Translate

Wednesday, March 14, 2012

Biar Hemat dengan Open Source, Presiden Perlu Turun Tangan?

Selasa, 13/03/2012 17:41 WIB

Achmad Rouzni Noor II : detikInet

detikcom - Jakarta, Open source sukses menekan biaya komputasi Pemda Pekalongan hingga Rp 32 miliar. Jika bisa menghemat pengeluaran demikian besar, mengapa program go open source ini tak diikuti oleh seluruh instansi pemerintah lainnya?

Niat ini sejatinya sudah digaungkan sejak 2005 lalu. Bahkan, Kementerian Kominfo sempat bertekad untuk memigrasikan seluruh operating system yang ada di semua departemen dan instansi pemerintah ke open source pada akhir 2011 kemarin.

"Sudah berlangsung migrasi di banyak instansi pemerintah, tetapi belum full applicable," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET usai IOSA 2012, Selasa (13/3/2012).

"Misalnya, kementerian 'A' sudah ada yang gunakan open source, tetapi hanya minoritas. Karena yang mayoritas tetap yang proprietary," lanjut Gatot.

Ia pun berpendapat, agar open source bisa 'dipaksakan' jadi OS wajib di pemerintahan, salah satu terobosannya bisa dipertegas melalui peraturan pengadaan barang dan jasa.

"Selama ini memang netral teknologinya, jadi bisa dua-duanya digunakan. Kuncinya, tergantung political will bersama," kata dia.

Lebih ekstrimnya lagi, jika mau benar-benar melakukan penghematan luar biasa besar--seperti yang dilakukan Pemda Pekalongan -- instruksi untuk migrasi go open source seharusnya datang dari presiden.

"Instruksinya presiden kan sudah ada di Inpres No. 1 tahun 2001 dan No. 6 tahun 2001. Tetapi hanya berupa pemberdayaan TIK, tidak spesifik harus open source," kata Gatot.

Namun, dengan adanya Surat Edaran (SE) Menpan No. SE/01/M-PAN/3/2009 yang intinya memerintahkan pengecekan perangkat lunak yang digunakan, dan memberi batas waktu 31 Desember 2011 bagi seluruh instansi untuk harus sudah menerapkan perangkat lunak legal, bisa menjadi entry point bagi open source.

"Idealnya memang harus melalui tataran peraturan yang lebih tinggi biar ngefek banget," Gatot terkekeh.

"Ya, gugus tugas anti pornografi saja bisa disusun. Masa untuk urusan open source saja tidak bisa. Kita tunggu sinyal dan inisiatif dari Menpan, kami di Kominfo pasti dukung mumpung gejala e-Gov sedang sangat kenceng," pungkasnya.


Hubungi kami untuk implementasi:
+ mail server dengan Zimbra
+ video conference dengan BigBlueButton
+ erp dengan frontAccount
+ ecommerce dengan Prestashop/OpenChart
+ webportal / cms dengan Drupal

Fanky 08121057533

build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Modal Pas-pasan, Open Source Kian Dilirik

Susetyo Dwi Prihadi : detikInet

detikcom - Jakarta, Penggunaan open source saat ini sudah tidak lagi sekadar slogan. Buktinya, banyak perusahaan yang disebutkan mulai beralih ke aplikasi berbasis terbuka itu.

"Sekarang banyak perusahaan consulting yang tadinya menawarkan solusi berbasis proprietary sekarang mulai menawarkan solusi yang sama fungsinya, tapi berbasis open source," jelas penggiat open source I Made Wiryana, kepada detikINET, di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Pria yang menjabat sebagai Ketua Committe Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 itu mengungkapkan, aplikasi berbasis open source pastinya akan memberikan banyak keuntungan berlipat bagi penggunanya.

Dengan menggunakan open source, profit atau keuntungan yang didapat akan jauh lebih besar. Karena harga solusi yang ditawarkan sama, tapi modalnya tidak terlalu banyak.

