Translate

Showing posts with label talenta. Show all posts
Showing posts with label talenta. Show all posts

Monday, November 20, 2023

Matirus 25 : WAKTU yang sama, apa HASIL yang anda berikan?

Saya kembali dikuatkan dengan pembahasan Matius 25: 14-30, yang melandari pendirian PT Lima Dua Satu Teknologi Indonesia. 

 Tidak hanya faktor TALENTA, tapi diingatkan juga faktor WAKTU. 

Lima Talenta menjadi Sepuluh

Dua Talent menjadi Empat

semua dalam time frame WAKTU yang sama. Artinya ada yang bisa menghasilkan hingga dua kali lipat dalam waktu yang sama. Ada yang jadi 10, ada yang jadi 4. Yang banyak talenta (skill) menjadi lebih banyak hasilnya. Tapi tetap ada yang tidak mau mengembangkan diri dan membiarkan waktu berlalu (satu talenta).





Monday, January 23, 2023

Manajemen Talenta (Pengertian, Tujuan, Model dan Tahapan Proses)

 Manajemen talenta adalah serangkaian proses sumber daya manusia terpadu dalam mengidentifikasi, mengelola dan mengembangkan kemampuan seseorang berdasarkan kinerja yang dimiliki dengan tujuan mendapatkan karyawan yang tetap sesuai dengan pekerjaan yang diharapkan oleh perusahaan. Manajemen talenta pada dasarnya adalah gabungan inisiatif yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan keunggulan bisnis dengan mengoptimalisasikan karyawan bertalenta. Kuncinya pada proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan bertalenta untuk dapat terus menciptakan keunggulan bisnis bagi perusahaan.


Manajemen Talenta (Pengertian, Tujuan, Model dan Tahapan Proses)

Menurut Michael dkk (2001), talenta adalah kemampuan seseorang yang meliputi kelebihan fundamental, keterampilan, pengetahuan, pengalaman, kecerdasan, pengambilan keputusan, sikap, karakter, dorongan, serta kemampuan untuk belajar dan berkembang. Sedangkan menurut Cheese dkk (2008), talenta adalah sejumlah pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku yang dimiliki dan dibawa oleh seseorang ke tempatnya bekerja.
Manajemen talenta adalah proses analisis, pengembangan dan pemanfaatan talenta yang berkelanjutan dan efektif untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Talenta yang dimiliki oleh seorang karyawan melibatkan semua jenis elemen, mulai dari kualifikasi pendidikan dan keterampilan, pengalaman sebelumnya, kekuatan diketahui dan pelatihan tambahan yang telah dilakukan, sampai kepada kemampuan, potensi dan motif, kualitas dan kepribadian.

Manajemen talenta adalah rencana strategis untuk mengelola aliran talenta dalam suatu perusahaan yang bertujuan untuk memastikan tersedianya pasokan talenta untuk menyelaraskan pegawai-pegawai yang tepat dengan pekerjaan yang sesuai pada waktu yang tepat berdasarkan tujuan perusahaan dan prioritas kegiatan atau bisnis perusahaan.

Berikut definisi dan pengertian manajemen talenta dari beberapa sumber buku:
  • Menurut Pella dan Inayati (2011), manajemen talenta adalah serangkaian proses SDM organisasi terpadu yang dirancang untuk mengembangkan, memotivasi dan mempertahankan produktif, terhadap karyawan yang terlibat. 
  • Menurut Canon dan Mcgee (2007), manajemen talenta adalah proses dimana organisasi mengidentifikasi, mengelola dan mengembangkan orang-orangnya sekarang dan untuk masa depan. 
  • Menurut Sweem (2009), manajemen talenta merupakan suatu istilah untuk mengelola talenta berdasarkan kinerja dan sebagai sesuatu yang dapat dibedakan yang muncul baik dari persepsi humanistik dan demografis.
  • Menurut Davis (2009), manajemen talenta adalah pendekatan korporat yang terencana dan terstruktur untuk merekrut, mempertahankan dan mengembangkan orang-orang bertalenta dalam organisasi.

