Translate

Friday, November 13, 2009

HP's buyout of 3Com continues IT convergence push

By Mark Fontecchio, News Writer
12 Nov 2009 | SearchDataCenter.com

IT infrastructure news
Digg This! StumbleUpon Toolbar StumbleUpon Bookmark with Delicious Del.icio.us Add to Google

IT pros say Hewlett-Packard Co.'s surprise decision to buy networking company 3Com continues vendor consolidation in the IT industry, which may be a good--and a bad--thing.


It could provide economies of scale and greater integration of IT gear but also consolidates more IT firepower in fewer vendor hands and that may not be advantageous for IT customers.

"I suppose there are a couple ways to look at mergers like these," said Clive Greenall, IT facilities manager at the Standard Bank of South Africa. "The companies are consolidating skills under one roof, which may be a good thing if you're looking for a one-stop solution, and presumably they'll keep the best skills from the consolidation.

"The other side of the coin could be price fixing as a result of less competition, certain arrogance toward servicing client bases -- take it or leave it -- and job losses as the duplication of skills and responsibilities is addressed," he added.
Pushing toward converged data center hardware
Illuminata Inc. analyst Gordon Haff said end users have been clamoring to get away from "the erector set approach" to IT: that is, buying servers, networks and storage separately, configuring them the best they can, and hoping they all play nice with one another. On the flipside, there is concern about vendor lock-in.

HP's $2.7 billion bid for 3Com move was in part driven by Cisco's aggressive push into the data center where the two companies compete more and more directly with their respective sets of converged hardware that combine servers, networking hardware and storage in one box.

"Every vendor has their strong points, and just because a systems vendor makes its own brand-name storage or networking gear doesn't mean you'll be getting the best quality," said Charles King, analyst at Pund-IT Inc. "Businesses need to be careful with this idea of working with an integrated systems vendor."

IT vendor convergence has been the name of the game over the past year. HP bought IT services giant EDS last year and now plans to add 3Com. Oracle is still working on its $7.4 billion acquisition of Sun Microsystems.

Cisco recently rolled out its Unified Computing System (UCS), with HP responding with BladeSystem Matrix. And just last week, Cisco, EMC and VMware announced a partnership to offer their take of converged infrastructure under architecture called vBlock.
Integration upside offset by fear of vendor lockin
"The pendulum is swinging back toward a bigger and more vertically integrated set of vendors," Haff said. "What the individual combinations look like varies a bit, of course."

Earlier this year, when Cisco rolled out its UCS, some IT pros expressed worry about overreliance on a single vendor.

"To be completely honest, when I first heard about that system, all I could think of is vendor lock-in," said Kyle Rankin, a systems architect at QuinStreet, a Foster City, Calif.-based marketing company.

Rankin added that "it's going to be a tough sell for a lot of people who have large-scale server footprints already."

King said it's not unusual to go into a data center and see racks of different vendors' equipment sitting right next to one another. Oftentimes IT pros will just buy what they need, when they need it, and what's on sale.

"This idea of a single overarching vendor that clients will dedicate themselves [to] can be an anomaly," he said.

Still, Haff said that concerns about vendor lock-in today are nothing compared with 20 years ago.

"The fact that HP can offer you converged infrastructure doesn't keep you from buying a ProLiant server, using Cisco networking gear and EMC storage, and running Microsoft Windows on the ProLiant," he said.

"If you go back 20 years, uh uh. If you were going to buy a computer system from Digital Equipment, you most likely had to buy a bunch of other things from Digital Equipment. Even if you accept the notion that we're moving back toward a more vertical company structure today, the fact is you still have the capability to mix and match if that is your choice."


----------------------------------------------------------------------------------------------
Silahkan siap2 yang pakai 3Com -- utk beralih ke HP Procurve !

Thursday, November 12, 2009

Umurku 35!

Mungkin tidak pernah terbayang sebelumnya, aku menjadi seperti sekarang ini. Dengan tubuh tambun ku, aku sibuk siang-malam membuka laptop dan menggunakan laptop ini untuk mencari nafkah. Tidak pernah terbayangkan, dimasa kecil, hidupku begitu susah karena ulah papaku. Kesusahan hidup membimbingku utk menghargai hidup yang Tuhan beri. Dan sebaliknya memberikan hidup ini bagi Tuhan.