Hal senada juga diungkapkan oleh Heru Nugroho, penggiat open source dari Yayasan Air Putih. Menurutnya, di kalangan industri, aplikasi seperti ini masih menjadi andalan.

"Industri banyak yang menggunakan, misalnya untuk membangun sistem keamanan internet dan lain-lainnya. Apalagi source-nya mudah didapat di internet, tinggal melakukan modifikasi sesuai kebutuhan," imbuh Heru.

Kendati open source sudah semakin banyak digunakan, itu tidak menyurutkan penggunaan software berbayar. Sebab, menurut Heru, perkembangannya akan terus berjalan beriringan dengan aplikasi yang propietary. Dimanapun, di seluruh dunia.

"Apalagi dengan tumbuh pesatnya Android, peluang aplikasi berbasis open source malah bisa dibilang lebih baik. Meskipun tidak lama lagi, aplikasi yang sifatnya propietary juga akan merambah ke sana," tambah Heru.

"Dua 'mazhab' itu akan selalu berjalan beriringan. Tinggal masalah pilihan bagi user, lebih nyaman memanfaatkan yang mana," tandasnya.

Hubungi kami untuk implementasi:
+ mail server dengan Zimbra
+ video conference dengan BigBlueButton
+ erp dengan frontAccount
+ ecommerce dengan Prestashop/OpenChart
+ webportal / cms dengan Drupal

Fanky 08121057533

build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Tombol Kepuasan Pelanggan - Cuma jadi kosmetik saja?

Sewaktu membeli handset di tempat ini, sy cukup terkagum pada awalnya dengan adanya lobby besar, dimana semua devices terpajang dan dapat dicoba dengan rapi.

Dengan tampilan pemilihan layanan dengan touchscreen, pada saat tangan akan menyentuh, seorang wanita cantik menyambut ramah dan memperkenalkan diri sebagai lobby officer.

Tangan cantiknya menekan layar touchscreen dan mengeluarkan tiket dan memberikan kepada kami.

Kemudian ditawarkan utk dibantu terkait kebutuhan saya. Saya ceritakan singkat, langsung diurusnya ke dalam tanpa harus mengantri.

Kemudian kami duduk memeriksa semua handset dan selesai bertransaksi. Kemudian pulang tanpa menekan tombol kepuasan nasabah ini di depan saya.

Saya jadi balik bertanya, saya yang merasa puas malah tdk diminta menekan tombol kepuasan layanan ini, melainkan langsung pulang. Apakah ini semua hanya kosmetik saja? Inilah yang perlu dievaluasi terus menerus.

Tuesday, March 13, 2012

Aneka Kiosk

Aneka kiosk untuk keperluan Anda:
+ information kiosk
+ self service kiosk
+ school kiosk
+ company information

Silahkan hubungi kami untuk keperluan implementasi kiosk anda

Fanky
08121057533

Wednesday, February 29, 2012

Mengukur tingkat kepuasan pelanggan

Salah satu hal yang seringkali kita kurang perhatikan adalah layanan kita diukur oleh pengguna jasa atau produk kita.

Pengguna jasa atau produk kita yang telah memberikan kepercayaan untuk memberikan solusi baik dalam bentuk produk atau jasa, seringkali merasakan kekecewaan atas layanan kita. Oleh karena itulah, sangat penting bagi kita untuk mengukur seberapa puaskah para pengguna kita ini dilayani.

Pengguna jasa atau pemakai produk sangat kita harapkan untuk memberikan solusi atas permasalahan atau target yang ingin dipakainya, oleh karena itu, tingkat kepuasannya harus terjaga.

Untuk itulah kami mengembangkan sistem antrian pelanggan berbasis multimedia yang ditambahkan tombol kepuasan.

Silahkan hubungi kami untuk keperluan detail anda.

Monday, February 27, 2012

10 Pekerjaan Tahan Krisis Ekonomi

Angga Aliya : detikFinance

detikcom - Jakarta, Mencari pekerjaan yang tepat itu gampang-gampang susah. Kadang tidak sesuai dengan keinginan tapi gajinya lumayan, tapi kadang juga sesuai dengan impian tapi bayarannya kurang memuaskan.

