Translate

Sunday, December 29, 2019

PREDIKSI2020 : Dunia IT Indonesia

Biasanya saya membuat ini untuk diri kami sendiri, untuk membantu kami memahami tren dunia dan Indonesia, menyiapkan business plan. Tapi kali ini ada yang kami sharingkan, sehingga semua bisa mengikuti dan menyesuaikan bisnisnya masing-masing. Sesuai dengan bidangnya, maka saya hanya akan mengulas dari sisi dunia IT / TIK saja.
Prediksi2020 , market apa yang akan tetap menguasai ? Market B2B (Business to bussiness). Mengapa ? Pertama, market inilah yang memiliki kemampuan beli atau belanja TIK, selain Pemerintah. Selama tahun 2019, dimana tahun politik, maka sektor Pemerintah tetap memiliki kemampuan beli TIK yang tinggi, meskipun pemainnya dikuasai via e-Catalog (Belanja Online Pemerintah). Namun, sektor lain tetap bergeliat diantaranya Finansial, Manufaktur, Logistik.
Kedua, pemerintah mengeluarkan aturan e-commerce baru (PP 80 / 2019) yang mengakibatkan semua penjual e-commerce harus berbadan hukum. Tentu saja jadinya ini bukan lagi melulu B2C, tapi akan menjadi B2B. Saya sebagai merchant 'menjual' ke e-commerce platform dan ada nilai pajak dikenakan disana. Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) ini akan sangat membantu untuk mengontrol derasnya belanja barang impor melalui e-marketplace yang ada.
Mungkin aturan PP 80/2019 ini sedikit akan menyulitkan bagi para pemain yang sudah ada, tapi aturan ini akan membantu untuk semua.
Lalu bila kita konsen di market B2B, maka ada beberapa tren yang harus diperhatikan, yaitu :
  1. sentuh konsumen anda dengan sentuhan personal, dan salah satu yang paling banyak digunakan adalah email.
  2. maksimalkan kemampuan email marketing anda. Mailchimp menemukan hanya 21,33% open rate dari email yang dikirimkan. Maka pastikan konten email marketing anda dinamis dan gunakan AI.
  3. gunakan Sosial Media untuk bisnis anda.
  4. fokuskan Content Marketing anda. 70% pembeli sekarang ini didapat dari video yang dipublikasikan. Maka 45% dari marketing akan menggunakan Youtube channel.
  5. gunakan Chatbot. Pastikan dimanapun, baik di website, sosmed anda bisa gunakan chatbot.
Kemudian PREDIKSI2020 juga menemukan penggunaan CLOUD yang akan semakin meningkat di Indonesia. Tren ini akan ditemukan meningkat di market finansial , manufaktur, logistik dan beberapa bidang lain. Finansial akan tetap mengharuskan penggunaan CLOUD secara LOKAL. Artinya para pemain cloud global sedang berlomba membangun fasilitas CLOUD mereka di Indonesia. Yang menarik adalah penggunaan MULTI-CLOUD yang semakin meningkat, selain HYBRID CLOUD yang telah marak sepanjang tahun 2019 ini. Pemain CLOUD LOKAL juga tidak mau kalah, dan mereka mendapatkan market cukup selama ini dari sisi B2B, meskipun berat bersaing dengan pemain CLOUD GLOBAL yang memberikan layanan free dulu selama 3-6 bulan.
Tentu perlu keahlian khusus untuk bisa mengelola cloud, sehingga kebutuhan SDM terkait Cloud Engineer meningkat terus. Dan uniknya skillnya juga harus bisa menangani berbagai setting terkait cloud. Terakhir ini, skill Kubernetes sedang meningkat tajam, selain Azure dan AWS yang telah ada selama ini.
Ada market menarik di CLOUD yang tidak banyak pemainnya, yaitu Disaster Recovery Cloud (DRC Cloud), dan sekarang semakin banyak penggunanya. Mereka akan cenderung menggunakan cloud sebagai DRC , dan ini banyak dilakukan oleh para pengguna VMWare.
Peluang dari tingginya implementasi CLOUD ini adalah akan tingginya juga perangkat security untuk proteksi CLOUD, baik private, hybrid ataupun multi-cloud. Perangkat seperti ini mulai bermunculan dan memberikan solusi pengamanan akses hingga aplikasi yang menggunakan layanan Cloud.
Penggunaan terbesar kemungkinan di cloud adalah terkait ANALYTIC (analisa), dimulai dari bigdata hingga Artificial Intellegence. Dimulai dari membuat dashboard hingga analisa data. Cloud adalah cara tercepat mendapatkan hasilnya. Maka pemain besar, Azure, AWS, GCP, Alicloud akan berkonsentrasi memberikan solusi-solusi ini untuk market enterprise.
Maka kita akan melihat peluang lainnya, para CLOUD PROVIDER akan membeli, mengajak kerjasama para pengembang software dengan pola SAAS. Semua ini untuk melengkapi konten layanan cloud mereka.
