Translate

Thursday, January 04, 2018

Mengangkat UMKM dengan Apps

Tulisan ku kembali diterbitkan oleh Harian Bernas 4 Jan 2018

Download disini 

DEVELOP YOURSELF and BECOME THE PILOT OF YOUR CAREER

 DEVELOP YOURSELF and BECOME THE PILOT OF YOUR CAREER

(Catatan awal tahun 2018)

Kita baru saja mengawali tahun 2018. Semoga tahun ini kita bisa mengembangkan diri kita sendiri dan menjadi pilot dari karier kita.
Kita ikuti cerita di bawah ini

Hari Minggu pagi itu saya melakukan hobby saya untuk driving arround di highway. Saya bangun Subuh dan sudah menancap gas keluar dari Jakarta. Dan ternyata perjalanan saya mampir daerah di mana seorang sahabat saya tinggal di sana kalau week end. Sebut saja namanya David (bukan nama sebenarnya), seorang Vice President di sebuah perusahaan consumer goods yang menjadi market leader di Indonesia.
(By the way, kalau di perusahaan dia Vice President itu sudah yang paling tinggi ya, hanya selapis di bawahnya President Director. Bukan seperti di industry lain yang kadang kadang dalam sebuah perusahaan bisa ada seratus VP πŸ˜ƒ).
Dia dengan ramah menyambut telpon saya,”Mampir aja sekalian. Saya gak ke mana mana. Tapi rumah saya berantakan ya ....”
Saya pun keluar toll dengan tak lupa membayar dengan e-money lengkap dengan tong-tollnya dan menuju ke rumahnya ....


David dan istrinya menyambut kedatangan saya dengan sarapan roti panggang dan jus jeruk yang diperas fresh.
Memang rumahnya masih berantakan, ternyata mereka baru pindahan.
Dan David pun bercerita,”Waktu kami pindahan , istri saya menemukan arsip semua kontrak kerja saya sejak saya memulai bekerja sampai sekarang, termasuk ada jumlah gaji saya di situ, since my first job until now”

Wah kebayang, David yang selalu mendapatkan promosi setiap tiga tahun itu pasti mempunyai grafik kenaikan gaji yang membuat banyak orang akan merasa salut (atau iriπŸ˜ƒ).
David dulunya adalah insinyur yang menjalani kerja lapangan, kemudian dia sangat ambisius dalam kariernya, dan juga sangat commitmen untuk belajar terus menerus (pantesan rumahnya dipenuhi ribuan buku).
Dan dari hanya sekedar competency teknologi sebagai seorang insinyur, sekarang David sudah melengkap kompetensinya dengan leadership, project management, business strategy, ... dll.
No wonder he got promotion every 2-3 years, since the beginning of his career.
And  no wonder now he landed in a high profile job with a high salary!

Saya pun penasaran dan bertanya,”How did you do that? What is the secret of your successfull career development?”

David mengunyah roti panggangnya, tersenyum sebentar, minum jus jeruk freshnya dan kemudian menerangkan dalam bahasanya sendiri ....

Kita semua kan leader. Sebagai leader kita kan harus develop our business, develop our team dan develop ourselves. Nah tiga-tiganya itu harus jalan. Jangan sampai ada yang dikesampingkan. Berarti setiap hari kita harus serius menjalankan tiga hal itu.

Develop the business: berarti kita serius dan komitmen untuk menjalankan tugas kita, komitment untuk mencapai objective kita dan kontribusi untuk kesuksesan organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang
Develop the team: berarti kita serius memotivasi dan mengembangkan anak buah kita dengan menggunakan beberapa macam cara pengembangan dan pelatihan karyawan.
Develop yourself: berarti selain kedua hal di atas, kita juga harus memastikan bahwa kita juga develop ourselves (baca buku, ikut training, mengerjakan pekerjaan baru yang belum pernah dilakukan, dan minta feedback dari yang lain)

Hanya dengan cara itulah, objective tercapai, anak buah berkembang dan kita sendiri juga maju dalam berkarier!

Wah keren juga ya?
“David, apa kuncinya untuk selalu sukses menjalankan ketiga hal tersebut?”