Belum lagi faktor berkepanjangannya, beberarapa pekerjaan ada yang rentan dengan situasi eksternal, seperti ekonomi dan politik. Jenis pekerjaan seperti ini biasanya tidak bisa bertahan begitu ada krisis.

Lebih baik jika anda bisa menemukan pekerjaan yang bisa bertahan dalam puluhan tahun ke depan, tak peduli bagaimana tingkat pengangguran, ataukah ada teknologi baru atau pun perubahan jaman.

Seperit dikutip dari CNBC, Senin (27/2/2011), beberapa pekerjaan ini bisa dan sudah ditekuni dalam beberapa tahun tanpa tergantung faktor eksternal.

1. Ahli Farmasi
Sebuah penyakit yang diderita orang kadang tidak cukup hanya dengan istirahat di rumah dan makan bubur panas. Pada saat seperti ini lah ahli farmasi sangat dibutuhkan oleh dokter untuk menyiapkan obat yang tepat.

Dokter hanya akan memberitahu obat yang tepat, tapi seorang ahli farmasi lah yang meramu dan menyiapkan obatnya. Pekerjaan ini akan bertahan lama dan tidak akan terganggu faktor eksternal selama masih ada orang yang sakit.

2. Ahli Matematika
Matematika adalah salah satu fondasi alam semesta, kecuali fakta itu berubah maka seorang ahli matematika akan selalu dibutuhkan untuk konsultasi. Seorang ahli matematika sangat dibutuhkan di banyak bidang, termasuk komputer dan fisika. Biasanya gaji seorang ahli matematika tidaklah besar, tapi biasanya uang ang dihasilkan dair penelitian cukup besar.

3. Perencana Keuangan
Beberapa orang biasanya cukup percaya diri untuk mengatur keuangannya sendiri, akan tetapi lebih banyak lagi orang yang merasa perlu bantuan pihak lain untuk tempat berkonsultasi. Dengan demikian, ini menjadi garansi bahwa berkarir di perencana keuangan tahan lama.

Perencana keuangan membantu kliennya untuk mengatur aset, kewajiban, asuransi, investasi bahkan sampai ke dana pensiun dan arus kas. Di situasi tertentu, seorang perencana keuangan bisa menjadi benteng antara keberhasilan dan kebangkrutan seorang kliennya.

4. Akuntan
Kita semua tahu apa pekerjaan seorang akuntan. Kalau anda belum tahu, akuntan itu adalah seeorang dengan punya izin untuk mencari tahu berapa banyak uang yang harus anda setor ke pemerintah.

Penghasilan seorang akuntan tergantung kepada klien yang ia pegang, berdasarkan kuantitas dan kualitasnya. Tapi, selama pemerintah masih menerapkan pajak, pekerjaan ini tidak akan hilang ditelan zaman.

5. Penulis
Memilih karir sebagai penulis tidak hanya harus punya kemampuan untuk merangkai kata, tapi juga membutuhkan hasrat dan dedikasi yang tinggi. Seorang penulis juga harus siap menerima kritik, seperti ulasan di media massa yang mencemooh karya anda, atau cercaan langsung dari para pembaca.

Nah, penulis yang siap tahan banting kritikan di atas lah yang biasanya punya masa depan yang cerah. Karena dengan berbagai kritikan tersebut bisa diubah menjadi penyempurnaan tulisan.

Ada banyak bidang penulisan yang bisa dilakukan penulis, mulai dari penulis teknikal hingga novel. Semakin kreatif si penulis, maka semakin tinggi bayaran yang diterima. Bukan tidak mungkin jika si penulis dipakai untuk menulis naskah film.

6. Ahli Program Komputer
Ada krisis atau tidak, seorang ahli program komputer tidak akan terlalu terpengaruh. Selama komputer masih menjadi bagian dari pekerjaan dan kehidupan umat manusia, maka computer programmer akan selalu dibutuhkan, tidak peduli situasi ekonominya seperti apa.

