Translate

Sunday, October 23, 2022

ITxMakademi: PRTG untuk Data Center Monitoring - 25 Okt 22

PRTG banyak digunakan di lingkungan data center, mulai dari monitoring network, aplikasi, database, URL, dan juga environment data center.



Kita akan membahas secara khusus implementasi untuk environment data center / ruang server yang akan dilaksanakan pada :


Hari, Tanggal : Selasa, 25 Okt 2022, 

Jam : 14.00 – 15.00 WIB


Narasumber :

- Ahmad Saroni - PRTG Expert

Moderator :

- Fanky Christian

Registrasi segara diri anda di : https://bit.ly/PRTGDCM25Oct22


Ikuti webinarnya free dan dapatkan doorprize serta e-sertifikat.


#prtg #paessler #dcmm #webinar #eventcerdas #monitoring #datacenter #aptiknas

Keluarga yang tetap percaya pada pertolongan Tuhan

Ev. Jonathan
KU 1 - 23 Okt 2022
Yeremia 14:7-10, 19-22
Mazmur 84:1-7
2 Timotius 4:6-8, 16-18
Lukas 28:9-14

Film God bless the broken road. Istri yg kehilangan suami karena perang. Mulai perjalanan iman yang berat. Mundur dari pelayanan, istri hidup dalam kekecewaan dan kepahitan. Kecewa kepada Tuhan. Kalau Tuhan berkuasa dan peduli, mengapa saya harus mengalami?

Kita tidak kebal terhadap tantangan kehidupan. Levelnya bisa berbeda-beda, tapi bukankah semua tantangan kehidupan membuat anak-anak Tuhan mempertanyakan apakah Tuhan peduli, berkuasa.

Pergumulan merupakan perjalanan rohani, spiritual journey dalam menemukan Tuhan di dalamnya. Yeremia 14 , umat Israel mengalami kekeringan yang sangat panjang, kehadiran Allah sangat sukar dirasakan. Allah dirasakan begitu sangat jauh, pahlawan yang tidak sanggup untuk menang.

Bagaimana kita harus tetap percaya kepada Allah di tengah kesulitan yang dialami. Realitas kehidupan yang sangat sulit mempertanyakan kehadiran Allah. Perjalanan rohani yang begitu gelap. Yeremia mengungkapkan di tengah tengah gelapnya kehidupan mereka maka mereka menemukan Tuhan. Mereka menemukan bahwa diri mereka begitu berdosa. Hidup menjauhi Tuhan. Ini menjadi daya tarik Allah untuk menarik mereka kembali kepada Tuhan. Dalam penderitaan mereka menemukan Tuhan.
Penderitaan menjadi batu loncatan iman bagi umat Israel.

Mazmur 84 merupakan mazmur sukacita, mengajak umat memuji Allah. Juga menunjukkan bahwa peziarah-peziarah iman, mereka melewati perjalanan yang berat sebelum tiba ke kediaman Allah. Mereka bertahan karena mereka menantikan kehadiran dan sukacita di kediaman Allah.

Apakah hadirat Allah menjadi fokus dalam kehidupan kita, ataukah malah kita fokus kepada tantangan dan kesulitan yang kita hadapi.

Ziarah iman merupakan proses, yang hanya Tuhan yang tahu kapan menyatakan kehendakNya. Sama sperti Israel yang mengalami pengembaraan 40 tahun. Tuhan memproses mereka.

Christianity is not about how to escape from the difficulties of life, it is about how to face the difficulties of life.

Pergumulan adalah perjalanan rohani melihat pertolongan Tuhan semakin nyata.

2 Timotius 4, akhir hidup Paulus sudah semakin dekat, ia merefleksikan perjalanan rohani nya yang begitu dahsyat. Bagi Paulus hidupnya adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Berfokus pada kuasa dan pertolongan Tuhan bukan hal yang mustahil. 

I am glad to be able to trust my Lord when it costs me anything
(Horatio Spafford - author of It Is Well with my soul)

Tuhan pasti sanggup menolong anda dan saya.

Kembali ke film , sang istri mulai menata hidupnya, suatu ketika anaknya kabur dan hilang. Akhirnya anaknya ditemukan kembali. Dia juga menemukan bahwa suaminya meninggal sebagai pahlawan menyelamatkan nyawa temannya. Sang istri akhirnya kembali bisa berkata, terkadang rencana Tuhan berbeda dari yang kita harapkan, ketika jalan yang kita lalui rusak, dapat membuat kita takut, tapi ketika kita menyingkirkan ketakutan itu dan menaruh harapan kita kepada Tuhan, Dia akan menunjukkan jalan .

Selamat menikmati ziarah iman kita di tengah-tengah badai kehidupan, disitulah kita akan melihat pertolongan Tuhan semakin nyata.



















