Translate

Tuesday, August 11, 2015

Paling Hebat

Yang dikenang manusia tidak selalu yang paling hebat. Yang dicatat sejarah, tidak selalu yang paling berjasa. Manusia mengenang yang cocok dengan keinginan hatinya. Sejarah mencatat yang berpadanan dengan sudut pandang penulisnya atau penguasa yang memesan penulisan sejarah. Maka jangan berkarya demi dikenang. Jangan berjuang demi dicatat sejarah. Berkaryalah karena engkau memang punya potensi untuk diekspresikan. Berjuanglah karena nuranimu menuntun ke sana. Seperti catatan sang Pengkhotbah: "…ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya; di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu. Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang."" (Pkh. 9:14-16).
salam dari Lembang Asri,
Arliyanus

Mau kaya, jadilah Cloud Service App Developer sekarang..



Cloud Services App Developers Go Pro, 28% Are Making More Than $10K A Month

These and many other insights are from the latestVision Mobile global study of 13,000 developers across 149 nations, Developer Economics: State of the Developer Nation Q3 2015available here (free, opt-in required). Please see page 42 of the study for an explanation of the methodology.
89% of developers surveyed are working on software projects across multiple areas, often filling their spare time creating apps in their areas of personal interest. Of the developers interested in revenues and building businesses around their apps, Cloud Services is proving to be the most lucrative by a wide margin.
Key take-aways from the report include the following:
  • Cloud Services app development is the most lucrative field to build apps in today, 34% of app developers are making over $5K a month.  In contrast, just 29% of desktop, 28% of mobile app and 21% of IoT developers are generating over $5K in revenues per month.  Just 24% of desktop, 21% mobile apps and 16% for IoT app developers are generating over $10K a month in revenues.
developer revenues mobile dollars
  • Just 16% of developers are using Amazon Web Services as their primary host, with 44% building Cloud Services apps on their own private cloud platforms. Cloud Services app developers most often create new apps in Java (24%), PHP (21%) and JavaScript (13%) on AWS, further supporting this platforms’ reputation for being language-agnostic. 54% of app developers using the Microsoft MSFT +1.19% Azure platform are choosing C#, which is understandable as Microsoft developed this language and continues to support its global development community.
Cloud platforms
  • 71% of all mobile developers are targeting Google Android, with 28% only using Android from the top 3 platforms (Android, iOS and Windows Phone).37% of all mobile developers target both iOS and Android, with iOS taking priority by a significant margin due to the greater revenue potential. The following graphic illustrates the percentage of all mobile developers using each combination of the top 3 platforms.
mobile platforms
  • 50% of IoT developers now build software-only solutions. Smart Home (19%),Retail (18%), Industrial IoT (14%) and Wearables (14%) are the most popular vertical markets where software-only IoT apps are being developed.  IoT developers building hardware or firmware-based apps are concentrating on the Smart Home (23%) vertical market.
IoT Development
  • 50% of mobile app developers building a business by targeting Apple iOS are making over $10K a month. 37% of all mobile app developers building e-commerce apps are making over $10K a month, with 19% making over $100K a month.  The study also found that e-commerce apps that concentrate on selling tangible products and services are more lucrative than those relying on advertising revenue. With only 10% of mobile app developers building e-commerce apps and 37% of them generating $10K a month or more in revenue, building apps that sell tangible products and services has strong future revenue potential.
ecommerce mobile
Please click on the “following” button to get every new blog post as soon as its goes live.

Sunday, August 09, 2015

Kulit Biji Kopi sebagai Antioksidan, dijadikan TEH

Dalam sebuah wisata kuliner saya, saya menemukan teh kulit kopi ini, dan kemudian kami membeli dan mencobanya di rumah..


