Translate

Saturday, July 23, 2022

Waktu untuk Bertumbuh

Bacaan: AMSAL 29:17
Setahun: Amsal 15-19

Waktu untuk Bertumbuh
Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. (Amsal 29:17)

Proses pertumbuhan sebuah pohon bambu sangatlah unik. Ketika sebuah tunas bambu ditanam, selama 4 tahun pertama ia seolah tidak menunjukkan pertumbuhan berarti, yang tampak hanyalah satu batang kecil. Pertumbuhan yang nyata justru terjadi pada akar-akarnya di dalam tanah, dan itu tidak tampak mata. Dan baru pada tahun ke-5, pohon bambu itu terus menunjukkan pertumbuhan batang yang bisa mencapai 25 meter.

Setiap kali mengingat proses pertumbuhan pohon bambu tersebut, sebagai orang tua, kita diingatkan bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Seperti yang ditulis kitab Amsal, kita tentu berharap anak-anak kita kelak bertumbuh menjadi seorang yang dapat memberi ketenteraman dan sukacita. Tetapi ibarat pertumbuhan yang butuh proses, anak-anak pun membutuhkan waktu untuk berakar kuat lebih dahulu sebelum ia menunjukkan pertumbuhan ke atas.

Membesarkan anak ibarat menabur benih, butuh kesabaran dan ketekunan. Alkitab menyatakan agar kita mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak kita dengan berulang-ulang. Itulah benih yang kita taburkan. Pendidikan yang kita berikan akan membentuk "akar-akar semakin berkembang" yaitu karakter yang dikehendaki Allah bertumbuh dalam diri anak kita. Tugas kita sebagai orang tua adalah tidak berhenti menabur hal-hal terbaik bagi anak-anak kita, menyiramnya, berdoa untuknya dengan ketekunan, dan menantikan saat Tuhan menumbuhkan buah-buah yang menenteramkan hati kita. --SYS/www.renunganharian.net

ANAK-ANAK MEMBUTUHKAN DASAR YANG KUAT AGAR NANTINYA
MENGHASILKAN KARAKTER YANG MENDATANGKAN SUKACITA BAGI SESAMANYA.

Saturday, July 16, 2022

Webinar “Mendukung Peningkatan Keamanan Siber Pada Infrastruktur Informasi Vital di Indonesia berdasarkan Perpres No 82 Tahun 2022”

  OPEN REGISTRATION – Webinar "Road To National Cybersecurity Connect 2022"



Hi Sobat Siber!

Webinar Road To NCC 2022 akan hadir dengan tema “Mendukung Peningkatan Keamanan Siber Pada Infrastruktur Informasi Vital di Indonesia berdasarkan Perpres No 82 Tahun 2022”

Catat tanggalnya ya!

20 Juli 2022 (10.00 - 12.00 WIB)

Pembicara :
Soegiharto Santoso
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS)

Panel :
1. Nunil Pantjawati
Direktur Tata Kelola Keamanan Siber dan Sandi – Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi, BSSN RI

2. Yohanes Dedeo Frans S.P
Vice President IT Security Policy and Compliance - CISO Group
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

3. Ari Rahmat
EVP Sistem Informasi dan Teknologi
PT PLN (Persero)

Moderator :
Tedi Supardi Muslih - Ketua Pengurus Wilayah APJII DKI Jakarta

Registrasi sekarang sebelum terlambat! (Gratis)
Caranya ?
Klik link registrasi di https://s.id/webinar_ncc2022

Ayo! Tunggu apalagi? Daftarkan dirimu sekarang dan dapatkan E-sertifikat dan Giveaway dengan hadiah ratusan ribu rupiah!

Sunday, July 10, 2022

Managed Service Provider, Cara Jitu Kembangkan IT Anda

 Sudah dua kali webinar yang diadakan oleh EVENTCERDAS membahas mengenai Managed Service Provider. Dalam kesempatan pertama, kami membahasnya menggunakan produk PRTG yang banyak digunakan di perusahaan Indonesia. 

Salah satu keunikan dari PRTG adalah karena biaya investasi yang rendah, untuk monitoring berbagai hal, mulai dari jaringan, perangkat server, bandwidth, hingga aplikasi dan database. Maka bagi perusahaan yang memiliki dana investasi cukup, mereka dapat membeli PRTG dan melakukan instalasi dengan mudah. 

