Translate

Sunday, September 13, 2020

Hamba taat dan setia

Titus 2:9-10 (TB)  Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, 
jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.


Dalam ayat di atas, ada beberapa karakter hamba yang harus kita hayati, jalani dan lakukan, diantaranya:

Taat.
Taat artinya ikut semua perkataan tuannya. Dalam konteks kita, sebagai pengikut Kristus, Yesus Kristus adalah tuan kita.

Di tempat kerja, kita juga punya tuan kita, atasan Kita, manager kita, management kantor dan perusahaan. Itulah sebabnya kita harus ikut perintah dan berkenan kepadanya. Meskipun kadang perintah atasan kita anggap tidak masuk di akal, atau keterlaluan. Tetap kita harus bersikap taat. Tentu pengertian berkenan disini bukan artinya semuanya untuk menyenangkan dia, sebagai orang, tapi untuk kepentingan bersama, kepentingan perusahaan.

Jangan curang.
Jelas sekali ini menjadi hal penting tersendiri. Mengikuti Tuhan, sang pemilik Hidup kita, artinya kita taat dan tidak mengambil keuntungan sendiri. Curang ini menguasai hidup kita, dan dimulai dengan rasa iri, rasa tidak puas, rasa ingin menang sendiri, ingin berkuasa.

Tulus dan setia.
Dalam perjalanan hidup kita, kita akan menemukan orang-orang yang tulus membantu kita. Orang yang setia ada di samping kita walaupun orang lain meninggalkan kita. Inilah orang setia, mereka tulus , tidak ada agenda, tujuan dan kehendak pribadi. Demikian juga mengikuti Tuhan, apakah kita tulus, karena kita tahu hidup kita sesungguhnya adalah milik Tuhan. Setia karena kita tahu, Allah yang setia lebih dahulu mengasihi kita.