Translate

Thursday, April 03, 2025

APTIKNAS Meriahkan Pameran Internasional Shenzhen IEAE 2025

 Sampai saat ini telah terkumpul 39 Link berita = APTIKNAS Meriahkan Pameran Internasional Shenzhen IEAE 2025


1. https://www.biskom.web.id/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025.bwi

2. https://www.biskom.id/berita/951150400/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025 

3. https://guetilang.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025

4. https://nadariau.com/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

5. https://kanalsindo.id/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

6. https://www.liputansbm.com/2025/03/aptiknas-ramaikan-pameran-teknologi.html?m=1

7. https://publikpost.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

8. https://www.infoberitanasional.com/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

9. https://www.mediapendampingnews.com/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html

10. https://jakartapatrolienews.com/uncategorized/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

11. https://metropaginews.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

12. https://bidikekspres.id/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

13. https://indotipikor.com/pameran-international-electronics-smart-appliances-expo-ieae-di-pusat-konvensi-dan-pameran-shenzhen-china-baru-baru-ini-berakhir-dengan-sukses/

14. https://doreng45.com/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

15. https://www.medialidikkrimsus-ri.net/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

16. https://www.sindikatpost.com/nasional/781144841/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025

17. https://investigasibirokrasi.net/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/ 

18. https://www.detikinews.id/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html 

19. https://anugrahpos.com/blog/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/b 

20. https://gayabekasi.id/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

21. https://www.wartapembaruan.co.id/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html

22. https://pojoktimes.com/2025/03/28/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025

23. https://www.suaraindonesia1.com/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html

24. https://www.khatulistiwanews.com/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html

25. https://timesasianews.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

26. https://mediapesan.com/berita/2025/ieae-shenzhen-2025-sukses-digelar-aptiknas-perkuat-kolaborasi-di-industri-elektronik/

27. https://globalinformasi.co.id/2025/03/28/aptiknas-sukses-dalam-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

28. https://porosnusantara.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

29. https://www.timorline.com/internasional/1281146245/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025-moment-indonesia-memasuki-era-transformasi-digital-ai-dan-teknologi-pintar 

30. https://www.skinusantara.com/home/2025/03/29/aptiknas-meriahkan-pameran-in/

31. https://www.beritajejaring.co.id/2025/03/aptiknas-meriahkan-pameran.html?m=1

32. https://lapan6online.com/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/ 

33. https://liputan24.com/jakarta-pusat/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

34. https://mncctvnews.com/dki-jakarta/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

35. https://detikanalis.com/nasional/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

36. https://detikfakta86.com/dki-jakarta/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

37. https://detakkompaknews.id/dki-jakarta/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

38. https://www.fajartimor.net/aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025/

39. https://www.dutanusantaramerdeka.com/2025/04/01-DNM-10780-aptiknas-meriahkan-pameran-internasional-shenzhen-ieae-2025.html?m=1


Mengukur Dampak Tarif Baru, Picu Kemandirian TI Indonesia

   


Pada April 2025, kebijakan tarif resiprokal AS di bawah Presiden Donald Trump mulai berlaku (diumumkan 2 April 2025). Indonesia dikenakan tarif 32% untuk ekspornya ke AS, yang merupakan salah satu pasar utama dengan nilai ekspor tahunan sekitar US$23–30 miliar (berdasarkan estimasi 2023–2024).


Dampaknya meliputi:

  • Penurunan Daya Saing Ekspor: Produk unggulan seperti tekstil, garmen, minyak sawit, dan kayu akan menghadapi kenaikan biaya di pasar AS. Negara ASEAN lain seperti Filipina (tarif 17%) atau Singapura (10%) bisa mengalihkan pesanan dan investasi dari Indonesia.
  • Kehilangan Lapangan Kerja: Sektor padat karya seperti tekstil dan garmen berisiko mengalami PHK karena berkurangnya permintaan dari AS.
  • Depresiasi Rupiah: Penurunan ekspor dapat memperlemah neraca perdagangan, menekan nilai tukar rupiah, dan memicu inflasi domestik.
  • Tekanan Ekonomi: Potensi kerugian miliaran dolar dari ekspor dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, yang diproyeksikan sekitar 5–5,1% pada 2025 oleh ADB dan Bank Dunia.
  • Respons Pemerintah: Indonesia mungkin mendorong perjanjian perdagangan bebas dengan AS atau diversifikasi pasar ke negara lain untuk mitigasi.

