Translate

Tuesday, April 01, 2025

Bagaimana Indonesia bisa mengejar China?

Pertanyaan yang sangat strategis! Untuk mengejar ketertinggalan dari China, Indonesia tidak bisa meniru 100% model China karena perbedaan sistem politik, budaya, dan struktur ekonomi. Tapi ada banyak pelajaran yang bisa diadaptasi. Berikut beberapa langkah kunci yang bisa dilakukan Indonesia:


---

1. Fokus pada Industri Strategis dan Hilirisasi

China tumbuh dengan menjadikan manufaktur sebagai tulang punggung.

Indonesia punya potensi besar di sektor hilirisasi sumber daya alam (nikel, bauksit, dll).

Perlu dorongan untuk membangun ekosistem industri nasional, bukan cuma ekspor bahan mentah.



---

2. Pendidikan dan Riset Teknologi

China berinvestasi besar-besaran dalam STEM (science, technology, engineering, math).

Indonesia harus mendorong:

Kurikulum vokasi dan politeknik yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kemitraan universitas dengan sektor swasta.

Dana riset dan inovasi yang lebih besar dan tepat sasaran.




---

3. Reformasi Birokrasi dan Kepastian Regulasi

Investor global tertarik ke China karena efisiensi perizinan dan kebijakan yang konsisten.

Indonesia perlu menyederhanakan birokrasi, hilangkan pungli, dan pastikan regulasi tidak berubah-ubah.



---

4. Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Terintegrasi

China membangun logistik dan transportasi yang mempermudah industri.

Indonesia perlu:

Infrastruktur digital (5G, fiber optic).

Akses logistik ke wilayah timur.

Transportasi publik dan pelabuhan efisien.




---

5. Penguatan UMKM & Startup Lokal

China punya ekosistem startup (Alibaba, Tencent) yang didorong lewat perlindungan dan insentif.

Indonesia perlu:

Akses permodalan untuk UMKM.

Inkubasi digital dan pasar ekspor untuk produk lokal.




---

6. Kepemimpinan Visioner dan Konsisten

Seperti Deng Xiaoping atau Xi Jinping yang punya visi jangka panjang.

Indonesia butuh pemimpin dan birokrasi yang berani keluar dari status quo, punya visi 10–20 tahun ke depan, bukan hanya jangka pendek politik.