David selalu menggunakan projet management approach dalam ketiga hal tersebut di atas (mengembangkan bisnis,
anak buah dan timnya sendiri).
Jadi dalam setiap aktivitas itu dia selalu mengetahui
task: apa yang harus dilakukan
key persons involved: siapa yang harus dilibatkan
deadline: kapan task itu harus diselesaikan

Dan kemudian hal itu dimonitor dan di follow up dengan disiplin!
Jadi seandainya ada pekerjaan (dalam bisnis) yang tidak dilakukan, kan David akan dimarahi bossnya.
Sama, kalau David melalaikan tugasnya untuk mendevelop dirinya sendiri (dan anakbuahnya), maka David akan memarahi dirinya sendiri.
Intinya adalah execution discipline!

Terakhir , David menambahkan, bahwa semua orang seharusnya menjadi pilot dari pengembangan kariernya.
Pilot itu mungkin dibantu orang lain: traffic controller, co-pilot, pramugari, teknisi mesin ...dll, tetapi tetap saja pilot yang memegang kendali penuh.
Sama, perusahaan bisa saja membantu, atasan bisa saja meng-coaching, HR bisa saja menyediakan training, tetapi yang harus memegang kendali penuh tetap adalah diri kita sendiri.
Dan itu berarti adalah, kalau kita sukses mengembangkan karier, the glory will bellong to us.
Tetapi kalau karier kita tidak berkembang, berarti satu-satunya orang yang kita bisa salahkan juga adalah diri kita sendiri!
(Bukannya komplain tentang bossnya di wall Facebook -nya πŸ˜ƒ).

Hari mulai siang dan saya pun pamitan, sudah terlanjur janji mau mengantarkan anak anak saya kursus horse riding.

Tapi dalam perjalanan pulang, saya masih membayangkan pembicaraan saya dengan David tentang pengembangan karier ...
Dan saya juga teringat bahwa
di tengah tengah pembicaraan tadi David  menyampaikan bahwa dalam
mengembangkan kariernya David selalu menanyakan 5 pertanyaan ini ....

WHERE AM I?

Di mana sekarang posisi saya?
Apakah kompetensi yang menjadi strength dan keunggulan saya?
Apakah kompetensi yang menjadi gap saya dan harus saya pelajari?

WHERE WILL I BE IN 3 YEARS?

Apakah jenjang karier dan posisi yang saya ingin capai dalam 3 tahun lagi?

WHY DO I WANT TO BE THERE?

Mengapa? (Idealnya karena posisi itu akan semakin melengkapi portfolio anda ke depannya).
Dan semoga alasan ini akan membuat anda semakin termotivasi dan terobsesi untuk mencapainya.

HOW DO I GO THERE?

Tentukan langkah langkah apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan kompetensi, menambah kesiapan anda ke karier selanjutnya , mengembangkan network anda dan membuka oppprtunity anda.
Caranya ? Ya bisa saja dengan baca buku, ikut training, eLearning, mengerjakan pekerjaan baru yang belum pernah dilakukan, dibantu coach, dibantu mentor dan minta feedback dari yang lain), ikut networking event, mulai menjadi pembicara agar dikenal public, menulis karangan yang menjadikan anda pioneer anda dalam bidang itu, atau apapun ....
Kemudian implementasikan langkah langkah itu dengan penuh disiplin!

WHAT IS MY DMA? (Difference-Making-Action)

Setelah anda melakukan semua step 1-4,
pikirkan satu hal lagi, your differentiators!

Apapun yang terjadi, career development adalah sebuah kompetisi. Anda perlu separate yourself from the crowd. Anda perlu mempunyai sesuatu yang membedakan anda dari yang lain....
Differentiator itu bisa saja sertifikasi, bahasa asing, kemampuan khusus (public speaking, conducting training ...etc), networking yang lebih luas ...etc.
Apa saja, asalkan itu membedakan anda dengan yang lain.
Dan tentunya selama beberapa tahun ke depan, lakukan DMA anda, langkah langkah yang bisa anda lakukan untuk membentuk , membangun dan menambah differentiators anda.

Jadi ingat ya, dalam pengembangan karier anda, anda adalah pilotnya sendiri. Dan itu berarti anda harus selalu menanyakan lima pertanyaan ini ....