Kulit Biji Kopi Sebagai Antioksidan »

Kopi merupakan salah satu komoditi makanan yang sangat penting didunia dan menempati urutan kedua setelah crude oil.  Tanaman ini biasanya dapat tumbuh di daerah tropikal dan subtropikal. Ada sekitar 60 negara sebagai penghasil kopi di dunia dan Indonesia menempati urutan keempat sebagai penghasil kopi terbanyak di dunia dengan produksi pertahunnya mencapai 686.763 ton (tahun 2007) . Di Indonesia terdapat dua jenis kopi yang terkenal yaitu jenis arabika (coffee arabica) dan Robusta (Coffee canephora). Perbedaan antara kedua jenis kopi ini adalah terletak pada rasa, daerah tumbuh dan kandungan kafeinnya. Kopi Arabika biasanya ditanam pada daerah dataran tinggi sedangkan kopi Robusta biasanya ditanam pada daerah dataran rendah. Kopi Robusta biasanya dikatakan kopi kelas dua karna memiliki rasa yang lebih pahit, kandungan kafeein yang tinggi dan rasanya sedikit asam tetapi kopi ini lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sedangkan, kopi Arabika adalah jenis kopi nomor satu dimana kandungan kafeinnya lebih rendah dan tidak ada rasa asamnya.
            Dipihak lain, dapat tumbuhnya tanaman kopi juga dipengaruhi oleh keadaan iklim daerah tersebut dimana antara kopi Arabika dan Robusta memiliki tipe iklim yang berbeda untuk  pertumbuhannya. Persyaratan iklim untuk kopi Arabika adalah memiliki garis lintang 6-9oLU sampai 24 oLS, tinggi tempat penanaman adalah 1250 sampai 1850 m dpl, curah hujan 1500 sampai 2500 mm/tahun dan suhu udara rata-rata 17 – 21 oC. Sedangkan persyaratan iklim untuk kopi Robusta adalah memiliki garis lintang 20 oLS sampai 20 oLU, tinggi tempat penanaman adalah 300 sampai 1500 m dpl, curah hujan 1500 sampai 2500 mm/tahun dan suhu rata-rata adalah 21 – 24 oC .
Kopi merupakan tanaman tahunan dengan pohon berbentuk semak tegak dengan tinggi antara 2 sampai 5 m. Pada pohon tersebut terdapat batang-batang yang agak tipis, tegak dan berjumbai. Daunnya berbetuk oval dengan panjang 10 sampai 15 cm dan lebarnya 4 sampai 6 cm. Warna daunnya adalah hijau tua dengan sedikit berkerut dipermukaannya. Pohon kopi mulai berbuah 5 sampai 7 tahun setelah ditanam. Buah kopi memiliki permukaan yang licin dan kulit buah ini keras. Biasanya buah muda berwarna hijau tetapi berubah menjadi merah saat masak.  Bentuk tanaman kopi dapat dilihat pada gambar 1 berikut

Tanaman Kopi
 Gambar 1.  Morfologi tanaman kopi : bentuk tanaman kopi secara keseluruhan
Buah Kopi
Gambar 2.  Morfologi tanaman kopi : bentuk buah dan daun kopi .
              Dalam pemanfaatannya, bagian kopi yang digunakan adalah biji kopinya. Biji ini biasanya diolah sehingga nantinya akan bisa dikonsumsi secara langsung oleh manusia sebagai minuman. Bentuk olahan tersebut biasanya berbentuk seperti bubuk agar mudah dijual atau diekspor. Proses pengolahan biji kopi ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu proses kering dan proses basah.  Pada proses kering, biji kopi yang telah dipanen kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari selanjutnya secara mekanik biji kopi bisa dipisahkan dari kulit dan daging buahnya. Untuk proses basah, buah direndam didalam air dan nanti akan buah akan mengalami kerusakkan sehingga biji bisa terpisah dari kulit dan daging buah.
Dalam proses pengolahan buah kopi menjadi suatu bahan makanan yang akan dikonsumsi seperti minuman kopi, bagian buah yang diambil adalah biji kopinya. Sebagai mana diketahui buah kopi memiliki beberapa bagian seperti yang dapat kita lihat pada gambar 2.

