Translate

Friday, February 06, 2026

Anak Itu Pergi Karena Buku dan Pensil Tak Pernah Datang

Anak Itu Pergi Karena Buku dan Pensil Tak Pernah Datang

Ia masih anak SD.
Tangannya kecil.
Mimpinya sederhana.

Ia hanya ingin bisa belajar seperti teman-temannya.

Beberapa hari sebelum ia pergi, ia pulang dari sekolah dengan kepala tertunduk. Di tasnya tak ada apa-apa selain kertas tugas yang belum bisa ia kerjakan. Ia meminta sesuatu yang nilainya bahkan tak seharga sebungkus rokok: buku dan pensil.

Ibunya terdiam.
Bukan karena tak mau.
Tapi karena tak punya.

Di rumah itu, tak ada lemari buku. Tak ada meja belajar. Yang ada hanya dapur sunyi dan perhitungan uang yang selalu kalah oleh kebutuhan hidup. Anak itu mendengar kata yang sama berulang kali—kata yang tak pernah kejam, tapi selalu melukai: "Nanti, ya."

"Nanti" yang tak pernah datang.

Malu yang Terlalu Berat untuk Anak Kecil

Di sekolah, ia melihat teman-temannya menulis. Pensil mereka bergerak cepat, seakan tak pernah ragu. Ia menunduk. Ia tahu gurunya menunggu. Ia tahu tugas harus dikumpulkan. Tapi ia juga tahu, ia tak punya apa-apa untuk menulis.

Rasa malu itu tidak berisik.
Ia tidak menangis keras.
Ia hanya menumpuk pelan-pelan di dada anak kecil itu.

Hingga suatu hari, ia tak lagi datang ke sekolah.

Bangkunya kosong.
Namanya dipanggil.
Tak ada jawaban.

Yang tersisa hanyalah kabar yang membuat satu desa terdiam, satu keluarga hancur, dan satu bangsa seharusnya menunduk malu: seorang anak SD meninggal setelah tekanan hidup yang terlalu berat—karena kemiskinan dan ketidakmampuan membeli buku serta alat tulis.

Ia tidak pergi karena tak ingin hidup.
Ia pergi karena hidup terasa terlalu berat untuk anak seusianya.

Triliunan Anggaran, Tapi Buku Tak Sampai

Pada saat yang sama, negara berbicara tentang program-program besar. Anggaran digelontorkan. Spanduk dibentangkan. Kata-kata seperti "masa depan", "gizi", dan "generasi emas" diucapkan dengan penuh percaya diri.

Namun di satu rumah kecil, buku dan pensil tak pernah datang.

Apa arti program besar jika anak-anak masih tumbang oleh hal paling dasar?
Apa arti slogan jika seorang anak kalah bukan oleh pelajaran, tapi oleh kemiskinan?

Anak itu tidak butuh pidato.
Ia tidak butuh konferensi pers.
Ia hanya butuh alat untuk belajar.

Yang Hilang Bukan Hanya Satu Nyawa

Kematian ini bukan sekadar berita.
Ini adalah tuduhan sunyi terhadap sistem yang gagal melindungi yang paling lemah.

Yang hilang bukan hanya seorang anak.
Yang hilang adalah:

satu cita-cita yang tak sempat tumbuh,

satu bangku sekolah yang akan selamanya kosong,

dan satu pertanyaan yang akan menghantui kita:
bagaimana mungkin anak mati karena tak mampu membeli buku?

Ibunya kini memeluk penyesalan yang bukan miliknya.
Negara seharusnya memeluk tanggung jawab yang tak boleh dihindari.

Jangan Biarkan Ini Menjadi Angka

Jika tragedi ini hanya lewat sebagai berita harian, maka kita semua gagal.
Jika ini hanya jadi statistik, maka tak ada pelajaran yang benar-benar dipelajari.

Anak-anak tidak seharusnya memilih antara sekolah dan rasa malu.
Mereka tidak seharusnya memikul beban ekonomi yang bahkan orang dewasa pun sering tak sanggup.

Dan tidak boleh lagi ada anak yang merasa hidupnya lebih murah dari sebuah buku dan sebatang pensil.