CLOUD Provider juga akan melirik penggunaan API untuk integrasi berbagai layanan yang ada di mereka. Dan untuk finansial , penggunaan API akan sangat banyak, maka Bank Indonesia juga telah mengatur itu dalam strategi BSPI 2025 nya. Maka banyak perusahaan, termasuk cloud provider akan mengikuti arahan tersebut.
Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah karena Indonesia belum memiliki CLOUD POLICY, maka tentu harus sangat berhati-hati dalam menggunakan layanan cloud untuk finansial.
Karena tingginya penggunaan CLOUD ini, maka perusahaan akan berusaha membuat standarisasi terkait API, business service serta penggunaan cloud. Beberapa cloud provider akan memfokuskan diri kepada layanan Internet of Things (IoT) yang marketnya sangat luas, dan memberikan kemampuan Edge Computing.
Penggunaan Blockchain juga akan meningkat di beberapa sektor, seperti Logistik, Retail, dimana akan didukung oleh layanan cloud dan edge-computing. Semua ini akan mewarnai dinamika teknologi TIK Indonesia di 2020.
Kita mengingat kembali target INDONESIA DIGITAL NATION 2020 yang akan mulai sangat diseriuskan oleh pemerintah. Pemerintah akan membuat strategi ini menjadi lebih nyata. Gelaran infrastruktur PALAPA RING akan dimaksimalkan untuk fungsi ini, dan akan digunakan untuk banyak hal. Pemerintah akan memfokuskan pembangunan 4 data center government untuk Government Cloud, dan ini akan membuat 9000 ruang server / data center kecil di berbagai gedung pemerintahan akan digabungkan dan diintegrasikan secara bertahap. Kesatuan DATA INDONESIA akan digaungkan terus untuk mengintegrasikan ini. Peraturan SPBE diharapkan membantu semua ini semakin cepat bisa terwujud. Selama ini gerakan ini terbantu karena besarnya market belanja online yang meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun.
Tapi gerak INDONESIA DIGITAL NATION 2020 ini menimbulkan tantangan lain, seperti PERLINDUNGAN DATA (PRIBADI). Kami masih menunggu kepastikan soal RUU ini yang akan melindung dan melengkapi peraturan yang ada.
Tantangan dan peluang lainnya adalah CYBERSECURITY. Tingginya penggunaan cloud, API, web-services serta penggunaan data yang meluas dalam perusahaan, mengharuskan perusahaan mempersiapkan faktor ini. Dan ini dimulai dengan CYBERSECURITY AWERENESS.
Tidak lupa juga faktor SDM yang penting digarap, dan telah menjadi fokus pemerintahan dalam lima tahun kedepan. Kami menyebutnya DIGITAL TALENTS. Kami tidak bisa sepenuhnya berharap kepada pemerintah, tapi dari sisi swasta, kita bisa membangun kemampuan DIGITAL TALENT baik dari karyawan, tim kita sendiri, hingga ke publik atau masyarakat yang mau kita bina. Pemerintah berupaya dengan mengembangkan VOKASI dan ini baik. Tapi kolaborasi terus menerus antara Akademis - Bisnis - Goverment (ABG) harus terus dilakukan di berbagai sektor untuk memaksimalkan DIGITAL TALENT kita.
No alt text provided for this image
Ini ada 10 tren transformasi digital yang akan berkembang di Indonesia menurut A.T Kearney.
Dunia IoT yang sangat luas dan masih sangat besar untuk berkembang di Indonesia juga menjadi salah satu tren di 2020. Terkait IoT , ada yang harus diperhatikan diantaranya :
  • keamanan IoT memegang peranan penting
  • IoT akan banyak digunakan di proyek Smart City
  • AI dan data collection akan memaksimalkan IoT
  • IoT di industri kesehatan akan meningkat
  • Iot di industri manufaktur akan meningkat seiring derap Making Indonesia 4.0 yang digalang Kemenperin
  • IoT dan Big Data akan semakin banyak dipelajari
  • Penggunaan RFID yang akan semakin banyak
  • Berbagai industri akan mempelajari IoT
  • Desentralisasi dengan BlockChain
  • Semakin banyak device menggunakan IoT
Bicara IoT tidak ketinggalan keamanan IoT, maka harus memperhatikan :
  • keamanan fisik dan cybersecurity akan semakin bergabung.
  • ransomware akan memusingkan IT profesional
  • Indonesia akan kekurangan tenaga cyber security
Maka semua ini akan semakin mewarnai dunia IT Indonesia, dimana konsentrasi transformasi digital akan tetap dipakai dalam banyak kegiatan.
Transformasi digital ini akan memperhatikan:
  • Customer Experience
  • Data Driven Business
  • Artificial Intellegence & Machine Learning
  • Multi-Cloud computing
  • IT as core of the business
  • Co-Creating Value with external
  • Fueling Business Performance with API
Mari kita songsong bersama tahun DIGITAL 2020 dengan semangat yang baik. Sukses untuk kita semua.