Mama dengan segala upaya menyekolahkan, memberikan aku kesempatan untuk bisa kursus, mulai dari kursus agama dengan kedatangan sang guru sekolah minggu, bahasa Inggris di IEC Kampung Melayu, hingga kursus komputer di masa SMP. Perkenalan dengan komputer inilah yang membuka masa depanku hingga sekarang.

Cemooh, hinaan dan beragam kesulitan hidup dimasa kami kecil, membuatkan jera hidup susah, dan bertekad bangkit dari semua kesulitan hidup, berjuang segala daya untuk tidak, dan semoga tidak mengalami masa pahit itu.

Dibalik semua kesulitan, ada perkara besar yang Tuhan buat untuk aku dan kami sebagai keluarga. Dan itulah yang terjadi. Tuhan membimbing kami senantiasa, dan kami menjadi terbiasa pasrah dengan segala keadaan. Tangis airmata sangat akrab dengan kami, kebingungan dan kepasrahan membuat kami tegar. Khususnya mamaku.

Beliau motivator besar hidupku.

Semakin dewasa, aku tidak pernah berpikir bisa kerja di depan komputer, bahkan tidak pernah berpikir untuk kuliah. Tapi, rupanya Tuhan bertindak lain. Kesempatan setelah sekolah STM memungkinkan aku utk bekerja sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk kuliah, dan kesempatan itu Tuhan berikan. Hidupku mulai berubah, dan aku merasakan perbedaan itu, statusku berubah karena Tuhan mengijinkannya berubah.

Menjadi mahasiswa tidaklah mudah dengan segala hal kesulitan keuangan yang membelit kehidupan keluarga kami, sehingga aku putuskan untuk kuliah sambil kerja dan kerja sambil kuliah. Opsi berat utk itu, tapi toh harus kuambil untuk menyelesaikan kuliah, dan kembali Tuhan campur tangan. Dia mengijinkan aku bekerja di bank, suatu hal yang tidak pernah aku impikan. Dia kembali mengangkat status ku, karena orang yang bekerja di bank dianggap hal istimewa pada waktu itu.

Bekerja sebagai operator komputer, dengan segala tantangannya membuatku berpikir keras untk meningkatkan hidup lebih baik lagi, maka berkenalanlah aku dengan dunia hardware, dunia networking, dunia LAN, dunia WAN, dan kembali Tuhan mengijinkan aku loncat2 pindah kerja di lingkungan beberapa bank.

Keinginan keras untuk berubah senantiasa kurasakan, sehingga aku tiba di satu titik, aku tidak bisa bekerja lagi di bank, aku harus mandiri, aku harus keluar, tapi bagaimana caranya? Tuhan mengijinkan aku masuk ke salah satu perusahaan konsultan TI, dimana disanalah aku memiliki waktu dan kesempatan besar untuk mengeksplore potensi dan kemampuan ku. Hampir 2 tahun adalah waktu yang cukup untuk berlomba mengasah kemampuan dan potensi di sana. Hingga akhirnya kesempatan untuk mandiri diberikan oleh atasanku sendiri, Pak Darma. Aku mulai menjalankan usaha bersama dengan dia dan rekan-rekan lain dengan bendera perusahaan itu.

Tapi tidak semua hal bisa terwujud, khususnya apabila kita hanya mengandalkan manusia bukan Tuhan. Deraan kembali datang, dan keputusan berat untuk meninggalkan teman-teman for better life.

Kehadiran Leni menghiasi hidup ku setelah kegagalan hubungan lama yang menyakitkan. Semangat dan motivasi Leni menyemangati hari-hariku. Bahkan Tuhan mengijinkan Leni mendampingi hidupku.

Dengan posisi 'zero' kembali Tuhan mengangkatku, setelah beberapa bulan tanpa kejelasan, Tuhan membuka mataku untuk masuk ke dunia enterpreneurship, alias usaha mandiri, usaha sendiri. Dan benar2 sendiri bersama Tuhan, sebelum akhirnya Tuhan mengirimkan orang-orang terbaiknya mendampingiku.

Bersama dengan orang-orang yang Tuhan tempatkan disekitarku, pelan tapi pasti kami berjalan. Ada kekuatiran, ada kepasrahan jawabnya. Ada kekosongan - ada masa melimpah jawaban Tuhan. Dan semua mengarahkan kami hingga saat ini.

Kehadiran buah hati kami semakin melengkapi hidup kami, Vicky dan Pat.