Dampak bagi Dunia IT

Mari Kita fokus ke dampaknya ke industri teknologi informasi Indonesia, yang memang selama ini banyak bergantung dengan produk Dari luar negeri.

Pertama, kurs dollar meningkat, harga produk IT Dari luar negeri semakin mahal.

Tentu saja ini pasti terjadi. Sekarang saja nilai tukar mata uang USD sudah mencapai 16.800. Dan kemungkinan besar, bisa mencapai 20.000 seperti kata banyak prediksi ekonom Indonesia.

Kedua, daya beli konsumen menurun, mencoba mencari produk lebih terjangkau. Karena produk Dari luar negeri kebanyakan menggunakan mata uang USD, maka harga akan meningkat tajam. Tentu kebutuhan konsumen akan selalu ada, karena market Indonesia yang demikian besar. Tapi konsumen akan cenderung mencari produk alternatif. Inilah kesempatan Kita untuk maju Dan mandiri

Ketiga, menggunakan mata uang non USD. Bila produk dibeli dengan USD semakin mahal, maka sebaiknya Kita menggunakan mata uang lain, selain USD. Bila membeli produk Dari USA mahal, maka kita mencari sumber yang lain, dengan mata uang lain.

Mencari sumber IT lain vs membangun Kemandirian

Inilah momentum yang bisa kita manfaatkan. Pilihannya, mungkin mencari sumber produk IT lain, yang mungkin juga selama ini juga sudah dilakukan, misal Dari China, India Dan Russia, bahkan ada juga Dari Malaysia.

Yang kedua , membangun Kemandirian. Saatnya Kita bangkit, Dan punya produk sendiri, tidak mengandalkan dari luar negeri.

Ini yang penuh tantangan sedari dulu. Tapi inilah kesempatan kita.

Anda siap mendukung ?

Kami di APTIKNAS siapa melakukan ini bersama-sama. Kami memulainya dengan membuat Roadmap "Dokumen Kebijakan Nasional: Roadmap Kemandirian Teknologi Informasi terhadap Produk AS (2025-2030)"

Bisa diakses di: https://docs.google.com/document/d/1-i12VTcVwXyNcWbkUwPV6KwqxUNTOoAfJ9ManLTN9s0/edit?usp=drivesdk

Anda tertarik mendukung, kontak kami di dppaptiknas@gmail.com

Mengurangi Produk Import IT dari USA

Mengurangi ketergantungan terhadap produk IT impor dari Amerika Serikat adalah tantangan besar tapi sangat strategis, terutama untuk memperkuat kedaulatan digital dan keamanan nasional. Berikut pendekatan taktis yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan pelaku industri:


---

1. Identifikasi Produk IT Kritis dari AS

Kenali sektor dan produk yang paling tergantung pada AS, seperti:

Perangkat keras: server (Dell, HPE), router/switch (Cisco, Juniper)

Perangkat lunak: Microsoft, Oracle, Adobe, VMware

Cloud & AI: AWS, Google Cloud, Azure

Sistem keamanan siber: Palo Alto, Fortinet, Crowdstrike



---

2. Dorong Alternatif Non-AS

Hardware:

Gunakan produk dari Tiongkok (Huawei, ZTE), Korea (Samsung), atau Eropa (Ericsson, Nokia).

Untuk SMB, bisa gunakan produk open hardware seperti MikroTik (Latvia) atau Ubiquiti.


Software:

Gunakan open source: Linux (vs Windows), LibreOffice (vs MS Office), PostgreSQL/MySQL (vs Oracle DB), Proxmox (vs VMware).