---

💛 Catatan penting untuk pembaca
Tulisan ini mengangkat tragedi nyata dan sangat menyedihkan. Jika kamu atau orang di sekitarmu—termasuk anak—mengalami tekanan berat, rasa putus asa, atau tanda-tanda ingin menyakiti diri, tolong cari bantuan segera. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian.

😭😭 

Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com


Friday, January 30, 2026

Offline Workshop *BOOK WRITING WORKSHOP* Dengan Bantuan AI Semua Orang Bisa Menjadi Penulis Buku

Offline Workshop
*BOOK WRITING WORKSHOP*
Dengan Bantuan AI Semua Orang Bisa Menjadi Penulis Buku



Latihan lengkap dari ide mentah sampai ke hasil akhir:
bawa pulang final draft buku Anda sendiri.

*TANGGAL, WAKTU, TEMPAT*
Hari/Tanggal: *Sabtu, 7 Februari 2026*
Waktu: *09.00 – 16.00 WIB*
Tempat: *Sofyan Hotel Cut Meutia Cikini Menteng Jakarta*
Jl. Cut Mutia No.9, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, 
DKI Jakarta 10330. 

Rp750.000,- per peserta
Sudah termasuk makalah pelatihan, 1x lunch dan 2x coffee break, 
sertifikat dari lembaga terakreditasi, dan pendampingan via group WA selama 7 hari.

*Anda diundang !!!*
Daftar di sini: https://s.id/bw0702 
Informasi lebih lanjut (WA): +62 811-186-363

Peserta dibatasi maksimum 30 orang, _early birds get the seats_.

------------------------------------------------
*SIAPA YANG WAJIB MENGIKUTI WORKSHOP INI*
Workshop ini dirancang untuk:
* Dosen, guru, trainer, coach
* Profesional dan praktisi industri
* Mahasiswa S1, S2, dan S3
* Penulis pemula dan content creator
* Siapa saja yang ingin meninggalkan legacy pemikiran melalui buku

------------------------------------------------
*KENAPA ANDA PERLU IKUT*
Menulis buku bukan lagi hanya untuk akademisi atau penulis profesional.
Di era Artificial Intelligence, siapa saja bisa menulis buku — asal tahu metodologi, struktur, dan cara memanfaatkan AI secara cerdas dan etis.

Buku adalah _personal intellectual legacy_.
Buku adalah _credibility builder_.
Buku adalah _amplifier of impact_.

Jika Anda punya ide, pengalaman, atau keahlian yang ingin diwariskan, 
inilah saatnya menuliskannya secara sistematis dan profesional.

------------------------------------------------
*NARASUMBER*
Workshop ini dibawakan oleh praktisi yang sudah berpengalaman menulis dan menerbitkan buku sejak era teknologi konvensional, digital, hingga AI-driven writing:
* *Earlando* – Information Designer, https://about.me/adysubagya 
* *Sandy Kusuma* – Work & Human Systems Architect, https://s.id/sandykusuma 
* *Hari Dewanto* – Visual Designer & Infographic Designer, https://www.wiradata.site/trainers/hari-dewanto 
Ketiganya menggabungkan pengalaman literasi, teknologi, desain, dan AI untuk membantu peserta menghasilkan draft buku yang siap dikembangkan ke tahap penerbitan.

------------------------------------------------
*APA YANG AKAN ANDA DAPATKAN*
Dalam workshop ini, Anda akan:
* Menemukan dan memformulasikan ide buku yang kuat
* Menyusun struktur dan outline buku profesional
* Belajar teknik menulis cepat dengan bantuan AI
* Memahami etika dan strategi AI-assisted writing
* Mendapat template dan workflow penulisan buku
* *Membawa pulang final draft awal buku Anda sendiri*

------------------------------------------------
*CATATAN PENTING*
* Kuota sangat terbatas (maks. 30 peserta)
* Peserta diprioritaskan berdasarkan urutan pendaftaran dan pembayaran
* Laptop sangat dianjurkan dibawa untuk praktik langsung
* Daftar sekarang dan mulai perjalanan Anda sebagai penulis buku.

------------------------------------------------
*PENYELENGGARA*
IAM (Indonesia Artificial Intelligence Movement) bekerjasama dengan:
CMC (Cybermedia Canter),
Aptiknas (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional),
IAIS (Indonesia Artificial Intelligence Society), 
dan didukung oleh: Earlando forum, Cafe Therapy, dan fastTrack Digital Hub.
Organized by: Tujuh Legenda.




Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com


Wednesday, January 28, 2026

Acara Ngopi APTIKNAS: Unlocking New Revenue Streams & Scaling Your Business with AWS - 12 Feb 26

  🎯 Exclusive for APTIKNAS Members


Helios Informatika Nusantara bersama AWS dan APTIKNAS mengundang Bapak/Ibu dalam NGOPI (Ngobrol Pintar) untuk membahas strategi nyata dalam membuka peluang bisnis baru melalui ekosistem cloud dan partner.



☕ Brewing Success: Unlocking New Revenue Streams & Scaling Your Business with AWS


🗓 Thursday, 12 February 2026

⏰ 3.00 – 6.00 PM (Open Registration: 2.00 PM)

📍 First Crack Coffee

Jl. Bumi No.10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


👉 Secure your seat now – scan the QR code / click link to register.

https://s.id/REG-APTIKNAS-AWS-12FEB


Dapatkan insight menarik:

* AWS & partner ecosystem untuk dorong revenue

* Go-to-market & co-sell lintas industri

* Insight langsung dari AWS & Helios leaders

* Exclusive networking sesama decision makers


🎁 Join & get the chance to win doorprizes!

Sunday, January 25, 2026

Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026)

Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026):


1. Perlambatan hiring global bukan karena AI

Dokumen ini menegaskan bahwa melambatnya rekrutmen global lebih disebabkan faktor makroekonomi (suku bunga, ketidakpastian ekonomi), bukan karena AI menggantikan pekerjaan. AI justru menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan baru dibanding yang digantikan, terutama di bidang teknologi dan infrastruktur digital .

Implikasi Indonesia:
Pasar kerja Indonesia tidak perlu takut "AI menghilangkan pekerjaan", tapi perlu fokus menyiapkan talenta baru.


2. AI menciptakan jenis pekerjaan baru (bukan job lama)
Sejak 2023–2025, AI menciptakan +1,3 juta pekerjaan baru global, seperti:

  • Data Annotator
  • AI Engineer
  • Forward-Deployed Engineer / AI Integrator
  • Data Center Technician & Engineer

AI infrastructure (terutama data center & cloud) menciptakan >600 ribu pekerjaan baru secara global .

Implikasi Indonesia:
Sangat relevan dengan:

  • Data center Indonesia (Batam, Jakarta, Jawa Barat)
  • Industri IT, cloud, cybersecurity, OT/industrial IT
  • Program vokasi & sertifikasi non-S1

3. Skill-based economy menggantikan degree-based economy
Dokumen menekankan:

  • Banyak pekerjaan baru tidak membutuhkan gelar S1
  • Fokus bergeser ke AI literacy + human skills (adaptability, problem solving, komunikasi)
  • Internal mobility & reskilling jauh lebih efektif daripada rekrutmen baru

Implikasi Indonesia:
Cocok dengan:

  • SMK, politeknik, bootcamp, komunitas IT
  • Sertifikasi berbasis skill (bukan ijazah)
  • Upskilling internal di BUMN, manufaktur, enterprise

4. Data center & AI infra = peluang besar untuk emerging market
Hiring tumbuh kuat di negara berkembang (India, UAE). AI engineering talent 8x lebih mobile lintas negara, artinya:

  • Negara yang siap skill & ekosistem akan menang
  • Indonesia punya peluang jadi talent supplier & AI infra hub, bukan hanya user


5. Entry-level job belum "dibunuh" AI
Dokumen secara eksplisit menyebut:

  • Entry-level hiring tidak terdampak AI secara signifikan
  • Penurunan hiring bersifat siklus ekonomi, bukan disrupsi AI

Implikasi Indonesia:
Narasi "AI bikin fresh graduate susah kerja" tidak sepenuhnya benar. Masalah utamanya adalah mismatch skill, bukan AI.


Kesimpulan untuk Market Indonesia

📌 AI bukan ancaman tenaga kerja Indonesia, tapi peluang besar
📌 Tantangan utama Indonesia adalah:

  • Kesiapan skill (AI literacy + practical skill)
  • Integrasi AI ke proses bisnis (AI integrator, bukan hanya developer)
  • Ekosistem data center, cloud, dan OT–IT convergence

📌 Negara/organisasi yang cepat reskill, bukan sekadar rekrut, akan unggul.


Akses dokumen: https://drive.google.com/file/d/1q5EMMjVTK5zPCghX0qJk6Bk1yKyrcilq/view?usp=drivesdk

Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com


Balckrock : AI as main driver in investation 2026


Dokumen ini menegaskan bahwa *tema AI tetap menjadi penggerak utama pasar pada 2026*, namun *peluang investasi bergeser dari fokus sempit mega-cap* menuju *pendekatan yang lebih luas: "in, around, and beyond AI"* untuk menciptakan risk-taking yang lebih resilien. Ditekankan bahwa terdapat disonansi antara sentimen investor yang semakin hati-hati dan arus dana global yang justru mencetak rekor, sehingga strategi portofolio perlu menyeimbangkan pertumbuhan, pendapatan, dan ketahanan (resilience). Pendapatan (income) diposisikan sebagai sumber return utama di tengah spread ketat dan volatilitas suku bunga, sementara diversifikasi harus melampaui diversifier tradisional karena korelasi saham–obligasi menjadi kurang andal. Kesimpulan utamanya adalah bahwa portofolio 2026 harus dirancang secara aktif dan selektif, mengombinasikan AI, aset alternatif, pasar privat, serta manajemen risiko yang adaptif, agar mampu bertahan dan tetap menangkap peluang di lingkungan pasar yang kompleks dan terfragmentasi.


Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com


Friday, January 23, 2026

Enterprise AI in 2030

Dokumen ini menegaskan bahwa *pada 2030 AI tidak lagi sekadar mendukung bisnis, tetapi menjadi inti dari model bisnis itu sendiri (AI-first enterprise)*, di mana keunggulan kompetitif tidak berasal dari penggunaan AI generik, melainkan dari teknologi yang dirancang khusus sesuai logika, data, dan nilai unik setiap organisasi. Ditekankan bahwa produktivitas berbasis AI akan membiayai transformasi industri berikutnya melalui "AI-first flywheel" yang menghubungkan efisiensi, investasi, dan pertumbuhan pendapatan baru. Laporan ini juga menyatakan bahwa portofolio multi-model AI, orkestrasi *agentic AI*, dan *digital twins* akan menjadi arsitektur utama perusahaan masa depan, sementara *quantum computing* diposisikan sebagai pergeseran seismik berikutnya yang akan membuka kelas masalah baru yang tidak terjangkau komputasi klasik. Secara keseluruhan, dokumen ini menegaskan bahwa perusahaan pemenang 2030 adalah organisasi yang membangun inovasi berkelanjutan ke dalam DNA operasionalnya, menggabungkan manusia dan mesin secara strategis, serta menjadikan AI sebagai aset yang tidak terpisahkan dari strategi dan penciptaan nilai jangka panjang.


Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com


Thursday, January 22, 2026

APTIKNASTALK: PROFIT FROM EXHIBITION, STILL VALID IN 2026 ?

  APTIKNASTALK: PROFIT FROM EXHIBITION, STILL VALID IN 2026 ?

Anda sering ikut berbagai exhibition (EXPO), namun merasakan kurang maksimal

Tidak mendapatkan manfaat dari ikut jadi peserta EXPO, sering jadi kendala, padahal EXPO adalah cara terbaik untuk memperkenalkan usaha dan produk Anda. Itu sebabnya anda harus ikut dalam TALK ini yang mengupas kendala, tantangan dan solusi untuk bisa mempersiapkan next EXPO di tahun ini.

Kita bahas bersama pengurus APTIKNAS dan Mike Gunawan (LiveLife) dari pengalamannya membimbing perusahaan yang ikut EXPO.



Kegiatan online di Jumat, 30 Jan 2026, Jam 16-17 WIB.

Daftar di : https://s.id/APT30Jan26


Kami tunggu kehadirannya