Translate

Sunday, April 28, 2024

Belajar Dari Larangan Penggunaan Teknologi USA di China

 China baru saja mengambil langkah berani untuk melarang pengunaan produk USA. Bila kita melihat hal ini, USA akan mengalami kerugian hingga 74 milyar USD. 



Produk WINTEL akan terkena dampaknya. Sistem operasi Windows dan Intel, termasuk AMD juga akan terkena dampaknya. 

Melihat hal ini kita jadi bertanya, bagaimana dengan Indonesia?

Pertama, kemandirian dimulai dengan TKDN.

Pemerintah kita telah melihat hal ini beberapa tahun lalu. Derasnya arus impor membuat Indonesia sangat bergantung kepada negara luar, termasuk produk IT. Itulah sebabnya mulai ditetapkannya TKDN mulai dari 30%  dan meningkat dari tahun ke tahun. 

Dengan kebijakan ini, kita telah melihat, banyak pabrikan mulai dibangun di Indonesia. Dan ini disambut baik, selain Indonesia memiliki pasar besar, terutama di ASEAN. 

Tidak hanya pabrikan, tapi juga muncul kembali merek atau brand lokal. Karena brand lokal tentu ada kendala diterima oleh masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap brand. 

Namun dalam perjalanannya, sekarang semakin terbangun kekuatan brand lokal, dan kami di APTIKNAS juga mendukung ini dengan program Bangga Buatan Indonesia.

Pemerintah juga mempertegas komitmen nya dengan memberlakukan TKDN menjadi komponen penting dalam pengadaan barang dan jasa. Tentu ini juga harus didukung.

Kedua, keamanan negara menjadi fokus utama.

Dari pengalaman beberapa perang terakhir, pola persaingan perang antar negara menjadi berbeda. Perang siber menjadi salah satu nya. Maka banyak negara mulai bicara dimana data disimpan. Data harus disimpan di negaranya (data sovereign}.

Setelah data, sekarang kita bicara perangkat. Itulah sebabnya kami pernah mengusulkan perlunya perangkat dilakukan white-list, setelah dicek apakah perangkat ini diam-diam mengirimkan data ke negara lain atau tidak. Ini belum disambut pemerintah oleh karena kompleksitasnya. 

Tapi kami tidak tinggal diam. Kita terus berupaya agar sebagian besar perangkat dipabrikasi di Indonesia dan sekaligus softwarenya juga dibuat di Indonesia, sehingga potensi mereka menanamkan bot yang secara regular mengirimkan data ke luar negeri bisa diatasi.

Sekarang ini belum bisa terlaksana, tapi saya yakin, tidak lama lagi kita akan memiliki konsentrasi ini. Karena software juga sekarang sudah mulai di monitor oleh pemerintah, mulai dari sumber negara hingga TKDN software yang akan diterapkan.

Jadi tidak heran, melihat langkah radikal China yang mengganti semua O/S Windows di lingkungan pemerintah dengan sistem operasi lokalnya. 

Kemungkinan besar akan ada negara lain yang bisa mengikuti langkah ini. Semua karena ini menjaga keamanan bangsa dan negaranya.

Saya jadi kembali ingat gerakan IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang mengupayakan kemandirian Operating System dan aplikasi office beberapa tahun lalu. Semoga upaya ini bisa muncul kembali menguatkan TI Indonesia.

 Apakah Indonesia bisa?

Untuk membuat perangkat, tidak hanya perlu teknologi. Tapi juga transfer knowledge yang tepat. Pasar Indonesia yang besar bisa saja menjadi faktor menarik bagi pabrikan global untuk membuk pabriknya di Indonesia. 


Contoh, seperti produk ACER dan AXIOO. ACER adalah global brand, yang memiliki pabrikan lokal guna mencapai nilai TKDN, dan AXIOO adalah brand lokal yang memiliki pabrik. Keduanya mengejar nilai TKDN karena ada potensi market  terutama di pengadaan pemerintah.  Sekarang tidak hanya perangkat laptop, server, tapi semakin banyak produk lokal yang semakin kuat dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Bagaimana dengan software? Operating System seperti Linux dapat dibuat varian lokalnya. Sekarang hampir sebagian besar kita bekerja dengan browser. Sehingga O/S hanya sebagai media masuk dan membuka browser. Maka tidak perlu sistem operasi mahal berbayar, cukup gunakan Linux yang memiliki keamanan tinggi. Disinilah dulu proyek IGOS dimulai, menyediakan operating system yang aman. 

