Translate

Tuesday, August 08, 2017

HOW TO BE A PIONEER IN A HOPELESS WORLD?

HOW TO BE A PIONEER IN A HOPELESS WORLD?

Namanya Rudy, dia adalah seorang enterpreneur yang sukses. Selepas kuliah dia merintis bisnis yang sekarang sudah termasuk sukses berskala besar, dan sering masuk media cetak, bahkan sering diminta menjadi pembicara seminar.
Tentunya semuanya bukan melalui jalan yang mudah dan mulus, tetapi banyak sekali challenge yang harus dihadapinya.
Namun Rudy yang memang haus tantangan (hobbynya rock climbing dan mendaki gunung), jadi semua tantangan itu berhasil dijalani.
Dan sekarang (setelah bisnisnya sukses dan sudah bisa ditangani oleh orang lain), Rudy ingin tantangan baru.

Pucuk dicinta ulam tiba, sebuah perusahaan besar ingin merecruit dia sebagai Head of Innovations. Perusahaan itu membutuhkan orang orang seperti Rudy untuk "wake-up" the whole organization.
Dan bagi Rudy ini tantangan baru karena Rudy belum pernah memimpin project innovasi dengan skala sebesar ini.
Jadi mestinya ini adalah "perfect match".

Tapi ternyata Rudy galau, karena setelah dia tanya-tanya, dia investigasi dan dia cari banyak informasi, situasi di perusahaan itu sedikit "menakutkan".
Perusahaan itu perusahaan yang sudah lama berdiri, dengan sukses yang luar biasa menjual product yang mereka kembangkan belasan tahun yang lalu. Inilah saatnya mereka harus men-drive innovations.

Problemnya bagaimana perusahaan mau men-drive innovations kalau sebagian besar karyawan sudah ada di situ selama  belasan tahun, menikmati kesuksesan masa lalu, dimanjakan dengan bonus (dan kenaikan gaji) yang besar setiap tahun, bahkan dientertain oleh partner-partner mereka.
Jadi banyak sekali karyawannya yang masih "complacent", lengah, santai, enjoy life, dan hanya berkata "innovasi itu penting" tapi tidak pernah berinovasi apapun!

Rudy pun galau, apakah dia mampu memimpin project-project inovasi di tempat seperti itu? Apakah dia harus meneruskan niatnya untuk join perusahaan itu? Atau ....?

Dan malam itu Rudy menanyakan hal itu sambil kami makan malam di sebuah rumah makan Perancis terkenal di Jalan Senopati.
"What should I do? It seems that I will be entering a hopeless world?"

Ternyata saya mengamati banyak Rudy-Rudy yang lain saat ini.
Bisa di perusahaan apapun di industry apapun.
Bisa sebagai Head of Innovations,
marketing, HR, finance head atau jabatan apapun.
Saat HR ingin mengimplementasikan Talent Management, saat Sales ingin menerapkan Road To Market, saat Marketing ingin menjalankan Digital Marketing, saat Procurement ingin memulai paperless and fully digital procurement system ...
Semuanya sebenarnya sama, bagaimana kita mampu menjadi pioneer in a hopeless world.

Menjadi pioneer dan membawa perubahan itu memang susah. Kita pikir ide kita bagus, kita pikir boss dan CEO mendukung kita. Tetapi pada saat implementasi banyak banget yang tidak setuju dan menjadi resistence.
Padahal change tidak akan terjadi kalau hanya CEO dan boss kita yang mendukung.
Terus bagaimana dong? Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Saya  biasanya menerapkan lima langkah di  awah ini ....

1. Curious (Be Curious)

Meskipun anda direkrut dengan competence dan capability yang tidak diragukan lagi, tetaplah humble dan rendah hati. Siaplah untuk belajar dari mereka. Meskipun mungkin di mata anda mereka competence nya rendah, tapi lihatlah bahwa mereka juga sukses secara bisnis selama belasan tahun lebih. Be open mind. Be Curious. Learn from them. 
- Apa saja yang membuat mereka sukses di masa lalu?
- Budaya atau perilaku apa yang mereka punya?
- Apa sih, the real differentiators yang membuat mereka sukses?
Pelajari dulu semua itu.
Dan ini berarti anda harus mengenal mereka , memulai hubungan baik dengan mereka, membantu mereka (sebelum anda ingin dibantu).
Dan sebagai orang baru, anda yang harus memulai semua itu!