Bukan Kepintaran di saat sekolah yg membuat seseorang menjadi Sukses

Bukan Kepintaran di saat sekolah yg membuat seseorang menjadi Sukses......
Simak : Kata Nadiem Makarim, Mendikbud kita.

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking.

Ada 3 hal ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap *Kesuksesan* yaitu :
1. NEM
2. IPK 
3. Rangking

Saya mengarungi Pendidikan selama 22 Tahun :
- 1 Tahun TK
- 6 Tahun SD
- 6 Tahun SMP-SMA
- 4 Tahun S1
- 5 Tahun S2 & S3

Kemudian Saya mengajar selama 15 Tahun di Universitas di 3 Negara Maju :
1. AS
2. Korsel
3. Australia 
Dan juga di Tanah Air. 

Saya menjadi saksi betapa *tidak relevannya ke-3 konsep di atas* terhadap kesuksesan. 

Ternyata sinyalemen Saya ini di dukung oleh Riset yang di lakukan oleh *Thomas J. Stanley* yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 Millioner di US

Hasil penelitiannya ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan  rangking) *hanya lah faktor sukses urutan ke-30* 

*Sementara faktor IQ pada urutan ke-21* 

*Dan bersekolah di Universitas/Sekolah Favorit di urutan ke-23.* 

Jadi Saya ingin mengatakan secara sederhana : 
"Anak Anda Nilai Raportnya rendah *Tidak masalah"*

NEM Anak Anda tidak begitu besar? 
Paling banter akibatnya tidak bisa masuk Sekolah Favorit. 
*Menurut hasil Riset, tidak terlalu pengaruh terhadap kesuksesan*

*Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan Seseorang itu?*

Menurut *Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor* teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

1. Kejujuran (Being honest with all People)

2. Disiplin keras (Being well-disciplined)

3. Mudah bergaul (Getting along with People)

4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)

5. Kerja keras (Working harder than most people)

6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)

7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)

8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)

9. Hidup teratur (Being very well-Organized)

10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 

Dalam Kurikulum semua ini kita kategorikan : *Softskill.*

Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan Ekstra-Kurikuler.
10 faktor di atas ada di dalam Pendidikan Pramuka

Membentuk karakter adalah kebutuhan utama
Mengejar kecerdasan Akademik semata hanya akan menjerumuskan diri, Amin.