Sungguh anugrah Tuhan yang terindah dalam hidup ku, memasuki usia 35 ini. Tuhan pun terus memakaiku, sehingga mulai dari SMP hingga sekarang melayani Tuhan dalam berbagai hal. Bahkan sekarang diminta melayani Tuhan dalam lingkup yang lebih besar.

Apakah yang kurangnya dalam hidup ku ini ??

Pastilah ada, tetapi selalu ada jawaban atas segala perkara, dan itulah yang senantiasa aku nantikan dari Tuhan. Tuhan sungguh memelihara hidup ku, dengan caraNya sendiri, Dia membentuk dan membimbing aku.

Tuhan sungguh besar nama Mu.

Wednesday, October 28, 2009

Tifatul Sembiring Bangga Terhadap OSS

http://www.biskom.web.id/2009/10/26/tifatul-sembiring-bangga-terhadap-oss.bwi
Tifatul Sembiring Bangga Terhadap OSS
Ditulis pada 26 October 09

Semangat gerakan "Go Open Source!" terus mendapat dukungan dari berbagai institusi pemerintah, swasta, akademisi, pebisnis, komunitas teknologi informasi (TI) dan masyarakat. Hal ini dibuktikan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) lewat perhelatan akbar bernama Global Conference on Open Source (GCOS) 2009 yang berlangsung hari ini, Senin (26/10) hingga esok di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, dalam sambutannya mengatakan, open source software (OSS) adalah cara yang tepat untuk menekan pembajakan. Sesuai dengan sifat open source sebagai sistem terbuka, maka OSS dapat dikembangkan oleh siapa pun, sehingga dapat membuka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi seorang pengembang software.

"Saya bangga terhadap OSS karena mampu memberikan keuntungan bagi negara. Isu utama yang ada di OSS adalah low cost, itu yang akan kita galakkan," tandasnya.

Sementara itu, Engkos Koswara, Staf Ahli Bidang TIK Kemenristek yang mewakili Menristek mengatakan, "Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari OSS, diantaranya dari sisi keamanan, OSS jauh lebih aman ketimbang software berlisensi yang biasanya rentan terhadap serangan."

Melalui kementerian ristek, Engkos menambahkan kalau program open source sudah digalakkan sejak tahun 2005 melalui program "Indonesia, Go Open Source". Diharapkan, pada akhir 2011 open source telah digunakan oleh semua instansi pemerintah.

Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Betti Alisjahbana yang sekaligus menjadi panitia GCOS mengharapkan, OSS bisa sukses diimplementasikan di Indonesia dengan memperkuat komunitas open source. "Kami berharap Indonesia bisa mengambil manfaat maksimum dari OSS yang semakin berkembang di dunia untuk kemajuan TI Indonesia dan pertumbuhan ekonomi umumnya," kata Betti.

Acara yang dihadiri 5 ratusan peserta ini juga mendatangkan sejumlah pakar dan praktisi dunia TI khususnya open source, antara lain Sunil Abraham dari India, Krich Nasingkun dari Thailand, Muh Rosli bin Abd Razak dari Malaysia, Ko Hong Eng dari Sun Micro System, Ray Davies dari IBM, Matthias Merkle dari IntWent dan Campbell O Webb dari Harvard University serta HE. Manuel Tnnoccencio Santos, Duta Besar Brazil untuk Indonesia.

Selain itu sejumlah pakar open source Indonesia juga hadir seperti Onno W Purbo, I Wayan Simri Wicaksana, I Made Wiryana, Benhard Sitohang (ITB), Indra Utoyo dari Telkom, Aswin Sasongko (Dirjen Aplikasi Telematika Depkominfo), Idwan Suhardi (Deputi Kemenristek), Goenawan Loekito (Oracle) serta pengurus AOSI, Soemitro Roestam dan Soegiharto Santoso.

Terima kasih.

Salam,
Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.
BISKOM - Media Partner GCOS 2009

Friday, October 23, 2009

Peran Strategis Open Source Bagi Indonesia



Oleh : Betti Alisjahbana

Pada acara penutupan IGOS Summit 2 tanggal 28 Mei 2008 yang lalu diumumkan pembentukan Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dengan 4 orang formatur : Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, Rusmanto dan Sumitro Rustam. AOSI kemudian resmi berdiri pada tanggal 30 Juni 2008.

