Translate

Thursday, July 09, 2020

Mintalah dan Berikan Itu kepada Tuhan

1 Samuel 1:11-12, 17, 20 (TB)  Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."  
Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu; 
Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN." 


Duka hati Hana telah Tuhan ganti dengan sukacita. Akhirnya dia mendapatkan anak dan tidak dianggap remeh lagi. Tuhan mendengar doanya dan dia pun menepati janjinya. Membawa anaknya untuk Tuhan.

Meminta pada Tuhan seolah sudah menjadi kebiasaan kita. Kita pun sudah tahu jawaban Tuhan, bisa ya, bisa tidak, bisa juga nanti.

Tapi Hana meminta lain, meminta agar diberikan keturunan dan memberkannya untuk Tuhan. Tiap doa pasti ada keinginan kita. Tapi berdoa seperti Hana, dan menyerahkan anak yang Tuhan berikan. Kebanggaan tertingginya diberikan kepada Tuhan.

Bisakah kita memberikan kebanggaan kita kepada Tuhan?

Sunday, July 05, 2020

*5 Alasan Mengapa Banyak Orang Sulit Jadi Kaya*


Brian Tracy menuturkan tentang 5 alasan mendasar mengapa kebanyakan orang tidak menjadi kaya hingga akhir hayatnya.

1. Enggan Merubah Lingkungan.

Umumnya orang yang hidup rata-rata tumbuh pada lingkungan yg tidak mensupport untuk kaya; tidak sering bersua serta tak mengetahui orang kaya. Saat sekolah juga tak mempunyai kenalan rekan dari keluarga kaya. Mereka tak temukan role jenis seperti apa orang kaya itu. Jadi kaya jadi suatu mimpi yang jauh, bahkan juga merasa tidak mungkin.   

Kenyataannya anak-anak orang kaya relatif lebih gampang untuk turut jadi kaya saat besarnya, jumlahnya semakin banyak dibanding anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang biasa-biasa saja lalu jadi kaya saat besarnya.

Mesti disadari, bahwa lingkungan mempunyai dampak yang penting pada nasib serta hari esok kita. Kita memanglah tak dapat memilih dilahirkan pada lingkungan seperti apa, tetapi seiring berjalannya waktu kita mempunyai pilihan untuk merubah lingkungan yang mensupport yang kita impikan.

Bila kita merasa lingkungan kita tak mensupport untuk kaya, gantilah selekasnya. Bila kita terasa lingkungan pergaulan kita semakin banyak menyebarkan aura negatif (pesimis) dibanding positif (optimis), gantilah saat ini juga. 

Dapatkan langkahnya serta kerjakan.

2. Tak Mengambil keputusan serta Memiliki komitmen.

Alasan kedua mengapa umumnya orang tak jadi kaya yaitu lantaran mereka tak pernah mengambil keputusan serta memiliki komitmen dengan cara serius untuk jadi kaya.

Kita seluruhnya mempunyai hasrat untuk kaya, beberapa dari kita sudah membaca banyak buku serta artikel bagaimanakah jalan jadi kaya, sebagiannya juga turut seminar berulangkali bagaimanakah agar hidup dapat berlimpah harta, berdoa siang malam agar hidup semakin kaya.

Namun satu hal fundamental yang kerapkali kita lupakan yaitu prinsip serta ketekunan untuk melakukan beberapa hal yang butuh dikerjakan untuk jadi kaya. Kita masih tetap melakukan beberapa cara yang sama dengan tempo hari yang dapat dibuktikan dengan hidup begini-begini saja.

Saat kita mengambil keputusan untuk jadi kaya, jadi mengerti konsekwensinya serta prinsip untuk telaten menggerakkan beberapa hal yang butuh dikerjakan untuk jadi kaya seberapapun pengorbanannya.

"Saya mengambil keputusan untuk jadi kaya serta siap dengan semua prinsip serta meniti pengorbanan yang dibutuhkan! " (cobalah teriakkan kalimat ini sekuatnya, abaikan kebengongan orang di seputar Anda).