Bangsa Indonesia bukan tidak butuh orang yg pinter karena bangsa Indonesia sudah banyak orang2 pinter namun bangsa Indonesia membutuhkan orang2 yg punya *Karakter beradab sopan santun dan ber akhlak mulia*

Selamat sukses selalu !
*Salam Bahagia, Salam sehat berlimpah Rejeki*

Sunday, December 22, 2019

Bank DKI Dan Perumda Pasar Jaya Kembangkan UMKM Taman Jajan Thamrin 10



Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya bersinergi mengembangkan Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10, Jakarta Pusat.

Pengembangan kawasan kuliner tersebut mencakup pemilihan UMKM binaan Dinas UMKM DKI Jakarta dan dukungan sistem pembayaran Kawasan Kuliner Thamrin 10.

Pengunjung Thamrin 10 dapat melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan JakCard, JakLingko, dan JakOne Mobile," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (21/12).

Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10 sesuai namanya berlokasi di Jalan MH Thamrin 10, Jakarta Pusat.

Lahan seluas 8.000 meter persegi kini telah disulap Perumda Pasar Jaya menjadi ruang kreatif dengan menggandeng para UMKM.

Akses ke lokasi yang berada di jalan utama menjadikan tempat ini menjadi tempat baru bagi masyarakat untuk berinteraksi.

Sebanyak 54 tenant UMKM disiapkan untuk menjual berbagai makanan di lokasi ini. Selain itu akan ada tujuh food truck untuk menambah item makanan di tempat itu.

Lebih lanjut, Herry berharap Thamrin 10 dapat menjadi sentra kuliner baru bagi warga DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Pusat.

Mengingat lokasinya yang strategis, ia juga berharap Kawasan Kuliner Food & Creative Park Thamrin 10 dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk pemasaran produk digital banking Bank DKI.

"Kalau perkembangannya ramai tak menutup kemungkinan ada dukungan pemberian penyaluran kredit kepada para UMKM yang ada di Kawasan Kuliner Thamrin 10," ujar Herry.

Untuk menyemarakkan tempat tersebut, nantinya secara rutin akan digelar band yang menampilkan musik akustik.

Rencananya musik akustik akan dimulai pukul 18.30 sampai 22.00 WIB setiap Senin-Jumat dan hingga pukul 24.00 pada Sabtu-Minggu.

Thamrin 10 juga menyiapkan fasilitas umum berupa smart toilet di lokasi yang disediakan oleh PD Pal Jaya. Penggunaan smart toilet ini juga menggunakan sistem cashless menggunakan JakCard Bank DKI.

Untuk memberikan kemudahan pembayaran, Bank DKI menyiapkan sistem pembayaran dengan menggunakan JakCard dan JakOne Mobile.

Cara melakukan pembayaran dengan JakCard cukup mudah dimana pengunjung Thamrin 10 tinggal melakukan tapping JakCard pada EDC yang tersedia di masing-masing tenant UMKM.

Sedangkan untuk pembayaran menggunakan JakOne Mobile, pengunjung Thamrin 10 yang sudah mendownload JakOne Mobile tinggal melakukan scan pada QR Code yang keluar dari EDC. Selain melakukan pembayaran, pengunjung Thamrin 10 dapat melakukan pembelian dan top up kartu JakCard.[dod]

SUMBER: http://www.rmoljakarta.com/read/2019/12/21/60575/Bank-DKI-Dan-Perumda-Pasar-Jaya-Kembangkan-UMKM-Taman-Jajan-Thamrin-10--