2. Critical

Nah, setelah anda "curious", anda akan belajar banyak dari situ. Sekarang waktunya untuk mulai berskiap kritis ..
Waktunya anda bertanya ...
- Apakah hal hal yang masih bisa diperbaiki atau ditingkatkan?
- Apakah apa yang dilakukan sekarang sudah cukup untuk sukses di masa depan?
- Product apa yang harus diciptakan untuk menjaga customer agar tidak berpaling?
- Perilaku apa yang harus diterapkan untuk menjawab tantangan bisnis di masa depan ...

Evaluasi dan analisa hal hal itu, catat di buku anda. Jangan di-share dulu ....
Karena anda harus menyiapkan langkah ketiga dan keempat di bawah ini sebelum anda share ke yang lain ....

3. Creating

Nah, sekarang waktunya menciptakan sesuatu yang baru (product, service, way of working, cara baru untuk menjangkau customer).
Anda direktuit untuk ini, anda direcruit karena mempunyai expertise di bidang ini. Mestinya creating something new bukanlah sebuah masalah anda. Tetapi tetap saja anda harus hati hati. Anda bisa saja menciptakan hal yang baru tetapi ternyata tidak bisa diimplementasikan di perusahaan itu (sounds familiar?).
Nah untuk itu anda harus yakin bahwa hal baru yang anda ciptakan adalah sesuatu yang ...
- memang dibutuhkan customer anda
- menjawab tantangan bisnis di masa depan
- bisa diimplementasikan di perusahaan anda (dengan orang-orang yang saat ini ada di situ)
Itulah kenapa anda tidak boleh datang dan langsung create something new,
tetapi anda harus benar benar menjalankan step 1 dan 2 (curious and critical) sebelum anda creating new things.
Remember, be curios and critical before you create anything!

4. Conceptualize

Setelah anda create, jangan buru buru di implementasikan dulu.
You still need to spend some time on your paper, bikinkan conceptnya.
- Bagaimana anda akan "menjual" ide ini di dalam
- Bagaimana anda akan mendapatkan budget untuk menjakankan
- Siapa saja yang akan anda engage di project ini
- Bagaimana "governance structure" dari tim ini
- Bagaimana anda akan mereward tim inti yang akan mengerjakan tugas-tugas tambahan 

Pikirkan hal hal itu masak- masak , and now you are ready to go to the next and final step ... implementation !

5. Change

Pada saat ini konsep nya sudah benar benar siap diimplementasikan.

Go ahead and implement the idea ...:
- clarify the objective (kenapa seluruh organisasi harus mengimplementasikan)
- visualisasikan , apa yang akan terjadi kalau objective nya sudah berhasil dicapai
- motivasi seluruh organisasi untuk melakukannya bersama
- implementasikan, monitor dan follow-up semua challenge yang  mungkin terjadi ...
- celebrate the every single step, make a quick win become meaningfull

Jadi ingat, untuk menjadi seorang pioner di lingkungan yang "biasa-biasa saja", inilah 5 C yang bisa anda lakukan.

1. Curious
2. Critical
3. Creating
4. Conceptualize
5. Change


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
HP.08121057533

Monday, August 07, 2017

Belajar dari Nyonya Meneer

Satu lagi perusahaan legendaris milik keturunan Tionghoa yang bangkrut di tangan generasi ketiga. Jamu Nyonya Meneer berdiri sejak 1919, dinyatakan pailit tahun 2017.

Image result for nyonya meneer

Orang Tionghoa memang terkenal piawai dalam berbisnis, namun ada satu momok yang selalu menghantui. Mampukah perusahaan yang dirintis dengan cucuran darah dan keringat melewati generasi ketiga?

Ada pameo yang mengatakan, "generasi pertama merintis, generasi kedua membesarkan, generasi ketiga menghancurkan".
Biasanya kehancuran di tangan generasi ketiga karena perebutan harta warisan maupun kekuasaan.

Kenapa dua generasi pertama umumnya aman? Karena baik yang merintis maupun yang membesarkan sama-sama pernah merasakan pahit getirnya membangun usaha. FYI, biasanya generasi kedua sejak umur belasan tahun sudah dilibatkan dalam bisnis.

Beda banget dengan generasi ketiga yang sejak brojol dari perut sudah bergelimang kemewahan. Tahu sendiri kalau sejak kecil sudah terbiasa hidup enak. Apa apa tinggal minta atau perintah. Kemungkinan bisa tumbuh menjadi individu yang lebih manja, egois, sombong, dll.

Karakteristik inilah yang mungkin menyebabkan bisnis keluarga umumnya bubar di tangan generasi ketiga. Walaupun secara edukasi generasi ini lebih tinggi daripada pendahulunya.