Tujuan dan Manfaat Manajemen Talenta 

Manajemen talenta adalah upaya untuk memahami bagaimana talenta seseorang sesuai dan selaras dengan keseluruhan upaya serta fungsi SDM untuk meningkatkan kinerja perusahaan ataupun organisasi. Menurut Smilansky (2008), tujuan manajemen talenta adalah sebagai berikut:
  1. Mengembangkan tim unggulan yang terbaik dalam kondisi bisnis yang penuh persaingan. 
  2. Memperoleh calon pengganti untuk posisi kunci eksekutif. 
  3. Memungkinkan adanya saling pengisian antar eksekutif dari berbagai latar belakang fungsional, geografis, dan bisnis, sehingga dapat mengembangkan inovasi dan memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya internal yang ada dalam perusahaan. 
  4. Mengembangkan peluang-peluang karir yang diperlukan, yang dapat mempertahankan dan menarik eksekutif terbaik. 
  5. Membangun budaya yang mampu mendorong eksekutif terbaik menunjukkan kinerjanya di puncak potensinya. 
  6. Memastikan adanya peluang-peluang bagi karyawan yang paling bertalenta untuk dapat meningkat dengan cepat dari tingkat bawah perusahaan menuju tingkat atas. 
  7. Mempromosikan adanya keragaman eksekutif (berdasarkan jenis kelamin, latar belakang etnis, dan usia) dalam posisi kunci, yang mencerminkan karakteristik pelanggan dan kelompok talenta yang luas. 
  8. Menyusun proses asesmen karyawan berpotensi yang hasilnya melebihi perspektif manajer karyawan tersebut. 
  9. Membangun rasa memiliki perlunya karyawan bertalenta baik, membuka peluang yang tidak terbatas bagi karyawan yang istimewa, dan mengembangkan karyawan untuk kepentingan perusahaan.
Menurut Pella dan Inayati (2011), manfaat manajemen talenta adalah sebagai berikut:
  1. Tersedianya terus-menerus karyawan yang mencapai potensi terbaik mereka masing-masing. 
  2. Membantu perusahaan untuk menjawab tantangan bisnis. 
  3. Dapat memasuki wilayah pasar baru dan bisa bersaing dengan kompetitor.
  4. Mampu mengembangkan reputasi publik untuk menjadi tempat kerja yang bagus. 
  5. Memupuk loyalitas para karyawan yang telah bekerja di perusahaan.

Model Manajemen Talenta 

Faktor kunci dari manajemen talenta adalah pengembangan. Namun demikian pengembangan tidak dapat berdiri sendiri tanpa didukung oleh hal lain seperti sistem penilaian kinerja yang baik atau suksesi yang baik. Sebaik-baiknya proses pengembangan talenta karyawan tidak akan berhasil maksimal dalam menciptakan pimpinan perusahaan apabila bahan baku dalam proses rekrutmennya tidak dapat menyaring karyawan bertalenta. Kesemuanya ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan karyawan ini terintegrasi secara utuh dengan proses manajemen talenta yang lainnya. Terdapat beberapa model yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan manajemen talenta, antara lain yaitu sebagai berikut (Yahya, 2009):

a. BCG Consulting Model 

Model Karyawan Bertalenta Boston Consulting Group
BCG Consulting mengemukakan bahwa ada lima elemen penting yang saling terintegrasi dalam people management yang perlu diperhatikan dalam pengaturan talent. Dimulai dari perencanaan karyawan, sampai usaha membuat karyawan tetap berkomitmen menjadi bagian dari perusahaan.

b. The Talent Powered Organization Model 

Model Karyawan Bertalenta Accenture
Model yang dibawakan Accenture menggambarkan keterkaitan konsep manajemen talenta dengan lingkungan kerja sekelilingnya. Bisnis strategi yang dituangkan dalam strategi talent akan menjadi input dalam perputaran siklus karyawan bertalenta (define-discover-develop-deploy) dan menghasilkan keluaran kinerja karyawan, yang berujung pada hasil bisnis.

c. General Electric Model 

Model Karyawan Bertalenta di General Electric
General Electric, sebuah perusahaan terkemuka dunia juga memiliki model tersendiri dalam manajemen talentanya. Dimulai dari usaha untuk menarik karyawan bertalenta, mengembangkan sesuai kebutuhan organisasi dan aspirasi karyawan, pengaturan karyawan sehingga tercipta kinerja prestatif, sampai mempertahankan mereka untuk tetap tinggal di dalam perusahaan dan tidak dibajak perusahaan lain.