Saturday, December 14, 2019

Intel Research Identifies Digital Skills Gap Slowing Industry 4.0

Intel Research Identifies Digital Skills Gap Slowing Industry 4.0


11

WEBWIRE – 
“Accelerate Industrial” was conducted and authored by Dr. Faith McCreary (right), a principal engineer, experience architect and researcher at Intel, in tandem with Dr. Irene Petrick, Sr. director of Industrial Innovation (See complete caption below)
“Accelerate Industrial” was conducted and authored by Dr. Faith McCreary (right), a principal engineer, experience architect and researcher at Intel, in tandem with Dr. Irene Petrick, Sr. director of Industrial Innovation (See complete caption below)
What’s New: Intel released the results of a new study today, “Accelerate Industrial,” that represents the most comprehensive view of Industry 4.0, the digital transformation of the manufacturing sector. The research uncovered a serious skills gap that most Western industrial production training programs and government investment initiatives fail to address.
The study found that today’s leaders need to create tomorrow’s future-ready workforce. This requires the collaboration of universities, government and industry – including initiatives that focus on worker training for the transforming manufacturing sector.
Why It’s Important: A recent Deloitte/Manufacturing Institute study suggests that industries are entering a period of acute long-term labor shortages, with a shortfall in manufacturing expected to be 2.4 million job openings unfilled by 2028, resulting in a $2.5 trillion negative impact on the U.S. economy. Germany and Japan, two other developed economies, are expected to fare even worse in terms of this projected labor shortage.
What the Study Shows: With the increasing proliferation of data, connectivity and processing power at the edge, the industrial internet of things is becoming more accessible. However, successful adoption remains out of reach for many: two of three companies piloting digital manufacturing solutions fail to move into large-scale rollout.
The study uncovered the top five challenges cited by respondents that have the potential to derail investments in smart solutions in the future:
  • 36% cite “technical skill gaps” that prevent them from benefiting from their investment.
  • 27% cite “data sensitivity” from increasing concerns over data and IP privacy, ownership and management.
  • 23% say they lack interoperability between protocols, components, products and systems.
  • 22% cite security threats, both in terms of current and emerging vulnerabilities in the factory.
  • 18% reference handling data growth in amount and velocity, as well as sense-making.
What to Take From the Research: “Accelerate Industrial” points to the rising importance of the digital skills required to navigate and succeed in this new landscape.
The research found that while there is a big appetite for digital transformation – 83% of companies plan to make investments in smart factory technologies – the most important skills and characteristics cited for that transformation are not ones that are typically emphasized by most industry job training programs or relevant policymakers.
Future skills cited by respondents point to the need to go beyond the basics of programming to embrace a deep understanding of digital tools, from data collection to analytics and real-time feedback directly to the operating environment. The top five future skills required to support digital transformation in manufacturing are:
  • “Deep understanding” of modern programming or software engineering techniques
  • “Digital dexterity,” or the ability to leverage existing and emerging technologies for practical business outcomes
  • Data science
  • Connectivity
  • Cybersecurity

More Context: “Accelerate Industrial” was conducted and authored by Dr. Faith McCreary, a principal engineer, experience architect and researcher at Intel, in tandem with Dr. Irene Petrick, senior director of Industrial Innovation for Intel’s Industrial Solutions Division. The study encompasses mobile ethnographies and interviews with over 400 manufacturers and the ecosystem technologists that support them. The work is being released as a series of reports.

Thursday, November 28, 2019

SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA

RENUNGAN PAGI :

*SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA*


*1. Lepaskanlah rasa kuatir dan ketakutan*

Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi !  It's all only in your mind.

*2. Buanglah dendam*

Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda dan hanya mendatangkan *KELELAHAN JIWA. BUANGLAH !!!*

*3. Berhentilah mengeluh*

Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini. Secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.

*4. Bila ada masalah, selesaikan satu per satu*

Hanya inilah cara menangani setiap  : Satu demi satu.

*5. Tidurlah dengan nyenyak*

Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.

*6. Jauhi urusan orang lain*

Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.

*7. Hiduplah pada saat Ini, bukan masa lalu*
 
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung pada nya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"

*8. Jadilah pendengar yang baik*

Saat menjadi pendengar, Anda belajar dan mendapatkan ide-ide baru yang berbeda dari orang lain.

*9. Berpikirlah positif*

Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif.
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.

*10. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar*

Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa Anda kepada kebahagiaan saat Anda bersyukur...

SEMANGAT  PAGI...GBU.😀😀😀

Monday, November 25, 2019

Play Your CARDS

LEADING BY EXAMPLE

Cerita nyata ini terjadi di sebuah perusahaan. Pada saat suasana bisnis sedang challenging, dan perusahaan itu harus menaikkan profit dengan mengurangi cost yang dikeluarkan, seorang CEO menyampaikan ke HR Directornya,"Mulai sekarang kita harus menyuruh semua karyawan menggunakan budget airlines. Bayangkan berapa banyak cost yang kita bisa save? Dan ini bukan hanya sekedar cut the cost of travel, tetapi juga mengirimkan message yang strong, bahwa kita semua harus save cost!"
HR Directornya bertanya lagi,"Jadi mulai sekarang semua orang harus terbang dengan budget airlines?"
CEO nya bilang,"Yes!"
HR Directornya menyampaikan,"Kita dapat melakukan itu enam bulan lagi?"
"Why?" tanya CEO-nya.
"Karena mulai besok CEO harus terbang duluan pakai budget airlines, tiga bulan kemudian seluruh Board of Directors harus terbang pakai budget airline, dan enam bulan kemudian, semuanya baru akan terbang pakai budget airlines!"
CEO nya dengan tegas menyatakan,"Great let's do it!"
Dan besoknya CEO mulai terbang dengan low-cost airlines, dan enam bulan kemudian, belasan ribu orang di perusahaan itu pun terbang dengan low-cost airlines.
Cost saving terjadi di travel, strong message berhasil dikirimkan, akhirnya cost saving terjadi di semua aspek, semua orang bekerja keras, dan dua tahun setelah itu perusahaan itu mencetak record pencapaian business mereka secara profitability, dan tentunya semua orang menikmati bonus mereka yang tinggi.

Anyway, yang penting di sini tentu saja bukannya di perusahaan mana kisah nyata itu terjadi. Yang penting adalah bagaimana sang CEO berhasil menerapkan Leading by Example. Mengorbankan ego-nya, mengorbankan kenikmatan pribadi, dan mengorbankan kenyamanan yang biasanya didapatkan. Pada saat CEO lain terbang dengan First Class di maskapai mewah, dia rela terbang dengan low-cost airlines. Ok lah, dia masih dapat tempat duduk di depan, dapat kacang, pop-mie, dan air mineral, tapi kan itu tetap saja low-cost airlines kan?
Tetapi setelah dia terbang dengan low-cost airlines, Board of Directors yang lain pun tidak dapat mengelak lagi. They have no choice but to follow their leaders. Dan akhirnya belasan ribu karyawan lain juga tidak dapat mengelak juga.
Ini yang terjadi pada saat leader menjadi role-model dan menjadi teladan yang bagus bagi teamnya.

Seorang leader punya tiga tugas utama:
- Lead Your Business
- Lead Your Team
- Lead Yourself
Artinya, pada akhirnya seorang leader harus deliver business result (tanpa itu, semua yang dia omongkan atau kerjakan adalah bullshit!). 
Sayangnya seringkali dia tidak bias deliver the result seorang diri. Berarti dia perlu bantuan teamnya. Makanya dia harus menjadi good leader untuk teamnya, mampu mengembangkan dan memotivasi teamnya (develop and motivate your team) untuk bekerja keras bersama mencapai objective teamnya.
Namun, sebelum menjadi leader bagi teamnya, ternyata dia harus menjadi leader yang baik bagi dirinya sendiri dulu.
Remember, as leader, you are always on stage. Orang-orang, boss anda, peer anda, anak buah anda akan selalu melihat anda. Apakah anda konsisten? Jangan-jangan anda mengatakan A, tapi melakukan B. Jangan berfikir bahwa anak buah anda stupid, mereka smart, dan mereka akan mengingat actions yang anda lakukan.
Jadi sebelum anda menjadi leader yang baik bagi team anda dan bagi bisnis anda, jangan lupakan yang pertama, yang paling penting, dan seringkali yang paling sulit, memimpin diri anda sendiri!

Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk selalu leading by example?
Coba kita terapkan lima langkah sederhana ini:

a) Consistency

Yang pertama dan yang paling penting adalah konsisten.
Artinya anda sangat konsisten antara apa yang anda pikirkan, anda katakan dan anda kerjakan.
Artinya juga adalah anda konsisten terhadap value-value yang anda believe: kejujuran, integrity, teamworking , innovative dll. Dan anda konsisten setiap hari terhadap nilai- nilai itu.
Ingat smart people are watching you. Dan kalau anda tidak konsisten antara tiga hal itu, pertama mereka akan mentertawakan anda, kehilangan respect kepada anda dan lama-lama mereka akan meninggalkan anda, mencari leader lain yang lebih konsisten.
Consistency is the key of your success as leader.

b) Action oriented

Anda adalah seorang leader teladan kalau kelebihan anda adalah kemampuan mengimplementasi anda dengan disipline, mengatasi segala hambatan sampai anda mampu mencapai objective anda.
Ingat, kesuksesan organisasi yang anda pimpin sama sekali tidak tergantung pada bagus atau tidaknya strategy anda. Kesuksesan sangat tergantung pada kemampuan anda mengimplementasikannya dengan disiplin!


c) Responsible in good and bad condition

Seorang leader yang teladan juga mampu bertanggung jawab dalam segala situasi.
Kalau hasil bisnisnya bagus, dia akan menyatakan bahwa ini keberhasilan bersama teamnya, kalau gagal, leader take responsibility dan memimpin teamnya untuk bersama-sama belajar dari kegagalan itu agar memperbaikinya di masa depan.

d) Delegate, trust your team

Seorang leader teladan mengerti bahwa dia tidak akan bisa mengerjakannya seorang diri.
Maka mereka tidak akan "micro-manage". Mereka memberikan freedom dan space bagi teamnya.
Mereka memberikan objective dan membiarkan teamnya mencari solusi sendiri.
Leader akan membantu bila ditanya, men-challenge teamnya untuk men-generate beberapa alternatives.
Tapi satu hal yang mereka tidak akan lakukan: micro-manage, dan mengontrol team sampai hal sekecil-kecilnya. Mereka tahu ini tidak akan memotivasi mereka, bahkan akan membuat mereka frustasi. Semoga anda tidak termasuk yang micro-manage team anda!

e) Support them, no matter what

Leader teladan mendukung team mereka. 
Mereka memang tidak akan mentolerir team member yang punya niat buruk (terkait dengan integrity atau negative office politic).
Tetapi selama niatnya baik, dan team sudah melakukan yang terbaik, mereka akan tetap support dan mendukung team mereka, terlepas dari baik atau buruk hasilnya,
Mereka tahu bahwa the best learning come from experiment. Dan pada saat berexeriment , kadang memang kita berhasil, kadang kita gagal.
Dan tugas seorang leader teladan adalah mendukung anakbuah dan teamnya, dalam keberhasilan maupun kegagalan.

Jadi ingat ya, untuk menjadi seorang good leader yang benar-benar leading by example, perhatikan kelima point penting ini, saya singkat menjadi CARDS:
a) Consistency
b) Action oriented
c) Responsible in good and bad condition
d) Delegate, trust your team
e) Support them, no matter what

So, play your CARDS carefully.

Salam Hangat,

Pambudi Sunarsihanto

Saturday, November 23, 2019

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN* *PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

*PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN*
*PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019*

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.
Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, 
Om Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia,

Nadiem Anwar Makarim