WHERE AM I?
WHERE WILL I BE IN 3 YEARS?
WHY DO I WANT TO BE THERE?
HOW DO I GO THERE?
WHAT IS MY DMA? (Difference-Making-Action)

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Wednesday, January 03, 2018

Tetap semangat dalam Krisis 2018

*Selamat Datang Krisis 2018*

Tahun 2018 adalah tahun yang tidak mudah, bukan saja kehadiran lawan-lawan yang tidak terlihat _(Silent Competitor)_ yang langsung menerebos ke rumah konsumen tanpa melalui jalur konvensional _(conventional distribution channel)_, tetapi melalui online.

Smartphone jalur digital/online memungkinkan produk menerebos langsung dihadapan customer, berbiaya murah (lebih efisien) dan tidak terlihat oleh pesaing. 

Tantangan Disruption ini memang tak terelakkan, industri lama, para incumbent yang tak mau berubah langsung kena dampak.

Online telah membuat semua produk kehilangan jarak, dunia tanpa jarak, tanpa perantara manusia, produsen dan konsumen semakin dekat, barang-barang dari luar negeri pun bisa menyelinap hadir di tangan kita dengan mudah. 

Inilah market baru _(disruptive market)_ yang lebih efisien, sederhana dan tentunya murah (biaya distribusi/marketing lebih efisien).

*Disruption ini telah membuat retail besar atau incumbent  bertumbangan atau mengatur kembali strategi mereka (Matahari, Ramayana, Debenhams, Lotus, Crocs, Blue Bird, dll).*

Regulator atau pemerintah bingung bersikap mau membiarkan ini terjadi atau memproteksi pemain lama, semua jadi serba salah, karena disruption memang tak terelakkan.  

*Pemain lama (incumbent) bingung karena perubahan yang begitu cepat, bahkan sulit merespon karena terbelit persolan internal yang tidak mau berubah (Giant Sleep).*

Khusus bagi kalangan business, bukan hanya disruption (perubahan yang mengganggu) *tetapi Tahun 2018 akan membawa busines seperti roller coaster (naik turun atau volatility) yang tajam.*

Menghadapi masa liburan Lebaran ditambah rangkaian event yang akan memancing market slow down.

Banyaknya Hari Libur Tahun 2018 akan diawali dengan Liburan Natal dan Tahun baru yang membuat efektifitas pekerjaan baru benar-benar mulai di pertengahan Januari 2018 dimana target baru di-setting dan budget baru di approve, yang pasti penjualan belum mengangkat.

Baru liburan panjang, eh! Sudah  akan di sambut dengan Liburan Imlek (Chinese New Year) pada pertengahan Februari.   

Penjualan baru akan jalan efektif setelah minggu ke-3 Februari 2018 hingga sampai awal bulan puasa di Mei 2018 (3 bulan saja), yang akan terus flat/no special karena efektifitas di bulan Mei sampai Juni (Ramadhan mood) yang pasti datar saja (kecuali kuliner).

Apalagi ditambah liburan bersama Lebaran 14 s/d 20 Juni 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan BBN alias Bulan Begadang National, karena adanya FIFA World Cup yang berlangung dari 14 Juni s.d 15 Juli 18 (satu bulan penuh) yang disiarkan TransCorp.

Rasa kantuk dan lemas akan melanda para karyawan sementara market belum pulih benar ditambah dengan heboh PILKADA Serentak di 171 kota/daerah di Indonesia pada tanggal 27 Juni 2018.

Yang pasti ditambah dengan drama kampanye antar partai yg akan menghangatkan suasana, khususnya di sosial media dan news online.

Selesai Pilkada dan Piala Dunia Sepak Bola, kita kembali di sambut oleh event Asia terbesar yaitu Asian Games ke-18 pada tanggal 27 Agustus s.d 3 September 2018.  

Jika kurang oke penyelenggaraannya atau hasil pencapaian tim Indonesia-nya akan berimbas pada situasi sosial media dan keamanan, karena semua akan terasa atau berbau "PILPRES", Pokoknya bisa berpotensi ramai di sosial media.

*Oktober akan diwarnai Geopolitik dimana ada: sidang IMF and World Bank di Bali 8-14 Oktober dan dibarengi dengan Date Line Brexit (UK akan keluar dari UE) secara kasat mata akan berpengaruh terhadap situasi moneter Indonesia.*

November dan Desember 2018 mulai semakin panas suhunya dengan gembar-gembor Capres dan Cawapres serta persiapan PILPRES 2019.

Disini pasti akan kembali terjadi perang kampanye (termasuk Black Campaign), dll.

Di tahun 2018, ada hal lain yaitu agenda-agenda dibidang ekonomi dan politik Nasional/Internasional yang akan berimbas pada ekonomi dan pasar nasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

*Bagaimana kita menghadapi semua ini?* 

Motivasi saja Tidak Akan Cukup.
*Yang dibutuhkan adalah Transformasi.*

_•Pertama_,  *Jangan  menyangkal* bahwa dunia sedang dan terus berubah menuju tantangan yg semakin besar & berat.

*Stabilitas adalah mitos, anda harus belajar nyaman berhadapan dengan situasi2 yg tidak pasti dan turbulensi perubahan.* (Denise Waitley)

_•Kedua_, *Perubahan Mindset dimulai dari diri kita sebagai karyawan maupun pelaku bisnis.* 

_•Ketiga_, Milikilah *Growth Mindset* pemikiran yang berkembang, berani berinovasi, selalu belajar serta menyadari dan mau meninggalkan cara lama yang tidak efektif lagi (Iteration).

_•Keempat_, Dua Kata yang penting adalah *be Creative and Innovative* (Disruption).

Memang tidak perlu untuk khawatir yang berlebihan *karena manusia adalah makhluk yg paling adaptif, krn kita akan selalu punya cara untuk mengatasinya.*

*Yuk semua Mempersiapkan Diri*

(Selamat Tahun Baru 2018)

SEO - Taktik Dan metode

*SEO - Taktik & Metode*
Teknik SEO dikelompokkan menjadi dua kategori besar:
White Hat SEO - Teknik yang direkomendasikan mesin pencari sebagai bagian dari desain yang bagus.
Black Hat SEO - Teknik mesin pencari yang tidak menyetujui dan berusaha memperkecil efeknya. Teknik ini juga dikenal sebagai spamdexing.

*White Hat SEO*
Taktik SEO dianggap sebagai White Hat jika memiliki fitur berikut:
1. Ini sesuai dengan pedoman mesin pencari.
2. Itu tidak melibatkan penipuan apapun.
3. Ini memastikan bahwa konten yang diindeks oleh indeks mesin telusur, dan selanjutnya peringkatnya, adalah konten yang sama yang akan dilihat pengguna.
4. Ini memastikan bahwa konten halaman web seharusnya dibuat untuk pengguna dan tidak hanya untuk mesin pencari.
5. Ini memastikan kualitas halaman web yang baik.
6. Ini memastikan ketersediaan konten yang berguna di halaman web.

Selalu ikuti taktik White Hat SEO dan jangan coba-coba membodohi pengunjung situs Anda. Jujurlah dan Anda pasti akan mendapatkan sesuatu yang lebih.

*Black Hat atau Spamdexing*
Taktik SEO, dianggap sebagai Black Hat atau Spamdexing jika memiliki fitur berikut:
1. Mencoba perbaikan peringkat yang tidak disetujui oleh mesin pencari dan / atau melibatkan penipuan.
2. Mengalihkan pengguna dari halaman yang dibangun untuk mesin pencari ke mesin yang lebih ramah terhadap manusia.
3. Mengalihkan pengguna ke halaman yang berbeda dari halaman peringkat mesin pencari.
4. Melayani satu versi halaman untuk mencari spider / bot mesin dan versi lain untuk pengunjung manusia. Ini disebut taktik Cloaking SEO.
5. Menggunakan teks tersembunyi atau tak terlihat atau dengan warna latar belakang halaman, menggunakan ukuran huruf kecil atau menyembunyikannya dalam kode HTML seperti bagian "tidak ada bingkai".
6. Mengulangi kata kunci di metatag, dan menggunakan kata kunci yang tidak terkait dengan konten situs web. Ini disebut metatag isian.
7. Menghitung penempatan kata kunci dalam halaman untuk meningkatkan jumlah kata kunci, variasi, dan kerapatan halaman. Ini disebut isian kata kunci.
8. Membuat halaman web berkualitas rendah yang mengandung konten sangat sedikit tapi malah diisi dengan kata kunci dan frase yang sangat mirip. Halaman ini disebut Doorway atau Gateway Pages.
9. Cermin situs web dengan hosting beberapa situs web - semuanya dengan konten yang mirip secara konseptual namun menggunakan URL yang berbeda.
10. Membuat salinan nakal dari situs web populer yang menampilkan konten yang mirip dengan aslinya ke perayap web, namun mengalihkan peselancar web ke situs web yang tidak terkait atau berbahaya. Ini disebut pembajakan halaman.