Tapi bagi sebagian perusahaan yang memiliki keterbatasan budget IT, atau mungkin memiliki konsentrasi di bidang lain, maka penggunaan jasa Managed Service Provider menjadi pertimbangan utama.

Dengan produk dari PRTG, maka semua aspek IT perusahaan dapat dimonitor dengan mudah, dalam satu platform. 

Pembahasan selengkapnya bisa diikuti dalam video dibawah ini.

Namun selain faktor kemudahan, perusahaan pengguna jasa layanan Managed Service Provider melihat hal lain, diantaranya :

1. Kemampuan MSP untuk bisa mendukung operasional IT lebih baik dibandingkan mengembangkan tim sendiri. 

2. Perusahaan MSP dibayar dengan menggunakan pendekatan SLA (Service Level), sehingga pembayaran sangat mungkin fleksibel dan efisien.

Faktor penerapan Service Level menjadi salah satu hal penting dalam implementasi MSP. Bukan hanya soal efisiensi biaya, tapi juga efektifitas. 

Banyak perusahaan MSP IT di Indonesia bergerak mulai dari pengadaan tenaga SDM IT (IT outsourcing), hingga penyediaan perangkat dan jaringan serta bandwidth. Semua ini perlu monitoring sistem yang lengkap, mudah digunakan, dan tentu saja powerfull.

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/62c8d06fbb448612966618b3/managed-service-provider-cara-jitu-kembangkan-it-anda


Menghemat Operasional dengan Strategi Managed Services

 Di Indonesia, pendekatan menggunakan jasa layanan Managed Services dimulai sejak tahun 2000an. Mungkin dulu kita banyak mengenalnya sebagai Outsourcing. Mengalihkan fungsi sebagian perusahaan ke pihak luar. Ini digunakan untuk menghemat, efisiensi. 



Dalam pelaksanaannya, banyak perusahaan, mulai dari perusahaan kecil, hingga pabrik menggunakan pendekatan ini untuk menghemat banyak hal. Mari kita lihat apa yang bisa kita lihat.

Pertama, perusahaan fokus ke fungsi utama. Banyak perusahaan, khususnya bidang finansial memiliki beberapa bagian yang di-outsource ke pihak lain. Misal penggunaan IT infrastruktur. Banyak perusahaan yang keberatan melakukan investasi IT infratruktur, memilih cara ini untuk menghemat. 

Dengan menggunakan layanan managed service, maka dapat dilakukan cara yang lebih baik. Apa bedanya dengan outsourcing ? Mungkin istilah outsourcing, atau outsource artinya menggunakan resource dari luar. Pendekatan outsource umumnya digunakan terkait dengan sumber daya manusia. Sedangkan Managed Services bisa saja gabungan dari brainware (sumber daya manusia), software dan hardware. 

Kedua, diukur dengan Service Level. Salah satu kriteria yang diberlakukan dengan perusahaan outsource atau managed service adalah penerapan pembayaran menggunakan Service Level, jaminan layanan. Misal, kalau dalam IT oursourcing kita dapat menggunakan pendekatan head-count, jumlah orang yang hadir. Ada juga yang menggunakan pendekatan pencapaian Service Level. Maka harus disepakati dulu apa yang menjadi titik ukur layanan yang diberikan. Bila layanan terkait dengan software, maka jaminan layanannya adalah ketersediaan software, penanganan masalah, dan bug di dalam software. 

Sedangkan bila terkait dengan hardware, maka biasanya adalah ketersediaan perangkat, jaringan ataupun koneksi Internet. 

Ketiga. Kontrak per bulan atau per tahun. Dalam menggunakan layanan jasa ketiga, kita bisa memilih apakah kita akan membayar dengan pendekatan per bulan, atau per tahun. Ada beberapa yang per kuartal. Semua tergantung kesepakatan pihak terkait. 

Namun bila kita telaah, pendekatan managed services untuk brainware, umumnya dilakukan per tahun, dengan ada mekanisme pengurangan / deduksi per bulan sesuai SLA yang dicapai bulan tersebut. Kontrak utamanya tetap per tahun, bahkan multi-years. Tapi diukur per bulan. 

Kemudian bila terkait software, ini lebih sederhana lagi. Dengan pendekatan Software As A Service, managed services software bahkan bisa dibayar per bulan. Bila menggunakan software custom, mungkin bisa ditentukan juga per bulan, tapi ada kriteria tambahan lain. 