Masa yang sulit bagi seorang ahli program komputer adalah jika manusia sudah bosan dengan teknologi karena minimnya inovasi. Tapi, sampai masa itu tiba (dan entah kapan akan terjadi), kariri ahli program komputer masih akan bertahan.

7. Guru
Guru adalah posisi paling dihormati di sekolah dan universitas. Memilih karir menjadi seorang guru atau dosen mendapatkan kepastian gaji dan stabilitas jangka panjang. Selama masih banyak anak kecil yang baru lahir, maka posisi sebagai pengajar masih akan dibutuhkan dalam jangka panjang.

Meski karir sebagai guru tidak akan memberikan kesejahteraan yang cukup, terutama di Indonesia, tapi jika anda menjadi seorang dosen itu lain lagi ceritanya.

8. Pekerja Konstruksi
Pekerja konstruksi merupakan kunci paling penting dalam pembangunan, terlepas dari arsitek dan kontraktornya. Pembangunan di sebuah negara tidak akan berjalan dengan baik tanpa seorang pekerja konstruksi yang terlatih.

Jenis pekerjaan seperti ini cukup rentan terhadap krisis. Jika ekonomi sedang turun, maka pembangunan akan melambat. Namun demikian, tanpa adanya pembagunan gedung baru, tetap saja banyak bangunan yang membutuhkan renovasi dan perawatan. Sehingga, tidak perlu takut untuk kehabisan pekerjaan.

9. Ahli Kimia
Ahli kimia punya keahlian yang dibutuhkan di banyak bidang, seperti teknologi, energi dan obat-obatan. Meski demikian, keahlian mereka tidak berhenti sampai di situ, masih banyak juga ahli kimia yang dibutuhkan di industri kosmetik, makanan dan minuman.

Meski banyak pihak yang tidak suka akan bahan kimian, tapi rasanya tidak mungkin untuk memikirkan kehidupan umat manusia tanpa adanya bahan kimia tidak berbahaya. Maka dari itu, secara jangka panjang ahli kimia masih akan eksis.

10. Koki
Jika anda merasa bersemangat dan menghasilkan sesuatu yang menakjubkan setiap kali berada di dapur, ada uang yang bisa dihasilkan dari itu. Sebuah restoran mungkin saja punya potensi bangkrut, dan itu sangat nasib buruk bagi pemiliknya, tetapi bukan masalah bagi seorang koki.

Itu hanya pertanda bagi seorang koki untuk mulai mencari pekerjaan baru atau membuka restoran sendiri. Selama masih banyak orang yang suka makan tapi benci memasak sendiri, karir seorang koki dengan masakan enak tidak akan pudar. Begitu pula halnya selama banyak restoran baru yang akan dibuka, pasti butuh koki baru
build-access-manage on www.dayaciptamandiri.com

Saturday, February 25, 2012

Leadership is About Leading Yourself First

Penulis : Urgyen Rinchen Sim

Seperti biasa, seminar kepemimpinan dengan pembicara Dr. JohnC. Maxwell berlangsung meriah. Jumlah peserta selalu melampaui kapasitas sehingga panitia harus ketat menjalankan aturan. Demikian pula kali ini. Seorang peserta bertanya kepada pembicara no.1 dunia tentang kepemimpinan tersebut, "Apakah tantangan terbesar Anda sebagai seorang Pemimpin?" Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana. Apa jawaban Dr. Maxwell? "Memimpin diri sendiri!" katanya tegas. "Itu selalu menjadi tantangan terbesar saya sebagai seorang pemimpin," tambahnya.

