Translate

Saturday, October 31, 2020

RAHASIA KAYA RAYA ALA TIONGHOA

RAHASIA KAYA RAYA ALA TIONGHOA

1. Tidak Berutang
Anda harus menghindari menutup kekurangan bisnis dengan berhutang. Jika Anda melakukannya justru akan menjadi goresan hitam kesuksesan dari bisnis Anda. Anda dapat mengambilnya jika terdesak dan pilihan terakhir yang bisa dilakukan.

2. Hemat dan Cermat Dalam Mengelola Uang
Tentunya untuk setiap uang yang dikeluarkan perlu dicermati agar bisa berhemat. Bahkan kalau bisa menyisihkan pendapatan dari 50% sampai 80%.

3. Selalu Menawar Untuk Mendapat Harga Terbaik
Saat Anda berbelanja, Anda perlu mengasah kemampuan dalam tawar menawar. Sebaiknya Anda buang rasa malu dalam menawar, bahkan bisa ditawar hingga 70%.

4. Memberi yang Terbaik Untuk Orang Tua dan Guru
Guru dan orang tua adalah orang yang tinggi perannya baik di kehidupan Anda. Dari siapa Anda bisa ini itu? Anda tentunya harus bisa menghargai dan menghormati mereka. Caranya tentu dengan memberikan yang terbaik untuk mereka.

Inilah pelajaran yang bisa Anda ambil dari orang Tionghoa, semoga bisa di praktekkan.

Tom McIfle

Musa saja tidak PeDe

Keluaran 4:10, 13-16 (TB)  Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."
Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus." 
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya. 
Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.
Ia harus berbicara bagimu kepada bangsa itu, dengan demikian ia akan menjadi penyambung lidahmu dan engkau akan menjadi seperti Allah baginya.


Musa tidak percaya kah dengan Allah ? Sehingga dia mengelak terus tugas Allah.

Coba ingat apakah kita pernah mengalami seperti itu. Menolak tugas yang diberikan.

Menolak karena apa?

Mungkin saja karena kita tidak percaya diri. Kita merasa kemampuan kita belum bisa melakukan permintaan atau tugas itu. Ini bisa benar, bisa juga ini hanya alasan. Coba lihat lagi mana yang sebenarnya. Kasus Musa menunjukkan ia hanya mencari alasan, padahal ia punya kemampuan.

Kemungkinan lainnya adalah karena tidak ada dukungan. Dukungan dari orang terdekat, dukungan dari sekitar yang tahu tugas itu. Apabila ada dukungan maka kita cenderung lebih siap.

Maka Allah menunjukkan kepada Musa tentang Harun. Harun yang ditempatkan Allah untuk membantu Musa, menjadi kali tangan Musa, menjadi mulut Musa. Bahkan Alah bagi nya.

Maka sangat penting untuk membangun kepercayaan diri dari orang yang akan kita berikan tugas, dengan memastikan kemampuan nya, memastikan adanya dukungan yang akan membantu nya.


Friday, October 30, 2020

THINK CREATIVELY, WORK COLLABORATIVELY

THINK CREATIVELY, WORK COLLABORATIVELY

(Belajar tentang TEAMWORK dari sebuah konser music)
**
Rabu malam, 28 Oktober 2020, saya ngebut di jalan toll Jagorawi dalam gelap dan hujan. Jam 8 malam, ada sesuatu yang gak boleh saya tinggalkan. Teman-teman saya, yang alumni ITB, menyelenggarakan konser music virtual di YouTube, dengan menggandheng sekumpulan artis, musisi, producer yang alumni perguruan tinggi berlogo Gajah itu , untuk menggalang dana buat beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu. 
Konsepnya aja sudah keren. Dan saya terbayang beberapa penyanyi keren seperti Fariz RM, Candil, Tony Sianipar… dll, selain beberapa teman yang berprofesi lain sesuai bidang akademisnya, tetapi tetap menyalurkan hobby music mereka.
Apa daya hujan lebat turun deras di Jagorawi, saya tidak perduli dan tetap memacu kencang mobil saya.
**
Jam 20.00 tepat, saya sudah bersiap siap di depan layer computer saya, masuk ke Youtube. Dan benar, konser itu tampil dengan prima, begitu hebat , mereka semua termotivasi untuk menampilkan yang terbaik! 
Lima jam konser yang ditata dengan apik itu menghasilkan donasi sebesar lima ratus juta rupiah, yang sebagian besar akan disumbangkan sebagai beasiswa untuk mahasiswa yang membutuhkan.
Wow keren banget. I am proud of you guys (and girls).
Saya bisa melihat ide yang keren, implementasi yang mulus, dan kekompakan yang mantap dalam sebuah maha karya itu. Dan itu yang kita perlukan di semua team, di semua perusahaan atau organisasi manapun.
**
Bermula dari rasa penasaran, keesokan harinya saya menelepon  sahabat saya, Nick Djatnika, yang menjadi salah satu panitia, sekaligus salah satu costume designer untuk acara itu.
"Nick, leader nya kemarin siapa sih?" tanyaku.
"Kami bekerja sebagai team kok. Sekumpulan alumni, mempunyai ide yang sama, berkumpul dan melahirkan ide ini kemudian di realisasikan bersama-sama"
Wow, this is teamwork. Semua team member saling commitment, dan bekerja keras bersama-sama , pasti akan berjalan dengan baik.
Kemudian saya bertanya lagi,"Jadi ide nya pada awalnya datang dari beberapa orang Nick?"
Nick menjelaskan,"Ya iya, tapi kan mustahil acara itu berjalan se-sukses itu kalau hanya dijalankan oleh beberapa orang kan. Makanya kami juga menyampaikan ide dan mendapatkan dukungan dari Ikatan Alumni ITB. Dan kemudian acara itu jadi berjalan dengan dukungan semua Angkatan dan semua jurusan"
These guys really understand it. Engage everybody! 
Banyak orang bilang mereka punya ide bagus. Remember, idea is cheap. Implementation is expensive. Dan untuk mendapatkan implementasi yang bagus, mau gak mau anda harus engage everybody.
Dan itulah mengapa akhirnya konser music itu menjadi sesuatu yang sangat phenomenal. 
**

Saya masih berdiskusi dengan Nick Djatnika beberapa lama, di mana dia menceritakan semua proses kelahiran konser itu.
Saya akan meringkas TEAMWORK proses itu dalam empat langkah. 
Dan saya yakin semua team, semua perusahaan, semua organisasi bisa mempelajari dan menerapkan hal ini.
**

Jadi, empat langkah untuk memastikan sebuah objective dapat dicapai bersama adalah:
• START WITH WHY
• THINK CREATIVELY
• ENGAGE EVERYBODY
• WORK COLLABORATIVELY

Kita bahas satu persatu ya …

a) START WITH WHY
Pertama, objective nya harus jelas. Apa yang ingin dicapai. Mengapa hal itu harus dicapai. Semua orang harus mengerti.
Team alumni ITB itu ingin membuat sebuah konser, dengan dua tujuan: untuk terus menjalin kekompakan, dan ingin membantu mahasiswa yang membutuhkan beasiswa.
Dengan kejelasan itu semua orang bekerja keras tanpa pamrih untuk mencapainya.
Sebuah perusahaan air mineral ingin menjual air sehat dan melestarikan  lingkungan alam di sekitarnya.
Sebuah perusahaan transportasi ingin melayani pelanggannya dan menyejahterakan puluhan ribu pengemudinya.
Apa objective organisasi anda? Mengapa seluruh oganisasi harus mencapainya? Is it clear for everybody. Hal ini yang pertama kali harus dipastikan, clarity of objective. That's why you have to 'START WITH WHY"

b) THINK CREATIVELY

Pikirkanlah sebuah ide dengan creative. Cari cara baru yang belum dilakukan orang. Bikin terobosan baru. Tampilkan metode baru.
Dunia berubah begitu cepat. Apapun yang menjadi andalan anda di masa lalu, akan obsolete (tidak relevant) sebentar lagi. Berpikirlah, bersiaplah, carilah ide baru dengan kreative.
Sekumpulan alumni itu berkumpul, ngobrol bareng, dan kemudian melahirkan ide konser music virtual yang akhirnya menghasilkan donasi ½ milyar!
What is your new idea? Bagaimana anda akan mengimplementasikannya. Bagaimana anda akan menhadapi semua hambatan dan semua permasalahan yang akan muncul di depan?
Think Creatively, Innovatively!

