Translate

Friday, August 07, 2020

BUILD YOUR RESILIENCE (Membangun kegigihan mental anda)

BUILD YOUR RESILIENCE
(Membangun kegigihan mental anda)

Nelayan-nelayan Jepang mencari nafkah dengan membawa ikan dari laut dan menjualnya kepada konsumen mereka di tengah kota, mentah-mentah. Orang Jepang memang suka memakan ikan mentah. Tetapi, ternyata, perjuangan nelayan Jepang untuk mendatangkan ikan-ikan itu ke tengah kota sangatlah berat. Ikan-ikan itu berada di tengah laut yang jauh. Dan, pelanggan mereka ada di tengah kota. Jadi, mereka harus berpikir keras mencari cara agar ikan itu tetap fresh pada saat disajikan.

Pertama kali, mereka mengambil ikan-ikan itu di laut dengan jala, kemudian mereka bawa ke kota. Akan tetapi, lamanya perjalanan membuat ikan-ikan itu bau. Dan pelanggan tidak suka.
Kedua, mereka membawa kulkas besar di kapal mereka. Dan, mereka bawa ikan-ikan itu dalam kulkas agar tidak bau. Ternyata, ikan-ikan di dalam kulkas tetap saja rasanya berbeda dengan ikan-ikan di laut. Pelanggan mereka menolak ikan dari kulkas.
Ketiga kali, mereka membuat kolam kecil di dalam kapal mereka. Jadi, ikan-ikan itu berenang selama perjalanan menuju ke kota. Sekarang, ikan-ikan itu sampai di daratan dalam keadaan fresh. Tetapi, ternyata, karena ikan-ikan itu malas berenang selama dalam perjalanan (karena kolamnya jauh lebih kecil daripada lautan), akhirnya ikan-ikan itu menghasilkan lemak yang jauh lebih banyak dalam dagingnya dan rasanya pun berbeda dengan ikan yang banyak berenang di lautan. Pelanggan pun tidak suka makan daging ikan itu.

Nelayan-nelayan Jepang terus berpikir, bagaimana menyelesaikan masalah ini?
Seandainya Anda menjadi nelayan Jepang, apakah yang akan Anda lakukan? Putus asa?
Untungnya, orang Jepang tidak mudah putus asa. Mereka memang tidak dikarunia keadaan yang mudah. Contohnya, tanah mereka yang sangat berisiko dilanda gempa bumi. Akibatnya, semua bangunan harus disiapkan agar tahan gempa. Ternyata, keadaan yang tidak mudah membuat orang Jepang menjadi pantang menyerah.

Jadi, nelayan Jepang pun terus-menerus memikirkan bagaimana membawa ikan-ikan dari tengah lautan ke tengah kota dan menyajikannya dengan mentah, fresh, dan rasanya enak seperti diinginkan pelanggan.
Akhirnya, mereka menemukan cara dengan melepaskan ikan hiu kecil di kolam dalam perjalanan dari lautan menuju kota. Akibatnya, karena ada ikan hiu kecil tadi, ikan-ikan yang lain ketakutan dan terus-menerus berenang menghindarkan diri dari hiu kecil itu. Akibatnya, mereka pun tetap fresh seperti baru diambil dari air laut.
Voila, mereka menemukan solusinya.

Intinya, seberat apa pun masalah Anda, jika terus-menerus berusaha, Anda akan berhasil.
Ternyata, kesuksesan tidak ditentukan oleh mudah atau susahnya hambatan yang Anda hadapi. Semua orang, jika mau sukses, pasti akan mengalami hambatan yang berat.
Sukses ditentukan oleh keteguhan, ketegaran, dan keuletan Anda pada saat Anda menghadapi masalah (gagal naik kelas, tidak diterima di universitas yang Anda mau, tidak diterima di perusahaan yang Anda impikan, bangkrut dalam usaha, ditipu, atau apa pun cobaan Anda). 

Jika mau mencapai sukses, Anda tidak akan pernah punya pilihan untuk menghindar dari masalah-masalah itu. Kuncinya adalah ketegaran, keuletan, dan keteguhan Anda. Persistence and perseverance!!!
Padahal, apa pun yang kita lakukan, biasanya selalu melalui perjuangan yang keras, jalan yang terjal, dan sering sekali banyak rintangan. Di situlah kita diuji. Dan, hanya mereka yang tahan banting akan mencapai kesuksesan!
Jadi, pada saat Anda sedang berjuang keras untuk mencapai Anda, dan pada saat hambatan-hambatan itu datang bertubi-tubi dan ketika motivasi Anda sedang rendah-rendahnya, apa yang bisa Anda lakukan?