Memang demikianlah adanya. Kesulitan paling besar dalam memimpin adalah berjuang untuk memimpin diri sendiri. Baik Oprah Winfrey, George Washington, Mahatma Gandhi, atau bahkan Bunda Teresa adalah contoh pemimpin luar biasa dan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah. Tetapi, keberhasilan mereka sudah dimulai sebelumnya ketika mereka berhasil memimpin diri mereka sendiri terlebih dahulu. Jika kita jujur dengan diri sendiri, kita harus mengakui bahwa orang yang paling sulit untuk dipimpin adalah diri kita sendiri.

Kodrat manusia tampaknya memberikan kita kemampuan untuk mengukur semua orang di dunia, kecuali diri kita sendiri. Kenyataannya, sering kita tidak melihat diri kita seperti kita melihat orang lain dan kita lebih keras kepada orang lain ketimbang kepada diri kita sendiri. Dalam salah satu bukunya, Winning With People, Dr. Maxwell mengajarkan tentang "prinsip cermin" bahwa "orangpertama yang harus kita periksa adalah diri kita sendiri."

Jika kita tidak melihat diri kita sendiri secara realistis, kita tidak akan pernah mengerti letak kesulitan pribadi kita. Jika kita tidak dapat melihatnya, kita tidak akan mampu memimpin diri kita sendiri secara efektif dan optimal.

 

Inilah Kunci Memimpin Diri Sendiri

1. Kembangkan disiplin diri
Kita harus bertanggung jawab untuk dan atas perbuatan serta keputusan yang kita buat. Karena setiap individu adalah "kerajaan" dari hidupnya sendiri. Diperlukan disiplin diri untuk membuat keputusan yang baik secara konsisten, untuk menahan diri dari perbuatan yang salah, dan untuk mengambil tindakan yang benar. Sikap itu tidak boleh kendur sedetik pun karena orang sukses adalah manusia yang selalu disiplin setiap saat secara terus-menerus dan berkesinambungan. Tidak ada ceritanya, seorang disebut disiplin hanya pada saat tertentu dan tidak disiplin pada saat yang lain. Tidak ada orang sukses serta pemimpin sejati bersikap seperti itu.

2. Bertanggung jawab
Memimpin diri sendiri berarti menempatkan diri kita pada standar tanggung jawab yang lebih Tinggi dibandingkan orang lain. Kenapa demikian? Karena kita bertanggung jawab terhadap orang lain yang kita pimpin, sekaligus bertanggung jawab atas perbuatan diri kita sendiri. Kepemimpinan adalah kepercayaan, bukan hak. Kita harus selalu berusaha mengerjakan apa yang benar dan memperbaiki diri kita lebih dahulu dibandingkan orang lain agar tetap mendapatkan kepercayaan. Sekali kita lepas, maka kepercayaan pun akan terbang dari diri kita.

3. Belajar menjadi pengikut
Bagi sebagian orang, petuah ini terasa sangat berat. Buat mereka menjadi pengikut bukan hal mudah, bahkan mungkin lebih sulit dibanding menjadi pemimpin. Padahal, kuncinya adalah hanya pemimpin yang pernah menjadi pengikut, yang tahu dengan baik cara memimpin orang lain. Kepemimpinan yang baik mensyaratkan pengertian dan pemahaman terhadap dunia tempat para pengikut tinggal. Menjalin hubungan dengan orang lain menjadi lebih mudah jika kita sudah menjalani posisi mereka sebelumnya. Belajarlah untuk mengikuti kepemimpinan orang lain dan menjadi pengikut yang baik, maka kita akan menjadi pemimpin yang lebih rendah hati dan efektif.

4. Latih kesabaran
Hal ini bukan sekedar pepatah, "orang sabar disayang Tuhan." Kepemimpinan lebih daripada hanya pernyataan. Sudah dibahas di bagian lain bahwa menjadi pemimpin atau menjadi orang sukses bukanlah hasil dari proses dalam semalam. Tidak ada kepemimpinan instan, tidak ada kesuksesan serba cepat, semua perlu waktu dan proses serta persistensi.

_____________________

Urgyen Rinchen Sim
Founding Partner of John Maxwell Team
sim@johnmaxwellgroup.com
build-access-manage on www.dayaciptamandiri.com