Tahapan Proses Manajemen Talenta 

Manajemen talenta adalah suatu pendekatan korporasi yang terencana dan terstruktur untuk merekrut, mempertahankan dan mengembangkan orang-orang bertalenta yang secara konsisten memberikan kinerja unggul. Proses yang dilakukan dalam manajemen talenta dimulai dari merekrut orang-orang yang bertalenta, mempertahankan orang-orang tersebut agar tidak berpindah ke perusahaan lain serta mengembangkan kemampuan mereka sehingga dapat meningkatkan kinerja yang dimilikinya.

Menurut Cappelli (2008), tahapan dari proses manajemen talenta adalah sebagai berikut:
  1. Menetapkan kriteria talenta (talenta criteria). Langkah ini memperjelas posisi-posisi kunci, posisi-posisi paling penting, posisi-posisi yang memiliki risiko tertinggi atau posisi-posisi yang terkait dengan proyek sebagai sasaran dari program pengembangan dalam program talenta management. Selanjutnya dilakukan serangkaian aktivitas untuk menetapkan kriteria calon pemimpin berkualitas di perusahaan pada setiap level dan posisi, yang di dalamnya berisikan kualitas karakter pribadi, pengetahuan bisnis dan fungsional, pengalaman karir, kinerja dan assignment potensi. 
  2. Menyeleksi group pusat pengembangan talentaa (talenta pool selection). Pada tahap ini dilakukan segala macam usaha untuk mengoleksi kandidat-kandidat dari berbagai posisi, jabatan dan level pegawai di perusahaan untuk menjadi peserta program talenta management. Pada tahap ini dilakukan seleksi talenta (talenta selection). Proses ini terdiri dari dua unsur, yaitu mengidentifikasi talenta dan menarik talenta untuk masuk dalam grup pusat pengembangan talenta.
  3. Membuat program percepatan pengembangan talenta (acceleration development program). Dalam tahap ini, dilakukan segala macam usaha untuk merancang, merencanakan dan mengeksekusi program-program pengembangan yang dipercepat yang diberikan kepada setiap anggota dari program talenta management. 
  4. Menugaskan posisi kunci (key position assignment). Pada tahap ini dilakukan penugasan dan penempatan atas setiap anggota dari program talenta management yang lulus evaluasi kelayakan kepemimpinan untuk menduduki jabatan-jabatan yang telah diidentifikasi sebelumnya. 
  5. Mengevaluasi kemajuan program (monitoring program). Pada tahap ini dilakukan segala aktivitas untuk memonitor, memeriksa dan mengevaluasi kemajuan setiap aktivitas. Mengevaluasi pengembangan serta hasil-hasil kemajuan yang dibuat peserta program talenta manajemen dalam setiap penugasan yang diberikan kepadanya sebagai dasar membuat keputusan-keputusan suksesi dan promo.

Daftar Pustaka

  • Michaels, dkk. 2001. The War for Talent. Boston: Harvard Business School Press.
  • Cheese P., dkk. 2008. The Talent Powered Organization: Strategies for Globalization, Talent Management and High Performance. London and Philadelphia: Kogan Page.
  • Pella, D.A., dan Inayati, Afifah. 2011. Talent management. Jakarta: Gramedia pustaka.
  • Canon, J.A., dan Mcgee, Rita. 2007. Talent Management and Succesion Planning. London: The Chartered Institute of Personel and Development.
  • Davis, Tony, dkk. 2009. Talent Assessment Mengukur, Menilai dan Menyeleksi Orang-Orang Terbaik dalam Perusahaan. Jakarta: PPM Manajemen.
  • Yahya, H.S. 2009. Tinjauan Terhadap Sistem dan Praktek Implementasi Pengembangan Eksekutif Bertalenta - Studi Kasus pada Jenjang Direktur PT X. Jakarta: Digilib UI.
  • Smilansky, J. 2008. Developing Executive Talent: Metode Efektif Untuk Mengidentifikasi dan Mengembangkan Pemimpin dalam Perusahaan. Jakarta: PPM Manajemen.
  • Cappelli, Peter. 2008. Talent Management for the 21st Century. Boston: Harvard Business Review.

sumber: https://www.kajianpustaka.com/2020/02/manajemen-talenta.html

Menemukan dan Memaksimalkan Talenta Unik yang Allah Berikan kepada Saya

 "Bertalenta" mungkin memiliki arti yang sangat berbeda dari yang Anda pikirkan. Sebagai contoh, itu bisa berarti bahwa Anda memiliki banyak pencobaan!