Dorong startup lokal membangun software berbasis AI dan analytics sendiri.


Cloud & AI:

Kembangkan cloud nasional (seperti Biznet Gio, TelkomCloud).

Pakai platform AI open-source atau lokal daripada API dari OpenAI/Google.



---

3. Bangun Ekosistem IT Lokal

Fasilitasi startup di bidang cybersecurity, data analytics, dan network management.

Berikan insentif pajak & subsidi untuk proyek yang mengurangi impor teknologi AS.



---

4. TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) Wajib untuk Sektor Publik

Terapkan kebijakan "digital sovereignty": sistem pemerintahan tidak boleh tergantung pada vendor luar, apalagi yang berasal dari negara yang rawan konflik geopolitik.

Wajibkan TKDN minimum di sektor IT (seperti sudah dilakukan untuk perangkat 4G/5G dan laptop pendidikan).



---

5. Aliansi Regional & Investasi R&D

Bentuk aliansi teknologi dengan negara-negara seperti India, Tiongkok, Korea, ASEAN.

Bangun pusat R&D nasional untuk pengembangan chip, OS, dan tools jaringan.



---

Kalau kamu ingin, aku bisa bantu buat roadmap atau peta jalan 3–5 tahun untuk mengurangi ketergantungan pada produk IT dari AS, termasuk use case dan alternatif teknologinya. Mau lanjut ke situ?


Mengurangi Produk Amerika, Dampak Perang Dagang

Mengurangi ketergantungan terhadap barang dari Amerika Serikat (USA) bisa menjadi strategi penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional, apalagi di tengah situasi seperti penerapan tarif timbal balik. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil oleh pemerintah maupun pelaku industri:


1. Diversifikasi Sumber Impor

  • Cari alternatif dari negara lain yang menawarkan produk sejenis dengan kualitas dan harga bersaing, seperti dari Tiongkok, India, Korea Selatan, Jepang, atau negara ASEAN.
  • Manfaatkan perjanjian dagang regional (seperti RCEP dan AFTA) untuk menekan biaya impor dari negara-negara mitra.

2. Substitusi Impor dengan Produk Lokal

  • Kembangkan industri dalam negeri untuk memproduksi barang-barang yang selama ini diimpor dari AS, seperti bahan kimia, farmasi, komponen elektronik, atau alat kesehatan.
  • Berikan insentif fiskal dan dukungan riset teknologi bagi produsen lokal.

3. Peningkatan Kemampuan R&D Domestik

  • Dorong kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan sektor swasta untuk menciptakan inovasi lokal.
  • Contoh: Pengembangan teknologi chip lokal untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi semikonduktor buatan AS.

4. Penguatan Supply Chain Regional

  • Bangun kerja sama produksi dengan negara tetangga (Vietnam, Malaysia, Thailand) untuk memproduksi barang substitusi secara kolektif dan efisien.

5. Kebijakan Nasionalisasi Teknologi

  • Wajibkan transfer teknologi dalam investasi asing langsung (FDI), terutama yang berasal dari AS.
  • Tetapkan aturan konten lokal (TKDN) minimal untuk produk-produk strategis.

6. Literasi Konsumen dan Kampanye Produk Lokal

  • Dorong konsumsi produk lokal dengan kampanye seperti "Bangga Buatan Indonesia".
  • Edukasi publik agar lebih sadar pentingnya memilih produk dalam negeri.


Tuesday, April 01, 2025

Bekerja Dengan Tablet Android

Bekerja nyaman dengan tablet Android itu sangat mungkin—asal tahu cara optimalinnya. Berikut tips supaya tablet Android bisa jadi perangkat kerja yang produktif:


---

1. Gunakan Aksesori Pendukung

Keyboard & Mouse Bluetooth: bikin ngetik cepat, cocok buat kerja dokumen atau email.

Stylus: ideal untuk desainer, mencatat, atau tanda tangan digital.

Stand/tablet holder: bikin posisi tablet ergonomis dan enak dilihat lama-lama.