_Selalu jauhi salah satu taktik Black Hat di atas untuk meningkatkan peringkat situs Anda_

Sri Mulyani : East Asia Rising Stat

At the World Bank Group's annual meetings in Washington DC in October, there was notable optimism in anticipation of an upswing in the global economy. The International Monetary Fund's latest World Economic Outlook projects that global growth will accelerate to 3.6% in 2017, and to 3.7% in 2018. Not surprisingly, investment, trade, industrial production, and business and consumer confidence have continued to increase in several key economies and regions.

Indonesia intends to capitalize fully on this upswing. In 2017, it consistently posted a respectable growth rate of around 5%—better than most emerging economies—owing to increased investment and consumption, and a recovery in exports, partly due to the pick-up in commodity prices. In fact, exports are becoming an increasingly reliable third engine of growth for the country.

Better still, Indonesia's macroeconomic indicators are sound. The country is experiencing solid growth in new jobs and real wages, and low and stable inflation of around 4%. Moreover, food prices are steady, consumer confidence is strong, interest rates are low, and the exchange rate has remained consistent. Domestic and foreign direct investment have been picking up, too, thanks to increased infrastructure spending.

These positive trends have added momentum to ongoing reforms. After all, the best time to mend one's roof is when the sun is shining. Accordingly, President Joko Widodo's government is pushing ahead with key measures that will create a strong foundation for higher long-term competitiveness. And alongside structural reforms, we are pursuing prudent fiscal and monetary policies, with our sights set well beyond the horizon.

The proof of Indonesia's progress is in the pudding. Indonesia has gained growing international recognition, with three major rating agencies having issued the country an investment-grade credit rating. According to an OECD/Gallup Poll, 80% of Indonesians have confidence in the national government—the highest among all countries surveyed.

Moreover, Indonesia's standing in the World Bank's ''Ease of Doing Business'' ranking has skyrocketed 34 places since the current government took office in 2014. Owing to its improved business and investment climate under President Joko Widodo's leadership, Indonesia has been named a top-10 reformer.

Towards the end of 2017, the Indonesian parliament approved a robust 2018 national budget, which aims to boost confidence further, increase productivity, and enhance the country's competitiveness. For the past three years, the government has pushed hard to invest in the future by closing the country's infrastructure and human-capital gaps. The new budget will continue that work by increasing investments in both areas to unprecedented levels.

Even more than our natural resources and strategic location, our people are the most precious assets of all. As the world's fourth most populous country, Indonesia has a large and vibrant young workforce that will fuel inclusive growth well into the future. Indonesian millennials are more connected, creative and confident than any previous generation. They are our future entrepreneurs, job creators, professionals, civil-society leaders and taxpayers. And they are already competing vigorously in the digital economy, where technological innovations will continue to introduce new opportunities and challenges.

The next generation will have to start preparing today for the jobs and opportunities of tomorrow. To that end, the government has placed special emphasis on investments in human capital. More than 20% of the 2018 national budget is allocated for education and vocational training, and another 5% is dedicated to the health sector.

Furthermore, the government is providing support for the country's poorest and most vulnerable communities. Through social safety nets, cash transfers, cash-for-work programs and other innovations, we are lifting people out of the vicious cycle of poverty. The government's flagship 'Indonesia Pintar' education program will ensure that around 20.3 million school-age children stay in school. The 'Indonesia Sehat' health initiative is expanding access to basic health services for the masses. And large-scale micro credit programs have been introduced to kick-start local economies.

With more than 17,000 islands spread over three time zones, Indonesia is the world's largest archipelago. Fortunately, ongoing investments in infrastructure will leave the economy more interconnected than it has ever been. As logistical costs fall and efficiency improves, we will likely see the emergence of new growth centers beyond the main islands.