Tapi bila terkait dengan hardware, umumnya kontrak per tahun. Hal ini karena biaya besar investasi awal yang harus ditanggung pihak penyedia untuk bisa menyediakan hardware yang dibutuhkan. 

Keempat, model cloud bisa jadi pilihan. Selain menggunakan pendekatan managed services terkait dengan brainware, kecenderungan penggunaan cloud juga membuat banyak perusahaan ‘melek’ untuk bisa berhemat dengan cepat. 

Pendekatan cloud as infrastructure, atau dikenal dengan Infrastructure as as services, banyak ditempuh perusahaan untuk menghemat terkait biaya server dan data center. Termasuk juga penempatan storage, email server hingga cloud backup. 

Pendekatan software as a service juga dipilih untuk menghemat investasi. Managed Service software menjadi pilihan karena biaya yang hemat dan cepat implementasinya. Perusahaan bisa menggunakan software yang telah siap guna, seperti aplikasi ERP, akunting, inventory, HRD, CRM bahkan hingga aplikasi Low Code yang ramah coding. 

Semua ini bisa dilihat sebagai cara perusahaan untuk berkembang dengan cepat tapi investasi tidak meledak. Gunakan managed service untuk berbagai layanan anda, tapi tetap pastikan SLA yang diberikan. Bukan hanya harga.

Silahkan ikuti kegiatan webinar yang akan membahas software yang akan digunakan perusahaan MSP, pada 13 Juli 2022, jam 14-15 WIB. Daftar segera di : https://bit.ly/EGforMSP13Jul22 . Kali ini akan membahas produk EGInnovation yang sangat tepat digunakan perusahaan MSP.


SUMBER: https://www.kompasiana.com/startmeup/62be40a8bb44866f0701b092/menghemat-operasional-dengan-strategi-managed-services

Thursday, June 30, 2022

Managed Services Cara Perusahaan Jaman Now Greener (Kompasiana)

 Bulan Juli sudah di depan mata. Tidak terasa 6 bulan sudah berlalu, dan banyak perusahaan yang semula kerepotan menghadapi pandemi, mulai berangsur pulih. Ada yang menarik dalam menjelas berakhirnya pandemi, diantaranya kami bahas dalam berbagai webinar EVENTCERDAS. 

Semasa pandemi, banyak perusahaan memikirkan cara berhemat luar biasa. Termasuk dalam investasi Teknologi Informasi. Itu sebabnya mereka beralih ke cloud. Mereka beralih ke infrastruktur berbasis awan ini karena tidak repot harus mengurus berbagai hal terkait dengan data center ataupun ruang server mereka sendiri. Mungkin mau tidak mau harus tetap punya data center ataupun ruang server sendiri, tapi sebagian besar yang kritikal mulai mereka pindahkan ke tempat lain, yaitu colocation, hosting provider hingga cloud. 

Maka Bisnis juga harus menyesuaikan banyak hal. Aplikasi mereka rubah menjadi sangat mungkin bisa dipasang di lokal server, hingga ke cloud server. Ini adalah salah satu cara perusahaan mendukung gerakan semakin hijau, atau istilah saya adalah Greener. 

Ternyata, salah satu aspek juga untuk menjadi semakin hijau adalah menyerahkan sebagian fungsi ke perusahaan penyedia jasa manajemen, atau dikenal juga dengan Managed Services Provider. 

Apa saja kerja dari Managed Service Provider ?

Pertama, mereka fokus ke beberapa fungsi tertentu. Misal. Pengelolaan jaringan, mulai dari jaringan Wifi hingga jaringan Internet, ini sangat banyak dijumpai di kota besar seperti Jakarta. Sebagian dari perusahaan tidak mau pusing, urusan jaringan, komputer dan internet diserahkan ke provider. Inilah Service Provider. 

Bila fokus hanya menyediakan jasa koneksi internet, maka disebut dengan Internet Service Provider (ISP). Bila fokus mengelola jaringan komputer hingga Internet, bisa disebut sebagai Managed Service Provider (MSP). 

Kedua, diukur by SLA (Service Level Agreement). Salah satu pembeda layanan MSP adalah cara dibayarnya. Perusahaan MSP umumnya dibayar secara bulanan, atau tahunan dengan kriteria berdasarkan pencapaian SLA (tingkat kesepakatan layanan). 