Kesimpulan...giat dalam berbisnis bagus...tapi jangan sampai lupa...shg mengabaikan pendidikan 'karakter' anak dan cucu...terutama anak cucu generasi skrg kategori Gen 'Y' dan Gen 'Z' yang semakin sulit diarahkan & dididik dalam era keterbukaan skrg akibat massive nya internet dan media sosial...
Nyesek banget lho kalau lihat anak cucu bubar gara gara rebutan warisan...

Semoga menginspirasi....😊

Saturday, August 05, 2017

Setelah bekerja, habiskan waktu 1 jam untuk lakukan 5 hal ini, maka hidupmu akan berubah !!





You finish work at 6 pm, go to bed at 12 midnight.
Within these six hours, how do you spend them?
Watching TV?
In fact, the activities you do between 6 am and 12 midnight,
the importance of it is beyond your imagination.
Too many people believe that,
your career is determined by the 8 hours of hard work and effort you put at work,
and your future and career progression depend on the boss and the company.
But the reality is that for most people, this thing, you are on your own…..

Read on…


“Cultivation”, it’s forever dependent by yourself.

If you found yourself not progressing in life,

you cannot blame and put the responsibility on your company for not grooming you.22

1. What you do every night is important

My major in college was marketing, but I expect to become a designer.
So I practiced day and night,
picking up some freelance work to improve my design skills.
It took me a long time.
When I became a boss, I no longer need to involve myself in design work,
So I went back to the Marketing field.
Every day, when my children are sleeping,
I began learning to gain more knowledge, this again took me a long time,
But I begin to realise my returns.

If I rely on my working hours to gain skills,
then I will never have become a creative director and a product manager,
or like today, teaching MBA students on Marketing.
What I rely on, is myself giving myself “lessons”.
And the most successful people I knew, walked the same path as I am.
I have a friend who is a History graduate,
but he is interested in technical sales,
In the day, he does telemarketing, at night he learns how to code,
Finally, he became the vice president of sales in a startup company.
Now, he’s a CTO.
I have another friend, he received a degree in political science.
But he’s very interested in entrepreneurship.
he learnt a lot of knowledge on how to start up a company,
eventually, he founded a company and sold it,
Now he has reaped the rewards.

For them, what they do between 6 pm till 12 midnight,
is what determined their future.
Clearly, we need to balance life and work.
If you have a wife and children, every night, you have to stay with them.
Even if you are single, you also need a reasonable allocation of time to go to the gym, to meet with friends, or be alone to meditate and so on.
Of course, watching movies, playing games is good.
But there are things you do not need to do.
For example, watching the new season of a Netflix drama,
14 hours per week watching television (This is the average amount of time watching television).

The time spent playing the game Candy Crush.

Or spending time stalking your high school alumni on Facebook,
it does not seem to be good.
So what should you do?

2. Read more, anything will do!

My college mentor was born in Alabama,
A poor African family.
He was admitted to West Point Military Academy, and he became the first person in the family to go college.
Before going to Havard for his MBA, he’s a trained officer.
When I met him, he has already developed his career in the city of Colorado Springs.

I asked him, what’s his biggest success?
He replied, because he kept the habit of reading,
and he never stopped.
He believed that if you want to get what you want in life,
knowledge is the key.
He often asked his interviewees what book are they reading now,
the excellent ones can give an answer immediately.
Reading can give you a good headstart,
this is often what your peers cannot obtain.
Compared to others,
you are more likely to know other industries strategies and tactics,
and that may be helpful to your company.

You can transfer your knowledge within the organization,
create new possibilities for your company.
Moreover, your conversation topics will become more interesting.

Anthony Robbins said:
“If you spend one hour a day to learn about a topic,
a year later, in this regard,
the knowledge you gain will be more than 99.999% of the world’s people.”
Even if you have 30 minutes every night,
each week you can easily read a book.
You may not be an expert, but I promise,
you’ll know more than what your peers know.

3. Do some projects

You can apply the knowledge learnt to real work scenario,
this is only an ideal state.
If your company did not give you this opportunity,
create opportunities for yourself.
You can do some volunteer projects, start a website. They can bring you fame.
Working with a team,
you’ll understand how things work.
In the practical application of the industry,
and how it ultimately affect actual customers.
You’ll learn how to perform the task and meet deadlines,
and get feedbacks on what you are doing,
and benefit from it.

