Saya hanya seorang yang berpikiran sederhana, mencoba memahami dunia penuh kerumitan, mensyukuri setiap langkah yang diberkati, mendoakan harapan dan berharap hidup saya membuat banyak orang merasa sungguh hidup..
Translate
Thursday, May 09, 2013
10 Wisdom Desain Sales Force

Sumber Ilustrasi: http://stateimpact.npr.org/florida/files/2013/01/1-10-Number10.jpg
Kekuatan sales force sebuah perusahaan ditentukan oleh bagaimana dan seperti apa desain sales force dalam perusahaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh CEO dan Founder MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya dalam bertajuk "The New Sales Strategiic Management 2013″ di Philip Kotler Hall, Senin (25/02/2013).
Berikut adalah 10 wisdom yang sebaiknya diperhatikan dalam mendesain sales force di dalam perusahaan:
1. Recruitment is the most important driver
2. First class salesman recruits another first class, second class recruits third class
3. It is hard for a sales foce to succed without quality sales manager
4. It is always worthwhile to estimate territory potential
5. Territory alignment is an overlooked productivity tool
6. Specialize for effectiveness, generalize for efficiency
7. Manage activities, use incentives for results
8. Reward performance not territory
9. Cost containment is not profit maximization
10. Three criteria for sales goals: fair, realistic, motivational
build-access-manage at dayaciptamandiri.com
Strategi Kompetisi Ala Richard Branson

Sumber Ilustrasi: http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/1221-richard-branson/9231452-1-eng-US/1221-Richard-Branson_full_600.jpg
Dalam bisnis, kompetisi tidak terelakkan. Peran kompetitor justru membantu perusahaan dalam mengedukasi pelanggan. Persoalannya, ketika pelanggan sudah begitu teredukasi, sementara pemain-pemain baru bermunculan, apa yang harus diperhatikan perusahaan? Mengamati dan mencermati kompetisi itu penting, tapi jangan sampai energi habis untuk memikirkan apa yang dilakukan oleh kompetitor. Paling tidak inilah yang disarankan oleh pebisnis nyentrik Richard Branson dalam kolomnya di situs Majalah Entrepreneur.
"Banyak pemimpin bisnis menghabiskan waktu untuk mengamati kompetisi dan justru tidak fokus apa yang sudah mereka kerjakan. Sebab itu, lebih baik, bila pemimpin itu membangun budaya inovatif di dalam perusahaannya," kata Richard Branson.
Richard Branson menawarkan tiga langkah inovatif untuk membangun kekuatan di tengah kompetisi bisnis.
Pertama, perhatikan apa yang pelanggan Anda tidak lakukan. Di Virgin, Richard Branson mengatakan timnya mungkin akan menaruh perhatian besar pada kompetitor ketika sedang mempertimbangkan sebuah usaha baru. Secara khusus, mereka melihat kelemahan-kelemahan umum yang ada di dalam industri. Misalnya, mengapa pelanggan tidak puas dengan layanan maupun produk yang tersedia di rak-rak toko. Richard Branson menandaskan banyak keputusan bisnis diambil berdasarkan insting dan pengalaman dibanding berdasarkan angka-angka dan riset pasar. "Ketika memposisikan sebagai pelanggan, kita bisa memahami bagaimana cara untuk memperbaikinya," kata Branson.
Kedua, meniru pesaing mungkin bisa membuat pesaing itu tersanjung dan pengembangan model bisnis yang lebih dari pesaing justru lebih penting. "Pada prinsipnya, kita harus bisa mengembangkan model bisnis yang lebih baik, khususnya yang fokus pada kebutuhan pelanggan," kata Branson.
Ketiga, temukan tempat untuk belajar mengembangkan bisnis dan jadilah seperti pelanggan Anda sendiri. Untuk bisa merasakan apa yang dirasakan pelanggan, sambung Branson, Anda harus bisa memposisikan diri seperti mereka. Termasuk membeli produk dan memakainya. Bila ada sesuatu yang kurang pas, di situlah juga Anda harus memperbaikinya. Branson menandaskan daripada berfokus pada pesaing, lebih baik fokus pada apa yang dibutuhkan pelanggan.