c) ENGAGE EVERYBODY

Idea is great. Tapi ide saja tidak akan mengasilkan apa-apa. 
Achievement is 1% inspiration and 99% perspiration! Pencapaian itu 1% ide dan 99% keringat yang keluar dari kerja keras.
Jadi kalau punya ide, gak usah sombong dulu!
Masih perlu 99% kerja keras. Dan berarti kerja keras itu hanya bisa terlaksana kalau kita mengajak semua orang. Tanpa ajakan itu, tanpa engage everybody, bisa-bisa semua orang hanya melihat ke anda dan bilang …."Ya sana, itu ide-ide lu sendiri, kerjain aja sendiri!"
This is the importance of engage everybody!
Dan mereka melakukannya sejak awal. Engage semua jurusan, engage semua Angkatan, engage musical producer, musisi, penyanyi… dan semua yang akan terlibat, baik yang tampil di depan panggung maupun di belakang panggung. Everybody. Dan ternyata itu kunci kesuksesan sebuah implementasi.

d) WORK COLLABORATIVELY

Implementasi pasti berjalan Panjang, dengan segala permasalahan yang timbul, motivasi akan naik dan turun …
Hal ini hanya akan berjalan kalau sebuah team benar-benar bisa ber-kolaborasi dengan baik.
Apa artinya kolaborasi. Kolaborasi berasal dari dua kata bahasa latin KO (co, yang asalnya dari collectively, bersama-sama), kemudian ada kata LABOR (yang artinya bekerja, bekerja keras, keringetan). Jadi work collaboratively berarti semuanya harus keringetan, kerja keras sama-sama. Jangan ada satu orang yang Cuma tunjuk-tunjuk dan perintah-perintah, sementara yang lain harus keringetan.
Kata CO dalam collaborate, juga berarti sama, artinya semua orang levelnya sama. Gak ada yang petantang petenteng, merasa lebih dari yang lain. Everybody is at the same level, same team members, dan same hard work, meskipun tugas dan tanggungjawabnya berbeda.
That's the key. Semua orang bekerja keras secara cerdas!

Jadi ingat ya, di manapun anda perlu menjalankan sebuah program atau project, agar sebuah objective dicapai bersama-sama, coba kita terapkan empat hal ini:
• START WITH WHY
• THINK CREATIVELY
• ENGAGE EVERYBODY
• WORK COLLABORATIVELY

By the way kalau pengin lihat konser music digital itu, silahkan click di sini  http://bit.ly/salamsehatindonesiaku


Salam Hangat,

Pambudi Sunarsihanto

Belenggu ketakutan

Yosua 11:5-8 (TB)  Raja-raja ini bersekutu dan datang berkemah bersama-sama dekat mata air Merom untuk memerangi orang Israel. 
Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: "Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api." 
Lalu Yosua dengan seluruh tentaranya mendatangi mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom, dan menyerbu mereka.
Dan TUHAN menyerahkan mereka kepada orang Israel. Mereka dikalahkan dan dikejar sampai Sidon-Besar dan sampai Misrefot-Maim, dan sampai lembah Mizpa yang di sebelah timur. Demikianlah mereka dihancurkan, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang dibiarkan lolos. 


Bangsa Israel kala itu mungkin punya ketakutan luar biasa menghadapi pertempuran demi pertempuran. Perang seolah tidak ada berhentinya dalam hidup mereka. Bahkan sampai saat ini.

Padahal Allah lah yang berperang untuk mereka. Dan seharusnya tidak ada ketakutan di diri mereka.

Apakah kita juga seperti mereka? Dilanda belengu ketakutan, padahal Tuhan beserta kita. Padahal Tuhan ada di pihak kita.

Apa penyebabnya?

Pertama, kurang percaya. Kita cenderung mengolah semua berdasarkan logika kita, bisa atau tidak, mungkin atau tidak. Nalar kerap membutakan langkah kita. Padahal ada hati, jiwa yang harus percaya kepada Allah.

Kedua, kurang berserah. Berserah adalah kekuatan bukan kelemahan. Berserah kepada Tuhan adalah kekuatan bukan kelemahan kita.

Ketiga, melibatkan Tuhan dalam rencana. Serahkan semua rencana kepada Tuhan.

Semoga belenggu ketakutan tidak menguasai kita senantiasa. Melainkan percaya, berserah dan melibatkan Tuhan dalam langkah kita.