When you are not strong enough, these experience may not have any value to you.
But you are still a novice.
these experiences are far more valuable than the miserable pay you are getting.
If you can really convince others of your pockets of fruits of labour,
Then go try it. But do not let these private jobs affect your work.

4. Actively build your connections

In your career path,
a strong network of connections will make everything accelerate.
If you have not set up your own personal connections,
you’ll need to divide a portion of your time to do this.
A strong network of relationships, can enable you:
  • contact smart friends, and learn their opinions
  • get information and knowledge that are difficult to obtain
  • help the company look for more potential partners
  • or income generating opportunities
Go get to know your work colleague or boss…..

If you are an entrepreneur,
your network connections will be your early customers,
your staffs are a source of capital
rather than go home, or going to a bar,
you should find some inner circles.
There are many small groups which are highly relevant to your career.
You should try to integrate into these circles.
Every week, you can drink coffee together with new friends,
go drinking or have breakfast.

You can also look into everyone’s career developments on LinkedIn.
And establish a network with mentors in those professional industries.
They may be your next job employer, who knows?
Your connections will be your most powerful asset in the workplace.
Since you have time to watch “The Voice of China”,
you have time to build a social network.

5. The CHANGE of your LIFE starts TONIGHT19

6 pm to 12 am, you go home, though physically and mentally tired,
you are free to do anything and do not have to take orders from others.
During this time,
you can switch off like switching off your computer at your workplace, switch off your brain.
But you can also do something,
make you smarter, stronger, have a wider network of people.
From the start tonight, take an hour a day to do these things,
I guarantee that after a year,
your career, and life will change.

*Translated from a chinese article. Source.

Wednesday, August 02, 2017

VUCA World

PREPARE YOURSELF FOR THE VUCA WORLD

(Mempersiapkan diri menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian)

Saat ini , pada saat anda bekerja di industri apapun, dan menekuni profesi apapun , apakah itu sales, marketing, supply chain, finance atau HR, anda pasti merasakan . Dunia business saat ini sedang dilanda ketidakpastian. Tidak ada satu perusahaan pun yang terjamin aman dari gelombang VUCA yang saat ini sedang melanda dunia.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Kodak, Nokia dan lain-lain menunjukkan bahwa "menjadi perusahaan kuat" bukan jaminan bahwa perusahaan anda akan selalu aman dan berjaya.

Dunia berubah, ekonomi berubah, politik berubah, bisnis berubah, kompetisi  berubah, perilaku konsumen  berubah. Dan kalau anda atau perusahaan anda tidak berubah, bersiap siaplah bahwa anda akan hilang ditelan jaman. Padahal masih  banyak yang perusahaan atau individu yang sombong atau arogan dan terlalu percaya diri.
Merasa mempunyai strength dan competitive advantage yang kuat.
Dan ternyata strength di masa lalu sering kali tidak relevant di masa depan. Dan justru strength di masa lalu sering kali membuat kita complacent dan lupa diri, lupa untuk being humble and keep learning. Often, your strength will kill you.

Hal ini sudah terjadi pada beberapa insinyur perminyakan yang sekarang mulai menganggur, kehilangan pekerjaan, meratapi nasib dan tiap hari menunggu kapan harga minyak naik.
Hal ini terjadi pada beberapa profesi yang berjaya di masa lalu, dan sekarang terlanda krisis. Tetapi hal ini juga berlaku bagi beberapa perusahaan yang merasa jagoan di masa lalu, tetapi karena terlalu arogant, sekarang mulai tersesak kompetisi.
Bayangkan bahwa sebuah aplikasi online yang dibuat oleh 3 anak muda ternyata berpeluang untuk mengganggu bisnis anda, apakah anda adalah perusahaan taxi besar, perusahaan retail supermarket besar, atau apapun bisnis anda. Saat inilah anda menyadari betapa rapuhnya perusahaan anda atau kompetensi anda. 

Pertanyaan yang sekarang paling popular adalah "What if , whatever we knew, is wrong"
(Bagaimana seandainya saja, apapun yang kita ketahui ternyata salah).
Dan pertanyaan itu ternyata sama sekali tidak exagerate (melebih-lebihkan).
Better safe than sorry. Lebih baik waspada daripada celaka!

Jadi, bagaimana dong? Tunggu dulu, pertama kita harus mengerti ketidakpastian apa yang kita hadapi. Jadi kita bahas dulu, apa sih dunia yang "VUCA" . Lets discuss ...

VUCA berasal dari kata "Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity"
(Rapuh, tidak pasti, rumit dan rancu!)

Kita bahas satu persatu yuk ...