3. Memikirkan bahwa Saat Paling baik yaitu Besok.

Alasan ketiga mengapa umumnya orang tak jadi kaya yaitu suka menunda (procrastination), memikirkan bahwa saat paling baik yaitu besok.

Waktunya kurang pas untuk mengawali usaha. Pasar lagi lesu. Rupiah melemah. BBM naik. Harga emas lagi turun selalu. Laju ekonomi melambat. Persaingan semakin sengit, kita tunggulah mereda dahulu dan sebagainya.

Telah ganti lingkungan, telah mengambil keputusan untuk kaya, tetapi senantiasa temukan argumen untuk tunda beberapa hal yang butuh dikerjakan untuk jadi kaya. 

Sebagiannya lalu baru tersadar saat usia telah senja serta tenaga semakin renta. Sebagiannya yang lain tak juga tersadar hingga akhir hayatnya.

Kerjakan apa yang harus kita kerjakan hari ini, seremeh apa pun itu.

4. Ketidakberdayaan dalam Menunda Kesenangan.

Alasan ke empat mengapa beberapa besar orang pensiun dalam keadaan kekurangan yaitu lantaran ketidakmampuan dalam tunda kesenangan, inability to delay gratification.

Tak dapat mengelola godaan yang demikian besar untuk menggunakan tiap-tiap rupiah yang dihasilkan, bahkan juga sebagiannya belanja melebihi kekuatan dengan pertolongan kartu credit serta KTA. 

Malas untuk menunda kesenangan; membagikan rupiah yang dihasilkan untuk tabungan, untuk diinvestasikan, untuk meningkatkan usaha.

Orang tak dapat jadi kaya bila tak bersedia menunda kesenangan serta mendisiplinkan diri. Orang tak mungkin saja meraih kemandirian finansial bila tak berlatih serta menjadikan kekuatan budgeting juga sebagai suatu rutinitas seumur hidup.

Berlatihlah untuk tunda kesenangan ; bila mau mempunyai suatu hal, lakukan untuk menabung dahulu dalam sekian waktu.

Jauhi sekuat tenaga untuk beli barang konsumtif dengan hutang.

5. Kurang Berfikir Panjang (lack of time perspective).

Argumen ke lima mengapa beberapa orang tak jadi kaya sampai  akhir hayatnya yaitu kurangnya kekuatan untuk memikirkan dalam perspektif yang panjang.

Hal semacam ini didefinisikan juga sebagai perspektif sebagai pertimbangan orang saat merencanakan aktivitas keseharian serta saat membikin ketentuan utama dalam kehidupannya. Seberapa jauh orang memproyeksikan hari esok saat mereka mengambil keputusan apa yang bakal mereka kerjakan atau tak kerjakan di saat saat ini.

Orang rata-rata cuma memikirkan dalam perspektif hari ini atau mungkin saja paling jauh hingga bulan  depan, kurang mengasah kekuatan bahwa apa yang kita kerjakan hari ini dapat bakal berefek pada saat yang panjang.

Misal paling riil dari hal semacam ini yaitu umumnya orang tak memikirkan serius untuk mempersiapkan dana pendidikan anaknya sejak dari kelahirannya atau tak pernah menganggap bahwa dana haji dapat disediakan mulai hari ini.

Orang kaya ikhlas berkorban dalam periode pendek untuk memperoleh hasil yang bertambah baik dalam periode panjang.

Agar jadi kaya, mari menghilangkan 5 argumen diatas :

1⃣ Ganti lingkungan, 2⃣ Putuskan dengan cara serius untuk kaya serta memiliki komitmen.
 3⃣ Bersegera take action.
4⃣ Siap menunda kesenangan, serta
5⃣ Membiasakan diri untuk memikirkan dalam perspektif jangka panjang.

