Saya hanya seorang yang berpikiran sederhana, mencoba memahami dunia penuh kerumitan, mensyukuri setiap langkah yang diberkati, mendoakan harapan dan berharap hidup saya membuat banyak orang merasa sungguh hidup..
Translate
Sunday, September 06, 2020
MENYENANGKAN LAKI-LAKI ITU GAMPANG
Saudara yang menjaga dengan kasih
Saturday, September 05, 2020
Apa yang harus dilakukan keluarga bila terkena Covid19
Sudah 6 bulan kita melalui masa pandemi Covid19 ini, dan semua tidak semakin membaik. Kewaspadaan tinggi yang sudah coba kita jalani, tetap saja ada keluarga dan teman kita yang harus kehilangan orang terkasih mereka karena Covid19 ini.
Saya sendiri memang tetap beraktifitas ke kantor, dan beberapa tempat terbuka, tapi tetap, tiap kali pulang dari luar, tidak merasa enak badan. Benar-benar tidak nyaman untuk semua.
Lalu pertanyaan kecil keluar dari hati kami , apa yang harus kita lakukan bila kita kehilangan orang terkasih kita? Mulai dari pasangan hidup, anak, orangtua, dan siapapun itu, terutama karena Covid19.
Pertanyaan sederhana yang menguras otak dan emosi setelahnya.
Tidak mudah memikirkannya, tapi coba kita urai ya satu per satu.
Pertama, Life must go on. Apapun yang terjadi , kehidupan akan tetap berjalan. Tidak sedikit, momen di dunia ini, yang mengakibatkan banyak orang meninggal, dan akhirnya toh tetap harus bisa menjalani hidup. Tidak sedikit artikel dan pengalaman hidup dari orang-orang survival yang telah melewati Covid19, dan tidak sedikit juga, mereka tetap harus kehilangan, dan ditinggal pergi oleh orang terkasih mereka. Tapi tetap hidup harus berjalan. Nah, pikirkan bagaimana hidup kita harus berjalan.
Kedua, Semangat Hidup. Pengertian hidup berjalan ini, artinya, anak tetap harus bersekolah, orangtua tetap harus mencari nafkah, tetap harus bisa berjalan ini semua perlu semangat hidup. Semangat hidup meskipun harus berpisah dengan orang terkasih, meskipun menyakitkan, harus tetap memiliki semangat hidup. Semangat hidup akan sangat memerlukan iman. Iman ini yang menguatkan kita, memiliki kasih dan pengharapan. Pengharapan adalah modal dari semangat hidup kita. Kita tetap berharap, Tuhan segera menuntun dan membantu umat manusia bisa mengatasi ini semua, mungkin dengan ditemukannya vaksin, mungkin dengan tubuh manusia yang semakin kuat. Kita tidak tahu, tapi kita hanya bisa berharap. Inilah ujian iman kita.
Ketiga, Saling Menjaga. Manusia adalah makhluk sosial. Tidak pernah Tuhan ijinkan manusia tinggal sendiri, sudah jelas dari awal dunia ada. Maka kita harus bisa saling menjaga. Itulah yang kita lakukan sekarang ini. Saling menjaga. Menjaga kesehatan pribadi, juga memberikan dampak kesehatan orang sekitar kita. Menjaga memakai masker, untuk agar kita dan orang lain tidak menjadi carrier Covid19. Menjaga kesehatan, menjaga jarak, mengikuti semua aturan yang ada. Itulah yang diminta untuk saling menjaga.
Keempat, Terus Berdoa dan Bekerja. Tidak ada cara lain, tetap kita harus berdoa dan bekerja. Berdoa saja tidak cukup mengangkat dan mengatasi Covid19, kita harus tetap bekerja. Kita semua sudah diberikan kemampuan untuk bisa bekerja masing-masing. Meskipun sekarang ini, semakin banyak yang tidak bekerja secara resmi, tapi tetap selalu ada peluang, ada pekerjaan yang bisa dilakukan.
Inilah yang harus kita pikirkan bersama, antar pasangan. Mungkin orangtua dengan anak, mungkin keluarga dalam satu rumah, ataupun keluarga besar. Dengan adanya persiapan, maka keluarga akan lebih kuat, lebih siap, menghadapi segala sesuatunya.
Friday, September 04, 2020
[DIGITAL EVENT] CLOUD HOSTING. WHICH IS THE RIGHT FOR YOU? 17 SEP 2020
|
Thursday, September 03, 2020
Dia memberi vs kita memberi
Tuesday, September 01, 2020
Dokumentasi IoT Talk - How IoT Can Help Creating Outbreak-Ready Smart City - 27 Ags 2020
Berikut adalah kegiatan dari webinar IoT Talk - How IoT Can Help Creating Outbreak-Ready Smart City, yang didukung oleh APTIKNAS.
Silahkan ikuti kegiatan virtual ini :
Welcoming Be-SMART September 2020
Pertanyaan simple saya kepada tim sebelum kami memasuki bulan September 2020 adalah “Virtual Event apa yang akan kita buat sepanjang September ?”
Dari awal pandemi berkecamuk di Indonesia, kami mulai membuat berbagai virtual event, demikian kami menyebutnya, untuk tidak hanya membuat orang lain mengenal, mengerti dan mengetahui solusi dan produk lain terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tapi juga membuat diri kami bersemangat bekerja.


Tekanan pandemi Covid19 ini memang berdampak besar terhadap bisnis dan usaha kami, terutama yang selama ini mengandalkan event offline, dan mendadak kami harus siap masuk ke event online, yang selama ini kurang diminati orang. Tapi sekarang semua berubah. Dengan rata-rata kehadiran diatas 50–70 orang dalam setiap event kami, kami berupaya memberikan yang terbaik untuk bisa membantu orang lain.
September Ceria, itu awal pikiran kami. Tapi sulit sekali menggabungkan Cerita dengan IT, terutama di masa seperti ini. Tidak banyak orang yang ceria dengan kondisi sekarang. Maka tibalah kami di tema SMART, tepatnya Be Smart. Menjadi Pintar. Bahkan mungkin, bila tepat dengan kami, menjadi CERDAS. Be-SMART menjadi target virtual event kami.
Lalu kami mulai berpikir. Karena sekarang ini sudah sangat banyak kegiatan webinar. Kami harus menemukan pola lain, mencari mitra lain. Dan mungkin itu tidak di dalam negeri. Kami harus Inside-Out, mencari partner di luar negeri. Jatuh pilihan kami kepada Taipei Computer Association. TCA yang biasanya sibuk di bulan-bulan ini dengan Computex dan beragam event lainnya juga merasakan hal yang sama.
Lalu via WA, kami mulai merancang virtual Event Be-Smart. Kami cari yang apa yang orang butuhkan. Smart Home, ya itu yang sudah mulai marak. Dan Taiwan adalah salah satu sumber smart home dunia.
Lalu Smart Manufacturing, ini sangat menarik. Gerakan Industry 4.0 yang dicanangkan pemerintah dari April 2018, seolah mendapatkan momentum , pada saat pandemi terjadi. Semua perusahaan manufaktur harus berpikir keras, untuk tetap bisa hidup dan bertahan, termasuk menggunakan berbagai teknologi mendukung smart manufacturing, smart factory. Kami mencoba menampilkannya dalam kesempatan kali ini, berkolaborasi dengan Industrial Development Bureau (IDB) Taiwan.
Setelah itu, fokus kami kepada Usaha Kecil Menengah (UMKM dan UKM) yang digadang-gadang menjadi tiang pondasi ekonomi bangkit di tengah pandemi. Tapi dari 62jt UMKM dan UKM yang ada, baru 8juta yang melek IT. Dan target terdekat tahun ini, meningkatkan menjadi 10jt UKM yang mampu gunakan IT. Tentu kami sangat tertantang bisa terlibat dalam kegiatan ini.
Dan terakhir, beragam layanan digital , kami menyebutnya e-Services , berkembang dan digunakan dalam masa pandemi ini. Maka Smart E-Services akan menjadi virtual event terakhir di September 2020.
Semoga apa yang kami coba buat ini, bisa membantu banyak perusahaan, instansi dan publik untuk bisa mengenal, mengetahui dan belajar menggunakan, mengimplementasi beragam teknologi smart ini dalam keseharian.
Pastikan anda terdaftar dalam EventCerdas.com dan mengikuti beragam kegiatan kami. Tetap semangat melewati masa pandemi ini, dengan tetap belajar bersama. Bagi anda yang ingin menjadi presenter / sponsor, silahkan mengkontak tim kami Fhara-0811–1472260, Putri +62 857–7415–4495.
Sampai bertemu di acara virtual event BE-SMART kita.
.png)








.png)