Ketiga, ISP-MSP-MSSP. Selain ISP yang terkait internet, juga ada MSP yang bisa sangat luas. Tidak hanya soal jaringan, tapi juga aplikasi bahkan database pun dikelola oleh perusahaan MSP. Tapi ada lagi yang lain, yaitu MSSP yang sedang tren. Managed Security Service Provider. Ini juga menjadi tren tersendiri di perusahaan besar. 

Mereka kerepotan mengurus semua terkait IT security, dan diserahkan ke perusahaan lain, inilah perusahaan MSSP. 

Dengan adanya Service Provider, dan Managed Service Provider, maka perusahaan bisa konsentrasi ke urusan utama perusahaan (core business) dan menyerahkan dukungan teknis ke pihak lain. Selain itu, karena umumnya MSP menggunakan shared resources, mulai dari orang hingga system dan komputer, maka tentu tidak akan perlu banyak investasi terkait data center, komputer , ruang server ataupun aplikasi / database tertentu. Sehingga bumi menjadi semakin hemat. Tidak perlu banyak perangkat dipasang dimana-mana, bisa sentralisasi, ataupun cloud-based. 

Dengan pendekatan ini, maka otomatis, tidak perlu ada data center atau ruang server besar di perusahaan, karena semuanya pindah ke perusahaan MSP. Kemudian, semua bisa bekerja dengan mudah, bisa menggunakan internet dan cloud-based. 

Apapun solusi yang diberikan MSP, tetap diperlukan adanya kontrol. Inilah yang akan kami bahas dalam kesempatan pertama di webinar bulan Juli 2022. terkait MSP. Yaitu, dashboard. Dari tampilan dashboard, perusahaan bisa melihat berbagai hal, mulai dari infrastruktur jaringan, server, komputer, aplikasi, URL, website dll. 

Acara Webinar Pertama Bahas Dashboard (Koleksi Pribadi)

Dengan dashboard, kita bisa melakukan monitor dan kontrol atas banyak hal. Itu juga yang diperlukan perusahaan Managed Service, dan salah satu solusinya adalah menggunakan produk Paessler PRTG. 

Ikuti pembahasan kami selanjutnya, dengan mendaftarkan diri di website EVENTCERDAS. Kami nantikan kehadiran anda. Kembali kegiatan akan didukung oleh APTIKNAS, IAIS, ACCI dan APDI yang selama ini aktif mendukung EVENTCERDAS dalam menyelenggarakan webinar.


source : https://www.kompasiana.com/startmeup/62bcf923d8da79019f272142/managed-services-cara-perusahaan-jaman-now-greener



Sunday, June 26, 2022

Mengikut Yesus, siapkah ?

Mengikut Yesus keputusanku,

Mengikut Yesus keputusanku,
Mengikut Yesus keputusanku.
'Ku tak ingkar, 'Ku tak ingkar.

Walau sendiri 'kuikut Yesus,
Walau sendiri 'kuikut Yesus,
Walau sendiri 'kuikut Yesus.
'Ku tak ingkar, 'Ku tak ingkar.

Dunia di b'lakang salib di depan,
Dunia di b'lakang salib di depan,
Dunia di b'lakang salib di depan.
'Ku tak ingkar, 'Ku tak ingkar.

Khotbah hari ini dari Ev. Lantina menggugah perasaan saya kembali terbawa ke tahun-tahun awal saya mengambil keputusan menjadi penatua. 

Disamping rasa bangga, ada rasa kuatir di awal menjadi penatua. Karena saat yang sama, perusahaan baru dibangun sedang berusaha mendapatkan pekerjaan, dan mengakibatkan saya harus sering keluar kota ke jawa timur. Tugas pelayanan sempat terbengkalai. Dan pernah berpikir, apakah mungkin belum saatnya melayani. 

Waktu berjalan, memiliki tanggung jawab atas keluarga, sehingga semua harus tetap berjalan, tapi usaha malah makin sulit, dan kesulitan keuangan mulai membelit kami kala itu. Hingga akhirnya, tahun 2005, saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan. 

Tiga bulan tidak ada pendapatan, menggantungkan dari gesekan kartu kredit untuk hidup, tidak ada aset, dan tidak ada yang menerima saya untuk bekerja. 

Hingga saya bertanya kepada Tuhan.  Mengapa? Mengapa saat saya mengambil jalan pelayanan, bahkan menjadi penatua, justru kehidupan makin sulit, dan bangkrut. 

Ternyata, jawabannya ada di Matius 8, ayat 57-58. Dengan ayat ini mengingatkan kita bahwa mengikut Yesus, menjadi pelayanNya, jangan mengharapkan berkat. Seringkali kita mengharapkan berkat terus, termasuk waktu mengikut Tuhan, kita berharap kita diberkati luar biasa. Sehingga tujuan kita mengikut Tuhan menjadi berbeda. 

Akhirnya Tuhan menjawab doa saya waktu itu. Dia memberikan saya keberanian untuk memulai usaha sendiri, dengan bermodalkan pinjaman 10juta dari tante saya. Saya buat CV, dan beli mesin fax. Sisanya saya menyewa virtual office, dan kemudian membuat kartu nama. Saya mulai berani menghubungi kawan satu persatu, meminta pekerjaan. 

Satu persatu pekerjaan mulai berdatangan, dan satu persatu juga tim karyawan bergabung membantu. Setidaknya sudah mulai ada pendapatan.

Ini mengingatkan saya, fokuslah kepada Sang Pemberi Berkat, bukan berkatNya.

Lalu masalah lain muncul. Istri mengandung anak kedua. Tapi janinnya tidak berkembang. 3 bulan kami menunggu, karena tidak ada uang cukup, kami ke rumah sakit murah. Tidak sanggup ke Carolus lagi, kami mencari rumah sakit lain. Keluar masuk rumah sakit, akhirnya keguguran. 

Di saat saya harus bertugas melayani menjadi liturgos, istri sedang mengerang kesakitan keguguran. Tapi prioritas pelayanan harus dilakukan. Setelah itu kami ke rumah sakit, dan hasilnya memang keguguran. Puji Tuhan kandungannya bersih. Sesuai dengan Matius 8:59-60, prioritas dalam melayani, menjadi pelayan, mengikut Tuhan menjadi hal yang sangat penting. 

Kesaksian Ev.Lantina yang menceritakan penatua prokantor yang harus melayani KKR di hari yang sama, ibunya terkasih meninggal. Pilihan yang berat, tapi selalu kita akan dihadapkan dengan prioritas dalam hidup kita. Dan menempatkan Kristus diatas hal lain menjadi hal utama yang selalu dihadapkan di hidup kita.

Terakhir, Matius 8:61-62, mengingatkan mengikut Yesus membuat kita harus menetapkan hati. Tidak boleh mendua. Kita tidak bisa mendua hati, kaki kita juga tidak bisa ada di dua titik berbeda, dunia vs Tuhan. Pilihan yang kita ambil dalam mengikut Tuhan seringkali membuat kita tidak memiliki kawan banyak. Seringkali pilihan ini membuat kita tersingkir dari pergaulan dunia. 

Tidak sedikit saya merasa saya dikucilkan, karena saya memilih tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak melakukan entertain malam. Konsumen kabur karena saya bilang tidak bisa mengeluarkan uang korupsi dan markup. Semua ini wajar, dan semakin wajar hingga saat ini telah puluhan tahun menjalani usaha. 

Ada titik-titik dimana dalam hidup kita sangat sulit harus menunjukkan diri kita siapa, sebagai pengikut Kristus. Ada saatnya mungkin kita jatuh dalam dosa, tapi bangkitlah lagi. Ingat senantiasa, pilihan berat yang telah kita ambil dalam mengikut Yesus. 

Kelelahan rohani mungkin juga kita alami. Kesibukan pelayanan pernah mendera saya juga. Hingga akhirnya mengambil waktu 'break'. Tapi saya tetap tidak bisa tenang. Sudah biasa sibuk sejak SMP jadi tukang soundsystem gereja, tiap hari ke gereja, gereja sudah jadi rumah kedua. 

Sekarang saya paham, kenapa justru orang yang super sibuk lah yang dipakai Tuhan secara luar biasa juga. Karena Tuhan memang mempersiapkan orang-orang seperti itu. 

Selamat mengikuti Tuhan, temukan Dia dalam hidupmu, jadikan dia sumber keteguhan hatimu, prioritas hidupmu, jangan menoleh ke belakang sekalipun. Tuhan menolong kita.

Thursday, June 23, 2022

Fenomena Boomerang Employee Muncul Saat Ini

 Seiring dengan kembalinya orang ke kantor, maka fenomena Work From Home mulai ditinggalkan. Kami di Jakarta sangat merasakan perbedaan antara sebelum WFH dan sesudah WFO saat ini, kemacetan hebat dimana-mana. 

Tidak hanya itu, banyak orang yang semula kehilangan pekerjaan, atau meninggalkan pekerjaannya semasa pandemi, mulai kembali aktif mencari pekerjaan. Dan ini lah yang kami sebut sebagai Boomerang Employee. 

Fenomena ini tidak hanya di kota besar Indonesia, tapi juga di sebagian besar kota di dunia. Karyawan kembali direkrut dan kembali masuk ke kantor. Dan yang menarik. Secara global, angka 4.5% boomerang employee dideteksi secara global. 

Lucunya, salah satu hasil riset menunjukkan bahwa karyawan menyatakan rumput tetangga tidak lebih hijau dari tempatnya sebelumnya, artinya mereka merindukan kembali tempat kerjanya, datanya menunjukkan 43% menyatakan hal itu.

Tidak sedikit juga karyawan yang akhirnya kembali lagi ke tempat kerja sebelumnya, oleh karena berbagai pertimbangan. Ini menarik ya, saya sendiri mengalaminya ada tim yang sempat keluar, kemudian kembali lagi dengan berbagai pertimbangan mereka. 

Boomerang Employee (ilustrasi)

Apa untungnya kita merekrut boomerang employee ?

Pertama, lebih hemat dalam hal perekrutan. Kita sudah tahu kualitas mereka, bagaimana mereka kerja, dan lebih mudah merekrut mereka kembali. 

Kedua, proses onboarding mereka lebih mudah. Kadang saya memerlukan waktu hingga 2 minggu untuk memandu karyawan baru mengerti akan tugas mereka, tapi dengan boomerang employee mereka mudah kita arahkan , karena umumnya mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan. 

Ketiga, saya mendapati, bahwa mereka yang returning-back ini jauh lebih setia (loyal). Mereka yang kembali umumnya karena sudah nyaman dengan lingkungan kerja sebelumnya, sudah nyaman dengan bos mereka. Dan ini yang menjadi faktor utama. 

Keempat, mereka sudah tahu kultur anda. Jelas mereka sudah mengenal kita, mereka sudah tahu budaya perusahaan, apa yang menjadi nilai-nilai yang mereka setujui dan pegang. Maka lebih mudah mereka kembali masuk.

Terakhir, mereka bisa menyegarkan tim anda yang lain. Salah satu hal menarik yang saya temukan juga, mereka yang kembali lagi ini akhirnya bisa membawa penyegaran bagi tim yang lain. Mereka akan membagikan pengalaman mereka di luar sana yang mungkin berharga, hingga akhirnya mereka kembali ke kita. 

Tapi memang harus saya akui tidak sedikit juga mereka yang kembali meminta gaji yang lebih besar dibandingkan sebelumnya, maka tinggal anda pertimbangkan saja hal-hal diatas, apakah lebih baik (baca: murah) merekrut tim baru, atau menerima tim lama yang bisa dengan mudah langsung bekerja dan menghasilkan. 

Maka ada juga hal-hal yang harus kita perhatikan saat mereka meminta kembali kepada kita, seperti :

  • Tidak meninggalkan hal negatif kolega kerja. Mungkin saja saat resign banyak masalah terkait pekerjaan dan rekan kerjanya, maka harus dipastikan tidak ada hal negatif terkait mereka. Bila ternyata ada hal negatif yang kita dengar, maka tentu lebih baik tidak menerimanya kembali. 
  • Tidak tahu mengapa mereka kembali. Ada juga yang melakukan ini dengan tujuan mendapatkan gaji yang lebih besar saat kembali. Kita harus waspada dan jeli melihat hal ini.
  • Mereka ini bukan tim terbaik anda. Seringkali mereka ternyata bukan tim terbaik yang pernah anda miliki, maka tentu untuk apa menerima mereka kembali. Para tim terbaiklah yang sebaiknya anda terima kembali. 

Fenomena Boomerang Employee, Karyawan yang balik lagi pasti akan kita alami di usaha kita. Namun kita harus jeli melihat mereka dan kemampuan mereka untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi dari sebelumnya. 

Untuk itulah sangat penting menerapkan Key Performance Indikator, Objective and Key Result , serta mencatatkan ini dalam sistem HRD kita, sehingga siapa pun yang kembali lagi, dapat kita lihat berdasarkan data yang ada. 

Tetap semangat untuk usaha anda.

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/62b3be01bb4486657a385aa2/fenomena-boomerang-employee-muncul