Monday, October 17, 2022

3D: DEVELOP your team and DELEGATE, to avoid the DISASTER

3D: DEVELOP your team and DELEGATE, to avoid the DISASTER
(Kembangkan team anda, dan delegasikan pekerjaan anda).
**
Fransisca adalah seorang Director di sebuah perusahaan FMCG. Dia sedang frustasi. Atasannya memberikan feedback yang sangat constructive tetapi juga pedas. Pekerjaan di teamnya banyak yang terbengkelai, dan business nya tidak berkembang sesuai target.
"Saya sudah berusaha semaximal mungkin Pak Pam. Saya kerja sampai malam, bahkan kerja pada hari Sabtu dan Minggu. Tetapi saya tidak beruntung mendapatkan team member yang competent, akibatnya banyak hal yang harus saya kerjakan sendiri"
"Mengapa tidak didelegasikan ke anakbuahnya?" tanya saya.
"Ngajarinnya lama dan masih juga salah-salah terus Pak…"
Malam itu dia menceritakan hal itu saat kami makan malam di /Grams di Senopati. Wagyu steak dan Tater Tots-nya memang enak sekali. Hujan rintik-rintik di luar menambah suasana yang menarik di keremangan Jakarta.
Sambil makan, kami pun membahas permasalahan yang sedang dihadapi oleh Fransisca.
**
Tandy adalah pemilik perusahaan beromzet ratusan milyar per tahun. Istrinya juga membantunya untuk mengelola keuangan di perusahaan itu.
Sudah dua puluh tahun Tandy mengelola bisnis ini (dan berkembang pesat). Tapi untuk itu Tandy harus bekerja keras, siang malam. Bekerja di kantor hampir setiap hari sampai larut malam . Dia belum pernah liburan selama bertahun-tahun tahun. Bahkan saat lebaran, dia pernah harus ikut tender karena perusahaannya punya clien di luar negeri.
Waktu datang ke rumah saya di Sentul hari Sabtu yang lalu, dia capek, dia stress. Seorang teman SMA-nya yang dokter spesialis syaraf bilang ke dia bahwa setelah dilakukan assessment ternyata Tandy sudah mendekati mental-breakdown, stress yang berat. 
"Mengapa mesti begitu?", tanya saya.
"Semua harus aku kerjakan sendiri, Pam…"
"Anak buahmu gak bisa?"
"Semua masih harus aku control. Dan kemudian customerku masih minta aku presentasi sendiri"

**
Fransisca dan Tandy bukanlah leader yang baik. Mereka merasa bekerja keras, pulang malam, bahkan  kadang kerja sabtu minggu. Mereka merasa bertanggung jawab, loyal dan penuh commitment. Tetapi sebenarnya mereka bukan leader yang baik.
Leader yang baik itu melakukan tiga hal: lead your business, lead your team and lead yourself. Berarti leader yang baik juga mengembangkan tiga hal: develop your business, develop your team and develop yourself.
Berarti mereka tidak menjalankan tugas yang penting , develop the team. Dan ini kesalahan fatal. Seandainya suatu saat, mereka tidak lagi di perusahaan itu (bisa saja sakit berkepanjangan, mengundurkan diri, atau harus pindah karena alasan tertentu), maka team itu akan berantakan seperti sebuah "castle of cards"
**
Terus bagaimana? Jawabannya adalah 2 D:  Develop and Delegate.
Banyak yang terjebak, dan hanya melakukan Delegate. Pantes aja yang terjadi adalah Disaster (another D, Jadi sekarang 3D, Develop and Delegate to avoid the Disaster). You have to make sure you develop your team before you delegate. (Ribuan jam untuk ngajari, coaching, dan membiarkan mereka learning on the job).
Satu lagi, develop your team, bukan berarti memproduksi another copy of you. You can' t do that. Tapi melatih mereka, agar melakukan pekerjaan yang anda lakukan dengan style mereka sendiri, tanpa meniru anda. Makanya gak boleh lagi membandingkan anda dengan mereka. 
**
Terus apa yang perlu dilakukan?
Coba ikuti beberapa Langkah di bawah ini.
Saya akan menyingkatnya menjadi DECIDE: 
Develop them, 
Expected Outcome, 
Clarify Resources and Responsibility,
Identify potential failure, 
Deliver Feedback dan 
Express your appreciation:
Let's start …
**
a) DEVELOP YOUR TEAMS
Mengembangkan tim anda adalah bagian penting dari pekerjaan anda, apakah anda seorang pemimpin tim baru atau manajer yang berpengalaman. Team anda membutuhkan pelatihan dan dukungan sepanjang karir mereka – baik sebagai individu maupun sebagai tim – untuk mengembangkan keterampilan mereka dan untuk terus bekerja secara efektif.
Mulailah dengan memahami kebutuhan perkembangan anggota tim anda . Tinjau dan perbarui deskripsi pekerjaan mereka , bicaralah dengan mereka, dan lihat mereka bekerja.
Seringkali, hanya mengajukan pertanyaan yang tepat dapat mengungkapkan kesenjangan pengetahuan dan keterampilan dalam tim Anda. Misalnya, apa bagian penting dari peran seseorang? Dan apa masalah performance tim Anda yang paling mendesak?
Memang mengembangkan, mendidik dan melatih team anda perlu kesabaran. Tetapi percayalah tanpa itu, hidup anda akan menjadi mimpi buruk seperti Fransica dan Tandy dalam cerita di atas.
**
b) EXPECTED OUTCOME
Hanya membuang pekerjaan anda ke orang lain itu bukan mendelegasikan. Project yang anda serahkan harus datang dengan konteks yang tepat dan mempunyai hubungan yang jelas dengan objective dan strategi organisasi. 
Sebelum ada yang mulai mengerjakan proyek, mereka harus tahu apa yang harus mereka selesaikan dan kapan, termasuk metrik yang akan anda gunakan untuk mengukur keberhasilan pekerjaan mereka.
**
c) CLARIFY THE RESOURCES AND AUTHORITY
Orang yang anda delegasikan bekerja membutuhkan pelatihan, sumber daya, atau wewenang khusus untuk menyelesaikan proyek yang ditugaskan, itu adalah peran Anda sebagai atasan untuk menyediakan ketiganya. Menyiapkan seseorang untuk tugas yang mustahil akan membuat kedua belah pihak frustrasi; kolega Anda tidak akan dapat mencapai hasil yang diinginkan, dan kemudian Anda mungkin harus memasukkan kembali pekerjaan itu ke dalam daftar tugas Anda.
Berarti hal-hal ini harus sudah jelas sejak di awal: resources yang mereka butuhkan dan authority yang mereka punyai.
**
d) IDENTIFY THE POSSIBLE FAILURES
Tetap manage resiko yang terjadi bila kegagalan terjadi. Namanya juga masih belajar, pasti ada kesalahan yang mungkin terjadi. Jangan dimarahi, selama mereka sudah melakukan yang terbaik. Kalau dimarahi mereka tidak akan berani mencoba lagi. Tetapi coba identify resiko yang mungkin terjadi, dan lakukan scenario planning, seandainya terjadi apa yang bisa dilakukan untuk me-minimize resiko tersebut.
** 
e) DELIVER THE FEEDBACKS
Yang seringkali tidak dilakukan adalah menyampaikan feedback yang membangun. Sampaikan apa yang sudah dilakuklan dengan baik, dan juga apa yang perlu diperbaiki. Jangan hanya marah marah karena mereka salah, tetapi tetap hargai usahanya, dan sampaikan bila ada yang masih perlu diperbaiki atau ditingkatkan lagi.
**
f) EXPRESS YOUR APPRECIATION
Terakhir, dan penting, jangan lupa untuk mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan. Mereka telah berusaha, mereka telah (atau akan) meringankan beban anda. Sampaikan terima Kasih, puji di depan yang lain, tulis email, traktir mereka, belikan makanan, belikan buku, kalau ada kesempatan naikkan gaji atau bahkan promosikan mereka. Apresiasi anda akan sangat berarti bagi mereka.
**
Fransisca, Tandy, atau para manager lainnya yang membaca artikel ini, it is time to DECIDE (to delegate).
Saya menyingkatnya menjadi DECIDE: Develop them, Expected Outcome, Clarify Resources and Responsibility, Identify potential failure, Deliver Feedback dan Express your appreciation:
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

Saturday, October 15, 2022

Digital Transformation Captain: Grow Your Mindset


Hampir dua tahun bergelut dengan pandemi, saya melihat isu transformasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. 

Hampir dua tahun saya dan tim banyak bergerak dalam bentuk webinar. Sebelumnya kami banyak bergerak dalam bentuk seminar, bekerjasama dengan banyak pihak, terutamanya Yorindo. Seminar diadakan minimal satu bulan sekali. Tapi begitu pandemi, kami buat webinar, mulai dari 4 x sebulan, atau tiap minggu 1 kali, hingga ada yang membuat webinar setiap hari. Luar biasa. 

Sekarang kami suarakan terus Digital Transformation Captain, sebuah jabatan yang diemban banyak orang untuk bisa menjadi leader, pemimpin kecil perubahan dalam transformasi digital di tempat mereka masing-masing. 

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah transformasi digital. Mulailah dengan pola pikir kita. Saat saya mengajak banyak orang untuk tetap setia dalam berbagai kegiatan kami di EventCerdas, itu karena saya ingin semakin banyak orang yang berubah pola pikirnya. Mereka akan mulai mengetahui hal-hal kecil, dan membagikannya ke orang terdekat mereka, di tempat kerja mereka, di instansi mereka, bahkan di rumah mereka. 

Itu seperti halnya gambar pohon yang mendadak muncul di foto saya pagi ini. Ini akan membuat kita memiliki banyak cabang, dan inilah cabang yang menunjukan keingintahuan. 

Di ujungnya banyak ranting-ranting, dan semua banyak bercabang-cabang. Itulah yang menjadi sangat penting dalam kehidupan kita, menjadi manusia pembelajar. 

Itulah sebabnya kita harus memulai dengan pola pikir kita. Itulah cara pertama membuka pikiran kita dalam bertransformasi, dalam berubah. 

Saya nantikan terus partisipasi anda dalam berbagai kegiatan kami, baik secara online, ataupun onsite. Dan semua untuk membantu. Saya akan tetap belajar, dan melibatkan anda ikut belajar.


Sunday, October 02, 2022

Jangan Iri

Mazmur 37:1-9 (TB)  Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 
sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 
Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.