengan spesifikasi rendah), dan kemudian memasang chromium. Rata-rata tiap agen OSA memasang hingga 10 user profile untuk mengelola banyak akun.

Selamat mencoba.

Sunday, February 25, 2018

Mengambil keuntungan dari Internet Indonesia

Bernas.id - Menarik membaca data yang baru saja dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengenai penggunaan Internet di Indonesia sepanjang tahun 2017. Data terbaru menunjukkan angka 143,26 juta pengguna Internet Indonesia, hampir 54,68%, angka yang seolah menunjukkan masyarat Indonesia sudah 'melek' Internet.
Tapi data ini diperkuat lagi dengan sebaran pengguna Internet yang ternyata 58,08% berada di Jawa, 19,09% di Sumatera, dan sisanya ada di daerah lain. Artinya infrastruktur jaringan Internet berada di 2 pulau ini maka pengguna Internetnya bisa bertumbuh dengan baik.
Sebaran usia juga menunjukkan data menarik, 75,5% di usia 13-18 tahun, 74,23% di usia 19-34 tahun, dan 44,06% di usia 35-54 tahun, tidak ketinggalan 15,72% di usia >54 tahun. Usia produktif sudah tahu dan mahir menggunakan Internet. Dengan jenis kelamin laki-laki mencapai 51,43% dan perempuan 48,57%. Data ini juga menunjukan target market yang bisa diraih di dunia Internet Indonesia.
Dari segi latar belakang pendidikan juga menunjukkan data menggembirakan, selain S2/S3 sejumlah 88,24%, S1 sejumlah 79,23%, SMA sederajat mencapai 70,54%, SMP mencapai 48,53%, dan yang menarik lulusan SD mencapai 25,1%. Semakin baik latar belakang pendidikannya, semuanya semakin mengenal Internet.
Sekarang dari segi perangkat yang digunakan, 25,7% masih menggunakan laptop untuk mengakses Internet, sedangkan 50,08% gunakan smartphone atau tablet. Penggunaan smartphone dan tablet memang meningkat pesat dalam kurun 5 tahun terakhir. Bahkan sekarang kemampuan smartphone melebihi spesifikasi laptop dalam beberapa hal.
Dari segi market kelas ekonomi atas menggunakan Internet hingga 93,1%, menengah 82,95%, bawah 58,55%, sangat bawah 21,72%, ternyata mereka semua menggunakan Internet sangat baik.
Berikutnya data penggunaan aplikasi berbayar saat ini hingga 11,41%, sedangkan yang berlangganan mencapai 6,29%. Aplikasi berbayar semakin mendapatkan posisi, dimana pengguna mulai terbiasa untuk membayar layanan aplikasi dan langganan aplikasi yang mereka rasakan manfaatnya.
Dari segi tempat sebagian besar masih mengakses dari area urban 72,41%, rural-urban 49.25% dan rural 48,25%. Usaha pemerintah yang giat menggelar jaringan Internet hingga ke area rural ini patut diapresiasi. Perangkat yang digunakan di area tersebut juga masih menggunakan smartphone sebesar 70,96%, rural-urban 45,42% dan 42,06% di area rural. Ini menunjukkan smartphone semakin menjadi pilihan untuk mengakses Internet.
Data awal menggunakan Internet juga menunjukkan data menarik, dimana tahun 2016-2014 menjadi awal tahun penggunaan Internet mereka sebesar 37,12%. Kita ingat tahun-tahun ini memang geliat perkembangan smartphone dan Internet sangat tinggi.
Sebagian besar Internet diakses menggunakan smartphone 59,31% di kabupaten kota, diikuti kedua perangkat (laptop dan smartphone) sebesar 38,31%. Dan penggunaan akses menggunakan laptop semakin menurun 0,65% saja. Data yang sama juga ditunjukkan di area lainnya. 
Nah, sekarang dari jenis aplikasi yang digunakan. Pertama adalah chatting 89,35%, sosial media 87,13%, search engine 74,84%, lihat video 69,64%, download video 70,23%, download gambar 58,77%, selebihnya artikel 55,3%, email 33,99%, beli barang 32,19%, pendaftaran online 16,97%, jual barang 8,12% dan terakhir akses perbankan 7,39%. 
Kalau urusan untuk manfaatnya, tetap 45,14% untuk mencari harga, membantu pekerjaan 41,04%, informasi pembeli 37,82%, beli online 32,19%, cari kerja 26,19%, transaksi perbankan 17,04% dan jualan online 16,83%.
Nah, sekarang kita lihat polanya. Sebagian besar sudah 'melek' Internet, tahu cara menggunakan Internet, dan tersebar di area urban dan rural-urban. Ini target ekonomi yang baik, dan kelasnya kelas atas hingga bawah. Sedangkan penggunaan smartphone menjadi titik penting, dimana aplikasi, website dan system yang kita punya harus bisa diakses dari smartphone. Untuk berbagai penggunaan, aplikasi kita harus ramah dengan smartphone, atau istilah teknisnya mendukung HTML5. 
Sekarang ini semua smartphone telah dilengkapi dengan browser yang mendukung HTML5, dan semuanya bisa digunakan dengan mudah. Aplikasi yang kita kembangkan minimal harus mendukung ini. Website yang kita punya harus mendukung HTML5, dan semua harus mudah diakses, dan ramah terhadap search engine, terutama Google dan Bing yang sekarang menjadi search engine yang paling banyak digunakan. 
Lengkapi diri kita, usaha kita dengan kemampuan ini. Menggunakan Internet untuk berbagai kepentingan, dan harus bisa diakses dari Internet dengan mudah. Salah satunya dengan menggunakan berbagai aplikasi yang membantu kita untuk memaksimalkan potensi kita di Internet.
Salam StartSmeUp! 
sumber: https://www.bernas.id/61847-mengambil-keuntungan-dari-internet-indonesia.html

Tuesday, October 04, 2016

#StartSMeUP - divisi baru menyambut era transformasi digital



Semua perlu awal baru, semua perlu semangat baru, dan ini mungkin juga menjadi awal yang baru untuk kami. Bedanya kami menjadikannya menjadi sesuai yang jelas. Menjadi sesuatu yang berguna.

Untuk itulah divisi baru ini kami siapkan. Menyambut era digital, era transformasi digital. Kami merapatkan diri bersama dengan jutaan profesional yang membantu banyak perusahaan, banyak orang untuk pindah, menggunakan dan mendapatkan keuntungan dengan digital.

Anyway, tetap kami harus fokus. Dan fokus kami akan kami selaraskan dengan fokus perusahaan, fokus dan jati diri perusahaan dan pemilik perusahaan, tapi juga fokus ini harus selaras dengan fokus yang terjadi di luar sana. Fokus pemerintah dan negara yang sedang giatnya menggarap segmen usaha kecil menengah (UKM), atau kami singkat menjadi Small Medium Enterprise (SMe).  Kami ingin membantu mereka 'naik kelas', membantu mereka 'up'. Dan ini semua kami rangkai menjadi satu konsep #startSMeUP.

Konsep ini akan kami fokuskan kepada penggunaan layanan pelanggan, atau dikenal dengan customer relationship management (CRM), dan penggunaan sosial media, khususnya LinkedIn yang menjadi salah satu kekuatan B2B dan para profesional dunia.

Semua ini akan kami siapkan menjadi bentuk pelatihan, workshop, public seminar. Kami akan menyiapkan diri kami dan orang terbaik di perusahaan kami untuk fasih menggunakan CRM, LinkedIn dan membagikannya ke sebanyak mungkin yang bisa kami bagikan.

Selamat mulai mengikuti kami #StartSMeUP.