Hanya karena Anda belum bisa melihat apa pun, meskipun Anda telah berusaha meraih tujuan Anda, tak berarti tidak terjadi apa-apa. Anda mungkin lebih dekat ke impian Anda daripada yang Anda kira. Jangan menyerah, bisa jadi, Anda tinggal selangkah lagi dari keberhasilan yang dituju.
Meraih tujuan yang besar, tidaklah mudah. Dalam perjalanan itu, bisa jadi Anda ingin berhenti. Jangan menyerah. Jalani hidup terbaik Anda dengan pantang menyerah. Mulailah dengan menerapkan strategi yang telah disebutkan tadi.

Cobalah lakukan langkah-langkah berikut ini …

a) Jadikan pola pikir "pantang menyerah"
Coba masukkan dan terapkan pola pikir tidak pernah menyerah. Terobsesilah pada keberhasilan itu. Dan lakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapainya.

b) Lihat keteguhan orang lain
Lihatlah orang lain yang juga pernah berjuang. Lihat film Pursuit of Happiness dan lihat bagaimana dia harus menderita, berjuang keras, dihina, dicela, menangis, meratap, ditinggal istrinya, tidur bersama gelandangan, sebelum akhirnya mencapai kesuksesannya. Baca biografi orang sukses, lihat film biografi mereka, dan itu akan mengajarkan kepada Anda apa yang harus diperjuangkan sebelum Anda mencapai keberhasilan.

c) Kembali ke "tujuan" Anda
Ingat bahwa pada awal perjuangan Anda, ada tujuan tertentu, mengapa Anda memulai perjuangan ini. Mungkin, karena ingin mengubah nasib, mungkin karena ingin membangun masa depan yang lebih baik, ingin membuktikan kepada orang lain bahwa Anda mampu, ingin menjadi kebanggaan anak-anak Anda, ingin membuat mantan Anda menyesal, atau apa pun …. Ingat bahwa tujuan itu tidak akan tercapai jika Anda menyerah dan orang lain mungkin akan tersenyum karena mereka merasa benar (setelah mereka meremehkan Anda).

d) Temukan "cara" yang berbeda
Teruslah mencoba, tapi ubah caranya. Ingat, ada seribu jalan menuju Roma. Jika gagal, Anda harus mencoba cara lain.
Albert Einstein berkata, "Kebodohan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda."
Explore, experiment, and try new way of doing things.

e) Berhasil di bidang lain
Kadang kala, merasa tidak berhasil membuat Anda terdemotivasi.
Anak kedua saya mengalami hal itu. Pada saat pindah ke Indonesia, dia harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru, sekolah baru, dan teman-teman. Nilai rapornya kurang bagus. Kemudian, kami menganjurkan dia berolahraga senam. Ternyata, dia senang dan berprestasi di situ, sampai mendapatkan empat medali waktu ikut kejuaraan di Manila
Dari situ, tumbuh rasa percaya dirinya dan dia berpikir, "Ternyata, aku bisa menjadi juara!" Tahun berikutnya, dia belajar keras dan kemudian nilai-nilai akademisnya termasuk yang terbaik di sekolahnya.
Anda bisa melakukan cara yang sama. Saat Anda sudah mencoba dan masih gagal, lakukan hal lain yang berbeda. Bangun kesuksesan Anda di area lain dan bangun rasa percaya diri Anda hingga Anda bisa mencobanya lagi.

f) Gunakan kegagalan sebagai batu loncatan
Pelajari apa yang telah Anda lakukan:
 • apa yang berjalan dengan baik.
 • apa yang bisa ditingkatkan.
Dan, teruslah memperbaiki diri sehingga Anda bisa lebih dekat ke kesuksesan.

g) Teruslah mencoba
Teruslah berusaha. Anda tak tahu sudah sedekat apa Anda dengan tujuan Anda. Jadi, tetaplah berusaha dan jangan mudah menyerah.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Tuesday, August 04, 2020

Hidup baru

2 Korintus 5:17 (TB)  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.


Apa arti hidup baru bagi anda?