Wednesday, October 28, 2020

APA TREN DAN STRATEGI SMART CITY DI 2021

APA TREN DAN STRATEGI SMART CITY DI 2021 , kami akan membahasnya bersama para nara sumber: 

1. Bapak Thomas Pati Umbu, Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara, Kemendagri

2. Bapak Setiaji, Kepala Dinas Kominfo, Propinsi Jawa Barat

3. Bapak Eddy S. Jaya, CTO PT Mitra Security Asia

Mari dengar dan lihat bersama, segera daftarkan diri anda di : https://s.id/smartcity5nov



 Bila ada kendala, silahkan kontak Putri 0857-7415-4495 

Monday, October 26, 2020

Today is where your book begins, The rest is still unwritten

"Today is where your book begins, The rest is still unwritten"
Surat Terbuka, untuk mereka yang baru saja diwisuda…
- (Pambudi Sunarsihanto)
**
Hari-hari ini beberapa Universitas melakukan wisuda untuk para lulusan yang baru saja menyelesaikan pendidikannya.
Saya ingin mengucapkan "Congratulations", atas keberhasilan anda.
Take a break, reward yourself! You deserved it, setelah anda bekerja keras dan belajar bertahun-tahun.
Jadi ambil nafas Panjang …..tiga kali.
Sudah?
Nah, sekarang lets discuss about your future.
Ibaratnya sebuah buku catatan putih, lembaran-lembaran sudah dikumpulkan, dan dijilid menjadi buku catatan yang sangat indah!
Makanya anda berfoto-foto dengan indah dan megahnya, mewarnai social media anda.
Tetapi buku itu masih putih dan kosong. Anda yang harus menulisnya setiap hari. Dengan pembelajaran anda, dengan penambahan pengetahuan dan kompetensi anda, dengan penambahan pengalaman anda, yang membuat anda akan memenangkan persaingan di jaman yang semakin sulit ini!
**
Unfortunately jaman memang semakin sulit. Kalau anda baru lulus dari universitas, saya tetap mengatakan "Congratulations".
Tetapi apakah anda special? No. Ada ratusan ribu orang yang juga lulus tahun ini.
 Mereka berebutan mencari pekerjaan. Bersaing dengan pengangguran yang lulus tahun lalu. Bersaing dengan beberapa karyawan yang sudah berpengalaman beberapa tahun, dan di-PHK karena pandemie.
It will be very challenging for you, karena jumlah lowongan pekerjaan semakin sedikit, karena pandemie.
Tapi Pak, saya gak mau cari pekerjaan. Saya mau buka usaha sendiri, start-up, atau apapun nama kerennya. 
Congratulations!
Dan good luck. Anda juga akan bersaing dengan ribuan orang yang memulai usahanya, atau bersaing dengan mereka yang sudah memulai usahanya sebelum anda lulus. Padahal daya beli masyarakat saat ini sedang lulus.
**
Terus bagaimana dong Pak?
Apakah masa depan kami kelabu? Tidak! Masa depan kita akan cerah! Tahun depan GDP growth kita mencapai 5.6 persen lagi, di atas banyak negara di dunia. Investor juga akan banyak berdatangan. Jadi masa depan masih cerah.
Tetapi kita yang harus bekerja keras untuk membangun masa depan kita , atau dalam judul di atas (judul tulisan ini terinsipirasi oleh lirik sebuah lagu berjudul Unwritten by Natasha Bedingfield...), kita yang harus bekerja keras untuk menulis buku catatan kehidupan kita yang baru saja dijilid (setelah anda lulus dari universitas anda).
**
Tapi Pak? Kami sudah bekerja keras selama 4-5 tahun untuk mendapatkan ijazah ini, apakah kami harus bekerja keras lagi? YES! You have to work hard.