Saturday, July 04, 2020

APTIKNAS Jadi Asosiasi Pertama di Indonesia yang Manfaatkan Sertifikat Blockchain

Liputan6.com, Jakarta - APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) baru saja melakukan inisisasi sertifikat berbasis blockchain menggunakan aplikasi terdesentralisasi (decentralized application/DApp) atau aplikasi berbasis blockchain bernama Trusti.
Dengan demikian, APTIKNAS menjadi asosiasi pertama di Indonesia yang menginisiasi Blockchain Certificate bersama platform Vexanium melalui Trusti.
APTIKNAS menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat kartu tanda anggota (KTA) dalam asosiasinya.

Jadi dengan memasukan nama dan nomor keanggotaan di jaringan blockchain, akan menghasilkan sebuah barcode file yang nantinya ditempel ke KTA APTIKNAS.
"Pencatatan KTA melalui Trusti sangat membantu kami dalam mengefisiensikan proses pencatatan anggota, karena sampai dengan saat ini anggota APTIKNAS telah berada di 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia, dari Aceh hingga Papua," kata Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum APTIKNAS.
Hal ini juga disambut positif oleh Ketua DPD APTIKNAS DKI Jakarta, Fanky Christian, yang menegaskan bakal terus mencoba fitur pencatatan data dan tandatangan digital ini untuk kebutuhan asosiasi.
"Selain alurnya mudah, data juga terlindungi di dalam [blockchain ](blockchain "")sehingga tidak gampang diduplikasi,” ujarnya.

Langkah Awal

Hoky menambahkan, pencatatan KTA APTIKNAS baru langkah awal dari inisiasi sertifikasi blockchain yang dilakukan oleh asosiasi.
Sebagai aplikasi gratis yang bisa digunakan oleh semua orang secara global, masih banyak hal dan kemungkinan yang bisa dicapai dengan menggunakan aplikasi berbasis blockchain ini, seperti sertifikasi PDF, audit jejak, verifikasi dokumen, auditabilitas forensik, dan masih banyak lagi fitur-fitur lainnya.
“Ke depan tentunya kami akan melihat lebih banyak lagi pengaplikasian dari teknologi ini di berbagai bidang dan industri. Ditambah lagi semua orang sekarang bisa membuat dan menggunakan aplikasi berbasis blockchain di platform blockchain," tutur Hoky.

Aman dan Transparan

Seperti yang kita ketahui, data yang disimpan di jaringan blockchain sifatnya lebih aman dan transparan, sehingga bisa mencegah terjadinya kecurangan atau perubahan-perubahan yang tidak diinginkan.
Trusti yang merupakan aplikasi blockchain berspesialis pada notarisasi berkas adalah karya seorang pengembang aplikasi dari Yogyakarta bernama Damos Hanggara.
Dengan menggunakan platform Vexanium, aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai data di jaringan blockchain untuk dapat divalidasi dan diotentikasi keasliannya.
(Isk/Ysl)

Revisi Ketentuan TKDN, Pengusaha: Ketersedian SDM Juga Perlu Diperhatikan

Pemakaian laptop di pesawat - Antara

JAKARTA – Para pelaku usaha menilai revisi ketentuan mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk elektronika dan telematika harus dibarengi kebijakan pendukung lain untuk memacu arus masuk investasi.

Chairman Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) DKI Jakarta Fanky Christian menilai efektivitas kebijakan tersebut juga bergantung kepada kondusifitas iklim investasi di Tanah Air.

Saat ini, ujar Franky, investasi di Indonesi masih terkendala oleh beberapa hal, di antaranya regulasi dan aturan ketenagakerjaan.

“Dukungan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan. Terutama, terkait dengan dukungan SDM Tanah Air terhadap penyelenggaraan industri yang terotomasi secara keseluruhan,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Adapun, sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menyusun detil perhitungan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk elektronika dan telematika dengan merevisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 68 Tahun 2015 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Elektronika dan Telematika.