Lastly, the government is working hard to strengthen Indonesia's institutions. We have introduced a comprehensive tax-reform plan to make collection more effective, and to broaden the tax base. And we are taking steps to ensure financial inclusion, and to improve trade and investment policies, all of which will fuel competitiveness.

Any businessperson or investor who overlooks Indonesia risks missing out on the opportunities offered by a global economic success story. As a member of the G20, Indonesia is the largest economy in Southeast Asia, and on its way to becoming the fifth-largest economy in the world by 2030. When Indonesia thrives, everyone benefits.

Indonesians are doing their part to contribute to the dynamism of East Asia. As the Indonesian economy continues to gain momentum, so, too, will the current government's efforts to establish a strong foundation for the future.


This is Sri Mulyani's article at Nikkei Asian Review December 15, 2017: https://asia.nikkei.com/Viewpoints/Sri-Mulyani-Indrawati/East-Asia-s-rising-star?page=1

Tuesday, January 02, 2018

LESSON FROM THE TOP

Dari Website Bu Illah Sailah. Ada kutipan referensi & gambar dari buku2 Priyosaksono & Sembel.
"Component of Success" & "Our Education System"

For your turn of the year reading...

Happy New Year Friends.
Salam
Prof. Roy Sembel
LinkedIn/FB: Prof. Roy Sembel
Twitter/ Instagram: @ProfRoySembel

*"LESSON FROM THE TOP"*

Ada pelajaran menarik yg dpt diambil dr sebuah buku berjudul *"Lesson From The Top"* _karangan *Neff dan Citrin*_ (1999).

Pada tahap pertama, penulis buku meminta kpd sekitar 500 org (CEO dr berbagai Perusahaan, LSM, dan Dekan/Rektor Perguruan Tinggi) agar mrk menominasikan 50 nama orang2 yg menurut mrk tersukses di Amerika. Dari mrk, akhirnya diperoleh 50 nama yg bbrp diantaranya adalah :
*• Jack Welch* _(General Electric)_
*• Bill Gates* _(Microsoft)_
*• Andy Grove* _(Intel)_
*• Lou Gerstner* _(IBM)_
*• Michael Dell* _(Dell Computer)_
*• Mike Armstrong* _(AT&T)_
*• John Chambers* _(Cisco System)_
*• Frederick Smith* _(Federal Express)_
*• Steve Case* _(America Online)_
*• Elizabeth Cole* _(American Red Cross)_
*• Bob Eaton* _(Daimler Chrysler)_
*• Michael Eisner* _(Walt Disney)_
*• Ray Gilmartin* _(Merck)_
*• Hank Greenberg* _(AIG)_
*• Sandy Weill* _(CitiGroup)_
*• Alex Trotman* _(Ford Motor Company)_
*• Bill Steere* _(Pfizer)_
*• Howard Schultz* _(Starbucks)_
*• Ralph Larsen* _(Johnson&Johnson)_
*• Walter Shipley* _(Chase Manhattan)_

Tahap berikutnya, penulis buku mewawancarai 50 org terpilih tsb satu-per-satu. Dalam wawancara tsb antara lain ditanyakan rahasia sukses para pengusaha tsb.

Jawaban mrk kemudian di rangkum di dlm bab kesimpulan yg memuat 10 kiat yg menurut 50 org tsb paling menentukan kesuksesan mrk.

Tahukah Anda? 
Dari 10 kiat sukses tsb *tak satupun menyebut pentingnya memiliki keterampilan teknis alias hard skills sbg persyaratan utk sukses di dunia kerja.* 50 org tsb seolah sepakat bhw yg paling menentukan kesuksesan mrk *bukanlah Keterampilan Teknis, melainkan Kualitas Diri yg termasuk dlm katagori Keterampilan Lunak (Soft Skills) atau keterampilan berhubungan dgn org lain (People Skills)*. Di Jerman dikenal juga dgn istilah *Strategical Skills* atau *Key Qualifications.*

Berikut  ini adalah 10 Kiat Sukses 50 org tersukses di Amerika tsb.