Bagian Dalam Biji Kopi
Gambar 3 Bagian-bagian dari buah kopi
Biji kopi diolah sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh manusia.  Pada proses tersebut ada bagian buah yang dibuang yaitu pulp (bagian  mesocarp), skin (bagian eksokarp),mucilage dan parchment (bagian endocarp) dan bagian-bagian tersebut dapat kita lihat pada gambar 2 dimana mereka dapat disebut dengan limbah kulit biji kopi  yang biasanya dibuang dimana dari total berat buah kopi yang diolah menjadi biji kopi sekitar 40 – 45 % dihasilkan kulit biji kopi. Di indonesia sendiri pemanfaatan limbah ini hanya sebagai pakan ternak atau diolah sehingga bisa digunakan menjadi pupuk bagi tanaman.
            Komposisi penyusun dari skin, pulp, parchment adalah karbohidrat (35%), protein (5,2%), fiber (30,8%) dan mineral (10,7%) sedangkan bagian mucilage mengandung air (84,2%), protein (8,9%), gula (4,1 %) dan abu (0,7%). Selain itu, limbah kulit biji kopi ini juga mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu seperti dari kafein dan golongan polifenol. Dari beberapa penelitian, senyawa polifenol yang ada pada limbah ini adalah flavan-3-ol, asam hidroksinamat, flavonol, antosianidin, katekin, epikatekin, rutin,tanin, asam ferulat (Esquivel, P &Jimenez V.M.2011).
            Polifenol dapat diartikan suatu senyawa kimia yang umumnya terdapat pada bahan alam dimana struktur dasarnya memiliki gugus aromatic yang terikat satu atau lebih gugus OH. Senyawa ini telah menjadi pusat perhatian oleh para ilmuwan karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
yaitu dia mampu mencegah atau mengobati penyakit degenerative yang kronik seperti kanker, diabetes, penyumbatan pembuluh darah, dan penyakit neurodegenerative. Selain itu, polifenol juga terkenal kemampuannya sebagai antioksidan. Sifat antioksidan senyawa ini berkaitan dengan keberadaan gugus fenolik yang dikandungnya yang dapat mendonorkan atom hidrogen pada suatu radikal bebas sehingga tidak lagi bersifat reaktif.
             Antioksidan dapat diartikan sebagai suatu senyawa yang memiliki kemampuan melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif dengan cara menghambat terjadinya suatu oksidasi yaitu bereaksi dengan radikal bebas yang reaktif sehingga membentuk radikal bebas tak reaktif..
Saat ini ditemukan bahwa ternyata radikal bebas berperan dalam terjadinya berbagai penyakit. Hal ini disebabkan karena radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki elektron tunggal bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dengan molekul tersebut berujung pada timbulnya suatu penyakit. Radikal bebas atau oksigen reaktif dapat menyebabkan penuaan dini, memicu terjadinya kanker, meningkatkan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) yang dapat menyebabkan penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah sehingga dapat menimbulkan penyakit jantung koroner.
            Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kandungan metabolit sekunder yang dominan pada kulit biji kopi adalah senyawa polifenol. Sehingga ;imbah ini dapat dikatakan berpotensi sebagai antioksidan yang cukup baik.

Friday, August 07, 2015

Pekerjaan kerjakanlah

Pekerjaan, usaha, profesi adalah anugerah bagi kita, manusia di bawah kolong langit. Kita dicipta untuk menerima tanggung-jawab itu. Maka kita perlu terus bukan hanya bekerja keras dan cerdas, berbisnis cerdik dan berhikmat, atau menjalani profesi dengan tekun dan tulus, melainkan menikmati kesemuanya itu, sehingga  kegembiraan terus dialami. Jangan biarkan pekerjaan, usaha, atau profesi membebani hidupmu. Pun jangan biarkan itu semua merebutmu dari orang-orang yang kau cintai dan mencintaimu, atau dari hal-hal yang kau senangi dan menyegarkanmu. Jangan juga biarkan itu semua membelenggu, apalagi membuat dirimu sedih dan kehilangan semangat untuk hidup. Seperti kata sang Pengkhotbah: "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. (Pkh. 9:10)
salam dari Semarang,
Arliyanus

(hp) 62-8121057533
(tw) fankych
(skype) fankych1211

Saturday, July 25, 2015

Type mana Anda ?