Bagi saya waktu masa kecil, hidup baru itu peralatan furniture. Kok bisa? Ada toko furniture yang bernama Hidup Baru.  Tiap kali orang datang untuk membeli peralatan furniture baru mereka, Dan membuang peralatan furniture lama mereka.

Tapi kenyataannya tidak semuanya membuang peralatan furniture lama mereka bukan? Masih banyak yang ingin menyimpan nya, bahkan menjaganya turun temurun. 

Lalu apakah hidup kita seperti furniture yang baru ? Yang membuang peralatan lama, Dan hidupnya berubah. Atau Kita tetap menyimpan dosa , kesalahan Dan memelihara perilaku buruk kita.




Monday, August 03, 2020

Keluh Kesahku

Ayub 3:24-26 (TB)  Karena ganti rotiku adalah keluh kesahku, dan keluhanku tercurah seperti air. 
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. 
Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul." 


Ayub berkeluh kesah, sama seperti kita, yang suka berkeluh kesah.

Kenapa kita berkeluh kesah?

Karena ketakutan, kekuatiran yang menimpa kita. Itu yang dicemaskan, dipikirkan terus menerus. Siang malam mengganggu pikiran kita.

Terus menggerus kekuatan kita, Dan Kita menjadi lemah. Kita menjadi kehilangan kekuatan dalam diri kita sendiri. 

Tidak bisa istirahat dengan baik. Pikiran mengganggu kesehatan kita. Pikiran rumit membebani pikiran kita. Keluh kesah yang keluar dari mulut kita.

Bagaimana mengatasinya?

Pertama, berseru dan berserah kepada Tuhan. 

Kedua, Cari solusi yang dari Tuhan. Menanti solusi Tuhan ijinkan kita berdiskusi dengan banyak orang, melihat berbagai peluang yang ada. Dan melihat jalan mana yang Tuhan tunjukkan.

Ketiga, buang keluh kesah, tunjukkan semangat memberi, semangat melayani, semangat menolong, semangat mengampuni. 

Mari kita mulai.

Sunday, August 02, 2020

Tuhan andalanku

Mazmur 121:5 (TB)  TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 


Menjadi kaya, terkenal, dikagumi banyak orang, berpengaruh, itu semua idaman tiap orang.

Tapi apa yang terjadi saat bencana, masalah datang? 

Dia akan kembali kepada Tuhan. Meminta ampun, memohon ampun, meminta kekuatan dari Tuhan.

Seberapa seringkah kita seperti itu?

Waktu memasuki masa pandemi, saya berpikir keras atas strategi yang harus dijalankan. Saya menghabiskan waktu membaca buku, mendengar motivasi, coach business, hingga lupa. Bahwa sesungguhnya Tuhan lah pemilik semua.

Ketika bencana datang di pertengahan Juni, sesuatu yang diluar kuasa kami. Kami bingung, bagaimana semua ini mungkin terjadi. 

Hingga akhirnya saya harus mengakui, kuasa Tuhan di atas segalanya. Sungguh Tuhan lah benar CEO kami. Dan mengembalikan andalan kami kepada Tuhan.

Kami masih menantikan rancangan Dan pekerjaan Tuhan atas pemyelesaian masalah kami, hanya bedanya sekarang kami berserah penuh. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri tapi menyerahkan semua pada Tuhan. Ingat , kita bukan pemilik , kita hanya pengelola.

Kekayaan, kuasa, harta bisa hilang sekejap karena memang kita hidup bukan untuk itu. Kita hidup untuk kepentingan Tuhan, itulah esensi hidup kita sesungguhnya.

Andalkanlah Tuhan, jangan harta, kuasa, pengaruh. Semua sia-sia belaka.


Saturday, August 01, 2020

5 Kemampuan Jurnalis yang Harus Dikuasai


Masyarakat dalam mengonsumsi media sebenarnya tidak mengalami perubahan signifikan,  khususnya dalam dunia jurnalisme. Konsumsi terhadap jurnalisme hanya melibatkan tiga media utama, yakni teks, audio, dan visual. 