Didalam proses pembentukannya saya mendapat kepercayaan untuk berperan sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua Umum AOSI. . Ditengah kesibukan sebagai pengusaha yang sedang membangun bisnis dari awal serta berbagai kegiatan sosial yang saat ini di lakoni, tambahan tanggung jawab sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua AOSI bukan pekerjaan yang ringan. Akan tetapi tugas itu tanpa pikir panjang saya terima semata-mata karena saya sungguh yakin, open source sangat strategis bagi Indonesia. Open Source adalah harapan bagi kemajuan TI Indonesia.

Open Source Kesempatan Untuk Mengejar Ketinggalan

Open Source mempunyai prinsip semua software dan courseware boleh ditiru, dipergunakan dan diperbaiki oleh siapa saja, demi kebaikan dan percepatan perkembangan budidaya. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, ini sungguh merupakan kesempatan untuk mengejar ketinggalan dari negara-negara maju yang belakangan ini berupaya terus untuk memperpanjang masa berlaku inteletual property right agar mereka bisa terus mempertahankan penguasaan ekonominya.

Dengan open source kita tidak sekedar jadi pengguna, kita medapat source code nya sehingga kita dapat mengembangkannya lebih jauh, membangun kemandirian dan kemampuan menjadi produsen.

Hemat biaya lisensi untuk mengembangkan pendidikan dan inovasi

Beberapa manfaat yang bisa segera diraih dengan memanfaat kan open source ini adalah menghemat pengeluaran TI. Bagi masyarakat umum ini artinya lebih banyak orang yang mampu memanfaat kan TI, karenanya mengurangi kesenjangan digital.

Tidak semua aplikasi memang tersedia versi open sourcenya. Karenanya bisa dimengerti kalau kita membayar lisensi produk proprietary. Akan tetapi, untuk perangkat lunak yang standard dan sudah tersedia versi open souce nya, tentunya lebih tepat bila kita memilih versi open source. Sistem Operasi dan aplikasi perkantoran seperti pengolahan kata, spreadsheet dan pembuatan presentasi telah tersedia dalam versi open source, juga aplikasi standard lainnya. Dalam hal ini buat apa mengeluarkan uang begitu banyak untuk membayar lisensi perangkat lunak proprietary ? Lebih baik dana itu di investasikan untuk pendidikan dan mengembangkan jenis inovasi baru yang mampu menggerakkan bisnis, industri, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat menuju keberhasilan ekonomi dan kemajuan yang lebih besar.

Standard Terbuka

Perangkat lunak Open Source mengadopsi standar terbuka yang telah diakui secara internasional. Standard terbuka ini mendukung lingkungan Internet yang selalu hidup dan terhubung. Standard terbuka membantu memudahkan pertukaran informasi yang cepat, membangun jambatan antara gudang informasi yang satu dengan yang lain, dan memudahkan penambahan fungsi-fungsi baru, selain memperluas nilai sistem TI yang sudah ada. Semua itu bisa dilakukan tanpa tergantung pada teknologi dan sistem operasi yang digunakan. Kita tidak perlu tergantung pada vendor manapun. Akibatnya, perusahaan-perusahaan semakin lincah dan responsif terhadap pelanggan, dan pemerintah akan semakin fleksibel dalam menyediakan layanan kepada rakyatnya.

Beberapa Kendala

Adopsi open source mengalami kemajuan diseluruh dunia, termasuk Indonesia, namun demikian kita belum sepenuhnya memanfaatkan potensi dari open source. Beberapa kendala diantaranya :

  • belum semua peripheral seperti printer, scanner menyediakan driver untuk open source.
  • pendidikan di sekolah-sekolah masih berorientasi pada perangkat lunak proprietary baik dari segi materi pengajaran maupun media pendukungnya (buku, perangkat lunak yang digunakan ).
  • Sistem pengadaan di pemerintahan belum mendukung open source.


Aliansi Open Source Indonesia, Membangun Sinergi Demi Kemajuan TI Indonesia

Dengan dibentuknya Aliansi Open Source Indonesia serta Duta Open Source Indonesia diharapkan terbentuk sinergi yang lebih baik antar komunitas open source untuk bersama-sama mengatasi kendala-kendala yang ada serta mendorong adopsi dan pengembangan aplikasi opensource beserta berbagai jasa pendukung open source. Kita berharap Indonesia bisa mengambil manfaat maksimal dari open source untuk kemajuan TI dan ekonominya.

Salam hangat penuh semangat.