Empat Cara Mendapatkan Uang
Employee (E) dan Self Employee (S) adalah orang-orang yang mengutamakan kemampuan. Business Owner (B) dan Investor (I) adalah orang-orang yang mengutamakan kebebasan. Perbedaan antara Self Employee dengan Business Owner adalah Self Employee tidak bisa ditinggal dan selalu memerlukan orang tersebut. Sedangkan ciri-ciri True Business Owner adalah walau ditinggal pemiliknya selama satu tahun, bisnisnya tetap menguntungkan dan berkembang.
Orang bisa kaya dan miskin di empat kuadran tersebut. Untuk menjadi lebih aman secara financial mestinya dua kaki lebih baik dari satu. Selain melakukan pekerjaan di kuadran E atau S. Individu sebaiknya belajar tentang kuadran B dan I. Demikan juga apabila Employee dan Self Employee sakit maka income akan terganggu, Sedangkan pemilik bisnis dan investor, bisnis dan investasinya menjadi asset yang terus menghasilkan pemasukan dengan atau tanpa bekerja. Sebenarnya semua orang yang memiliki rekening di bank boleh dikatakan investor, karena banknya akan menghasilkan bunga. Menurut Robert T. Kiyosaki menabung di bank adalah investasi yang paling menyedihkan, kenapa? Seperti kondisi saat ini bunga bank hanya sekitar 5-6%, sedangkan inflasi sekitar 7%,
Jadi sebenarnya uangnya akan berkurang bukan bertambah.
Menurut Robert T. Kiyosaki rata-rata orang kaya memperoleh 70% dari sisi kanan Cashflow Quadrant plus 30% dari sisi kiri. Tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan seseorang, mereka akan merasa lebih aman jika beroperasi di lebih dari satu kuadran. Keamanan financial berarti mempunyai pijakan yang kuat di kedua sisi Cashflow Quadrant. Jalan yang disarankan oleh Robert T. Kiyosaki baik dari E ataupun S lebih baik orang masuk ke B lebih dahulu karena pengalaman dan pendidikan. Jika sukses sebagai seorang B maka kita akan mendapatkan kesempatan menjadi I yang kuat, karena I akan menambah uangnya di B karena sudah pernah menjadi B maka kita bisa mengenali B yang lain yang lebih bagus. Sangat beresiko berinvestasi pada seorang E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem dengan produk atau yang tidak mempunyai keterampilan kepemimpinan yang baik.
Kenapa menjadi B lebih dahulu? Pertama karena pendidikan dan kedua karena Cashflow. Jika memiliki bisnis yang berjalan dengan baik maka kita akan mempunyai waktu luang dan uang untuk berinvestasi di kuadaran I dengan baik.
Semoga bermanfaat.
Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam Dahsyat!

Thursday, July 09, 2015

Andai aku PING dan kau jawab PONG, bukan RTO...


beberapa minggu ini berkutat dengan urusan PING dan RTO. sang klien ngotot harus bisa mendeteksi RTO (request time out) alias tidak responnya jaringan apabila paket PING dikirimkan.

Seringkali kita seperti ini, mengirimkan sinyal PING, tapi malah RTO yang kita dapat. Tidak mendapat jawaban yang kita inginkan, melainkan berlalu dan tidak ada tanggapan apa-apa.

Tapi ada TRACEROUTE yang digunakan untuk mendeteksi, kenapa dan dimana paket PING ini putus dan terhilang. Traceroute akan mencoba menelaah, tahap demi tahap, dan dimana informasi ini hilang dan terbuang.

Ini juga dalam keseharian kita. Kita harus bisa melakukan TRACEROUTE terhadap apa yang kita sudah sampaikan, tapi tidak ditanggapi, tidak didengar, dan mungkin dianggap angin lalu saja.