Perumpamaan tentang talenta: Pencobaan adalah talenta juga

Dalam perumpamaan tentang talenta (Matius 25:14-30), Yesus bercerita tentang seorang tuan yang memberi setiap hambanya sejumlah talenta (sejumlah uang) yang berbeda untuk dijaga. Tujuannya adalah agar mereka mendapat untung bagi sang tuan melalui apa yang telah dipercayakan kepada mereka.

Talenta dalam perumpamaan tersebut umumnya mengibaratkan kemampuan dan faktor-faktor yang menjadi kekuatan/kelebihan kita, seperti ketika kita mengatakan bahwa seseorang sangat berbakat. Akan tetapi, talenta juga mewakili keadaan yang telah Allah berikan dalam hidup saya, berbagai peluang untuk saya dapat melaksanakan kehendak Allah.

Pohon Natal

Sekarang, saya harus melihat diri dan hidup saya melalui pandangan Allah: Mengapa Dia memberi saya tubuh ini? Kepribadian ini? Kemampuan ini? Keluarga ini? Keadaan ini? Dapatkah saya melihat bahwa mereka adalah talenta yang telah dipercayakan kepada saya? Cobaan dan kesulitan, atau saat-saat baik dan kemakmuran, semuanya adalah peluang yang Allah percayakan kepada saya secara pribadi! Bahkan, di mata Allah, adanya banyak tantangan berarti bahwa saya diberi banyak talenta; adanya banyak cobaan berarti bahwa saya sangat bertalenta! Ditambah lagi, sayalah satu-satunya yang dapat melakukan tugas-tugas ini karena keadaan saya sepenuhnya unik sesuai dengan tujuan Allah.

Allah memercayai saya untuk menggunakan berbagai kemungkinan ini guna mencapai perkembangan dan pertumbuhan serta meraih kepuasan abadi, dan Dia telah memberi saya alat untuk melakukannya. Jika saya bersedia, Allah memberi saya firman-Nya untuk mengajar saya tentang apa yang harus saya lakukan, dan Roh Kudus memberi saya kekuatan untuk melaksanakannya. Yesus telah terlebih dahulu menjadi pelopor untuk menunjukkan jalan kepada saya. Dalam setiap situasi, dengan setiap talenta yang telah diberikan kepada saya, nama Allah dapat dimuliakan (seperti yang Yesus lakukan dalam Yohanes 12:27-28), kehendak Allah dapat dilakukan (seperti yang Yesus lakukan dalam Lukas 22:42), dan saya dapat memperoleh "bobot kemuliaan yang kekal" (2 Korintus 4:17-18).

Mempertanggungjawabkan talenta yang telah saya terima

Dalam perumpamaan tadi, para hamba harus mempertanggungjawabkan talenta yang dipercayakan kepada mereka. Dua dari mereka mengelolanya dengan bijak sehingga mereka mendapat untung. Ini dapat dibandingkan dengan menggunakan keadaan saya untuk mendapatkan kekayaan abadi. Investasi Allah pada saya adalah bahwa Dia telah memberi saya tubuh dan berbagai kondisi untuk saya dapat melakukan kehendak-Nya. Keuntungan yang Dia harapkan sebagai imbalan adalah agar dosa dihapuskan sepotong demi sepotong dalam hidup saya, dan agar semuanya itu digantikan dengan ciptaan baru: kebajikan, buah Roh (Galatia 5:22), kehidupan kekal (Yohanes 12:25; Roma 2:6-7), dan terutama, melalui semua hal ini, Allah dimuliakan oleh tubuh dan situasi saya.

Sang tuan memuji dua hamba yang pertama dengan berkata, "Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu."

Namun, hamba ketiga, yang menerima satu talenta, menyembunyikannya di dalam tanah dan tidak menunjukkan hasil atas apa yang telah dipercayakan kepadanya. Sang tuan sangat tidak senang terhadapnya, memanggilnya jahat dan malas, dan berkata, "... Ambillah 1 talenta itu darinya dan berikan kepada dia, yang memiliki 10 talenta itu. Sebab, setiap orang yang memiliki akan diberi lagi, dan ia akan berkelimpahan. Akan tetapi, dari orang yang tidak memiliki, bahkan apa yang ia miliki akan diambil. Lemparkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling pekat. Di tempat itu akan ada tangisan dan kertak gigi."