Tuesday, October 20, 2009

"Children Learn What They Live" by Dorothy Law Nolte

If a child lives with criticism, he learns to condemn

If a child lives with hostility, he learns to fight

If a child lives with fear, he learns to be apprehensive

If a child lives with pity, he learns to feel sorry for himself

If a child lives with jealously, he learns what envy is

If a child lives with shame, he learns to feel guilty

If a child lives with encouragement, he learns to be patient

If a child lives with tolerance, he learns to be patient

If a child lives with praise, he learns to be appreciate

If a child lives with acceptance, he learns to love

If a child lives with approval, he learns to like himself

If a child lives with recognition, he learns that it is good to have a goal

If a child lives with sharing, he learns about generousity

If a child lives with honesty and fairness, he learns what truth and justice are

If a child lives with security, he learns to have faith in himself and in which to live

If you live with serenity, your child will live with peace of mind.

With what is your child living ?

Monday, October 19, 2009

Network Monitoring untuk Instansi Pemerintahan

Perkembangan dunia teknologi informasi Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sangat menggembirakan. Tidak hanya karena semakin banyak yang menggunakan komputer dan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan operasionalnya, tetapi juga karena semakin banyak aplikasi dan sistem yang dikembangkan untuk mendukung kegiatan operasional.

Sistem aplikasi ini umumnya memerlukan jaringan, minimal koneksi Internet hingga koneksi ke kantor-kantor cabang pemerintahan. Penggunaan jaringan ini semakin intensif dan menghasilkan banyak hal yang dapat dicapai dengan mudah dan cepat. Ketergantungan instansi pemerintahan kepada penyedia jaringan telekomunikasi dan penyedia jaringan Internet semakin besar. Seiring dengan perkembangan ini, maka timbullah tantangan tersendiri untuk mengetahui kualitas dan besar pengiriman data yang menggunakan media komunikasi data dan telekomunikasi.

Disinilah produk-produk ManageEngine berperan. Salah satu produk yang menjadi primadona dan banyak digunakan perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah produk OpManager dari ManageEngine. Produk ini digunakan untuk memonitor jaringan, server, performansi jaringan dan kinerja server secara keseluruhan. Memudahkan pengamatan secara visual, penghasilan laporan kinerja jaringan dan server, serta optimalisasi jaringan.
OpManager juga memungkinkan untuk terkoneksi ke aplikasi lainnya, seperti monitoring bandwidth (Netflow Analyzer), serta aplikasi Helpdesk (ServiceDesk Plus) dan aplikasi monitoring jaringan wireless / nirkabel (Wifi Monitoring)

Dengan menggunakan OpManager, instansi pemerintahan akan mendapatkan keuntungan, seperti:
  1. Visualisasi jaringan yang terstruktur baik, tetapi tetap mudah untuk mengindentifikasi permasalahan yang muncul.
  2. Tampilan CCTV View yang memudahkan monitoring jaringan
  3. Pengelompokan obyek jaringan dengan mudah
  4. Visualisasi dengan peta atau dengan pendekatan Business View
  5. Laporan yang terkonsolidasi dengan cepat
  6. Monitoring atas kinerja yang ditargetkan (Service Level Agreement)

Silahkan hubungi kami untuk jadwal demo aplikasi, permintaan presentasi produk dan informasi harga.

Tuesday, October 13, 2009

OrangeHRM 2.5 Launched

Dear OrangeHRM Community,

The much awaited OrangeHRM version 2.5 was released today. OrangeHRM 2.5 was designed to meet the needs of the community. Making OrangeHRM more user friendly for administrators, supervisors and employee self-service users, 2.5 has greater administrative control over managing the information flow across the organization With a comprehensive user guide developed targeting non IT personnel we assist you to understand OrangeHRM better.

New features in Version 2.5 include:
  • New look and feel: With community collaboration we have created a new look and feel for version 2.5. We have taken into consideration key usability issues from the previous version. For an example in the PIM module you can display up to 100 users (up from 10 in the previous version). Software ergonomics, human factors science and design considerations were used to ensure usability and consistency throughout the application.

  • Separation of the project time tracking and attendance: With the new release, administrators can track employees’ attendance (Punch In/Out) and create reports separately. Project time tracking can be done with the new grid view that allows users to enter time spent on project activities for the week.

  • The Recruitment engine is better equipped with new features including the ability to attach resumes and expand or collapse the Job description.

  • Over 150 issues were fixed and the system is much more stable than the previous version.

  • Implementation of Advanced security measures: Cross-site scripting (XSS) security vulnerabilities that were discovered by our global community members have been fixed

  • The performance of the application has been increased by optim