Berikutnya aplikasi perkantoran, atau office. Ini juga banyak versi open sourcenya, yang bisa kita cek dan oprek, seperti Open Office atau Libre Office. Dari aplikasi open source ini bisa dibuat versi berbeda, atau disebut fork. Yang harus dipersiapkan adala modelnya harus bisa dipasang lokal dan cloud. Ini menjadi keharusan sekarang. Coba lihat betapa suksesnya WPS Office dibandingkan Office 365 , sekarang ini semua gunakan versi gratisnya WPS Office karena ada di smartphone dan laptop dengan mudah.

Justru yang menjadi konsentrasi sekarang adalah kemandirian browser. Kita harus punya browser yang aman digunakan dan tidak menyimpan dan mengirimkan data akses kita ke negara lain. Semoga Indonesia bisa memiliki browser aman mandiri.

Semua ini semakin membuat kita tersadarkan, betapa pentingnya kita memiliki kemandirian atas teknologi TI yang kita gunakan. 

Semangat IT Indonesia.



Friday, April 26, 2024

Mempersiapkan Talenta AI Indonesia

Dalam kesempatan kemarin, saya hadir di pertemuan IAIS Meetup Chapter Jabodetabek. Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) ini adalah asosiasi komunitas AI (baca: kecerdasan artifisial) di Indonesia sejak 2019. Saya sendiri berkiprah sebagai direktur Kolaborasi Industri (kolabin) yang menjalin kerjasama industri. Fokus utama dari IAIS adalah mempersiapkan talenta dan kemandirian AI di Indonesia.

Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan pertemuan dengan penyedia AI, baik platform, software bahkan perusahaan-perusahaan pengguna AI dan melihat bagaimana mereka menggunakan dan mengembangkan AI mereka, serta melihat potensi kerjasama dengan IAIS, khususnya dalam pengembangan talenta AI. Mengapa ini jadi sangat penting?

Pertama, potensi AI yang luar biasa. Tidak hanya di Indonesia, tapi secara global juga mengakui pentingnya AI bagi manusia. Dan implementasi ini sangat beragam. Yang jad pertanyaan, apakah kita(Indonesia) telah mempersiapkan orang-orang terbaiknya untuk mengembangkan AI, bukan hanya sebagai pengguna.

Kedua, potensi kembangkan AI jadi jurus utama Indonesia. Indonesia sangat tidak mungkin mengejar ketertinggalan membangun industri hardware, terutama chip nya sendiri. Negara adidaya, USA dan China telah menguasai sektor ini jauh lebih lama. Bahkan sekarang, China menjad penguasa AI dunia, karena mereka memiliki industri dan ekosistemnya.

Indonesia masih ada potensi untuk bisa mengejar ketertinggalannya, dengan memampukan talenta yang ada untuk bisa mengembangkan AI. Bukan hanya sebagai pengguna, tapi mempelajari cara membuat, arsitektur dan tentu saja membangun sistem dan aplikasi berbasis AI.

Untuk bisa membangun sistem dan aplikasi AI, maka diperlukan infrastruktur hardware. Selama ini ketersediaan infrastruktur hanya bisa diakses melalui cloud, karena memang biaya tinggi investasi yang diperlukan untuk membangun infrastruktur AI.

Dalam beberapa tahun ini, banyak perusahaan sudah menggunakan AI, tapi tidak banyak yang menggunakannya secara onpremise. Karena tingginya biaya investasi server dan GPU(Graphic Processing Unit) yang harus dimiliki. CPU menangani semua jenis tugas komputasi yang diperlukan agar sistem operasi dan aplikasi dapat berjalan. Unit pemrosesan grafis (GPU) adalah komponen perangkat keras serupa tetapi lebih khusus. GPU dapat lebih efisien menangani operasi matematika yang kompleks yang berjalan secara paralel daripada CPU umum. Disinilah NVIDIA selama ini menguasai sejak 1933.

Nvidia Corporation adalah perusahaan teknologi yang terkenal dalam merancang dan memproduksi unit pemrosesan grafis ( GPU ). Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 oleh Jen-Hsun "Jensen" Huang, Curtis Priem dan Chris Malachowsky dan berkantor pusat di Santa Clara, California. Jadi jelas mereka adalah perusahaan USA.