1. Volatile (Rapuh)

Tidak ada lagi bisnis yang stabil. Kompetisi makin kencang, ekonomi makin tidak pasti. Kalau dulu business growth anda flat, atau naik terus perlahan lahan. Bersiaplah bahwa sekarang business growth anda akan menjadi roller coaster. Siap siap, jaga stamina, jaga jantung. Karena kalau tahun ini bisnis anda naik dan growth  ya positive, bisa saja tahun depan growth nya negative dan menukik tajam. Kemudian kalau anda bekerja keras dan berinovasi mungkin tahun depannya naik lagi. Persis sama seperti roller coaster!

2. Uncertainty (Ketidakpastian)

Tidak ada lagi yang pasti. Pada saat sebuah perusahaan taxi di China berinvestasi banyak-banyak membeli taxi merecruit driver dan mentraininh mereka dengan   biaya besar, ternyata sebuah aplikasi online menghancurkan growth mereka, dan membuat mereka harus mengaca diri.
Ketika sebuah retail supermarket besar di Taiwan berinvestasi besar besaran menambah toko, menambah gudang dan menambah karyawan, ternyata bisnis mereka diganggu oleh maraknya toko-toko online.
Pada saat sebuah perusahaan consulting services  perminyakan berinvestasi ternyata beberapa tahun kemudian harga minyak turun drastis, dan mereka sepi order.
You dont know the future anymore, you cannot predict it, nothing is certain. Get ready!

3. Complexity (rumit)

Business anda semakin lama semakin rumit. Dulu kita hanya memikirkan profit. Kemudian nambah harus memikirkan customer. Kemudian nambah lagi , you need to hire, motivate and develop your employee. Sekarang anda harus juga memikirkan CSR, stakeholder engagemeng, kontribusi perusahaan anda pada pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat. Belum situasi hukum (local dan internasional) yang makin tidak menentu. Bisnis tidak lagi semudah beberapa belas tahun yang lalu di mana anda menciptkan product, memproduksi dan menjualnya, dan mendapatkan keuntungan.
Wake up and welcome to the real world. Now it is much more complicated than that.

4. Ambiguity

Semuanya makin rancu. Kita gak jelas lagi dengan aturan bisnis kita karena peraturan yang terus menerus berganti.
Pada saat kita pikir kita sudah memenuhi semua yang diatur dalam regulasi, ternyata ada saja yang interprestasinya berbeda.
Pada saat kita sudah memasang strategy terhadap competitor kita, ternyata datang pemain baru yang masuk. Bahkan perusahaan yang tadinya kita pikir tidak berkompetisi dengan kita ternyata menjadi alasan customer kita meninggalkan kita.

Pemilik bioskop bersaing dengan pengelola TV kabel. Pengelola bus malam bersaing dengan pengelola kereta api. Dan perusahaan kereta api bersaing dengan pesawat terbang. 
Taxi bersaing dengan aplikasi online.
Supermarket dan pengusaha retail bersai ng dengan perusahaan online. Dan makin banyak lagi yang akan terjadi.

Terus apa yang harus kita lakukan?
Ternyata kita bisa menghadapi VUCA dengan menjadi "VUCA".
Tapi kali ini VUCA yang harus kita lakukan singkatannya lain. Singkatan yang baru, yang menggambarkan apa yang harus kita lakukan adalah
- Visionary Leader
- Unleash the (hidden) potentials
- Change agent
- Agility builder

Kita bahas satu persatu ya ....

1. Visionary Leader

Seorang leader mem-balance antara short tern and long-term success. Anda harus tetap consistent untuk deliver business success saat ini, sambil terus menerus mengembangkan visi untuk masa depan. Visi masa depan adalah pandangan tentang ..
* Why will they continue to exist in the future
* How they will contribute to the society in the future
* Why the customer will continue to choose them
* How they will build and improve their emotional bonding with customers

Dengan cara itu dulu Garmin sukses mengembangkan alat alat navigasi GPS, tetapi tetap berfokus pada masa depan. Sehingga pada saat GPS bisa diunduh gratis dengan aplikasi online, mereka sudah siap dengan product berikutnya: alat-alat gadget untuk anak anak muda yang fitness.

You see, one way or another your product will decline, you cannot avoid that. What you can do is prepare the organization (and yourself) so you are ready and come up with new competitive advantage.
This is the job of CEO, HR and all the leaders in the organization. Are you ready to take the challenge?