Sementara itu, dalam konteks New Wave Marketing, kajian sebuah bisnis bisa dilihat dengan bingkai pemikiran 5C, yakni Company, Customer, Competitor, Change, dan Connector. Paling tidak, sebagai pebisnis, kita tidak hanya fokus pada salah satu "C" saja seperti yang disarankan oleh Richard Branson tersebut. Pebisnis juga harus memahami apa yang terjadi di dalam diri Customer, di dalam Company-nya sendiri, bisa memahami perubahan-perubahan yang sedang terjadi, memahami apa yang dilakukan pesaing, dan juga bisa menjembatani atau menjadi konektor bagi keempat elemen tersebut.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com
Bekerja di Luar Kantor Butuh Bandwidth 3 Mbps (BYOD)
ilustrasi (detikINET)
Jakarta - Ratusan pekerja profesional dengan rentang usia 20-57 tahun yang disurvei Indonesian Cloud Forum (ICF) di tiga propinsi Indonesia rata-rata membutuhkan koneksi bandwidth internet 3 Mbps demi memperlancar pekerjaannya di luar kantor.
Sebanyak 56,1% dari total 200 responden masih berharap bisa mendapatkan kecepatan ideal yang stabil di kisaran 1-3 Mbps saat mengakses internet secara mobile. Sedangkan 39% mendambakan speed internetnya bisa di atas 3 Mbps.
Menurut Pendiri ICF Teguh Prasetya, kebutuhan para pekerja ini menjadi tantangan bagi para operator dalam menghadapi tren Bring Your Own Devices (BYOD) yang belakangan kian marak di Indonesia.
"Dari survei ini terlihat masih ada kekhawatiran pengguna terhadap kualitas layanan operator jika tren BYOD diadopsi secara penuh," ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (8/5/2013).
Tercatat, sebanyak 34,9% responden mengaku belum puas dengan kapasitas layanan internet milik operator meski 63% di antaranya menyatakan puas. Demi kualitas layanan internet yang lebih baik, para responden pun rela membayar lebih.
Mayoritas responden (52,3%) mengaku rela membayar Rp100 ribu-Rp300 ribu per bulan untuk berlangganan paket data seluler dengan harapan (47,7%) bisa mendapatkan kapasitas paket data lebih dari 5GB, meski 2GB-5GB (38,6%) dan 1GB-2GB (13,6%) tidak masalah.
Untuk kapasitas data sebesar itu, khususnya untuk paket data unlimited (81,8%), para responden bahkan rela merogoh kocek lebih dalam dengan kisaran Rp300 ribu-Rp500 ribu (20,5%) dan Rp500 ribu-Rp1juta (18,2%).
Sementara dari sisi aktivitas yang kebanyakan dilakukan oleh para responden saat mengakses internet lewat smartphone maupun tablet, antara lain browsing, chatting, email, download, social network, video streaming, blogging, dan internet radio.
Untuk layanan nilai tambah alias value added services (VAS), mobile payment menjadi yang paling dibutuhkan (32,6%) oleh para pekerja profesional yang diikuti mobile banking (27,9%) dan games (18,6%). Fitur mobile banking juga paling dimanfaatkan demi urusan transaksi (52,4%), cek saldo (28,6%), dan transfer dana (19%).
Untuk membahas lebih lanjut tren BYOD ini, komunitas ICF bekerjasama dengan IndoTelko juga menggelar seminar gratis di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada 16 Mei 2013 dengan menghadirkan Keynote Speech Direktur e-Business Kementerian Kominfo Azhar Hasyim.
Panelis yang juga hadir sebagai pembicara antara lain Direktur IT Solutions & Strategic Portfolio PT Telkom Tbk Indra Utoyo, Director/Chief Technology Content New Business Officer PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini, Director Strategic Business Development Intel Indonesia Harry K Nugraha, serta Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo.
"Kami juga membuka ruang bagi publik untuk ikut berpartisipasi menghadiri ajang diskusi ini secara gratis dengan terlebih dulu mendaftar lewat surat elektronik ke idcloudforum@gmail.com," pungkas Teguh.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com
android dan ios akan merajai ?
Can Android, Apple smartphone OS dominance last?
The two horse race between Android and iOS has collectively accounted for more than 50% share of the smartphone OS market over the past two years. At the same time both BlackBerry and Microsoft have been working on competing platforms that have recently launched and are poised for competition. Microsoft launched Windows Phone 8 in 4Q12, and BlackBerry more recently released BB10 in January, marking the first time two new platforms have been introduced to the smartphone space in the past several years.
Monday, May 06, 2013
Kebutuhan Vitamin C untuk tubuh kita
Posted by Admin on Jul 3, 2012 in Diet, Tips | 0 comments
Vitamin C sepertinya merupakan vitamin yang paling banyak dikenal hari ini. Hal ini tidak mengherankan karena tubuh membutuhkan vitamin C untuk menjalankan hampir 300 fungsinya. Selain itu, vitamin C telah terbukti membantu melindungi tubuh terhadap penyakit jantung, kanker dan penyakit berat lainnya. Tanpa vitamin C tubuh tidak akan mampu memperbaiki sel yang rusak. Vitamin C sangat penting dalam proses pembentukan kolagen. Setiap kali seseorang mengalami luka atau cedera, proses inilah yang membantu memperbaiki kerusakan dan tanpa vitamin C yang cukup ini akan hampir mustahil terjadi proses penyembuhan yang maksimal.
Vitamin C juga merupakan antioksidan mumpuni bagi tubuh dan membantu vitamin dan mineral lainnya untuk diserap lebih baik. Misalnya asam folat dan zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk dapat bekerja secara optimal. Bila tubuh memiliki vitamin C yang cukup, maka pertahanan tubuh terhadap penyakit akan lebih baik. Rumor di masyarakat menyebutkan bahwa vitamin C dosis tinggi dapat mencegah terkena penyakit influenza. Berita ini tidak benar. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin dosis tinggi tidak dapat mencegah terkena influenza, namun vitamin C dengan dosis yang tepat dapat membantu mempercepat proses pemulihan.
Pada tahun 1970, Linus Pauling yang merupakan seorang ilmuan terkenal pemenang Nobel, meragukan pendapat yang menyatakan vitamin C dosis tinggi dapat mencegah flu. Beliau mengemukakan bahwa penggunaan vitamin C yang berasal dari makanan adalah yang terbaik. Kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 2000 mg per hari, namun 250 gram vitamin C pertama adalah yang amat sangat penting dibandingkan dengan 250 gram vitamin C selanjutnya. Maksudnya adalah efek mengkonsumsi vitamin C sebanyak 250 mg per hari tidaklah berbeda jauh jika Anda mengkonsumsi hingga 1000 mg vitamin C tiap harinya. Beliau mengatakan bahwa 400 mg vitamin C dalam sehari adalah dosis terbaik.
Sebagian besar ilmuan pun mempertanyakan keefektifan vitamin C dosis tinggi dalam mencegah flu. Namun sepertinya rumor ini sudah menjadi suatu tradisi di masyarakat kita saat ini. Kandungan vitamin C pada buah-buahan dan sayuran hampir sama. Terdapat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang memiliki kandungan vitamin C di atas rata-rata, yaitu: pepaya, jambu, brokoli, kiwi, jeruk, strawberi, melon, cranberries, dan cabai.
Vitamin C adalah salah satu vitamin yang larut di dalam air sehingga merebus sayuran dalam waktu lama merupakan langkah yang kurang tepat. Dengan mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayuran dalam sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh, dengan catatan asupan makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah atau dimasak tidak terlalu lama.