_*10 Common Traits of the Best Business Leaders*_
*01. Passion*
*02. Intelligence and Clarity of Thinking*
*03. Great Communication Skills*
*04. High Energy Level*
*05. Egos in Check*
*06. Inner Peace*
*07. Capitalizing Early Life Experience*
*08. Strong Family Lives*
*09. Positive Attitude*
*10. Focus on "Doing The Right Things Right"*

Mari kita perhatikan, kiat sukses nomor satu ternyata adalah *"passion", gairah, atau semangat yg membara.*

Orang bijak menterjemahkan semangat sbg burning desire yg diwujudkan dlm bentuk : _*"bersedia mencurahkan apapun yg dipunyai utk apapun yg sdg dikerjakan."*_

Karena definisinya demikian, tak heran jika 50 org sukses tadi menempatkan "semangat" sbg modal pertama utk meraih kesuksesan.

Yang menjadi pertanyaan, "semangat" itu "andaikan bisa diajarkan" akan diajarkan melalui mata pelajaran apa dan diajarkan oleh siapa dgn cara bagaimana?

_*"Kata orang bijak, semangat itu tidak bisa diajarkan, tetapi bisa ditularkan."*_

Ceritera diatas tadi bukan berarti tdk mementingkan hard skills dlm dunia usaha dan dunia kerja atau dunia bisnis sekalipun. Namun bbrp buku selalu menekankan bhw :
_di dalam dunia nyata tsb soft skills sangat menonjol peranannya dlm membawa org mampu bertahan di puncak,_ sukses. 

Dengan kata lain :
_"We HIRE people for their technical skills,_ but then ... _We FIRE them for behavioral faults"_

Selain 10 kiat sukses tsb, para pengusaha didlm buku Lesson From the Top juga menambahkan :

*6 Prinsip Utama* (Six Core Principles)  bagi suksesnya org2 sukses, yaitu :
*1. Live With Integrity,*
*2. Develop a Winning Strategy,*
*3. Build a Great Management Team,*
*4. Inspire Employees,*
*5. Create a Flexible Organization,* and
*6. Implement Relevant Systems.*

*10 Kiat Sukses* dan *6 Prinsip Utama* tsb di atas semakin menegaskan pentingnya soft skills bagi para lulusan perguruan tinggi sbg Calon Pekerja dan Pengusaha serta Pemimpin Masyarakat.

Sadar atau tidak, diri kita seringkali menilai org lain (terutama yg kita kagumi) dr sikap dan perilakunya.

Artinya apa? 
Kita pun akan dinilai org krn sikap dan perilaku kita. Jadi betapa pentingnya bagi kita utk selalu memelihara sikap dan perilaku yg menyenangkan dan diterima baik oleh masyarakat.

Apabila dicermati dr kenyataan yg ada, baik dr perbincangan informal maupun hasil penelusuran atau kajian formal, maka rasio kebutuhan soft skills dan hard skills di dunia kerja/usaha berbanding terbalik dgn pengemban yg membawa atau mempertahankan org di dlm sebuah kesuksesan di lapangan kerja yaitu 80% ditentukan oleh mind set yg dimilikinya dan 20% ditentukan oleh technical skills.

Namun, di perguruan tinggi atau sistem pendidikan kita saat ini, soft skills hanya diberikan rata2 10% saja dlm kurikulumnya.

Jadi, bgm baiknya agar proses pendidikan kita dpt mensinergikan antara soft skills dan hard skills dgn baik?, sementara jumlah satuan kredit mahasiswa sdh cukup banyak.

Sumber:

_"Wishing you a fabulous 2017 with full of great achievements and experiences. A meaningful chapter waiting to be written"_ *'Happy New Year 2018!'*

Fanky Christian
Director
PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-812-1057533 / 0881-8857333
skype: fankych1211
   

EVERYBODY HAS THEIR OWN EVEREST

EVERYBODY HAS THEIR OWN EVEREST

When you climb your own career, you dont need to compare yourself with others. 

How to build your own career path?

First: PURPOSE
- Understand what do you want to achieve.

Second: PASSION
- What do you enjoy doing? Do what you love.

Third: PATH
- Create your own (unique) path to achieve your dream

Forth: PROCESS
- Understand that it will take a long process, persistence and perserverance to get there .

Fifth: PERFORMANCE
- Remember to perform at your best in whatever you do ...

Last: PEEK
- Now you reach the peek, you must develop your team. Average leaders create followers, great leaders ceeate even greater leaders!

Warm Regards

Pambudi Sunarsihanto