Translate

Sunday, March 03, 2019

Mengenal Tantangan Pebisnis Startup Unicorn

Mengenal Tantangan Pebisnis Startup Unicorn



Oleh: Ahmad Z.R |
Dengan teknologi dan inovasi yang mudah, masyarakat harus selalu waspada, namun jangan sampai paranoid.
Indonesiainside.id, Jakarta — Transformasi (perpindahan) bisnis offline menjadi online tengah terjadi di Indonesia. Seiring itu diingatkan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi para pemula bisnis start up.
Demikian disampaikan Founder PT Daya Cipta Mandiri Solusi Fanky Christian, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Investasi Unicorn untuk Siapa?”, bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (26/2).
“Saat ini, memang sudah muncul start up-start up baru. Peralihan bisnis offline ke online tentunya memang untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti, resto, teknologi, dan lainnya,” ujarnya.
Namun di tengah dinamika tersebut, Fanky mengatakan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi para pebisnis yang semula bergerak di offline menjadi online. Yakni, sambung dia, pertama, terkait orisinalitas start up. Kemudian yang kedua, kata dia, pebisnis start up juga harus dinamis.
“Sedangkan tak kalah penting adalah kemampuan untuk melakukan eksekusi. Jadi start up bukan cuma berhenti di tataran ide. Hal lain yang juga diperlukan adalah berkolaborasi,” katanya.
Terkait perkembangan bisnis start up di Indonesia, Fanky juga mengingatkan, adanya peran penting pemerintah. Khususnya, kata dia, dalam hal pendanaan. “Di mana terkait itu diperluan bimbingan dan bantuan,” tandasnya.(*/Dry)
sumber: https://indonesiainside.id/mengenal-tantangan-pebisnis-startup-unicorn/

Karakter SDM menentukan Arah Organisasi Kita

_*Karakter SDM menentukan Arah Organisasi Kita*_

Ada cukup banyak tipe karyawan tetapi hanya ada 4 besar tipe yang selalu layak kita perbincangkan saat ini :

_*1. Mereka yang selalu menyalahkan lingkungannya, orang lain dan Dirinya sendiri*_
_ini tipe yang konsisten dalam mencapai memuaskan diri pribadi, bagi mereka yang penting adalah bagaimana mencari cara supaya mereka dapat meluhat kesalahan orang lain dan lingkungan sehingga bisa menjadi kambing hitam atas kegagalan yang mereka alami. Lebih parah lagi tipe inipun seringkali menghancurkan diri sendiri dan tidak tau kenapa setiap hal bisa terjadi, mereka cenderung melihat bahwa kesalahan merekapun fatal sehingga hidupnyapun stagnan karena ketidakmampan melihat diri ini_

_*2. Mereka yang selalu menyalahkan lingkungan dan orang lain, tetapi sibuk membenarkan dirinya sendiri*_
_ini tipe yang kreatif dalam melihat setiap kesalahan yang mereka lihat pada orang lain dan lingkungan, mereka selalu mudah menemukan kesalahan eksternal diluar diri mereka, jika mereka tidak melihat atau menemukan kesalahan itu, mereka akan merasa gagal dan tidak nyaman menjalani aktivitas. Sayangnya tipe ini juga lebih mudah menemukan kebenaran atas diri mereka walaupun sebenarnya kesalahan telah mereka lakukan tetapi cara pandang mereka sudah terbalik dan selalu "merasa" benar dalam situasi apapun khususnya ketika situasi sedang mengancam mereka_

_*3. Mereka yang selalu membenarkan orang lain dan Diri Sendiri*_
_Tipe ini sangat suka sekali membenarkan segala sesuatu karena mencari "simpati" dari orang lain. Mereka selalu menghindar untuk menceritakan kesalahan orang lain yang wajib disampaikan untuk sumber evaluasi sahabat dan orang lain guna perbaikan diri mereka tetapi selalu menyampaikan bahwa apapun sudah benar adanya. Tipe ini memiliki tujuan utama "supaya setiap orang suka dan kita menjadi nyaman karena rasa suka itu" tetapi perbaikan yang kita harapkan tidak akan pernah terjadi jika tipe ini terus berkembang karena pada dasarnya "tidak ada manusia yang selalu benar"._

_*4. Mereka yang selalu memperbaiki cara pandang secara positif dan obyektif*_
_Tipe jenis ini adalah tipe yang saat ini jarang sekali bisa kita jumpai karena tipe ini sudah sangat langka. Mereka di tipe ini justru memperbaiki cara pandang mereka untuk melihat kesalahan dan kebenaran sebagai suatu sistem perbaikan menyeluruh yang integritas dan saling melengkapi sehingga jarang sekali tipe ini Menjudge lingkungan, diri sendiri dan orang lain atas kondisi tertentu tetapi mereka cenderung lebih melihat secara visioner untuk selalu mengubah cara pandang yang lebih baik dan positif_

_*Jika kita memiliki sedikit saja Karyawan dengan tipe nomor 4 itu maka Perusahaan/Organisasi kita akan terus bertumbuh besar dan bermanfaat secara positif tetapi jika ketiga tipe lain yang lebih besar maka kita harus mulai mempersiapkan regenerasi dalam tubuh organisasi kita dan sayangnya jika kita menemukan lebih banyak karyawan kita ada di tipe 1 (pertama) maka prediksinya adalah Perusahaan kita sedang terancam*_.

Mari siapkan Organisasi kita lebih baik dengan SDM yang lebih baik secara mental dan karakter.