Lalu apa ? setelah tahu dimana problemnya, kendalanya, komunikasikan, sampaikan kembali 'ping' selanjutnya, dan sampaikan kita ingin jawaban 'pong' itu. 

Bukan RTO yang kita harapkan...

Penting nya kemudahan gunakan NMS


The Network Operation Center (NOC) interacts with the Network through the User Interface of various Network Management Systems (NMS). Thus, the importance of theUser Interface cannot be underestimated as it can simplify the daily work of NOC operators and help minimize costs by allowing faster network roll-out, identification and restoration of network and service issues.

This article identifies and analyzes the characteristics that make a User Interface provide a better user experience to increase the efficiency and effectiveness of the NOC.

Read below to understand the importance of these User Interface characteristics, to help you select the best NMS for your needs.

Drag n' Drop

A Network Management System (NMS) must feature a drag 'n drop user interface, where the user can re-arrange the network model with simple actions, using the network tree view or map topology view. With simple drag n' drop actions, the user must be able to:

Add managed devices to domains and sub-networks.

Add sub-networks to domains.

Transfer domains under domains, creating hierarchical structures.

Transfer managed devices from domain to domain.

 

Tabs

 

A Network Management System (NMS) must feature atabbed user interface that helps users manage the way they browse their system reports, inclusive of reports for domains, managed elements, physical terminations, performance, faults, configuration, etc.

Users must be able to drag 'n drop tabs in and out of the main window in order to make them independent windows, thus supporting the usage of video walls in NOC premises.

 

Context Sensitive Menus

A Network Management System (NMS) must feature a click n' go user interface that is implemented through the utility of Context Sensitive Menus. These menus must appear when the user right-clicks anywhere on the User Interface, including:

A managed object in the Network Navigator.

A module / port in the Topology (Graphical View).

A record (e.g. an alarm or a performance measurement) in

a tabular report.

 

The context-sensitive menu that appears must provide options adapted to the selection the user has made. Using a context-sensitive menu, on the selected entity, the user must be able to carry out network configuration, monitoring, performance analysis, etc. with a one-click action.

 

Real Time Updates

A Network Management System (NMS) must feature real-time updates of the user interface with user-customizable update frequency. This automation minimizes the number of clicks required for monitoring and allows the real-time monitoring of events, faults and performance of the network.

 

Visualization on Maps

A Network Management System (NMS) must feature the capability to allow users to create geographical and administrative domains in order to group discovered devices and also create the connections and links between these managed devices. In this way, the network topology can bevisualized, greatly increasing the NOC capability to monitor the status and performance of the managed network and its elements.

With the Google maps service available to everyone for free, users have been educated to use mapping features such as zoom-in / zoom-out and drill-in / drill-out, and expect to find them also in the User Interface of the NMS.

Thus, visualizing the topology is only the first step. User Interfaces must display on Google maps the status and performance of the network color-coded, to provide the NOC user a new level of visualization .

Photo-realistic Equipment Views

A Network Management System (NMS) must feature photorealistic equipment views that are "live" in the sense that they display the alarm, operational and administrative status of the managed devices in real-time.

In such photorealistic equipment views, alarms can be represented with colored rectangles:

The rectangle's outline color to indicate the severity of the alarms, which exist in this object.A blinking outline to indicate the existence of unacknowledged alarms in this module or port.

 

Customization & Personalization

A Network Management System (NMS) must feature the capability to:

Fully customize the viewing workspace (desktop) at run time.

Display multiple reports (e.g. Inventory / Status / Alarms / Configuration / Performance) in one screen, synchronized.

Customize the menus to add new reports and navigators that give quick access to network domains.

The Network Management System (NMS) must feature the capability to make the above changes personal, i.e. apply them only to a selected user.

Conclusion

A Network Management System (NMS) must support the following characteristics to provide a good user experience and increase the efficiency and effectiveness of the Network Operation Center (NOC):

Drag n' dropTabsContext sensitive menusReal-time updatesVisualization on MapsPhotorealistic equipment viewsCustomization & Personalization

Fanky Christian
Director
PT DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-8121057533
www.dayaciptamandiri.com