Translate

Sunday, January 25, 2026

Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026)

Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026):


1. Perlambatan hiring global bukan karena AI

Dokumen ini menegaskan bahwa melambatnya rekrutmen global lebih disebabkan faktor makroekonomi (suku bunga, ketidakpastian ekonomi), bukan karena AI menggantikan pekerjaan. AI justru menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan baru dibanding yang digantikan, terutama di bidang teknologi dan infrastruktur digital .

Implikasi Indonesia:
Pasar kerja Indonesia tidak perlu takut "AI menghilangkan pekerjaan", tapi perlu fokus menyiapkan talenta baru.


2. AI menciptakan jenis pekerjaan baru (bukan job lama)
Sejak 2023–2025, AI menciptakan +1,3 juta pekerjaan baru global, seperti:

  • Data Annotator
  • AI Engineer
  • Forward-Deployed Engineer / AI Integrator
  • Data Center Technician & Engineer

AI infrastructure (terutama data center & cloud) menciptakan >600 ribu pekerjaan baru secara global .

Implikasi Indonesia:
Sangat relevan dengan:

  • Data center Indonesia (Batam, Jakarta, Jawa Barat)
  • Industri IT, cloud, cybersecurity, OT/industrial IT
  • Program vokasi & sertifikasi non-S1

3. Skill-based economy menggantikan degree-based economy
Dokumen menekankan:

  • Banyak pekerjaan baru tidak membutuhkan gelar S1
  • Fokus bergeser ke AI literacy + human skills (adaptability, problem solving, komunikasi)
  • Internal mobility & reskilling jauh lebih efektif daripada rekrutmen baru

Implikasi Indonesia:
Cocok dengan:

  • SMK, politeknik, bootcamp, komunitas IT
  • Sertifikasi berbasis skill (bukan ijazah)
  • Upskilling internal di BUMN, manufaktur, enterprise

4. Data center & AI infra = peluang besar untuk emerging market
Hiring tumbuh kuat di negara berkembang (India, UAE). AI engineering talent 8x lebih mobile lintas negara, artinya:

  • Negara yang siap skill & ekosistem akan menang
  • Indonesia punya peluang jadi talent supplier & AI infra hub, bukan hanya user


5. Entry-level job belum "dibunuh" AI
Dokumen secara eksplisit menyebut:

  • Entry-level hiring tidak terdampak AI secara signifikan
  • Penurunan hiring bersifat siklus ekonomi, bukan disrupsi AI

Implikasi Indonesia:
Narasi "AI bikin fresh graduate susah kerja" tidak sepenuhnya benar. Masalah utamanya adalah mismatch skill, bukan AI.


Kesimpulan untuk Market Indonesia

📌 AI bukan ancaman tenaga kerja Indonesia, tapi peluang besar
📌 Tantangan utama Indonesia adalah:

  • Kesiapan skill (AI literacy + practical skill)
  • Integrasi AI ke proses bisnis (AI integrator, bukan hanya developer)
  • Ekosistem data center, cloud, dan OT–IT convergence

📌 Negara/organisasi yang cepat reskill, bukan sekadar rekrut, akan unggul.


Akses dokumen: https://drive.google.com/file/d/1q5EMMjVTK5zPCghX0qJk6Bk1yKyrcilq/view?usp=drivesdk

Fanky Christian

Sekjen APTIKNAS (Asosiasi TIK Nasional) 2022-2027
Founder DCM Group  www.dayaciptamandiri.com
Check our next events at www.eventcerdas.com
Community Marketing Services www.521talenta.com
Join B2B Community  www.indobitubi.com