Rencananya, Kemenperin akan merevisi penghitungan bobot TKDN produk digital dari 80 persen untuk aspek manufaktur dan 20 persen aspek pengembangan menjadi 70 persen untuk aspek manufaktur dan 30 persen pengembangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Minggu (21/6/2020) mengatakan implementasi kebijakan pengoptimalan TKDN akan memperkuat struktur manufaktur sehingga diyakini bisa menarik investasi, serta mendongkrak daya saing industri dan perekonomian nasional.

Sejauh ini, industri elektronika dan telematika merupakan sektor yang tergabung dengan Machinery, Electronic, Medical Instrument, Precision, Optical, and Watch Industry.

Adapun, realisasi investasi di sektor elektronika yang terklasifikasi bersama dengan industri permesinan, peralatan medis, dan peralatan elektrik melonjak sangat signifikan dalam satu tahun terakhir.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari-Maret 2020 melaporkan realisasi investasi di sektor tersebut mencapai US$127 juta, melonjak signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar US$55.000.

sumber: https://teknologi.bisnis.com/read/20200623/280/1256547/revisi-ketentuan-tkdn-pengusaha-ketersedian-sdm-juga-perlu-diperhatikan


Ayo Ikuti Event Online Bersama APTIKNAS. silahkan Cek di Eventcerdas.com
WhatsApp%2BImage%2B2020-06-30%2Bat%2B12.08.48

WHAT TO DO, IF YOU ARE MANAGER (for the first time in your life)?

WHAT TO DO, IF YOU ARE MANAGER (for the first time in your life)?

(Apa yang harus anda lakukan, saat anda pertama kali jadi manager?)

Reza hari itu agak murung. Kelihatan ada tanda tanda letih di mentalnya. Padahal mestinya dia senang. 3 bulan yang lalu dia dipromosikan menjadi Head of Risk Management di sebuah bank swasta. 
Sebelumnya Reza adalah seorang Senior Risk Management Officer dan sudah beberapa belas tahun di situ. Levelnya sudah tinggi tetapi dia menjadi expert tanpa anak buah. 
Dia sebenarnya enjoy role nya yang dulu, tapi pada saat bossnya cabut ke perusahaan lain, dan CEO nya menawarkan jabatan itu ke dia, dia tertarik juga.
Akhirnya dia dipromosikan ke jabatan itu, dan tentunya dengan tambahan gaji yang menarik.
Mulailah dia bekerja sebagai "boss" dengan anak buah sekitar 20 orang. 
Ternyata ......

Tiga bulan kemudian Reza menghadap CEO nya, dia capek menjadi boss, hampir tiap hari stress dan tiap malam gak bisa tidur. Susah juga jadi boss. Dia ingin balik menjadi Senior Officer tanpa anak buah. Bahkan dia rela gajinya balik lagi ke gaji yang lama. Seorang teman menyarankan Reza untuk menemui saya. Dan hari itu kami makan di sebuah mall di Jakarta. 

Anyway, Reza menceritakan betapa frustasinya dia memimpin 20 anak buahnya. Padahal dia sebelumnya enjoy bergelut setiap hari dengan proses dan angka-angka. 
Dan ternyata anak buah yang 20 itu jauh lebih sudah diurus daripada proses dan angka.

Ya iyalah, angka gak bisa nangis, angka gak bisa marah marah, dan angka dibentak diem aja.
Reza harus mengerti bahwa fokusnya kali ini sudah berubah, he is not anymore an individual performer, he is a leader.
Kalau sebelumnya dia focus ke manage performance sendiri, sekarang focusnya sudah berubah menjadi me manage performance teamnya (yang 20 orang) yang tentunya jauh lebih rumit.