Pak, bukankah saya dengar kita harus work smart, bukan work hard?
Well, that's a stupid statement!
You have to work HARD and SMART, you have to do both.
**
Kita baca beberapa cerita ini…
Dan Brown setiap hari bangun tidur dan mulai bekerja jam 4 pagi (every single day!), kemudian setiap 1 jam sekali dia akan berhenti untuk exercise dan  push-up. Setiap hari dia juga menyempatkan diri melakukan inversion terapi memakai anti gravity booth di mana kepalanya di bawah dan kakinya di atas. 
Dia bekerja keras, extremely hard and much harder than anyone else, makanya dia mendapatkan kesuksesan lebih dari yang lain.
Dan Brown sudah berhasil menjual 200 juta copy bukunya di seluruh dunia!
Menulis buku bukan hanya sebuah proses mengarang, it is influencing skills! Dan Dan Brown berhasil mempengaruhi penerbit (untuk menerbitkan bukunya) dan mempengaruhi 200 juta pembacanya (untuk membeli bukunya). 
That is a great achievement that not many people can do.
Saya cuma berasumsi bahwa seandainya dia menerima 5 dollar dari setiap bukunya berarti dia menerima 1 Milliard US Dollar, untuk satu buku karangannya . Dan dia mengarang banyak buku.
**
Waktu masih kuliah saya tinggal di kota Nantes , di Perancis, di sana ada sekolah sepakbola terkenal yang melahirkan pemain bola terkenal seperti Didier Deschamps, Marcel Desaily, Christian Karembou ...etc
Dan saya melihat betapa sejak berumur 10 tahun mereka berjam-jam berada di lapangan sepakbola setiap hari, terpisah dari orang tuanya.
They work hard, extremely hard , much harder than anyone else.
Didier Deschamps menjadi Juara Dunia sepakbola (tahun 1998), sebagai pemain. Dan kembali menjadi Juara Dunia sepakbola (sebagai pelatih) pada tahun 2018.
If you want to achieve more than others, you have to work harder (and smarter) than others!
**

Saya mengenal seorang kolega yang menjadi CEO sebuah bank ternama di Indonesia, sebut saja namanya Teddy. Sejak dia memulai bekerja setelah lulus kuliah, dia selalu menjadi orang pertama yang datang ke kantor dan orang terakhir yang meninggalkan kantornya. Sejak dia memulai karier , sampai sekarang setelah dia menjadi CEO di sebuah bank. Pendapatan tahunannya di atas 20 Milliar rupiah per tahun!
Apakah itu keberuntungan?  No. It is hard work, perserverance and persistence!
Nah, kita bisa melihat kan? Apakah itu di dalam bidang seni, olahraga atau pengembangan karier, semuanya gak ada hubungan dengan nasib! Semuanya tergantung pada kerja keras anda!
Achievement happen when preparations meet oppprtunity.
Sebuah prestasi itu hanya akan terjadi apabila persiapan bertemu dengan kesempatan!
Makanya bersiap-siaplah agar pada saat kesempatan itu datang, kita sudah siap dengan kompetensi kita, kesiapan kita, karakter kita, untuk mengambil kesempatan itu!
Ada yang bilang , there is no short cut in life, tidak ada jalan pintas dalam hidup ini. Anda harus merasakan semua perjuangan yang keras untuk mencapai keberhasilan yang anda inginkan.
There is  no short cut in life.
**
Dan kalau sukses itu adalah gedung bertingkat, sayang sekali tidak ada liftnya, anda harus menaiki anak tangga satu persatu, semakin tinggi gedungnya, semakin tinggi kesuksesan yang anda harapkan, semakin banyak anak tangganya, dan semakin berat perjuangan anda?
Terus, bagaimana dong untuk mencapai kesusksesan yang anda inginkan? Coba terapkan kelima langkah di bawah ini ....

A) UNDERSTAND YOUR STRENGTH
Anda hanya akan berprestasi pada saat anda menekuni bidang yang merupakan passion dan strength anda. Kalau Dan Brown menjual 200 juta buku, Didier Deschamps menjadi Juara Dunia Sepakbola, dan Teddy menjadi CEO bank ternama, itu semua karena mereka menemukan dan menekuni bidang yang merupakan passion dan strength mereka. 
You have to find yours!
Temukan passion dan strength anda dan tekunilah bidang itu.
Gimana caranya? You dont know yet. Explore and Experiment. Anda harus mencoba coba dan bereksperimen, sampai suatu saat anda akan menemukan sesuatu yang anda enjoy dan anda  berprestasi di situ!