Salam Sukses,

*Fajar Riadi Dwi Sasongko*
_(People Development Specialist)_

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI

Friday, March 01, 2019

Mengenali Potensi Anak Rata-Rata

Mengenali Potensi Anak Rata-Rata
By Novita Tandry

Kita kerapkali mendidik anak kita dengan terpukau pada anak orang lain. Terpukaunya sambil mendongak ke atas. Artinya, kita sering menjadikan anak-anak hebat sebagai contoh dan patokan, sambil berharap anak-anak kita juga mencapai prestasi yang sama. Anak si A dapat beasiswa ke luar negeri. Anak si Fulan juara olimpiade sains. Banyak orangtua berharap anak-anak mereka bisa seperti anak-anak orang lain itu.

Berdasarkan harapan itu mereka menggenjot anak-anak untuk belajar banyak hal, melakukan berbagai kegiatan, sampai anak-anak menjadi sangat sibuk dan kelelahan. Seorang sahabat menggambarkan situasi itu dengan sangat baik, "Para orangtua banyak yang tidak mengenali anak-anaknya sendiri. Mereka lebih kenal dengan sosok anak-anak yang mereka impikan, dan terus-menerus berharap anak-anak mereka seperti anak-anak orang lain itu."

Sadarilah bahwa populasi terbesar dari manusia itu adalah yang rata-rata. Suka atau tidak, itu adalah hukum alam. Artinya, besar kemungkinan anak-anak kita adalah anak yang rata-rata belaka. Yang kita sering lihat dan kita jadikan patokan biasanya adalah anak-anak yang istimewa.

Menyadari kenyataan itu kita sering menyesali diri. Kenapa saya tidak dianugerahi dengan anak-anak yang istimewa sebagaimana anak-anak orang lain? Itu salah satu masalah, kesalahan berpikir manusia. Manusia cenderung hanya melihat apa yang ingin mereka lihat. Dalam hal ini mereka menganggap anak istimewa itu anugerah belaka.

Cukup sering saya mendengar cerita dari para orangtua yang anaknya istimewa, yaitu punya kecerdasan tinggi. Alih-alih bergembira, mereka justru malah kewalahan. Pahami bahwa setiap anak, setiap manusia punya masalahnya sendiri. Setiap orang punya kelebihan, tentu juga punya kekurangan. Tidak jarang pula, kelebihan seseorang justru sekaligus merupakan kekurangannya. Di situlah peran orangtua menjadi penting. Peran utama orangtua adalah menemukan kelebihan anak-anaknya, dan mengawal agar kelebihan itu tumbuh secara positif, berkontribusi positif bagi masa depan anak. Jangan sampai kelebihan itu justru menjadi sesuatu yang destruktif.

Dalam konteks ini, setiap anak adalah istimewa. Anak kita mungkin saja rata-rata. Tapi, justru karena itu dia istimewa. Anak rata-rata adalah anak yang secara potensi tidak menonjol dalam suatu hal. Mereka berpikir dan hidup dengan cara anak-anak pada umumnya. Bagaimana mendidik mereka?

Didiklah mereka dengan potensi yang mereka miliki. Apa yang kita lihat, kecerdasan, bakat, sosok fisik, sifat-sifat, dan sebagainya, semua itu adalah potensi belaka. Potensi bukanlah segalanya. Yang membuatnya jadi berarti adalah bagaimana anak-anak itu bersikap terhadap potensi yang mereka miliki. Membangun sikap inilah yang sangat penting.

Ada begitu banyak kisah tragis soal anak berbakat yang akhirnya justru bermasalah. Sebaliknya, ada lebih banyak lagi cerita soal anak-anak yang rata-rata, tidak menonjol, justru sukses. Bahkan sangat banyak cerita soal anak-anak yang dianggap di bawah rata-rata, dan direndahkan, tapi justru menjadi orang hebat.

Anak dengan bakat istimewa memerlukan pendampingan. Sama halnya, anak yang rata-rata juga begitu. Demikian pula anak-anak yang berkebutuhan khusus. Artinya, bagaimana pun anak kita, tidak ada jalan yang mudah. Jangan berpikir bahwa kalau anak kita punya bakat istimewa, tugas kita akan lebih ringan. Justru bisa sebaliknya, tugas kita akan lebih berat.

Jadi, apa yang harus dilakukan? Kenali anak kita. Kenali segenap potensinya. Ajak dia untuk menyadari potensi itu. Latih dia untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif agar ia tumbuh dengan mengubah setiap potensinya menjadi skill yang bermanfaat untuk masa depannya.

Kuncinya adalah mengenali anak kita, dan menumbuhkan dia dengan segenap potensi yang ada padanya. Bukan membangun harapan atas apa yang tidak dia miliki, lalu memaksa dia tumbuh menjadi orang yang bukan dirinya sendiri. Ibaratnya, kenali anak kita seperti kita mengenali pohon durian atau rambutan, dan tumbuhkan ia sebagaimana adanya. Jangan sampai anak kita adalah pohon rambutan, tapi kita bermimpi punya pohon durian, dan anak kita dirawat dan diasuh dengan cara merawat pohon durian.

Bagaimana mengenalinya? Tidak bisa tidak, kita harus sering hadir berinteraksi dengan anak. Kita tahu gerak-geriknya, paham karakternya, lalu sadar di mana kekurangan dan kelebihannya. Dampingi ia belajar, pahami kesulitannya. Dengan cara itu kita akan makin mengenal sosok anak kita secara detail. Dengarkan setiap perkataannya. Pahami setiap hal yang keluar dari mulutnya, serta tindak tanduknya. Dari situ kita akan mendapat gambaran utuh tentang siapa anak kita. Dari situ pula kita bisa memikirkan bagaimana mengarahkan anak kita menuju masa depan yang dicita-citakannya.

Happy Parenting!
The hardest job you will ever love

How industries will put AI to work

What every entrepreneur needs

Preparing for the future of work