Itu bisa tampak kasar dan tidak adil. Lagi pula, dia diberi talenta dengan jumlah paling sedikit dari ketiga hamba itu, dan tetap mengembalikan apa yang telah dia terima, bukan? Akan tetapi, intinya adalah bahwa dia tidak menggunakan talenta yang telah diberikan kepadanya; dia malas dan tidak mau melakukan pekerjaan apa pun. Bukan saja dia tidak mendapat untung, tetapi talentanya itu mungkin rusak dan busuk karena dikubur di dalam tanah. Penilaian sang tuan sungguh benar dan adil.

Menggunakan atau Mengubur Talenta yang Telah Diberikan kepada Saya

Talenta juga mewakili keadaan yang telah Allah berikan dalam hidup saya, berbagai peluang untuk saya dapat melaksanakan kehendak Allah.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Talenta seseorang bisa bervariasi. Katakanlah, saya sangat pandai dalam sesuatu. Apakah saya menggunakan kemampuan itu untuk memberkati orang lain, untuk melakukan yang baik, untuk membantu dan memimpin dalam hal yang baik? Atau apakah saya "mengubur" talenta itu dengan menggunakannya untuk diri saya sendiri, untuk keuntungan saya sendiri? Katakanlah, saya sedang mengalami cobaan, seperti penyakit, kesulitan keuangan, atau disalahpahami dan diganggu. Apakah saya menggunakan talenta saya untuk mengatasi gerutuan, keraguan, keputusasaan, dll. yang hampir selalu muncul dari dosa di dalam daging saya? Dosa adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah dan hukum-hukum-Nya. Berbuat dosa berarti melanggar atau tidak mematuhi hukum-hukum ini. Nafsu berdosa berdiam dalam sifat manusia. Dengan kata lain, itu terkontaminasi dan dimotivasi oleh orang berdosa ...? Apakah saya dapat mengenali suatu peluang sebagai suatu talenta yang unik, yang dapat saya "kelola" untuk mendapatkan buah Roh, seperti rasa terima kasih, iman, sukacita, dll., ataukah saya "menguburnya" dengan menyerah pada dosa dan tidak mendapatkan sesuatu yang bernilai kekal dalam pencobaan tersebut?

Pelajaran Hidup dari Perumpamaan tentang Talenta

Saya berada dalam posisi yang sama dengan hamba yang tidak menguntungkan itu jika saya tidak menghasilkan apa pun dari situasi yang Allah berikan kepada saya, tidak peduli apa pun situasinya. Bahkan, "tidak melakukan apa-apa" sama dengan membiarkan kecenderungan alami saya untuk berdosa memburuk dan bertumbuh sehingga akhirnya menjadi lebih buruk daripada awalnya.

Akan tetapi, sekarang saya dapat melakukan sesuatu dengan kesempatan dan anugerah yang Allah berikan kepada saya. Hasil dari keadaan saya, entah besar atau kecil, panjang atau pendek, berat atau ringan, harus selalu berupa diciptakannya sesuatu yang bernilai abadi: di mana ada ketidaksabaran, sekarang ada kesabaran; di mana ada rasa tidak berterima kasih, sekarang ada rasa syukur; di mana saya kesulitan memperhatikan yang lain, sekarang ada kasih; di mana saya lemah, saya menjadi kuat.

Saat itulah saya akan mendengar kata-kata indah dari mulut Tuan saya, yang telah saya layani sepanjang hidup saya: "Bagus sekali, hamba yang baik dan setia. Kamu setia dengan hal-hal kecil, aku akan mengangkat engkau atas banyak hal, masuklah ke dalam sukacita tuanmu."

Anda dapat membaca seluruh perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25:14-30. (t/N. Risanti)

Unduh Audio

Diterjemahkan dari:
Nama situs:Active Christianity.org
Alamat situs:https://activechristianity.org/the-parable-of-the-talents-maximizing-my-opportunities-matthew-25
Judul artikel:Discovering and maximizing the unique talents God has given me
Penulis artikel:Milenko van der Staal
Tanggal akses:4 Juni 2020
sumber: https://remaja.sabda.org/menemukan_dan_memaksimalkan_talenta_unik_yang_allah_berikan_kepada_saya