B) SET YOUR GOAL
Canangkan cita cita yang ingin anda capai dalam hal itu.
Dan Brown ingin menjual jutaan buku. Didier Deschamps ingin menjadi juara dunia. Tedyy ingin menjadi CEO. What do you want to achieve? Make it BOLD! Gantungkan cita-citamu setinggi langit.
Terobsesilah dengan itu, agar anda termotivasi untuk mencapainya

C) WORK HARD, WORK SMART
Sekarang waktunya bekerja keras. Jangan pernah percaya pada motivator yang bilang Work Smart not Hard. Well, saya belajar dari Dan Brown, dari Didied Deschamps dan dari Teddy. 
You have to work hard and smart. Anda harus bekerja keras secara cerdas!

D) LEARN, UN-LEARN, LEARN
Belajarlah sebanyak banyaknya. Learn. Upgrade your competences. Improve yourself. Sharpen your saw.
Tapi jangan lupa dunia berubah begitu cepat, ada juga ilmu yang sudah tidak valid dan tidak relevant lagi. Maka anda juga harus unlearn dan melupakan beberapa kompetensi yang tidak relevant, agar anda bisa focus untuk mempelajari hal-hal baru lagi.

E) MOTIVATE YOURSELF
Jangan lupa memotivasi anda sendiri. Perjalanan hidup anda masih panjang. Life is not a sprint, it is a marathon. Take a break. Lakukan yang anda suka. Tekuni hobby anda. Berolahraga bersama teman. Relax and reward yourself. When you feel fresh and recharged, work hard again!
**
Jadi ingat ya, untuk mencapai apa yang anda cita-citakan, coba terapkan lima hal ini ...
a) UNDERSTAND YOUR STRENGTH
b) SET YOUR GOAL
c) WORK HARD, WORK SMART
d) LEARN, UN-LEARN, LEARN
e) MOTIVATE YOURSELF
**
Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

PS. Terima Kasih kepada sahabat saya, Priyantono Rudito, yang memberikan ide untuk menuliskan artikel ini.

Sunday, October 25, 2020

Virtual Event TREN2021 di sepanjang November 2020

   Kembali APTIKNAS & ASISINDO membuat rangkaian virtual event yang akan membantu PERUSAHAAN, INSTANSI menyiapkan diri, baik dukungan teknologi dan SDM untuk memasuki tahun 2021. Meskipun kita saat ini mengalami pandemi, tetapi tetap semangat berbagi dan diskusi dalam rangkaian webinar dengan tema sebagai berikut :

1. SMARTCITY DI TENGAH PANDEMI - 5 Nov 2020

Teknologi dan SDM apa yang harus dipersiapkan banyak kota di Indonesia untuk menyambut tahun 2021, khususnya dalam implementasi smart city yang selama ini sudah banyak dilakukan. Apa strategi para pemimpin smart city Indonesia. Apa strategi implementasi smartcity di tengah pandemi Covid19 yang mengakibatkan banyak konsentrasi dana smartcity diarahkan ke sosialisasi dan bantuan pandemi.

Beberapa teknologi terkait: Cloud, Chatbot, AI, Bigdata, FaceRecog, Temperature Monitoring

Target kehadiran peserta: INSTANSI & PERUSAHAAN

2. SOCIETY 5.0 - 12 NOV
 Di tengah pandemi, implementasi industry 4.0 terganggu tetapi malah penggunaan IT secara masif yang terjadi dan apakah ini gejala masyarakat Society 5.0 ?
Teknologi terkait: cloud, chatbot, 5G, bigdata


3.  The-As-A-Service - Tren Korporat - 19 NOV 2020
Untuk korporasi , efisiensi dan efektifitas sangat penting, maka konsentrasi dengan The-As-A-Service menjadi sangat penting saat ini. 
Beberapa teknologi terkait: cloud, aplikasi as a service, sewa hardware


4.  5G & Enhanced Connectivities - 26 NOV 2020

Kecepatan akses sangat diperlukan saat ini, ketersediaan bandwidth memegang peranan penting, apakah 5G dan konektifitas lainnya telah siap?

Beberapa teknologi terkait: 5G, provider, perangkat jaringan dan hardware, WIFI 6

Silahkan daftar diri anda sebagai peserta di EVENTCERDAS.COM
Apabila anda tertarik menjadi PRESENTER / SPEAKER bisa menghubungi : FHARA 0811-1472260 / PUTRI +62 857-7415-4495 / eventcerdas@gmail.com