Translate

Saturday, April 30, 2011

Mengenal Panel Surya (Solar Panel) - 4

Cara Kerja Solar Charge Controller

Solar charge controller, adalah komponen penting dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Solar charge controller berfungsi untuk:
  • Charging mode: Mengisi baterai (kapan baterai diisi, menjaga pengisian kalau baterai penuh).
  • Operation mode: Penggunaan baterai ke beban (pelayanan baterai ke beban diputus kalau baterai sudah mulai 'kosong').
Charging Mode Solar Charge Controller
Dalam charging mode, umumnya baterai diisi dengan metoda three stage charging:
  • Fase bulk: baterai akan di-charge sesuai dengan tegangan setup (bulk - antara 14.4 - 14.6 Volt) dan arus diambil secara maksimum dari panel surya / solar cell. Pada saat baterai sudah pada tegangan setup (bulk) dimulailah fase absorption.
  • Fase absorption: pada fase ini, tegangan baterai akan dijaga sesuai dengan tegangan bulk, sampai solar charge controller timer (umumnya satu jam) tercapai, arus yang dialirkan menurun sampai tercapai kapasitas dari baterai.
  • Fase flloat: baterai akan dijaga pada tegangan float setting (umumnya 13.4 - 13.7 Volt). Beban yang terhubung ke baterai dapat menggunakan arus maksimun dari panel surya / solar cell pada stage ini.  
Stage charging solar controller

Sensor Temperatur Baterai

Untuk solar charge controller yang dilengkapi dengan sensor temperatur baterai. Tegangan charging disesuaikan dengan temperatur dari baterai. Dengan sensor ini didapatkan optimun dari charging dan juga optimun dari usia baterai.
Apabila solar charge controller tidak memiliki sensor temperatur baterai, maka tegangan charging perlu diatur, disesuaikan dengan temperatur lingkungan dan jenis baterai.

Mode Operation Solar Charge Controller

Pada mode ini, baterai akan melayani beban. Apabila ada over-discharge ataun over-load, maka baterai akan dilepaskan dari beban. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan dari baterai

Pengisian Charging Baterai Aki

Waktu pengisian baterai aki/ sealed lead acid adalah 12 sampai 16 jam. Dengan arus pengisian yang lebih tinggi dan metode pengisian multi-stage, waktu pengisian dapat berkurang sampai dengan 10 jam atau kurang.
Battery BateraiPengisian multi-stage, terdiri dari 3 stage/ tahap: constant-current charge, topping charge dan float charge. Selama constant-current charge, baterai diisi sampai 70 persen dalam waktu 5 jam; sisanya 30 persen adalah pengisian pelan-pelan dalam topping charge. Topping charge butuh sekitar 5 jam yang lain dan ini sangat penting untuk menjaga baterai tetap baik. Jika pola pengisian baterai tidak lengkap sesuai dengan kedua stage diatas, maka baterai akan kehilangan kemampuan untuk menerima full charge dan kinerja baterai akan berkurang. Tahap ketiga adalah float charge, kompensasi self-discharge setelah baterai terisi penuh.

Baterai aki, terdiri dari beberapa sel. Baterai aki 12 Volt, terdiri dari 6 sel. Batas tegangan satu sel umumnya mulai dari 2.30V sampai 2.45V. Jadi baterai aki 12 Volt, tegangan sebenarnya adalah antara 13.8 V - 14.7 Volt. Kondisi baterai aki tergantung dari suhu. Suhu tinggi menyebabkan baterai cepat rusak. Pada saat charging baterai pada suhu ruangan melebihi 30 derajat celcius, tegangan yang direkomendasikan adalah 2.35V/sel. Pada saat charging, dan suhu ruangan tetap dibawah 30 derajat Celcius, tegangan charger untuk masing-masing sel disarankan 2.40 sampai 2.45Volt.
Tegangan float charge yang direkomendasikan dari kebanyakan baterai aki lead acid adalah di antara 2.25 sampai 2.30V/sel. Kompromi yang baik adalah 2.27V. Float charge yang optimal bergeser tergantung dari suhu. Pada suhu tinggi dibutuhkan tegangan lebih kecil dan suhu lebih rendah dibutuhkan tegangan lebih tinggi. Charger dengan suhu yang fluktuatif harus dilengkapi dengan sensor suhu untuk mengoptimalkan float voltage.

Baterai aki memerlukan periodik discharge, untuk memperpanjang umur baterai. Penerapan sekali dalam sebulan, dimana discharge dilakukan hanya berkisar 10 persen dari total kapasitas. Full discharge sebagai bagian dari pemeliharaan rutin tidak direkomendasikan karena akan mengurangi siklus hidup baterai.

Baterai aki memiliki tegangan puncak bervariasi pada suhu yang bervariasi saat pengisian ulang dan float charge. Menerapkan kompensasi suhu pada charger untuk menyesuaikan suhu ekstrim memperpanjang umur baterai hingga 15 persen. Ini benar jika dijalankan pada suhu tinggi.

Discharging Baterai Aki

Kapasitas baterai sebesar 100 Ampere hour, artinya arus baterai akan habis dalam satu jam, bila beban menggunakan 100 Ampere.
Level discharge baterai aki yang direkomendasikan adalah sampai dengan tegangan 1.75 Volt per sel. Baterai aki akan rusak apabila tegangan per sel lebih kecil dari 1.75 Volt (atau 10.5 Volt untuk baterai 12 Volt).
Masa baterai dihitung dalam jumlah cycle. Satu cycle adalah satu kali penggunaan dan pengisian. Depth of discharge (jumlah pemakaian ampere baterai), mempengaruhi jumlah cycle baterai aki. Pada suhu 25 derajat Celcius:
  • 150 - 200 cycle dengan 100 persen depth of discharge (full discharge).
  • 400 - 500 cycle dengan 50 persen depth of discharge (partial discharge).
  • 1000 atau lebih dengan 30 persen depth of discharge (shallow discharge).
  Baterai Deep Cycle
Baterai deep-cycle dirancang teratur untuk menjangkau sebagian besar kemampuannya. Sebaliknya, baterai starter (misalnya baterai paling otomotif)dirancang untuk memberikan arus tinggi secara sporadis untuk cranking mesin, dan seringkali akan habis hanya sebagian dari kapasitasnya. Jika baterai deep-cycle dapat digunakan sebagai baterai starter, "cranking amps" yang terendah mengimplikasikan diperlukan baterai dengan ukuran berlebihan.

Perbedaan struktur antara baterai deep-cycle dan baterai cranking piringan tebal, dengan kepada lebih tinggi bahan baku aktif dan pemisah yang lebih baik. Kapasitasnya sudah dirancang sesuai batas jumlah elektrolit baterai, yang melindungi piringan. Paduan yang digunakan untuk piringan mungkin berisi lebih dari antimon awal baterai. Beberapa baterai diberi label "dalam siklus" tidak memiliki piringan tebal, dan benar-benar baterai "hybrid". Jika baterai deep cycle dirancang untuk menjangkau 80% dari kapasitasnya melebihi berbagai siklus, perusahaan merekomendasikan baterai hybrid tidak discharge melebihi 50% kapasitasnya.

Aplikasi dalam baterai deep-cycle termasuk :

* Traction baterai untuk menggerakkan kendaraan, seperti mobil golf, dan jalan raya lainnya kendaraan listrik
* Industri elektrik yang mendorong forkflit dan penyapu lantai
* Kendaraan rekreasi
* Trolling motor untuk rekreasi kapal senayan
* Penyimpanan untuk sistem off-grid energi listrik atau angin matahari, terutama di pabrik-pabrik kecil untuk  sebuah bangunan tunggal
* Daya untuk instrumen atau peralatan di lokasi terpencil
* Power supply yang tidak pernah terputus
6FM100D
The rechargeable batteries are lead-lead dioxide systems. The dilute sulfuric acid electrolyte is absorbed by separators and plates and thus immobilized. Should the battery be accidentally overcharged producing hydrogen and oxygen, special one- way valves allow the gases to escape thus avoiding excessive pressure build-up. Otherwise, the battery is completely sealed and is, therefore, maintenance-free, leak proof and usable in any position.


Battery Construction
Component  Positive plate Negative plate Container Cover  Safety Valve Terminal Separator Electrolyte
Raw material Lead dioxide Lead ABS ABS Rubber Copper Fiberglass Sulfuric acid
General Features
● Absorbent Glass Mat (AGM) technology for efficient gas recombination of up to 99% and freedom from    electrolyte maintenance or water adding.
● Not restricted for air transport-complies with IATA/ICAO Special Provision A67.
● UL-recognized component.
● Can be mounted in any orientation. ● Computer designed lead, calcium tin alloy grid for high power density.
● Long service life, float or cyclic applications.
● Maintenance-free operation.
● Low self discharge.
Performance Characteristics
Nominal Voltage ...................................................................... 12V
Number of cell .........................................................................   6
Design Life ................................................................................ 10 years
Nominal Capacity 77 degree F(25 degree C)
20 hour rate (5A, 10.5V) ..................................................... 100Ah
10 hour rate (9.55A, 10.5V) ................................................ 95.5Ah
5 hour rate (16.7A, 10.5V) ................................................ 83.5Ah
1 hour rate (61.6A, 9.6V) .................................................. 61.6Ah
Internal Resistance
Fully Charged battery 77 degree F(25 degree C) 5mOhms
Self-Discharge
3% of capacity declined per month at 20oC(average)
Operating Temperature Range
Discharge ............................................................................ -20-60 degree C
Charge ................................................................................. -10-60 degree C
Storage ................................................................................ -20-60 degree C
Max. Discharge Current 77 degree F(25 degree C)........... 900A (5s)
Short Circuit Current................................................................. 2100A
Charge Methods: Constant Voltage Charge 77oF(25oC)
Cycle use ............................................................................. 14.4-14.7V
Maximum charging current ....................................... 30A
Temperature compensation ..................................... -30mV/degree C
Standby use ........................................................................ 13.6-13.8V
Temperature compensation .................................... -20mV/oC
Dimensions and Weight
Length(mm / inch) ................. 330 / 12.99
Width(mm / inch)   .................. 171 / 6.73
Height(mm / inch)  .................. 214 / 8.43
Total Height(mm / inch) ......... 220 / 8.66
Approx. Weight(Kg / lbs) ....... 32 / 70.5

Discharge Constant Current (Amperes at 77 degree F 25 degree C)
Discharge Constant Power (Watts at 77 degree F 25 degree C)

6FM100D 12V100Ah




HZB12-100 Valve Regulated Lead Acid battery.
12 year design life for stand by power applications.
12 Volts 100 Ah


Innovative Features • Completely maintenance
free, sealed construction
eliminates the need for
watering

• Fully tank formed plates
• Analytical Grade electrolyte
• Spill proof / leak proof
• Valve regulated Max internal
pressure 2.5 psi
• Multi-position usage
• ABS Case and cover - V0 on
request
• Low self discharge
• FAA and IATA approved as
non-hazardous
• Built to comply with IEC 8962,
DIN 43534, BS 6290 Pt4,
Eurobat.
Specifications

Nominal Voltage              12 Volts
Nominal Capacity            100Ah (C20 @ 20oC)
Design Life                        12 Years
Operating Temperature    -20oC to 50oC
Grid alloy                             Calcium / Tin lead alloy
Plates                                   Flat Pasted
Separator                            Absorbant Glass Mat
Active material                   Very high purity lead
Case and cover                 ABS (VO on request)
Charge Voltage                 Float 2.25 - 2.30 VPC @25oC Cycliing 2.35 @25oC
Max. 2.4 VPC Max ripple 0.05C (A)
Electrolyte                           Sulphuric acid Analytical grade purity
Venting Valve                     EPDM Rubber 1.5 to 2 psi (10.5 - 14 KPa) release pressure. Resealing at 1
psi (7 KPa)
Terminal                              Insert 12mm Dia M5 thread. Epoxy sealed by extended mechanical paths
Torque setting                    The recommended torque value for all types is 5-7 Nm
Cables                                 Connectors, cables, terminal covers on request.






Baterai 65Ah
6FM65D 12V 65Ah(20hr)

The rechargeable batteries are lead-lead dioxide systems. The dilute sulfuric acid electrolyte is absorbed by separators and plates and thus immobilized. Should the battery be accidentally overcharged producing hydrogen and oxygen, special one- way valves allow the gases to escape thus avoiding excessive pressure build-up. Otherwise, the battery is completely sealed and is, therefore, maintenance-free, leak proof and usable in any position.

Battery Construction
 
 Component   Positive plate  Negative plate  Container  Cover   Safety Valve  Terminal  Separator  Electrolyte
 Raw material  Lead dioxide        Lead   ABS   ABS      Rubber  Copper  Fiberglass  Sulfuric acid
General Features
● Absorbent Glass Mat (AGM) technology for efficient gas recombination of up to 99% and freedom from    electrolyte maintenance or water adding.
● Not restricted for air transport-complies with IATA/ICAO Special Provision A67.
● UL-recognized component.
● Can be mounted in any orientation. ● Computer designed lead, calcium tin alloy grid for high power density.
● Long service life, float or cyclic applications.
● Maintenance-free operation.
● Low self discharge.
Performance Characteristics
Nominal Voltage ...................................................................... 12V
Number of cell .........................................................................   6
Design Life ................................................................................ 10 years
Nominal Capacity 77 degree F(25 degree C)
     20 hour rate (3.25A, 10.5V) ..................................................... 65Ah
     10 hour rate (6.07A, 10.5V) ................................................ 60.7Ah
       5 hour rate (10.7A, 10.5V) ................................................ 53.5Ah
       1 hour rate (42.9A, 9.6V) .................................................. 42.9Ah
Internal Resistance
       Fully Charged battery 77 degree F(25 degree C) ....... 6mOhms
Self-Discharge
      3% of capacity declined per month at 20oC(average)
Operating Temperature Range
      Discharge ............................................................................ -20-60 degree C
      Charge ................................................................................. -10-60 degree C
      Storage ................................................................................ -20-60 degree C
Max. Discharge Current 77 degree F(25 degree C)........... 650A (5s)
Short Circuit Current................................................................. 1700A
Charge Methods: Constant Voltage Charge 77oF(25oC)
      Cycle use ............................................................................. 14.4-14.7V
              Maximum charging current ....................................... 19.5A
              Temperature compensation ..................................... -30mV/degree C
      Standby use ........................................................................ 13.6-13.8V
              Temperature compensation .................................... -20mV/oC
Dimensions and Weight
Length(mm / inch) ................. 350 / 13.78
Width(mm / inch)   .................. 167 / 6.57
Height(mm / inch)  .................. 179 /7.95
Total Height(mm / inch) ......... 183 /7.20
Approx. Weight(Kg / lbs) ....... 22.2 / 48.9



6FM65D 12V65Ah

   




Grid Tie Inverter
A-tie inverter grid (GTI) adalah tipe khusus dari inverter yang mengubah arus searah listrik  (DC) menjadi arus bolak balik (AC) dan feed menjadi sebuah jaringan listrik yang ada. Hal ini diperlukan jika Anda menginginkan sistem energi terbarukan yang handal yang menggabungkan energi surya dan muatan arus bolak balik.
GTIs sering digunakan untuk mengubah arus searah yang diproduksi pleh sumber energi yang dapat diperbaharui seperti solar panel atau turbin angin menjadi arus alternatif untuk menerangi rumah dan berbagai macam bisnis. Nama teknik untuk grid-tie inverter adalah "inverter grid-interaktif" atau inverter sinkron. Inverter Grid-interaktif tidak dapat digunakan dalam aplikasi standalone yang tidak terdapat aliran listrik.
Tugas lain yang harus dilakukan grid tie inverter adalah proses metering bersih. Metode metering bersih ini akan memungkinkan Anda untuk meyimpan sedikit energi pada listrik. Pemeliharaan menjadi lebih mudah karena tidak menggunakan baterai. GTIs akan dimatikan otomatis jika tidak ada saat diindentifikasi. Grid-tie inverter dirancang untuk memutuskan sambungan dari kotak jika grid utilitas turun. Jika terjadi pemadaman, maka grid-tie inverter akan mencegah energi yang dihasilkan yang dapat merugikan pekerja. GTIs yang digunakan dengan baterai disebut inverter multi fungsi. Grid energi terbarukan terdiri dari banyak bagian penting yang berbeda tetapi bagian yang jauh lebih penting dan mutlak bagi sistem adalah grid tie inverter. Tanpa grid tie inverter sistem tidak dapat bekerja dengan baik.
Grid-tie inverter yang tersedia di pasaraan saat ini menggunakan teknologi yang berbeda, yaitu menggunakan frekuensi yang lebih tinggi - transformator, konvensional frekuensi rendah transformator, transformator atau tidak. Grid-tie inverter termasuk tracker titik maksimum power pada sisi input yang memungkinkan inverter untuk mengambil jumlah yang optimal dari sumber daya listrik tertentu.

 

Mengenal Panel Surya (Solar Panel) - 3

Solar Home System
Solar Home Sistem adalah sistem pembangkit listrik yang berdiri sendiri, cocok untuk aplikasi residen seperti peralatan rumah, penerangan, komputer, dan pipa air yang terbuat dari solar panel, solar charge controller, inverter dan baterai. Sistem ini merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, tidak menghasilkan radiasi elektromagnetik, serta mudah dalam instalasi dan perawatannya. Jumlah energi yang dihasilkan bergantung pada intensitas cahaya matahari dan jumlah modul surya yang dipasang.
Keuntungan menggunakan Solar Home System :

-      Instalasi mudah : Menggunakan peralatan sederhana dan tidak perlu keahlian khusus
-      Pengoperasian mudah : Bekerja tanpa bahan bakar dan tidak memerlukan pengoperasian khusus.
-      Daya tahan lama : Bekerja secara terus menerus dengan baik selama lebih dari 25 tahun.
-      Ramah Lingkungan : Tidak mengakibatkan polusi dan tidak menghasilkan gelombang elektromagnetik.








Mengenal Panel Surya (Solar Panel) - 2

Perkiraan Biaya Panel Surya Solar Cells
Jadi kalau dari tadi kita membicarakan penggunaan tenaga surya untuk pembangkit listrik sendiri / mandiri, jenis ukuran panel suryaberapakah harga panel surya / solar cell?
Harga panel surya / solar cell tergantung dari beberapa faktor:
* Type panel/ teknologi/ efisiensi
* Ukuran panel dan daya dalam Watt yang dihasilkan per jam
Perkiraan harga panel untuk 50 Watt Peak adalah sekitar Rp. 2.500.000 di Jakarta. Jadi harga per Watt Peak adalah sekitar Rp. 50.000 (per Agustus 2009). Harga tersebut akan terus turun karena beberapa faktor:
Harga solar cells panel per Agustus 2010 adalah Rp. 32.500 untuk satu Watt Peak.

Pemeliharaan Panel Surya
Pada umumnya panel surya / solar cell tidak membutuhkan pemeliharan yang rutin seperti genset. Genset umumnya diharuskan untuk dihidupkan satu kali seminggu, pemeriksaan oli, pemeriksaan batere, dll. Pemeliharaan panel surya / solar cell:
  • Dibersihkan berkala untuk tidak mengurangi penyerapan intensitas matahari.
  • Mengatur letak dari panel surya / solar cell supaya mendapatkan sinar matahari langsung dan tidak terhalangi objek (pohon, jemuran, bangunan, dll) 

Ukuran Panel Surya : Solar Cells
Beberapa contoh implementasi panel surya / solar cell dan perangkat yang menggunakan energi yang dihasilkan:
Ukuranpanel sel surya - solar cells 10 WP 20 WP 50 WP 80 WP 120 WP
Jumlah Watt untuk pengisian batere (5 jam sehari) 50 W, 4.17 A 100 W, 8.33 A 250 W, 20.83 A 400 W, 33.33 A 600 W, 50 A
Lampu LED 3 Watt (pemakaian 12 jam) 1 (36 W) 3 (108 W) 7 (252 W) 11 (396 W) 16 (576 W)
Lampu jalan LED 21 Watt (pemakaian 12 jam)     1 (252 W) 1 (252 W) 2 (504 W)
Spesifikasi teknis panel surya / solar cell (dapat berubah sesuai dengan produk):
Output power 20 50 80 80 120
Cell type Multi Multi Amorphous Multi Multi
Max Power (W) 20 50 88 85 120
Min Power (W)     76 76 114
Open circuit voltage (Voc) 21.6 21.6 63.3 21.6 21.3
Short circuit current (Isc) 1.3 2.98 2.08 5.15 7.81
Max Power Voltage (Vpm) 17.2 17.6 47.6 17.3 17.1
Max Power Current (Ipm) 1.17 2.85 1.68 4.63 7.02
Max System Voltage (V)     600 600 540
Dimension L x W x H(mm) 639 x 294 x 23 835 x 540 x 28 1129 x 934 x 46 1214 x 545 x 35 1499 x 662 x 46
Module Efficiency     7.6 14.1 13.1
Weight (kg) 2.4 5.5 17 9 14
   






Solar Cells Panel
Perbedaan utama dari solar cell panel adalah bahan produksi dari solar cells panel. Bahan solar cells panel yang paling umum adalah crystalline silicon. Bahan crystalline dapat terdiri dari single crystal, mono or single-crystalline, dan poly atau multi-crystalline. Selain itu solar cells panel ada yang terbuat dari lapisan tipis amorphous silicon. Sel Crystalline silicon mempunyai 2 tipe yang hampir serupa, meskipun sel single crystalline lebih efisien dibandingkan dengan poly-crystalline karena poly-crystalline merupakan ikatan antara sel-sel. Keunggulan dari amorphous silicon adalah harga yang terjangkau tetapi tidak se efisien crystalline silicon solar cell.

Mengenal Performansi Solar Cell Panel

Total pengeluaran listrik (wattage) dari solar cell panel adalah sebanding dengan voltase/ tegangan operasi dikalikan dengan arus operasi saat ini. Solar cell panel dapat menghasilkan arus dari voltase yang berbeda-beda. Hal ini berbeda dengan baterai, yang menghasilkan arus dari voltase yang relatif konstan.
Karakteristik output dari solar cell panel dapat dilihat dari kurva performansi, disebut I-V curve. I-V curse menunjukkan hubungan antara arus dan voltase.
Solar Cell Panel IV-Curve
Gambar diatas menunjukkan tipikal kurva I-V. Voltase (V) adalah sumbu horizontal. Arus (I) adalah sumbu vertikal. Kebanyakan kurva I-V diberikan dalam Standar Test Conditions (STC) 1000 watt per meter persegi radiasi (atau disebut satu matahari puncak/ one peak sun hour) dan 25 derajat Celcius/ 77 derajat Fahrenheit suhu solar cell panel. Sebagai informasi STC mewakili kondisi optimal dalam lingkungan laboratorium. 
Kurva I-v terdiri dari 3 hal yang penting:
1. Maximum Power Point (Vmp dan Imp)
2. Open Circuit Voltage (Voc)
3. Short Circuit Current (Isc)

Maximum Power Point (Vmp&Imp)

Pada kurva I-V, Maximum Power Point Vmp dan Imp, adalah titik operasi, dimana maksimum pengeluaran/ output yang dihasilkan oleh solar cell panel saat kondisi operasional. Dengan kata lain, Vmp dan Imp dapat diukur pada saat solar cell panel diberi beban pada 25 derajat Celcius dan radiasi 1000 watt per meter persegi. Pada kurva di atas voltase 17 volts adalah Vmp, dan Imp adalah 2,5 ampere. Jumlah watt pada batas maksimum ditentukan dengan mengalikan Vmp dan Imp, maksimum jumlah watt pada STC adalah 43 watt.

Output berkurang sebagaimana voltase menurun. Arus dan daya output dari kebanyakan modul solar cell panel menurun sebagaimana tegangan/ voltase meningkat melebih maximum power point.

Open Circuit Voltage (Voc)

Open Circuit Voltage Voc, adalah kapasitas tegangan maksimum yang dapat dicapai pada saat tidak adanya arus (current). Pada kurva I-V, Voc adalah 21 volt. Daya pada saat Voc adalah 0 watt.
Voc solar cell panel dapat diukur dilapangan dalam berbagai macam keadaan. Saat membeli modul, sangat direkomendasikan untuk menguji voltase untuk mengetahui apakah cocok dengan sepisifikasi pabrik. Saat menguji voltase dengan multimeter digital dari terminal positif ke terminal negatif. Open Circuit Voltage (Voc) dapat diukur pada pagi hari dan sore hari.

Short Circuit Current (Isc)

Short Circuit Current Isc, adalah maksimum output arus dari solar cell panel yang dapat dikeluarkan (output) di bawah kondisi dengan tidak ada resistansi atau short circuit. Pada kurva I-V diatas menunjukkan perkiraan arus 2,65 Ampere. Daya pada Isc adalah 0 watt.

Short circuit current dapat diukur hanya pada saat membuat koneksi langsung terminal positif dan negatif dari modul solar cell panel.

Label Spesifikasi Solar Cell Panel

Semua nilai ditemukan pada kurva I-V digunakan untuk menciptakan label yang spesifik untuk setiap modul solar cell panel. Semua model ditera di bawah standar kondisi tes. Label Spesifikasi dapat ditemukan di bagian belakang dari module solar cell panel:
Electrical rating at 1.000 Watt/m2
AM 1.5, Temperature Cell 25 degree Celcius
Max. Power: 43 W
Voc: 21.4 V
Vmp: 17.3 V
Isc: 2.65 A
Imp: 2.5 A

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Solar Cells Panel

Lima hal utama yang mempengaruhi unjuk kerja/ performansi dari modul solar cells panel:
1. Bahan pembuat solar cells panel
2. Resistansi beban
3. Intensitas cahaya matahari
4. Suhu/ temperatur solar cells panel
5. Bayangan/ shading.

Resistansi Beban

Tegangan baterai adalah tegangan operasi dari solar cell panel module, apabila baterai dihubungkan langsung dengan solar cell panel modul. Sebagai contoh, umumnya baterai 12 Volt, voltase/ tegangan baterai biasanya antara 11.5 sampai 15 Volts. Untuk dapat mencharge baterai, solar cell panel harus beroperasi pada voltase yang lebih tinggi daripada voltase baterai bank.

Effisiensi paling tinggi adalah saat solar panel cell beroperasi dekat pada maximum power point. Pada contoh di atas, tegangan baterai harus mendekati tegangan Vmp. Apabila tegangan baterai menurun di bawah Vmp, ataupun meningkat di atas Vmp, maka effisiensi nya berkurang.


Intensitas Cahaya Matahari

Semakin besar intensitas cahaya matahari secara proposional akan menghasilkan arus yang besar. Seperti gambar berikut, tingkatan cahaya matahari menurun, bentuk dari kurva I-V menunjukkan hal yang sama, tetapi bergerak ke bawah yang mengindikasikan menurunnya arus dan daya. Voltase adalah tidak berubah oleh bermacam-macam intensitas cahaya matahari.

Suhu solar cell panel

Sebagaimana suhu solar cell panel meningkat diatas standar suhu normal 25 derajat Celcius, efisiensi solar cell panel modul effisiensi dan tegangan akan berkurang. Gambar di bawah ini mengilustrasikan bahwa, sebagaimana, suhu sel meningkat diatas 25 derajat Celcius (suhu solar cell panel module, bukan suhu udara), bentuk kurva I-V tetap sama, tetapi bergeser ke kiri sesuai dengan kenaikan suhu solar cell panel, menghasilkan tegangan dan daya yang lebih kecil. Panas dalam kasus ini, adalah hambatan listrik untuk aliran elektron.

Untuk itu aliran udara di sekeliling solar cell panel module sangat penting untuk menghilangkan panas yang menyebabkan suhu solar cell panel yang tinggi.


Shading/ Teduh/ Bayangan

Solar cell panel, terdiri dari beberapa silikon yang diserikan untuk menghasilkan daya yang diinginkan. Satu silikon menghasilkan 0.46 Volt, untuk membentuk solar cell panel 12 Volt, 36 silikon diserikan, hasilnya adalah 0.46 Volt x 36 = 16.56.

Shading adalah dimana salah satu atau lebih sel silikon dari solar cell panel tertutup dari sinar matahari. Shading akan mengurangan pengeluaran daya dari solar cell panel. Beberapa jenis solar cell panel module sangat terpengaruh oleh shading dibandingkan yang lain. Tabel di bawah ini menunjukkan efek yang sangat ekstrim pengaruh shading pada satu sel dari modul panel surya single crystalline yang tidak memiliki internal bypass diodes. Untuk mengatasi hal tersebut solar cell panel dipasang bypass diode, bypass diode untuk arus mengalir ke satu arah, mencegah arus ke silikon yang kena bayangan.

 Persentase dari bayangan pada satu sel   Pesenttase dari loss solar panel module
 0%  0%
 25%  55%
 50%  50%
 75%  66%
 100%  75%
 3 sel terkena bayangan  93
* data diambil dari buku Photovoltaics Design and Installation Manual

Hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan adalah agar solar cell panel tidak terhalang/ shading.  
 



Mengenal Panel Surya (Solar Panel) - 1

Kenapa menggunakan tenaga matahari/ surya?


solar cell systemIndonesia memiliki karunia sinar matahari. Hampir di setiap pelosok Indonesia, matahari menyinari sepanjang pagi sampai sore. Energi matahari yang dipancarkan dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya / solar cell.
Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara).
Perkembangan teknologi dalam membuat panel surya / solar cell yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current, adalah sangat menjanjikan.
Pada saat ini penggunaan tenaga matahari (solar cell) masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan/ penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar.
Kelebihan penggunaan listrik tenaga surya:
* Energi yang terbarukan / tidak pernah habis
* Bersih, ramah lingkungan
* Umur panel surya / solar cell panjang/ investasi jangka panjang
* Praktis, tidak memerlukan perawatan
* Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia
Panel surya / solar cell sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya, mendapatkan tenaga listrik pada pagi sampai sore hari sepanjang ada sinar matahari. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.
Karena pembangkit listrik tenaga surya sangat tergantung kepada sinar matahari, maka perencanaan yang baik sangat diperlukan. Perencanaan terdiri dari:
  • Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  • Berapa besar arus yang dihasilkan panel surya / solar cell (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya / solar cell yang harus dipasang.
  • Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Dalam nilai ke-ekonomian, pembangkit listrik tenaga surya memiliki nilai yang lebih tinggi, dimana listrik dari PT. PLN tidak dimungkinkan, ataupun instalasi generator listrik bensin ataupun solar. Misalnya daerah terpencil: pertambangan, perkebunan, perikanan, desa terpencil, dll. Dari segi jangka panjang, nilai ke-ekonomian juga tinggi, karena dengan perencanaan yang baik, pembangkit listrik tenaga surya dengan panel surya / solar cell memiliki daya tahan 20 - 25 tahun. Baterai dan beberapa komponen lainnya dengan daya tahan 3 - 5 tahun.
Beberapa komponen dari pembangkit listrik tenaga surya (cara kerjanya dapat dibaca di Instalasi Listrik Tenaga Surya):
Kesimpulan orang menggunakan panel surya (solar cell) karena:
  • Ingin berkontribusi pada lingkungan
  • Tidak mau tergantung pada PLN
  • Daerah terpencil, tenaga listrik dari panel surya / solar cell lebih murah.


Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.
Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit bumi, kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.


Panel surya / solar cell mengubah intensitas sinar matahari menjadi energi listrik. Panel surya / solar cell menghasilkan arus yang digunakan untuk mengisi baterai.
Panel surya / solar cell terdiri dari photovoltaic, yang menghasilkan listrik dari intensitas cahaya, saat intensitas cahaya berkurang (berawan, hujan, mendung) arus listrik yang dihasilkan juga akan berkurang.
Dengan menambah panel surya / solar cell (memperluas) berarti menambah konversi tenaga surya. Umumnya panel surya / solar cell dengan ukuran tertentu memberikan hasil tertentu pula. Contohnya ukuran a cm x b cm menghasilkan listrik DC (Direct Current) sebesar x Watt per hour/ jam.
Efesiensi Perubahan Daya Daya Tahan Biaya Keterangan Penggunaan
Mono Sangat Baik Sangat Baik  Baik Kegunaan Pemakaian Luas Sehari-hari
Poly Baik Sangat Baik Sangat Baik Cocok untuk produksi massal di masa depan Sehari-hari
Amorphous  Cukup Baik Cukup Baik Baik Bekerja baik dalam pencahayaan fluorescent Sehari-hari & perangkat komersial (kalkulator)
Compound (GaAs) Sangat Baik Sangat Baik Cukup Baik Berat & Rapuh Pemakaian di luar angkasa

Jenis panel surya / solar cell
Polikristal (Poly-crystalline)
Merupakan panel surya / solar cell yang memiliki susunan kristal acak. Type Polikristal memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi dapat menghasilkan listrik pada saat mendung.
Monokristal (Mono-crystalline)
Merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.
Amorphous
Amorphous silicon (a-Si) has been used as a photovoltaic solar cell material for calculators for some time. Although they are lower performance than traditional c-Si solar cells, this is not important in calculators, which use very low power. a-Si's ability to be easily deposited during construction more than makes up for any downsides.
More recently, improvements in a-Si construction techniques have made them more attractive for large-area solar cell use as well. Here their lower inherent efficiency is made up, at least partially, by their thinness - higher efficiencies can be reached by stacking several thin-film cells on top of each other, each one tuned to work well at a specific frequency of light. This approach is not applicable to c-Si cells, which are thick as a result of their construction technique and are therefore largely opaque, blocking light from reaching other layers in a stack.
The main advantage of a-Si in large scale production is not efficiency, but cost. a-Si cells use approximately 1% of the silicon needed for typical c-Si cells, and the cost of the silicon is by far the largest factor in cell cost. However, the higher costs of manufacture due to the multi-layer construction have, to date, make a-Si unattractive except in roles where their thinness or flexibility are an advantage.


Aplikasi tenaga surya
Tenaga surya yang diserap bumi adalah sebanyak 120 ribu terawatt.Pada prinsipnya tenaga surya sebagai pembangkit listrik dengan dua cara:
Tenaga surya dapat diaplikasikan sebagai berikut:lampu penerangan jalan tenaga surya
  • Tenaga surya sebagai sumber listrik untuk kamera CCTV.
  • Tenaga surya sebagai sumber listrik untuk instalasi wireless (WIFI), radio pemancar, perangkat komunikasi.
  • Tenaga surya untuk perangkat signal kereta api, kapal.
  • Tenaga surya untuk rumah walet, irigasi, pompa air.
  • Tenaga surya sebagai portable power supply
  • Tenaga surya sebagai pemanas untuk menggerakkan turbin sebagai pembangkit listrik tenaga surya seperti di Nevada Amerika.
  • Tenaga surya sebagai sumber tenaga untuk perangkat satelit.
panel surya sebagai tenaga listrik panel surya di bandara
   
Instalasi listrik tenaga surya
Untuk instalasi listrik tenaga surya sebagai pembangkit listrik, diperlukan komponen sebagai berikut: 
  1. Panel surya / solar cell
  2. Charge controller
  3. Inverter
  4. Battery

instalasi panel sel surya
Panel surya / solar cell : panel surya / solar cell menghasilkan energi listrik tanpa biaya, dengan mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cell) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cell menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya / solar cell 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun). Jenis panel surya/solar cells dapat di baca disini.
Charge controller, digunakan untuk mengatur pengaturan pengisian baterai. Tegangan maksimum yang dihasilkan panel surya / solar cell pada hari yang terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang dapat merusak baterai.
Inverter, adalah perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC - direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC - alternating current).
Baterai, adalah perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.
Diagram instalasi pembangkit listrik tenaga surya ini terdiri dari panel surya / solar cell, charge controller, inverter, baterai.
diagram instalasi panel surya
Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa panel surya / solar cell di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada gambar diatas menghubungkan kaki positif panel surya/solar cells satu dengan panel surya / solar cell lainnya. Kaki / kutub negatif panel satu dan lainnya juga dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya / solar cell dihubungkan ke kaki positif charge controller, dan kaki negatif panel surya / solar cell dihubungkan ke kaki negatif charge controller. Tegangan panel surya / solar cell yang dihasilkan akan digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai. Untuk menghidupkan beban perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai disupply oleh inverter.
Instalasi pembangkit listrik dengan tenaga surya membutuhkan perencanaan mengenai kebutuhan daya:
Perhitungan keperluan daya (perhitungan daya listrik perangkat dapat dilihat pada label di belakang perangkat, ataupun dibaca dari manual):
  • Penerangan rumah: 10 lampu CFL @ 15 Watt x 4 jam sehari = 600 Watt hour.
  • Televisi 21": @ 100 Watt x 5 jam sehari = 500 Watt hour
  • Kulkas 360 liter : @ 135 Watt x 24 jam x 1/3 (karena compressor kulkas tidak selalu hidup, umumnya mereka bekerja lebih sering apabila kulkas lebih sering dibuka pintu) = 1080 Watt hour
  • Komputer : @ 150 Watt x 6 jam = 900 Watt hour
  • Perangkat lainnya = 400 Watt hour
  • Total kebutuhan daya =  3480 Watt hour
Jumlah panel surya / solar cell yang dibutuhkan, satu panel kita hitung 100 Watt (perhitungan adalah 5 jam maksimun tenaga surya):
  • Kebutuhan panel surya / solar cell : (3480 / 100 x 5)  = 7 panel surya / solar cell.
Jumlah kebutuhan batere 12 Volt dengan masing-masing 100 Ah:
  • Kebutuhan batere minimun (batere hanya digunakan 50% untuk pemenuhan kebutuhan listrik), dengan demikian kebutuhan daya kita kalikan 2 x lipat : 3480 x 2 = 6960 Watt hour = 6960 / 12 Volt / 100 Amp = 6 batere 100 Ah.
  • Kebutuhan batere (dengan pertimbangan dapat melayani kebutuhan 3 hari tanpa sinar matahari) : 3480 x 3 x 2 = 20880 Watt hour =20880 / 12 Volt / 100 Amp = 17 batere 100 Ah.
Instalasi pembangkit listrik tenaga surya dapat dilihat pada gambar-gambar di National Geographic Indonesia.
   
Monitor Performansi PLTS

Monitor Arus Panel Surya, Tegangan Batere, Performansi Sistem

Perencanaan pembangkit listrik tenaga surya memperhatikan hal sebagai berikut:
  • Jumlah daya yang dibutuhkan dalam pemakaian sehari-hari (Watt).
  • Berapa besar arus yang dihasilkan panel surya / solar cell  (dalam Ampere hour), dalam hal ini memperhitungkan berapa jumlah panel surya / solar cell yang harus dipasang.
  • Berapa unit baterai yang diperlukan untuk kapasitas yang diinginkan dan pertimbangan penggunaan tanpa sinar matahari. (Ampere hour).
Sistem Pembangkit Listrik Panel Surya, membangkitkan arus listrik dan menyimpan ke dalam baterai. Diperlukan perangkat pengukur untuk monitoring arus yang dihasilkan panel surya / solar cell, dan penggunaan oleh beban. Dalam hal ini adalah arus dari baterai yang digunakan oleh beban.
Ampere meter untuk mengukur charging panel surya / solar cell. Volt meter digunakan untuk mengukur tegangan baterai, mengindikasikan berapa jumlah discharge dari baterai. Pengukuran nya adalah sebagai berikut:
% Full Charge  Tegangan
 100%  12.7
 90% 12.6
 80% 12.5
 70% 12.3
 60% 12.2
 50% 12.1
 40% 12.0
 30% 11.9
 20% 11.8
 10% 11.7
 Discharge 11.6 atau kurang
Pada saat pengukuran perhatikan supaya pada saat tidak terjadi charging maupun discharging. Jadi sebaiknya pengukuran dilakukan pagi hari pada saat belum ada charging dan tidak ada penggunaan.
Baterai yang sering digunakan lebih dari 40% - 50% akan mengurangi lifetime. Jadi dalam perencanaan perhatikan penggunaan daya dan perhitungan baterai adalah 2 kali lipat dari daya tersebut.
Gunakan digital meter, karena lebih akurat. Harga digital meter sekitar Rp. 300.000 - Rp. 750.000. Kemudian untuk digital multi meter harganya bervariasi mulai dari 2 juta rupiah keatas. 

Kabel Instalasi
Kabel untuk menghubungkan komponen perangkat dalam implementasi pembangkit listrik tenaga surya sebaiknya memperhatikan spesifikasi perkabelan untuk mengurangi loss (kehilangan) daya, pemanasan pada kabel, dan kerusakan pada perangkat. Untuk menghubungkan perangkat charge controller dan panel surya / solar cell perhatikan spesifikasi kabel, karena dalam dengan tegangan 12 Volt, spesifkasi kabel yang sesuai dapat mengurangi loss 3% ataupun mengurangi penurunan tegangan.
Kabel memiliki resistansi (dalam ohm), semakin besar kabel, resistansi nya semakin kecil. Pada tegangan 12 Volt, pengurangan tegangan terjadi pada kabel yang panjang, sehingga mengurangi efisiensi dari instalasi pembangkit listrik tenaga surya kita. Untuk itu perhatikan tabel gauge kabel standard Amerika (AWG) berikut ini:
Diameter kabel yang kecil memiliki nomor wire gauge yang besar. Tabel itu adalah untuk ukuran kabel tunggal. Salah satu contoh saja, kabel UTP cat 5 adalah 24 AWG.
AWG Diameter Resistansi
(mm) (Ω/km)
0000 (4/0) 11.68 0.16
000 (3/0) 10.4 0.2
00 (2/0) 9.27 0.26
0 (1/0) 8.25 0.32
1 7.35 0.41
2 6.54 0.51
3 5.83 0.65
4 5.19 0.82
5 4.62 1.03
6 4.12 1.3
7 3.67 1.63
8 3.26 2.06
9 2.91 2.6
10 2.59 3.28
11 2.31 4.13
12 2.05 5.21
13 1.83 6.57
14 1.63 8.29
15 1.45 10.45
16 1.29 13.17
17 1.15 16.61
18 1.02 20.95
19 0.91 26.42
20 0.81 33.31
21 0.72 42
22 0.64 52.96
23 0.57 66.79
24 0.51 84.22
25 0.46 106.2
Sebagai contoh, tiga panel surya / solar cell dengan masing-masing arus 6 ampere dihubungkan sepanjang 30 feet (1 feet adalah 30 cm) dari charge controller. Berarti ada 18 Ampere arus melalui kabel. Tabel di bawah ini adalah tabel arus (baris kolom) dan tabel gauge kabel (baris atas) yang disarankan. Untuk melihat kabel yang sesuai, pilih sesuai dengan jarak (lebih besar lebih baik) dan nomor AWG kecil. 

#12 #10 #8 #6 #4 #3 #2 #1 #1/0 #2/0
4 22.7 36.3 57.8 91.6 146 184 232 292 369 465
6 15.2 24.2 38.6 61.1 97.4 122 155 195 246 310
8 11.4 18.2 28.9 45.8 73.1 91.8 116 146 184 233
10 9.1 14.5 23.1 36.7 58.4 73.5 92.8 117 148 186
12 7.6 12.1 19.3 30.6 48.7 61.2 77.3 97.4 123 155
14 6.5 10.4 16.5 26.2 41.7 52.5 66.3 83.5 105 133
16 5.7 9.1 14.5 22.9 36.5 45.9 58 73 92 116
18 5.1 8.1 12.9 20.4 32.5 40.8 51.6 64.9 81.9 103
20 4.6 7.3 11.6 18.3 29.2 36.7 46.4 58.4 73.8 93.1
25 3.6 5.8 9.3 14.7 23.4 29.4 37.1 46.8 59.1 74.5
30 3.1 4.8 7.7 12.2 19.5 24.5 30.9 38.9 49.2 62.1
35 2.6 4.2 6.6 10.5 16.7 20.9 26.5 33.4 42.2 53.2
40 2.3 3.6 5.8 9.2 14.6 18.4 23.2 29.2 36.9 46.5
Sesuai dengan tabel diatas, kita akan menggunakan kabel AWG 4, untuk mencapai pengurangan tegangan kurang dari 3%. Tabel diatas adalah untuk 12 Volt, untuk 24 Volt, bagi jarak dengan 2, untuk 48 Volt, bagi jarak dengan angka 4.
Untuk menghubungkan charge controller dengan baterai, gunakan gauge kabel yang sama, dengan alasan, arus antara charge controller ke baterai, dan arus panel surya / solar cell ke charge controller, hampir sama.
Untuk baterai ke inverter, gunakan kabel yang sebesar mungkin ataupun hampir sama dengan kabel yang digunakan oleh aki mobil. Usahakan jarak antara inverter dan baterai tidak lebih dari 1.8 m. Pertimbangannya adalah 10 Amps AC pada 240 Volts, sama dengan 200 Amps pada 12 Volt DC baterai. Kabel yang tidak sesuai menyebabkan panas dan bisa menyebabkan kebakaran.

 



How to interview with a small company vs. a large one

By Toni Bowers | April 26, 2011, 6:34 AM PDT

Though "selling yourself" is still the goal whether you're applying at a small company or a large company, sometimes what you need to emphasize about yourself is different.

Many times in a small company, for example, you may interview with the top dog (the company's founder). This is a person who has a really personal stake in the success of the company, as it represents a substantial investment - in time and money - for him or her.

In a case like that, that person wants to see the same type of enthusiasm and passion from you. Be ware that you may also have to talk to several other people in the company from different departments. In smaller companies separate departments work closely so "fitting in" will be a major consideration here.

In smaller companies, you may not be offered any kind of training. It's important to exhibit in the interview that you are able to work without direct supervision, and that you're flexible and are willing to perform any task.

When it's your turn to ask questions, try to steer things toward company goals. You might be able to get an idea of the company's viability and potential for growth from the responses you get.

Lastly, be prepared to negotiate salary. Since this is not a company that's been around forever and has established pay rates for certain positions, you have some wiggle room.

Large companies

Now, with a large company, your first meeting will more than likely be with someone from HR. This person will be armed with standard, generic questions that are used to hit on the high points of your experience and to see if you drop all the keywords they're looking for (e.g., network administration, project management, Windows 7, etc.) You may even be asked to take a test to measure your technical skills.

I know many of our readers are frustrated by the HR part of the interview but if you're prepared and knowledgeable of what the position requires, then you should do OK.


build, access and manage your IT infrastructure and web applications

Sunday, April 24, 2011

Odt2braile - aplikasi bantu dari OpenOffice ke Braille untuk Tuna Netra

odt2braille adalah ekstensi Braille ke OpenOffice.org Writer.
odt2braille akan memungkinkan penulis untuk mencetak dokumen ke
embosser Braille dan untuk mengekspor dokumen sebagai file Braille.
Output Braille diformat dengan baik dan sangat dapat dikustomisasi.

OpenOffice.org adalah bebas dan open source office suite terkemuka
demi kata, spreadsheet processing, presentasi, matematika grafis, dan
database. Dikombinasikan dengan odt2braille, OpenOffice.org menjadi
lingkungan Braille authoring lengkap.

Sebuah gambaran dari semua fitur dapat ditemukan di halaman
download.(http://odt2braille.sourceforge.net/downloads.html#release-notes)

odt2braille adalah bagian Aegis, sebuah proyek terpadu didanai oleh
Komisi Eropa Ketujuh Kerangka Program. AEGIS bertujuan embedding
dukungan aksesibilitas sumber terbuka berdasarkan ke dalam setiap
aspek ICT. AEGIS melakukan hal ini dengan menyediakan tertanam dan
built-in solusi aksesibilitas (untuk meningkatkan pengalaman pengguna
akhir), pengembang alat (untuk memfasilitasi pengembangan perangkat
lunak dapat diakses) serta alat penciptaan dokumen (untuk mendukung
penulis dokumen dalam menciptakan informasi yang dapat diakses).

--


odt2braille is a Braille extension to OpenOffice.org Writer.
odt2braille will enable authors to print documents to a Braille
embosser and to export documents as Braille files. The Braille output
is well-formatted and highly customizable.

OpenOffice.org is the leading free and open-source office suite for
word processing, spreadsheets, presentations, graphics, math and
databases. Combined with odt2braille, OpenOffice.org becomes a
complete Braille authoring environment.

An overview of all features can be found on the downloads page.

odt2braille is part of ÆGIS, an integrated project funded under the
European Commission's Seventh Framework Programme. ÆGIS aims at
embedding open source based accessibility support into every aspect of
ICT. ÆGIS does this by providing embedded and built-in accessibility
solutions (to improve end-user experience), developers tools (to
facilitate development of accessible software) as well as document
creation tools (to support document authors in creating accessible
information).