2. Unleash the (hidden) potentials

Kita ini sebenarnya punya dua tangan. Tetapi dari kecil kita sering kali menggunakan hanya satu tangan, biasanya tangan kanan. Jadi kita jarang sekali menggunakan tangan kiri. Akibatnya kita hanya menggunakan 50 persen dari potensi kita. Dan mungkin banyak sekali potensi (tersembunyi) yang dimiliki tangan kiri. Dan mungkin sampai sekarang anda tidak menggunakan dan menyia-nyiakan potensi itu.

Sama dengan analogy itu. Kita pasti punya banyak potensi dalam diri kita (atau di perusahaan kita). Sayangnya perusahaan kita (atau kita sendiri) terlalu sibuk focus pada apa yang harus kita kerjakan untuk mencapai business objective quarter ini. Akibatnya kita suka tidak menyadari potensi kita sendiri. Padahal mungkin saja kita memiliki potensi di dalam bidang yang lain.

Selain jago membuat alat navigasi, ternyata Garmin mampu membuat Gadget fitness.
Selain jago membuat film photography ternyata Fuji juga mampu membuat ramuan kosmetik.
Saya sendiri dulunya adalah insinyur komputer yang ternyata mempunyai potensi dalam bidang Human Resources.
Apa yang harus anda lakukan?
* Find your hidden potential
* Explore new opportunities from your hidden potentials
* Develop new competitive advantage based on your potential
* Go on and attack the matket

- Change agent

Kalau anda (atau perusahaan anda) sudah terbiasa untuk hanya berfokus pada delivering current objective, akan sulit sekali untuk tiba-tiba pindah "gigi persneling" dan harus balancing masa depan juga. You  need to have a good change management process in place. And again, CEO, HR and every single business leader need to play the role as change agent.
Ingat, it is about change. anda harus mengubah fokus orang orang dari masa sekarang ke masa depan.
What you need to do?
* Set and 6 the Objectives
* Visualize the success (How the success would looks like?)
* Motivate your team
* Implement the change with discipline
* Reward the supporters and communicate to the resisters

- Agility builder

Mempersiapkan anda ke VUCA world juga berarti mempelajari hal hal yang "baru". Learning "new" things. Padahal mungkin beberapa di antara kita sudah lama tidak belajar lagi. Banyak karyawan yang waktu saya tanya kapan mereka terakhir kali belajar, jawabannya adalah waktu mereka masih kuliah. Which is like belasan tahun yang lalu.
Otak anda perlu  memiliki learning agility, kemampuan mempelajari hal hal baru, the ability to learn new things.
How to do ...
- Learn new things everytime (bidang baru, olahraga baru, bahasa asing baru, hobby baru ... or anything, as long as you learn new things)

- Read , observe, learn and analyze the trend that is happening in the world today
- Hang out with agile and open-mind people
- But most importantly, being "open mind", understanding that we may not be the best in everything. There is a risk ahead. And our competences may not be relevant in the future. Hence, keep learning is the key to your future success.

Jadi ingat, untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang VUCA (Vulnerable, Uncertainty, Complexity and Ambiguity), anda juga harus menjadi "VUCA" (Visionary Leader, Unleash the hidden potengial, Change Agent and Agility  builder)


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
HP.08121057533

Sunday, July 30, 2017

8 Pilar pengelolaan HRD perusahaan

Pengelolaan dari sumber daya manusia yang merupakan tanggung jawab dari HRD, yang ideal dalam sebuah organisasi memiliki 8 (delapan) aspek/pilar;

1.       Seleksi dan Rekrutment;
Seleksi dan rekrutmen bertanggung jawab dalam penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru pada posisi - posisi yang tepat. Metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.

2.       Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development);
Training dan development memiliki fungsi untuk menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Beberapa metode pengembangan yang dapat dilakukan adalah on-the-job training dan coaching disusul training. HRD diharapkan mampu menyusun program pelatihan berdasarkan analisa kebutuhan pelatihan secara tepat

3.       Compensation and Benefit;
Compensation and Benefit berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diberikan kepada karyawan yang mengacu pada kondisi pasar, peraturan pemerintah, kompetensi, dll.  Penilaian kinerja merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan.

4.       Manajemen Kinerja (Performance Management);
Performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga sesuai dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi. Saat ini banyak berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja. Hasil dari penilaian kinerja dapat digunakan sebagai acuan untuk perubahan kompensasi, perubahan level jabatan  dan pengembangan karyawan.