Banyak sekali orang yang mengalami hal ini, menjadi karyawan yang terbaik kemudian dipromosikan menjadi team leader dan gak siap.
Bossnya juga agak "aneh" juga nih, karyawan dengan performance terbaik malah dipromosi?
Lha memangnya, pemain bola yang hebat bisa menjadi pelatih yang bagus? Belum tentu Om! Memang ada, tapi kan tidak semua. Mardonna dulu pemain bola hebat, tapi waktu jadi pelatih sepak bola malah hancur.
Ya iyalah, pemain bola harus jago nendang bola.
Pelatih harus jago bikin strategy, membuat tim yang kompak, memilih pemain yang paling cocok dan mereward pemain berdasarkan performance nya.
Beda kan?

Yang payah kadang kadang juga yang mempromosikan. Waktu Reza disuruh ngerjain proses dengan angka angka rumit, sebelumnya ditraining dulu.
Juga ada teman saya, sebut saja namanya Paijo. Waktu Paijo mau disuruh pasang pasang kabel , sebagai insinyur disuruh training. Lha kalau ada yang dipromosi jadi manager kok gak ditraining dulu? Memangnya ngurus manusia lebih gampang daripada ngurus kabel?
Padahal kalau ngurus computer system, ada certificate nya. Dan tanpa ada certificate engineer gak boleh ngurusin computer. Kenapa sembarang orang boleh menjadi manager? Kenapa kita tidak memerlukan certificate untuk menjadi team manager? Apakah kita menghargai computer lebih berharga daripada manusia? Jangan-jangan ....

Well, intinya adalah anda memerlukan kebutuhan khusus untuk menjadi people manager yang baik. We need a special skills to be a good people manager. 

Tetapi terutama ini masalah "mind set", bukan hanya skills. Being a manager it is not about you anymore ...
Jadi ini waktunya menurunkan ego anda.
Analoginya adalah pemain bola, seperti Ronaldo, dia akan berusaha bermain sebaik mungkin dan dia harus mencetak goal sebanyak mungkin.
It is about him ! It is about his performance ! Fans fans nya akan mengelu-elukan dia pada saat dia mencetak goal dan memenangkan pertandingan.

Sementara seorang pelatih gak ada yang punya fans club. Seorang pelatih tidak boleh memikirkan performance dirinya sendiri , dia hanya akan menjadi hebat kalau timnya selalu memenangkan pertandingan.

Kadang kadang saya mendengarkan feedback,"Dia sebenarnya bagus dan pinter. Sayangnya timnya gak bagus."
That's bullshit. A leader is only as good as the team that he leads. If the team is bad , it means the leader is bad !

Di situlah seorang leader harus berani menurunkan egonya, kemudian lebih memikirkan performance bisnis dan performance teamnya di atas performance nya sendiri!

Jadi bagaimana caranya mengubah mindset dari seorang individual performer ke seorang team leader?
Kita coba terapkan tips tips di bawah ini :

A) CHANGE THE FOCUS

Everyday, instrad of thinking of your self, start to think of your team first.
Objective Apa yang harus mereka capai?
Apakah mereka mempunyai competence yang cukup untuk role mereka?
Apakah challenge yang mereka hadapi?
Apa yang bisa anda bantu agar mereka bisa perform lebih baik lagi?

B) LEARN HOW To BECOME A MANAGER

Ada beberapa buku tentang management dan leadership yang bisa anda pelajari. Anda juga bisa belajar dari teman anda yang sudah pernah menjadi manager. 
Dengan teknologi dan Internet anda juga bisa belajar dari banyak sumber di sana.
Learn the basic sebelum anda mempraktekannya.

C) DON'T TRY TO BE LIKED

Next, salah satu hal yang paling penting yang anda harus mengerti sebagai seorang leader adalah "Jangan berusaha untuk disukai semua orang!"
Sebagai leader, tugas anda adalah "TO DO THE RIGHT THINGs!"
Kadang kadang dengan melakukan "the right thing" itu akan membuat anda tidak disukai , menjadi anda kurang popular, but so be it. You still have to do the right things for the business.

Begitu anda ingin selalu disukai oleh semua orang ... YOU WILL FAIL!

Ingat ini pekerjaan , bukan FaceBook. Di Facebook anda sibuk menghitung berapa yang like ke anda. Di pekerjaan anda sibuk meningkatkan performance team anda.
LEADERSHIP is different than LIKERSHIT.

D) LISTEN TO YOUR TEAM

Next, remember it is about your team performance. It is about how you can help your team achieveing a better performance. Jadi yang paling penting adalah mendengarkan mereka, menyediakan waktu untuk mereka, berusaha mengerti mereka dan berusaha membantu mereka.
It start from listening, understanding, helping and developing them!

E) BECOME A ROLE-MODEL

You are the boss, be a role model!
And harus menjadi contoh yang baik bagi anak anak buah anda. Dari segi integrity, disiplin, communication, hardwork, extra effort and performance.
Monkey see, monkey do!
Your people will see and copy what you do!

F) MANAGE-UP

Selain memanage anak buah anda, anda juga harus memanage boss anda sendiri.
Ingat boss anda mempromosikan anda ke jabatan tersebut karena ada objectjve yang ingin dicapai.
Yakinkan anda bisa mencapai objective tersebut.
Intinya boss anda punya tim yang lebih besar (di mana anda menjadi bagian dari itu), dan anda harus memastikan bahwa tim anda membantu tim besar itu untuk mencapai objective nya!
Hanya dengan cara itu anda akan mendapatkan reward and recognition from your boss!

G) GET A MENTOR

Last but not least, cari mentor. Orang yang lebih senior dan sudah lebih lama menjadi team leader.
Orang yang bisa mengerti potensi anda dan bisa membantu anda menyelesaikan challenge yang anda hadapi.
Orang yang akan menanyakan pertanyaan yang tepat, dan membuat anda berfikir sehingga anda akan mampu memecahkan masalah anda sendiri.
Remember, this is what you can do to move from an individual contributor to be a real team leader ....

A) CHANGE THE FOCUS
B) LEARN HOW To BECOME A MANAGER
C) DON'T TRY TO BE LIKED
D) LISTEN TO YOUR TEAM
E) BECOME A ROLE-MODEL
F) MANAGE-UP
G) GET A MENTOR

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Kekuatan Batiniah

2 Korintus 4:16-18 (TB)  Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.



Apa yang membuat anda melemah belakangan ini?

Sakit penyakit? 
Kuatir akan pandemi covid?
Problem rumah tangga ?
Problem keluarga?
Pasangan hidup?
Kondisi ekonomi?

Secara manusia, kita akan semakin merosot. Dulu saya bisa meeting 7 kali sehari, sekarang hanya bisa 2 maksimal 4 kali saja.

Dulu kuat berjam-jam di kendaraan, sekarang rata2 2-3 jam mobilitas.

Dulu kuat olahraga 2 jam, sekarang maksimal 1 jam.

Dulu kuat makan sate kambing 40 tusuk, sekarang paling banyak 2 tusuk. 

Beda kan.

Apa yang sama? Semua di atas adalah hal yang nampak mata, tapi apakah hal yang tidak nampak mata kita meningkat atau merosot juga?

Berapa lama anda membaca Alkitab per hari? Merenungkannya dan bahkan menuliskannya agar bisa membantu anda mengingat.

Ya inilah kekuatan batiniah yang harus kita asah, dari waktu ke waktu. 

Saat kita didera masalah, kekuatan jasmaniah merosot, maka yang bisa menahan adalah kekuatan batiniah kita.

Maka perkuatlah kekuatan batiniah kita agar kita tetap kuat hingga saat Tuhan memanggil kita pulang.





Friday, July 03, 2020

Webinar "How Network Monitoring Can Help to Facing Work From Home Reality"

Fanky Christian, ketua DPD DKI JAKARTA APTIKNAS dan direktur PT DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI kembali menjadi nara sumber dalam salah satu event SOBAT CYBER INDONESIA membahas :

"How Network Monitoring Can Help to Facing Work From Home Reality"

02 JULI 2020
Jam 18.30 - 20.00 WIB



Berikut adalah cuplikan video nya