Yang menarik, terjadi "chip-war" antara USA dan China sejak September 2022. Ada chip yang dilarang dibeli oleh kedua belah pihak negara. Tapi NVDIA sepertinya tetap memiliki pasar chip dunia.

NVIDIA sendiri utamanya memiliki pabrik di Taiwan, tapi sekarang juga telah memiliki pabrik di Vietnam. NVIDIA sendiri juga telah bermitra dengan banyak pihak untuk mengembangkan platform infrastruktur AI nya, termasuk denga jaringan awan( cloud provider).

Oleh karena itulah, kami sangat senang, saat mendengar berita LINTASARTA, salah satu cloud provider lokal bekerjasama dengan NVDIA. Ini bisa menjadi"breakthrough" karena selama ini harus menggunakan provider cloud yang menempatkan GPU server nya di luar negeri, meskipun hanya di Singapura

Bagi perusahaan yang memiliki dana investasi TI cukup, mereka bisa melakuka investasi perangkat ini, dan ini tidak murah. Tapi sebenarnya bukan hanya bisa membeli server dan GPU serta software platformnya, tantangan terberatny justru menjaga server berbasis GPU ini tetap running. Itulah gunanya kita memiliki perusahaan seperti LINTASARTA.

AI inference is when an AI model produces predictions or conclusions. AI training is the process that enables AI models to make accurate inferences.

Untuk infrastruktur AI, bisa kita gunakan sebagai AI Interference dimana kit gunakan sebagai server untuk proses pemodelan prediksi AI, dan server lainny juga sebagai AI training. Keduanya ini nanti kita gunakan di server cloud based GPU yang akan disediakan.

Pemerintah sendiri, melalui DIKTI telah membantu dengan menyediakan infrastruktur AI ini untuk proses pengembangan dan pembelajaran di 6 kampus yang ada, tapi tidak semua fasilitas ini bisa diakses oleh publik, termasuk oleh komunitas AI.

Itulah sebabnya, kami di IAIS dan juga beberapa asosiasi terkait, terus mendorong dan mendukung agar semakin banyak penyedia cloud provider GPU yang bisa menyediakan platform pembelajaran bagi banyak orang.

IAIS terus berkarya mendidik dan mempersiapkan talenta di bidang AI, dengan terus bekerjasama dengan banyak pihak, juga dengan APTIKNAS. Termasuk mulai dari pelatihan AI, hingga penempatan dan magang. Inilah gunanya keberadaan AI yang lebih netral dan bisa menerima semua teknologi yang ada. Semua ini untuk kemajuan teknologi AI di Indonesia.

Silahkan berkontak ke IAIS - admin@indonesiaai.org, atau Telp/WA +62-811-188-3990. Kontak saya untuk kami visit apabila perusahaan anda telah mengembangkan dan mengimplementasika AI. Mari sinergi bersama membangun AI Indonesia.

Fanky Christian - Direktur Kolaborasi Industri IAIS / Sekjen APTIKNAS

Thursday, April 25, 2024

All You Need Is A Browser

 Dalam dua minggu ini, saya sedang mencoba bekerja dengan menggunakan HarmonyOS, sebuah OS yang sedang naik daun, dan digunakan dalam berbagai perangkat Huawei saat ini.

Sewaktu mencoba, saya memikirkan, ingin membeli perangkat termahal, sebut saja Huawei Matepad 11.5 yang sedang ramai promosinya. Akhirnya saya berpikir sebaliknya, membeli perangkat termurahnya, yaitu Huawei Matepad 10.4 yang seharga 2 juta.

Saya mengikuti banyak orang, menggunakan Gspace, karena memang sebagian besar aktifitas saya menggunakan lingkungan Google. Dan 2 minggu ini saya libur menggunakan Chromebook, beralih penuh ke Huawei Matepad murah ini.

Aplikasi utama yang pasti saya perlukan adalah browser Chrome. Semua pekerjaan saya, email dan data, serta sosial media diakses via browser. Sebenarnya mirip juga, Waktu gunakan Chromebook, sebagian besar diakses via browser Chrome.

Untuk komunikasi, aplikasi Telegram, Instagram itu yang saya pasang, sisanya diakses via browser. Untuk kegiatan aplikasi office, saya menggunakan WPSOffice yang sekarang sudah beberapa tahun menggantikan Office365 yang ada.

Bekerja dengan Matepad10.4

Memang benar, ada beberapa pekerjaan kantoran yang bisa dibantu dan digantikan hanya dengan menggunakan Huawei Matepad10.4 ini. Sederhananya selama itu bisa diakses dengan browser Chrome, maka semua bisa digantikan.

Bedanya adalah, semua datanya kita harus simpan di cloud. Storage yang ad di perangkat ini kecil, jadi tidak bisa menyimpan data yang banyak. Tapi sebagian besar pekerjaan kita memang sangat bergantung kepada ketersediaan jaringan Internet dan storage yang ada di cloud.

Memang masih menjadi pertanyaan saya, siapa yang mengembangkan aplikasi Gspace ini. Apakah Huawei sendiri? Atau ada pihak pengembang di luar huawei? Apakah Gspace aman? Ini yang masih dipertanyakan banyak orang.

Apapun itu, memang saya sudah mulai bisa merasakan bekerja simple denga hanya menggunakan tablet murah sepert Huawei Matepad10.4 dan keyboard wireless.

Bagaimana dengan anda? Kapan mau mencoba HarmonyOS?

Sumber: https://www.linkedin.com/pulse/all-your-need-browser-fanky-christian-z1mwc/

Tuesday, April 23, 2024

Kemana Baiknya Kita Menulis Blog ? 8 Keunggulan Blogger dibandingkan lainnya

 Pertanyaan ini diberikan kepada saya, dan saya langsung menjawab Blogger. 



Mengapa blogger?

Pertama, tentu karena dikembangkan, dikelola oleh Google langsung. Karena dikelola oleh mesin pencari terbesar dan terbaik, maka tentu layanan blog anda semoga tidak akan terganggu, dan abadi. Buktinya, saya sudah menulis di blogger sejak 2004.

Dan salah satu blog terlama saya, termasuk yang saya kembangkan untuk perusahaan, sejak tahun 2005. 

Kedua, mudah dirubah oleh newbie. Untuk  para penulis baru, kadang konsentrasinya bisa terganggu bila terlalu fokus kepada tampilan. Maka blogger menyediakan beragam template yang bisa digunakan, tanpa coding, semua sudah siap, tinggal dipilih.

Untuk yang menginginkan tampilan yang profesional, kita bisa membeli template berbayar, dan tidak mahal.

Ketiga, ramah search engine. Salah satu pertimbangan utama adalah karena blogger memudahkan blog atau website kita diakses oleh search engine. Dan ini dimulai dengan label (hashtag) yang disematkan dalam tulisan artikel yang kita buat.

Keempat, bisa diakses dari berbagai platform sosial media lain. Interface yang ada memungkinkan bisa diakses dan diposting ke berbagai sosial  media lain. Gunakan berbagai tools, seperti IFTTT, agar bisa memposting artikel ke sosial media lain.

Kelima, kemudahan embed video dari youtube. Karena sama-sama dikembangkan Google, maka video yang kita buat dan posting di youtube, juga bisa disematkan(embed) ke dalam artikel dan tulisan yang kita buat.

Selain video, tentu gambar juga sangat mungkin dimasukkan ke dalam artikel.

Keenam, tidak ada biaya. Sungguh tidak ada biaya. Dengan kapasitas free email gmail kita sekarang 15GB (termasuk semua layanan ini), maka tidak ada biaya untuk hosting. Semua terakumulasi dalam akun gmail kita. Dan ini sangat memudahkan, daripada kit harus membayar tiap tahun untuk biaya hosting. Yang mungkin ada biaya adalah bila kita ingin menggunakan custom domain. Dan kemudian custom domain ini di-alias ke blog atau website kita di blogger.

Ketujuh, tidak ada iklan. Setidaknya kita bisa mengatur apakah akan muncul iklan di dalam web atau blog kita, karena ini akan terkait dengan akun Google Ads yang kita ingin pakai. Tapi sejujurnya, kecil sekali pendapatan dari Google Ads. Jelas tanpa iklan membuat pembaca nyaman membaca apa yang kita bagikan.

Kedelapan, tidak ada moderasi. Karena anda memiliki kontrol sendiri, maka jelas, tidak a moderasi. Konten anda tidak akan diedit oleh editor. Tapi tetap konten kita harus konten yang bertanggungjawab.

Terakhir. Tunggu apa lagi, saatnya anda menulis untuk Indonesia.





Monday, April 22, 2024

Magang Itu Perlu dan Harus

Melihat dan mendengar cerita banyak anak Indonesia yang berniat mencari magang hingga ke luar negeri, dan kemudian berujung kepada kasus penipuan, seperti yang terjadi di Jerman, membuat hati saya miris. Mengapa mereka mencari magang hingga ke luar negeri, padahal sebenarnya di negara sendiri juga banyak peluang.

Belum lagi disambung dengan cerita banyaknya orang Indonesia yang terjebak penipuan dan penjualan orang yang marak di Kamboja, bahkan melalui berbagai negara. Ujungnya mereka menjadi pekerja seks komersial, hingga operator judi online. Ini benar-bena darurat. 

Mengapa bisa terjadi?

Mungkin kita bisa lihat kembali data pengangguran terbuka di Indonesia. 

Koleksi Indonesiabaik.go.id

 Kita mengharapkan kerjasama dan kerja keras semua pihak, agar jumlah pengangguran ini semakin menurun, termasuk jug d tahun ini. Prediksi IMF, Indonesia akan menurun menjadi 5.2%, berada di tingkat 59 di dunia.

Mengapa menganggur?

Berdasarkan data, tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia di antaranya Banten sebesar 7,52%, Jawa Barat sebesar 7,44%, Kepulauan Riau sebesar 6,8%, DKI Jakarta sebesar 6,53%, Maluku sebesar 6,31%, Sulawesi Utara sebesar 6,1%, Aceh sebesar 6,03%, Sumatera Barat, 5,94%, Sumatera Utara sebesar 5,89%, dan Papua Barat sebesar 5,38%. 

Dan ini sebagian besar adalah lulusan SMK, baru disusul lulusan SMP. Jadi mereka ini masih termasuk dalam Gen-Z, dan suda menganggur. 

GoodStat

 Memang ini memprihatikan. SMK yang diharapkan bisa segera bekerja, ternyata tidak bisa diserap ole industri. Mengapa? Ini karena adanya "gap" antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan.

Magang solusinya.

Untuk bisa menjawab hal ini,  maka pemerintah dan semua pihak, harus kembali menekankan program magang. Program magan ii bisa membantu agar anak-anak kita siap masuk ke dalam dunia kerja. Dalam waktu 3-6 bulan, mereka akan belajar mengenai apa yang dikerjakan industri. Dan ini adalah sangat penting.

Itu juga berdasarkan pengalaman yang saya rasakan. Karena kesempatan magang dulu di Telkom, saya jadi tahu rasanya jad operator telekomunikasi di Telkom. Kemudian saya melihat, ada skill lain yang kala itu diperlukan oleh industri, yaitu kemampuan berbahasa Inggris, dan komputer. 

Sharing saya selengkapnya bisa diikuti disini.




Talenta digital itu penting, dan mereka tetap harus ikut program magang. Ini kata kuncinya. Sekalipun belajar teknologi terbar di kampus, dan sekolah, tanpa magang, mereka tetap belum siap.

Untuk itulah, kami di Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) terus membina talenta digita dan membuka kesempatan magang untuk semua.

Kami bersama dengan anggota, termasuk PT Lima Dua Satu Teknologi Indonesia, dan PT Kota Cerdas Indonesia, membuat program bersama untuk pelatihan dan magang menggunakan media hybrid learning, yaitu platform Classin. Dengan kerjasama ini maka banyak anak-anak, tidak hanya di kota besar, hingga kota kecil, bisa ikut program pelatihan magang, dan bekerja bersama dengan anggota APTIKNAS di berbagai kota. Kontak APTIKNAS untuk kerjasama terkait pelatihan magang ini.


Saturday, April 20, 2024

Mengenal Lifelong Learning (Belajar Sepanjang Hayat) dan Cara Melakukannya.

 Seorang Albert Einstein pernah mengatakan ,”Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan adalah hal yang tersisa setelah seseorang melupakan apa yang telah dipelajari saat di sekolah.  Seperti kita ketahui , hampir setiap penduduk di Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar di bangku sekolah. Ada yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan sampai ke bangku kuliah bahkan sampai meraih beberapa gelar, namun ada juga yang hanya tamat sampai sekolah dasar . Meskipun berbeda tingkatan, namun tujuannya tetap satu yaitu untuk memperoleh ilmu. Tapi ada kemungkinan ilmu yang sudah kita peroleh tersebut hanya dapat dimengerti ketika duduk di bangku sekolah, namun ketika sudah lulus hanya beberapa saja ilmu yang diingat dan sisanya tak jarang mudah dilupakan.

Perkembangan teknologi saat ini menuntut setiap manusia untuk terus belajar dalam menghadapi kemampuan kecerdasan buatan yang saat ini berkembang. Manusia tersebut harus belajar membuat, memanfaatkan dan bahkan bertanggung jawab atas kemungkinan resiko yang di hadapi dari adanya teknologi tersebut. Meskipun sudah selesai menempuh pendidikan formal di sekolah, manusia harus tetap dituntut untuk belajar agar dapat bertahan hidup di era yang serba teknologi. Belajar yang dimaksud bukan hanya semata dalam ruang kelas melainkan belajar sepanjang hayat atau yang disebut dengan Lifelong Learning.Lifelong Learning adalah upaya seseorang untuk terus belajar secara sukarela dan berkelanjutan untuk alasan pribadi yang bertujuan untuk pengembangan pribadi, meningkatkan daya saing dan kemampuan kerja.  Lifelong Learning adalah usaha yang  harus dilakukan dengan sadar dan menikmati setiap proses belajarnya karena dilakukan dengan sukarela.

Lalu, bagaimana cara untuk memulai menjadi seorang Lifelong learner yang menyenangkan? berikut ada beberapa tips yang dapat anda coba :

  1. Ciptakan Tujuan Pembelajaran
    Sebelum belajar, pastikan anda memiliki tujuan yang ingin anda capai dan sesuai dengan kebutuhan.
  2. Mulai dari Hal Kecil
    Tidak perlu untuk menghabiskan satu hari untuk membaca buku, cukup sediakan waktu selama  10 – 15 menit sehari untuk membaca buku dapat memiliki dampak positif dalam proses belajar anda. Lama kelamaan anda akan memiliki kebiasaan dalam membaca buku.
  3. Ubah Cara Belajar menjadi Lebih Menyenangkan
    Anda dapat menentukan sendiri proses belajar yang menyenangkan bagi anda sehingga belajar tersebut bukanlah sebagai beban. Beberapa cara yang dapat anda lakukan  adalah dengan  memilih buku yang berkaitan dengan hal yang anda sukai untuk di baca, berdiskusi dengan kolega yang memiliki minat yang sama, mengikuti forum online, melihat video edukasi atau mendengarkan podcast tentang peningkatan motivasi atau ketrampilan, mengikuti kelas-kelas ketrampilan dan yang terakhir belajar dari pengalaman sendiri.Ketiga tips di atas dapat anda ikuti untuk memulai diri untuk melakukan longlife learning, sekecil apapun perbuatan baik yang sudah anda lakukan ,pastinya akan bermanfaat untuk kedepannya nanti.Selamat mencoba.

 

 

Reference :
https://en.wikipedia.org/wiki/Lifelong_learning
https://koinworks.com/

Tuesday, April 16, 2024

Mengukur Nilai Produktifitas Kita

 Tidak terasa, sembilan hari, dan mungkin lebih, bagi beberapa orang untuk mengambil waktu liburan dan mengunjungi keluarga di tanah kelahiran, atau sering kita sebut dengan mudik.

Berapa banyak waktu kita habiskan di jalan semasa mudik? Tergantung dimana tanah kelahiran kita. Tapi saya yakin, banyak yang menggunakan waktu berjam-jam untuk bisa mencapainya.

Dan sekarang kita harus kembali aktif, setelah liburan dan mudik tersebut.

Indonesia belakangan ini mengalami banyak libur, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Saya jadi penasaran, siapa saja negara yang paling produktif.


Forbes Statistica

Data Statistica di atas, berdasarkan jumlah jam kerja. Bila kita bandingkan dengan Indonesia. Maka jumlah jam kerja kita adalah 40 jam per minggu. Rata-rata di Indonesia per tahun adalah 2080 jam per tahun, bila mengikuti undang-undang.

Bila melihat data lainnya, https://www.ceicdata.com/en/indicator/indonesia/labour-productivity-growth menunjukkan jumlah jam kerja kita dalam beberapa tahun terakhir.

CEIC

Namun sebenarnya produktifitas kerja itu bukan dari jam kerjanya, tapi dari hasil atau output pekerjaan kita. Bagaimana mengukurnya untuk perusahaan?

​Paling mudah adalah menggunakan rumusan ini.

SmartsheetBila kita ada di perusahaan, asumsi per bulan mendapatkan 500 juta, dengan 20 karyawannya. Total jam kerja adalah 40 x 4 = 160 jam  per bulan.

Maka 500 juta dibagi 160 jam = Rp. 3.125.000. Dibagi 20 karyawan, maka 156.250 per jam. Ini angka produktifnya.

Mirip ya dengan angka tukang sipil harian, sekitar 150-200 ribu per hari. Maka untuk meningkatkan lagi nilai produktifitasnya, maka tentu harus dikejar angkanya semakin baik lagi.

Berapapun angka produktifitas karyawan di kantor kita. Sekarang ini kita harus meningkatkan kembali angkanya. Karena selama3 bulan pertama di Q1 2024 ini sangat tidak maksimal. Ada pemilu dan rangkaian libur yang panjang. 

Mari semangat terus produktif dalam kantor kita.


Sumber: 



Saturday, April 13, 2024

Perlu #openforbusiness, dimulai dengan skill Public Speaking

 



Saya di-mention lagi oleh salah satu kawan, mengenai #openforbusiness yang pernah saya bahas sebelummya (https://www.linkedin.com/pulse/kenapa-hanya-ada-opentowork-kemana-openforbusiness-fanky-christian).

Dan saya menunggu lebih dari tiga tahun, memang benar, sepertinya Linkedin tidak ada rencana membuat platformnya menjadi #openforbusiness. Yang ada tetap #openforwork , karena mungkin sebagian besar pengguna platformnya adalah para profesional. Dan mungkin juga karena sebagian besar pendapatan Linkedin didapatkan dari HR perusahaan besar yang mencari kandidatnya.

Maka tidak heran, Jobstreet, sekarang Seek tidak menjadi begitu populer, karena semuanya beralih ke Linkedin.

Itulah salah satu sebabnya, kami memberanikan diri membuat komunitas baru, yang bernama Indonesia Business to Business , atau disingkat IndoBitubi. Harapannya, komunitas ini menjadi salah satu cara untuk bisa mengembangkan diri untuk bisa terus saling terkoneksi secara bisnis, terutama di B2B.

Bila bicara B2C, mungkin sudah sangat banyak yang bisa mengisi dan berbagi di seputar Business to Customer, karena Indonesia dikuasai oleh market retail (direct to customer) yang sangat besar.

Tapi jangan lupa, sebagian besar B2C itu juga terkoneksi dengan B2B.

Apa saja yang bisa digali dari B2B ? Sangat banyak.

Pertama, marketing B2B jelas berbeda dengan B2C.

B2B vs B2C Marketing -

Demikian juga dalam menangani teknik digital marketingnya.

https://www.munro.agency/b2b-versus-b2c-digital-marketing/

Itu baru dari bagian marketing, yang ternyata begitu dibedah, ada beberapa skill dasar yang harus dimiliki oleh marketer di bidang B2B. Salah satunya Public Speaking. Karena itulah kami pernah membuat kelas publik nya untuk membahas hal itu bersama Fitrini Chow .

Lihat kegiatan sebelumnya: https://www.indobitubi.com/2024/03/komunitas-indobitubi-public-speaking.html

Namun, kami tahu, waktu 1 jam tidak cukup untuk mengupas dan melatih skill Public Speaking, sehingga perlu waktu khusus, minimal 4 jam untuk mempersiapkan diri dalam skill Public Speaking. Dengan kemampuan public speaking, kita akan semakin baik ber-networking, termasuk berbicara di depan publik.

Indobitubi: Public Speaking untuk Membangun Networking, 26 April 2024.

Kami undang anda semua bisa hadir dalam kelas ini, dengan mendaftarkan diri di: https://eventcerdas.mayar.link/pl/indobitubi-public-speaking-untuk-membangun-networking

Jangan lihat biayanya, lihat manfaatnya untuk anda, dan bisnis anda.

Mau gabung dalam komunitas Indobitubi, silahkan juga daftar di : https://eventcerdas.mayar.link/membership/komunitas-indobitubi-54507

Kami tunggu ya.

Fanky Christian
founder INDOBITUBI