5.       Perencanaan Karir (Career Planning);
Career Planning berfungsi dalam pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini memungkinkan pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang dimiliki. Pada kondisi jangka panjang, karir karyawan dapat ditentukan oleh kelompok kerja dimana  pegawai bekerja (vertical path), namun hal ini juga mempertimbangkan besarnya organisasi, penyeberangan karir dari setiap kelompok  (cross functhin career path) atau perpindahan dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path) dapat dilakukan

6.       Hubungan Karyawan (Employee Relations);
Employee Relation Management biasanya juga berfungsi sebagai internal Public Relation terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali informasi / input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.

7.       Separation Management;
Separation Management berfungsi mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).

8.       Personnel Administration and HRIS;
Personnel Administration yang biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian atau kepersonaliaan berfungsi mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain melalui kegiatan administrasi yang akurat. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan, dll.

Fanky Christian
HP.08121057533

How to understand yourself ?

HOW to UNDERSTAND YOURSELF?

Hari itu kami melakukan sharing session kepada para talenta talenta muda.
Hadir di panel adalah seorang CEO, seorang Marketing Director, seorang Corporate Communications Director dan seorang HR Director.
Mereka saling sharing pengalaman mereka , challenge yang mereka alami dan apa yang membuat mereka berhasil menapak karier sampai posisi puncak. Dan talenta talenta yang masih muda itu pun terkesima dan sangat terkesima mendengarkan kisah hidup mereka (yang senior) yang disampaikan dengan jujur, open dan tanpa tedeng aling aling.
Semua menceritakan bagaimana mereka berjuang membangun karier mereka, termasuk high points dan lowest points of their careers.
Ada yang menceritakan bagaimana dalam masa masa sulit sebagai expatriate di negara lain, keluarganya stress dan harus dirawat psikiater.
Ada yang menceritakan bahwa pada satu tahun yang sulit, dia kehilangan ibunya (meninggal) dan bercerai dengan suaminya.
Ada yang menceritakan bagaimana dalam sebuah krisis di kantornya, dia diteror dan harus dikawal oleh bodyguard selama 24 jam.
Semua ceritanya menarik, karena memang mereka semua belajar bahwa untuk maju, ternyata mereka semua harus menghadapi challenge yang luar biasa!
Tidak ada nahkoda handal yang lahir di lautan yang tenang.
Semua nahkoda handal harus mampu berlayar di lautan yang penuh ombak, topan dan badai.

Tetapi semua pembicara pada hari itu agree bahwa one of the most important factor of your success is to understand yourself (mengerti diri anda sendiri).
Tentu saja ini relevan, karena tidak semua orang bisa mengikuti path (jejak) yang sama.
Semua orang perlu membikin peta, rencana dan jejak langkahnya sendiri.
Karena tidak ada jenjang karier (career path) yang  bisa dicopy paste dan dilakukan olah orang lain.
Every path is unique.
Makanya understanding yourself is becoming very important and relevant.

Kemudian ada seorang peserta yang mengacungkan pertanyaan. Dan dia bertanya,"What do you means by understanding yourself?"
Bener juga pertanyaannya, dan pinter juga nih anak.
Semuanya bisa bilang you have to understand yourself.
Tapi maksudnya apa sih?
Nah, hari ini kita kupas yuk tentang understanding yourself.
Apa yang harus kita mengerti dati diri kita, jiwa kita, personality kita dan karakter kita?
Nah, inilah hal hal yang harus kita mengerti dari diri kita sendiri....

1. Understand your dream

Pertama kali anda harus tahu tujuan hidup anda. Understand your dream. Accept the fact that everybody's dream is different.
Gantungkan cita citamy setinggi langit.
Jangan takut kalau anda ditertawakan orang karena mimpi anda kelihatan mustahil.
Bangun mimpi anda, dan bekerja keraslah untuk mencapai mimpi anda.

2. Understand your potentials

Kedua , anda harus membangun percaya diri anda. Semua orang sukses adalah orang-orang yang mempunyai percaya diri (self confidence) yang tinggi.
Dan anda bisa membangun self confidence ini dengan mendata semua achievement yang anda miliki di masa lalu.
Anda daftar hal hal di mana anda lebih baik dari orang lain.
Anda daftar hal hal di mana anda enjoy melakukannya.
Dan anda daftar di mana passion anda.
Di situlah area di mana anda akan    berpotensi untuk berprestasi lebih tinggi dari yang lain.
Lakukan ketiga langkah ini:
- Understand your potential
- Build your confidence
- Perform at maximum level

3. Understand your priority

Anda sudah tahu dream anda. Anda sudah tahu potensi anda.
Itu ibaratnya anda sedang memegang kunci mobil. Anda tahu tujuan anda. Dan bensin mobil anda sedang penuh. Apa yang anda tunggu? Putar kuncinya, Nyalakan mesinnya dan jalankan mobilnya!