Berkaitan dengan kelarutan vitamin C dalam air, maka vitamin C tidak dapat disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh. Artinya sejumlah vitamin C yang Anda konsumsi hari ini tidak akan bersisa di kemudian hari karena sudah terbuang melalui air seni. Oleh karena itu penggunaan vitamin C dosis tinggi tidaklah tepat, sangat lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C secara teratur dan berkala setiap hari untuk mencapai tingkat kebugaran yang diharapkan.
Peranan vitamin C amatlah penting bagi tubuh, dan ini tidak dipungkiri lagi. Vitamin C banyak dikandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran segar, dan dengan pola makan yang baik dan seimbang, kadar ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari. Pada keadaan lelah atau aktivitas berat, suplementasi vitamin C akan sangat berguna. Penggunaan vitamin C dosis tinggi tidak memiliki efek samping yang berbahaya, karena tubuh akan dengan mudah mengeluarkannya.
Beberapa Pertanyaan yang Sering Ditanyakan berkaitan dengan Vitamin C:
1. Apakah aman untuk mengkonsumsi minuman vitamin C dosis tinggi?
Jawaban: Aman. Namun yang perlu dipertanyakan adalah keefektifannya. Karena berapa pun dosis vitamin C yang Anda minum akan langsung dikeluarkan oleh tubuh dalam hari yang sama karena kelarutan vitamin C adalah dalam air. Kegunaan vitamin C dosis tinggi masih diperdebatkan terutama pada orang normal. Jika Anda dalam keadaan sakit, pemulihan dari sakit atau kondisi fisik tertentu maka vitamin C dosis tinggi akan bermamfaat. Sampai sejauh ini vitamin C hanya terbukti dapat menyembuhkan penyakit Scurvy.
2. Berapa banyak kebutuhan vitamin C dalam sehari?
Jawaban: Menurut Angka Kebutuhan Gizi (AKG) di Indonesia pada tahun 2007, kebutuhan vitamin C dibagi berdasarkan usia:
Dewasa: 90 mg/hari
Bayi 0-6 bulan: 40 mg/hari
Anak 7-23 bulan: 40 mg/hari
Anak 2-5 tahun: 45 mg/hari
Ibu hamil: 90 mg/hari
Ibu menyusui: 100 mg/hari
Angka ini akan meningkat bila dalam keadaan sakit atau masa pemulihan dan besarnya tergantung dari berat ringannya keadaan. Sebagai informasi, 100 mg jeruk mengandung 49 mg vitamin C.
3. Apakah jenis sumber makanan yang mengandung vitamin C tinggi?
Jawaban: Sayur-sayuran dan buah-buahan adalah sumber vitamin terbaik. Buah citrus, tomat, dan kentang adalah sumber utama vitamin C yang sering dikonsumsi. Selain itu buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C adalah brokoli, strawberi, dan lain-lain. Penyimpanan buah-buahan maupun sayuran yang cukup lama atau dimasak akan menurunkan kadar vitamin C terkandung karena vitamin C larut dalam air dan rusak jika terkena panas. Oleh karena itu sebaiknya buah-buahan dan sayuran jangan terlalu lama dimasak, dikonsumsi langsung akan lebih baik karena kandungan vitamin C tidak berkurang. Bila Anda mengkonsumsi 5 jenis sediaan buah-buahan atau sayuran mengandung vitamin C sebanyak 200 mg dan cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C sehari-hari. Di bawah ini terdapat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran dan vitamin C yang terkandung.
Sumber:
The Difference Between Dr. Linus Pauling's Recommendations and the Linus Pauling Institute's Recommendation for Vitamin C Intake". January 27, 2004. Retrieved November 1, 2010.
Heimer, K. A.; Hart, A. M.; Martin, L. G.; Rubio-Wallace, S. (2009). "Examining the evidence for the use of vitamin C in the prophylaxis and treatment of the common cold". Journal of the American Academy of Nurse Practitioners 21 (5): 295.
Chalmers, TC (Apr 1975). "Effects of ascorbic acid on the common cold. An evaluation of the evidence". The American Journal of Medicine 58 (4): 532–6.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com