Perubahan signifikan justru terjadi pada penyajian konten. Konten berbentuk teks, audio, dan visual kini, terintegrasi. Artinya, tidak ada pemisahan medium ketika menyajikan konten. Medium-medium tersebut terintegrasi dan biasa dikenal dengan Media Baru. 
Menurut Lister, dkk istilah media baru mulai dikenal pada tahun 1980an. Kata "baru" hanya merupakan sebuah abstraksi yang menunjukkan makna yang luas. Makna yang dimaksud ialah sesuatu yang lebih baik, glamor, indah, modern, atau sesuatu yang lebih menarik.
Tidak ada makna spesifik. Itulah tujuan dari penggunaan kata "baru"

Untuk membedakan media "lama" dan media "baru", setidaknya ada 6 karakteristik dari media baru, yakni:
Digital, Interaktif, Hypertekstual, Virtual, Jaringan, Simulasi. 
Alhasil, perubahan sajian konten tersebut menuntut para jurnalis untuk menguasai teknik pembuatan berita melalui media baru. 
Menurut Sreenivasan & Lavrusik, 5 tuntutan kemampuan dari para jurnalis tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Pengetahuan Dasar Jurnalistik. Dasar-dasar jurnalistik memang salah satu syarat utama jurnalis. Pengetahuan-pengetahuan itu meliputi kemampuan: menulis, membaca kritis, berpikir kritis, dan memahami etika jurnalis.
  2. Pencerita Multimedia. Maksudnya ialah jurnalis mampu membuat dan melaporkan berita melalui beragam platform, baik berbentuk tulisaan, suara, maupun video. Contoh: membuat berita teks di web, berita suara melalui podcast, dan video melalui kanal Youtube. 
  3. Mampu menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial tidak hanya untuk menyebarkan berita, juga untuk menemukan topik baru, kejadian yang sedang tren, atau menemukan sumber berita baru. Di samping itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana untuk berhubungan dengan audiens. 
  4. Mampu menguasai teknologi dan informasi dengan baik. Salah satu contohnya ialah menguasai bahasa pemrograman dan koding, atau menguasai aplikasi desain grafis, sunting audio, maupun sunting video. 
  5. Berita yang disajikan tidak melebar (fokus). Kefokusan berita dapat dilihat dari apakah berita itu berguna, membantu, menghibur, mengedukasi, menarik, atau lucu. Semakin fokus berita yang disajikan, semakin berita tersebut menarik bagi audiens.

Rancangan Tuhan

Keluaran 12:7-8, 12-14 (TB)  Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. 
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. 
Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.  


Perhatikan ayat-ayat sebelumnya, bagaimana Allah merancang tulah-tulah bagi Mesir , dan meluputkan kaum Israel dari tulah itu.

Allah juga tahu, Firaun akan menyerah setelah tulah ke sepuluh, kematian anak sulung, termasuk anak Firaun dan di seluruh Mesir. 

Allah merancang bagaimana keluarga Israel bisa lewati tulah-tulah itu. Dan bahkan sangat detail.

Apakah kita juga percaya ada rancangan Tuhan dibalik semua yang kita alami ?

Apakah bangsa Israel percaya rancangan Tuhan setelah mereka diam dan dijajah di Mesir selama 430 tahun? 

Berapa lama kita merasa sudah menderita dan tidak tahan, berteriak kepada Tuhan?

Adakah kita melihat rancangan Tuhan dibalik semua masalah kita, dan jalan keluar yang Tuhan ijinkan terjadi.

Kita tidak akan pernah mengerti, tapi kita akan semakin percaya dan berserah penuh kepada Tuhan.


Friday, July 31, 2020

Dokumentasi Virtual Event APTIKNAS IT in the Real World - BIG DATA 30 Juli 2020

Dokumentasi Virtual Event APTIKNAS IT in the Real World - BIG DATA 30 Juli 2020 yang dilakukan oleh APTIKNAS bersama EVENTCERDAS.COM, dengan para nara sumber :

Opening : Fanky Christian - Ketua DPD DKI JAKARTA - APTIKNAS
Equinix -
- Judul : Massive Parallel Processing Data Warehouse for huge Database
- Presenter: Julyanto Sutandang

SmartServer
- Judul: IT Management and Big Data Storage
- Presenter: Aswibowo Astomo

Visidata
- Judul: Visual analysis billions of data points using Tableau and Big Data
- Presenter: Budy Sugianto, Director of Visidata & David Ciam, Consultant of Tableau.



Nantikan kegiatan kami selanjutnya di www.eventcerdas.com