Anda sudah tahu tujuan anda. Anda tahu potensi anda.
Apa lagi yang anda tunggu?
Mulailah bekerja keras, meraih sukses anda dan menggapai mimpi anda.
Tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras. Anda terpaksa harus bekerja keras siang dan malam.
Itu yang dilakukan oleh orang-orang sukses sebelum anda.
Dan itu yang harus anda lakukan sekarang.
Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan anda.
Dan karena anda harus bekerja keras untuk mencapai mimpi anda, berarti anda harus tahu prioritas anda.
Bekerja keras, mengembangkan kompetensi anda, mengembangkan karakter anda agar anda bisa meraih mimpi anda.
Jangan terpengaruh teman teman anda untuk always have fun bersama mererka.
Remember, you and your frienda have different dream.
Don't let them becoming the obatacles and prevent you from achieving your dreams.
- Understand your priority
- Stick to them
- Work hard to achieve your dream

4. Understand how to handle
      the failures

Dalam perjalanan panjang anda untuk mencapai sukses, sayangnya perjalanan anda akan mengalami masa masa sulit dan banyak kegagalan.
Jangan pernah percaya bahwa orang-orang sukses itu tidak gagal.
Berkali-kali.
Mereka semua pernah gagal.
Tetapi mereka tahu bagaimana untuk bangkit dengan gagah berani setelah kegagalan yang mereka alami.

Anda harus   belajar untuk menangani kegagalan dengan positive.
- Lakukan eksperimen dengan gagah berani
- Kalau sukses, teruskan dan lakukan experimen yang lain
- Kalau gagal, ambil pelajaran darinya dan tingkatkan kemampuan anda
- Coba lagi!

5. Understand your limits

Terakhir, jangan lupa mengenal limit dan batasan anda. Anda boleh bekerja keras mengejar mimpi dan ambisi anda. Tapi ingat semua orang punya limit dan batasan masih masih.
Jangan sampai kerja keras anda di luar batas stress anda. Ingat, anda harus me-reward diri anda sendiri. 

Intinya adalah pada kata jangan "mudah" menyerah. Bukan jangan "pernah" menyerah. Karena banyak yang memaksakan diri dan akhirnya berakibat fatal pada miliknya yang paling berharga, keluarganya atau dirinya sendiri.

Bukan berarti pula bahwa kita cepat pasrah, cepat menyerah dan tidak mem-push yourself. You still have to work hard. Harder than anyone else.

Kuncinya pada balancing antara your potential and your limits.

Life is a marathon. It is going to be a long journey.
Take a break and celebrate every single success that you achieve (no matter how small they are).

Remember the most important factor to build your success is to undertand yourself, and you can do it by ....

1. Understand your dream
2. Understand your potentials
3. Understand your priority
4. Understand how to handle
      the failures
5. Understand your limits

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto



Fanky Christian
HP.08121057533

Wednesday, July 26, 2017

Ciri-ciri Orang Baik

Semangat Pagi

Yuk  Belajar mengenal aura jiwa manusia...

*CIRI-CIRI ORANG BAIK*

1. Orang Baik cenderung *LEBIH BANYAK TERSENYUM.* Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka *Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya* .Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan *lebih ramah & bisa dipercaya*

2. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik.Orang Baik akan selalu *MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF* dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman.

3. Orang Baik biasanya lebih sering *MENYAPA DULUAN.* Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa *menjadi orang penting*, ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

4. Orang Baik *TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK.* Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya.

5. Orang Baik selalu *PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI.* Mereka terlihat sangat sabar & toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.

6. Orang Baik akan bercerita atau *MEMBAGIKAN HAL-HAL YANG BERMANFAAT* dengan tujuan memberi tahu. Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang benar.

7. Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti. Yaitu *MAAF, TOLONG, dan TERIMA KASIH.*

8. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk *MEMINTA MAAF DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN.* Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar. Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, Ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain.Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan dan perilaku orang jahat. *"MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YANG BAIK"* 
Semoga Bermanfaat.

Yuuuk ... Kita sama2 berusaha menjadi 

_*ORANG YANG BAIK*_
😊😊👍🏽👍🏽🙏🙏😍
Amin  , *Seperti yg sedang baca ini adalah baik dan mulia hatinya*

Fanky Christian
HP.08121057533