---

2. Maksimalkan Mode Multitasking

Split screen: buka dua aplikasi sekaligus (misal: Google Docs & Chrome).

Floating apps (pada beberapa merek seperti Samsung atau Xiaomi): aplikasi melayang seperti jendela desktop.



---

3. Aplikasi Produktivitas Wajib

Google Workspace (Docs, Sheets, Slides).

Microsoft 365 (Word, Excel, Outlook, Teams).

Notion, Evernote, atau OneNote buat manajemen catatan.

Trello, Asana, atau ClickUp untuk manajemen tugas/proyek.

Adobe Acrobat / Xodo: untuk baca & edit PDF.



---

4. Cloud Storage & Backup

Gunakan Google Drive, Dropbox, atau OneDrive supaya semua file bisa diakses lintas perangkat.

Aktifkan auto-backup untuk menghindari kehilangan data.



---

5. Mode Desktop (opsional)

Kalau pakai Samsung tablet (Galaxy Tab), aktifkan Samsung DeX mode – tampilannya mirip desktop PC, bisa kerja dengan banyak jendela.


---

6. Manajemen Notifikasi & Fokus

Aktifkan Do Not Disturb saat kerja serius.

Gunakan Focus mode (ada di Digital Wellbeing) untuk membatasi app yang mengganggu.



---

7. Aplikasi Remote Desktop (jika perlu akses PC)

Gunakan Microsoft Remote Desktop, TeamViewer, atau AnyDesk untuk akses komputer dari tablet.



---

Bagaimana Indonesia bisa mengejar China?

Pertanyaan yang sangat strategis! Untuk mengejar ketertinggalan dari China, Indonesia tidak bisa meniru 100% model China karena perbedaan sistem politik, budaya, dan struktur ekonomi. Tapi ada banyak pelajaran yang bisa diadaptasi. Berikut beberapa langkah kunci yang bisa dilakukan Indonesia:


---

1. Fokus pada Industri Strategis dan Hilirisasi

China tumbuh dengan menjadikan manufaktur sebagai tulang punggung.

Indonesia punya potensi besar di sektor hilirisasi sumber daya alam (nikel, bauksit, dll).

Perlu dorongan untuk membangun ekosistem industri nasional, bukan cuma ekspor bahan mentah.



---

2. Pendidikan dan Riset Teknologi

China berinvestasi besar-besaran dalam STEM (science, technology, engineering, math).

Indonesia harus mendorong:

Kurikulum vokasi dan politeknik yang selaras dengan kebutuhan industri.

Kemitraan universitas dengan sektor swasta.

Dana riset dan inovasi yang lebih besar dan tepat sasaran.




---

3. Reformasi Birokrasi dan Kepastian Regulasi

Investor global tertarik ke China karena efisiensi perizinan dan kebijakan yang konsisten.

Indonesia perlu menyederhanakan birokrasi, hilangkan pungli, dan pastikan regulasi tidak berubah-ubah.



---

4. Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Terintegrasi

China membangun logistik dan transportasi yang mempermudah industri.

Indonesia perlu:

Infrastruktur digital (5G, fiber optic).

Akses logistik ke wilayah timur.

Transportasi publik dan pelabuhan efisien.




---

5. Penguatan UMKM & Startup Lokal

China punya ekosistem startup (Alibaba, Tencent) yang didorong lewat perlindungan dan insentif.

Indonesia perlu:

Akses permodalan untuk UMKM.

Inkubasi digital dan pasar ekspor untuk produk lokal.




---

6. Kepemimpinan Visioner dan Konsisten

Seperti Deng Xiaoping atau Xi Jinping yang punya visi jangka panjang.

Indonesia butuh pemimpin dan birokrasi yang berani keluar dari status quo, punya visi 10–20 tahun ke depan, bukan hanya jangka pendek politik.





Sunday, March 30, 2025

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446H


Segenap MANAJEMEN dan TIM DCMGROUP mengucapkan 
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446H / 2025, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN