Translate

Sunday, July 02, 2017

The 5 Principles of Successful Selling

Sales has many differences. Whether it's selling different products to different industries that have different types of customers and different types of processes. There are often a lot of variables that change in each sales role out there. It can be hard comparing someone selling used cars for example to someone selling property, or comparing someone selling insurance to someone selling corporate software.
That being said, there are principles of sales that don't change.Principles that remain the same as the process of selling something to someone. Understanding those basic principles can then help you master to core of selling and develop skills that can be used to sell anything to anyone.
Here I'm going to break down the 5 basic principles of selling:
1) Selling is all about relationships.
It doesn't matter what you sell, the ability to win that sale will ultimately always result in your ability to build some form of relationship with the buyer. People buy from people and in a world full of competition it can often boil down to your ability to build a better relationship. This includes a mixture of building rapport, identifying needs, showing genuine interest, building trust and adding value.
The question you always need to ask yourself is "Why should my prospect chose me over my competition?", with the answer not being about the product but about why they should buy from YOU personally.
2) The sale is not about your product, but their problem.
To win in sales you need to make the whole thing about their problem or their reason for buying and not about your product. Their need should always come first with your product then answering the problem they have. The key to success in sales and a principle that will count for all forms of selling is the need to identify the pain behind the buying decision. Why do they want or need this product? What problem will it solve and how will it remove this potential pain from them?
People will buy for emotional reasons which they then back up and justify with logic. The trick is to identify the problem and tap into the emotional part of the buying decision, then justify it with the value, features, benefits etc.
3) Price and value go hand in hand
You could be selling a product that throughout the competition the features rarely change, but the price does. What defines that price is the value that you create for the product and what it can offer the potential buyer. If your prospect thinks your product is expensive, it's because you haven't created enough value for it.
Every industry will have competition and it can often be irrelevant what the difference in price is if you can't create and sell value. A lot of sales people get really hung up around the price and see it as a real blocker to their ability to sell. In reality the price is irrelevant if you can build up the value for the customer so they don't feel it's expensive.
4) There is no sale unless you can close it.
We all love a big pipeline, we all love to brag about the amazing opportunities that we're working on, the big customers we're targeting, the hard work we're putting in. Unfortunately one of the key principles of selling is the reality that there is NO sale unless you close it. All of that stuff is great and part of the process, but success in sales won't come from the size of your pipeline or the hard work you're putting in, it comes from actually selling!
It doesn't matter what you're selling, where you're selling or who you're selling too, your ability to succeed in sales will always come down to your ability to close deals and actually sell!
5) Those who listen, win.
We've all heard the "2 ears 1 mouth" quote but it's such a powerful and important principle for success in selling. It's only by listening that you build relationships, it's only by listening that you identify real problems and buyer pains, it's only by listening that you can find buying signals and close the sale.
The best sales people are those who are good listeners, who still control the conversation but who know how to ask the right questions and effectively listen to get the information they need to progress the sale.
If YOU could add ONE more principle that is crucial to succeeding in sales, what would it be? Please write it in the comments box below and don't worry if someone else has written it, it will be good to see how many we can add to the list.
I hope you found this blog helpful and informative! If you enjoyed this post please do click LIKE and click SHARE to share it with your network, thank you.
If you enjoyed this post please take time to read some of my other recent posts.
About the author: Daniel Disney is the Founder and Owner of The Daily Sales. With 15+ years successful sales and sales management experience, Daniel writes regular blogs on Sales, Traditional Selling, Social Selling, Sales Management and Personal Branding. With an overall social audience of over 140,000 followers and content reaching 7,000,000+ every month Daniel is one of the leading influencers in the sales industry. Daniel is available for Keynote Speaking, Sales Training, Sales Coaching, Social Media Consulting and Influencer Advertising. Check out his profile for more information.
If you work in sales make sure you check out The Daily Sales, it's the number 1 place on social media for hilarious sales memes, inspiring sales quotes and informative sales blogs. Follow our pages on LinkedIn, Twitter, Facebook,Instagram and check out our website for the latest sales content!
#sales #salesstrategy #selling #socialselling #leadership #blog #social #LinkedIn #Service #studentvoices #millennials #whattowatch #youngprofessionals #graduates #students #technology #artificialintelligence #socialmedia #career #careerdevelopment

Friday, June 30, 2017

GET THE TICKET FIRST, BEFORE THE TRAIN COME

GET THE TICKET FIRST, BEFORE THE TRAIN COME

(Beli tiket dulu, sebelum keretanya datang)

Beberapa minggu yang lalu saya diundang ke Bandung untuk sharing session tentang leadership. Dan ternyata acaranya cukup menarik dan dihadiri ratusan peserta dari beberapa perguruan tinggi, perusahaan maupun khalayak ramai.

Kemudian seorang peserta bertanya. Sebut saja  namanya Fauzia, bekerja di Marketing department di sebuah perusahaan. Fauzia kelihatan cerdas, cantik dan anggun di balik jilbabnya yang berwarna biru pada hari itu.
"Pak Pam, saya tertarik banget dengan paparan Pak Pam tentang leadership hari ini. Tetapi saya jadi bertanya tanya ... karena di tempat saya seringkali pemilihan leader itu tidak berdasarkan kompetensi. Dan ini membuat banyak orang frustasi. Terus saya jadi   bertanya tanya, buat apa saya mengembangkan diri. Kalau pemilihan promosi leader seringkali berdasarkan suka atau tidak suka, berdasarkan suku, berdasarkan ini temannya siapa , dan bukannya berdasarkan siapa yang lebih kompeten.  Buat apa saya mengembangkan kompetensi pak? Bagaimana saya harus menyikapi hal ini?"

Fauzia menembakkan kata-kata nya terus menerus tiada henti. Saya melihat frustasi dan kekecewaan di sana. Ternyata session tanya jawab sudah menjadi session curahan hati sekarang 😀.

Tetapi pertanyaan ini sangat valid dan mungkin juga dirasakan banyak orang.

Saya akan menjelaskannya dari dua sudut.
1. Get ready before the opportunity come
2. How to develop your leadership competence

Kita bahas satu persatu ...

Apakah anda harus mengembangkan diri menjadi calon leader yang baik padahal belum tentu mendapatkan posisinya, seperti kata Fauzia dalam cerita di atas.
Well, analogynya adalah seperti membeli ticket sebelum kereta datang.
Kalau anda tidak punya ticket waktu kereta datang, anda tidak akan bisa naik kereta.
Sama, kalau anda tidak mempersiapkan diri dan mengembangkan diri anda, pada saat kesempatan menjadi leader datang, anda tidak akan menjadi leader yang baik.

Terus bagaimana kalau anda sudah belajar dan mengembangkan diri menjadi leader tapi anda tidak dipromosikan di perusahaan anda sekarang ....

3 alternative ...
1) Anda bisa menunggu kesempatan promosi berikutnya (sambil terus menembangkan diri)
2) Anda tidak rugi karena anda tetap menjadi leader yang  baik, buat lingkungan anda, buat keluarga anda dan buat anda sendiri
3) Dan kalau memang anda merasa bagus, tidak ada salahnya mengetes anda sendiri dan melamar ke perusahaan lain (ingat, anda boleh melamar, tetapi harus tetap perform maximum selama belum benar benar pindah ke tempat baru)

Sekarang, bagaimana mengembangkan leadership competence anda?
Kita  bisa mencoba langkah langkah di  bawah ini ...

1. Be a good follower
Ingat, sebelum anda menjadi a good leader , anda harus menjadi a good follower dulu.
Jadi anda harus mencoba untuk memahami leader anda, mengerti arahannya dan menjalankan semua instruksinya.
Susah kan? Kita kan kebiasaan suka protes aja.
Tapi kalau jadi follower aja gak bisa gimana mau jadi leader?

2. Be a good team player
Next, jadilah seorang team player yang baik.
Ini  berarti bagaimana anda  bekerja sama dengan kolega yang satu level dengan anda.
Di mana anda harus bekerja sama dan menempatkan team objective di atas objective anda sendiri.
Di sini anda belajar untuk melakukan "influencing without authority" yang akan sangat berguna di masa depan.

3. Analyze what would you expect from your leader and create your own learning plan
Nah, sekarang anda mulai belajar leadership dengan cara yang sederhana.
Ingat leadership itu mempunyai 3 angle ...
- Lead Your Business
- Lead Your Team
- Lead Yourself
nah, dari ketiga sudut itu amati boss anda sekarang.
Lihat apa yang sudah dilkukan dengan baik.
Amati, pelajari dan tiru dia.
Kemudian kalau ada hal hal yang dia jelek banget ...
Amati, pelajari, jangan ditiru, dan lakukan yang sebaliknya.
Jadi seperti apapun leader yang anda punya, jangan complain tiap hari, gak ada gunanya.
Justru pelajari dari dia from both sides ....
Nah sekarang catat learning points anda tadi dan bikin action plan untuk mengimplementasikannya

4. Start to learn and implement your plan
Di sini anda mulai mempelajari hal hal yang anda identify di step 3 tadi.
Mulailah belajar dengan 3 cara ini ...
- belajar teori dari buku atau Internet
- mulai menerapkan di pekerjaan anda sehari hari
- belajar dari coach/mentor di tempat kerja anda

5. Get the feedbacks from others
Setelah anda menerapkan langkah 3, kemudian anda sebaiknya mendapatkan feedback dari teman kerja anda ...
- what did you do well
(tanyakan 3 area di mana anda sudah melakukan dengan baik)
- what do you need to improve
(tanyakan 3 hal di mana anda perlu memperbaiki diri)
Nah, berikutnya anda bisa berfokus pada hal hal itu.

Repeat from step 1 to 5, continuously, because life is a continuous learning and continuous improvement.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Sent from my iPhone

Thursday, June 29, 2017

China Berlari, Indonesia Sibuk Bermimpi -- benar juga..

*China Berlari, Indonesia Sibuk Bermimpi*

(Budiman Soedjatmiko)

Mengapa China Melaju Cepat Melebihi Bangsa-Bangsa Lain??
Hanya 25 tahun Sejak Reformasi Deng, China Sudah Sejajar Dengan AS Dari Segi Kemakmuran. 
Kini China sudah melewati Barat dari segi ilmu & teknologi. 
Ini terbukti dalam periode 10 tahun terakhir 60% lebih jumlah paten dunia berasal dari China

Mengapa? Karena negara berperan efektif, fokus dan profesional.

1. *Seluruh pejabat dan presiden adalah karir profesional. Presiden diseleksi berdasar track record kerja di pemerintahan selama 30 tahun lebih.*

Jadi tidak berdasarkan partai politik, tetapi karir profesional. 
Para wakil rakyat yang jumlahnya lebih dari 1000 orang dipilih dan merupakan perwakilan daerah dalam proses pemilihan yang sederhana.

Jadi China tidak perlu ongkos untuk Pemilu dan repot membiayai wakil rakyat yang kerjanya nyinyir dan omong kosong belaka. 

Bayangkan saja biaya pemilu adalah 40 Triliun hanya untuk memilih seorang presiden & wakil serta 500 wakil rakyat. 
Biaya yang sama cukup untuk biayai pembangunan Trans Sumatra.

2. *Dalam segi hukum, China sangat sederhana dan murah.*

- Mencuri dengan kekerasan, hukuman mati. 
- Korupsi di atas Rp. 1 miliar, hukuman mati.
- Mencuri ringan tanpa kekerasan, hukumannya kerja paksa. 
- Korupsi di bawah Rp. 1 miliar kerja paksa. 
- Kejahatan sosial seperti PSK, berjudi secara ilegal, berdagang di tempat terlarang, hukumannya kerja paksa.

Lama kerja paksa tergantung kadar hukumannya. 
Proses peradilan di China juga sederhana dan murah. 
Makanya China tidak butuh banyak pengacara dan penjara. 
Bayangkan jika 1,3 miliar penduduk menerapkan hukum seperti Indonesia, berapa banyak penjara harus disediakan dan pengacara yang harus dibiayai negara. 

Selain itu kerja paksa selalu diarahkan negara untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan, misalnya pembuatan jalan, saluran air dsb maka para tahanan dipekerjakan secara produktif.

3. *Semua orang bisa pinjam uang ke bank tanpa jaminan karena semua asset milik negara dengan bunga yang sangat murah sekitar 3% per tahun dan 0% jika diinvestasikan di luar negeri.*

Semua bank milik negara, jadi jika ngemplang hutang = korupsi, di atas Rp. 1 miliar hukuman mati. 
Di bawah Rp. 1 miliar kena hukuman kerja paksa.
Semua boleh berdagang di tempat yang disediakan pemerintah. 
Apabila dagangan tidak laku karena pemerintah salah menempatkan, maka kerugian ditanggung negara tapi kalau kerugian karena malas, maka di black list untuk berdagang, di China tidak ada tempat untuk orang malas.

4. *Agama tidak dilarang untuk dianut oleh siapapun namun dilarang mengorganisir orang banyak untuk kepentingan politik atas nama agama.*

Pengalaman berbangsa beribu-ribu tahun mengajarkan kepada mereka bahwa hidup damai itu adalah berkah yang luar biasa dan bukan pemberian gratis tapi harus diperjuangkan 

Kehidupan masyarakat yang damai, politik yang stabil, hukum yang tegas tapi sederhana dan murah serta akses kredit perbankan yang terbuka bagi semua orang
menggerakkan seluruh rakyat China untuk fokus membangun. 

Enerji pembangunan dari 1.3 M rakyat inilah yang membuat China terus berlari.

Bagaimana dengan Indonesia?? 
Terus sibuk berpolitik dan rakyatpun dibuai berbagai janji-janji yang membuat mereka sibuk bermimpi.

Fanky Christian
HP.08121057533

Wednesday, June 28, 2017

Ancaman Malware Petya

Kepada Yth,
NOC ISP/NAP


PERINGATAN KEAMANAN (SECURITY ALERT)

Setelah maraknya ransomeware Wannacry beberapa waktu lalu kini muncul
kembali ancaman ransomware baru yang serupa dan disebut dengan Malware
Petya.

Sebagai antisipasi meluasnya insiden pada saat awal hari kerja pada hari
Senin 3 Juli 2017 mendatang - setelah libur panjang Iedul Fitri 1438
Hijriah, maka Id-SIRTII/CC telah menyusun langkah-langkah untuk pencegahan
dan mitigasi ransomware tersebut. Mohon untuk disebarkan kepada pemangku
kepentingan (stakeholder) masing-masing dan agar diusahakan dapat
menghubungi secara langsung petugas penanggung jawab insiden - mengingat
saat ini masih dalam suasana cuti nasional.

NOTE: secara umum langkah penanganan Ransomeware Petya mirip dengan
Ransomware Wannacry. Informasi tentang ini dapat diakses di alamat

(Asumsi jika PC dalam keadaan menyala)

PC yang terinfeksi ransomware Petya akan muncul peringatan seperti berikut
pada saat setelah proses reboot:

DO NOT TURN OFF YOUR PC! IF YOU ABORT THIS PROCESS,YOU COULD DESTROY ALL
OF YOUR DATA! PLEASE ENSURE THAT YOUR POWER CABLE IS PLUGGED IN!

Jika muncul pesan seperti ini segera MATIKAN PC Anda, jika PC Anda tetap
dalam keadaan mati maka data Anda akan baik-baik saja.

(Asumsi antisipasi PC dalam keadaan mati)

1. Putuskan koneksi jaringan kabel LAN atau matikan koneksi WiFi (untuk
sementara sampai seluruh langkah mitigasi selesai dilakukan dan telah
dipastikan sistem operasi komputer telah terupdate dan data penting telah
diselamatkan / backup)

2. Lakukan backup semua data yang ada di PC / client / host maupun di
server khususnya file sharing. Untuk keamanan, walaupun servernya
menggunakan Linux, MacOS dll. Disarankan untuk membackup filenya juga ke
external drive kemudian cabut external drive tersebut dan amankan di
tempat lain. Apabila terhubung ke online cloud storage yang
tersinkronisasi, maka putuskan hubungan untuk sementara sampai semuanya aman

3. Download Tools dan Security Patch secara manual dari komputer lain yang
dipastikan aman

4. Install Tools dan Security Patch yang sudah di-download tersebut ke
komputer target (korban)

5. Lakukan Full Scan PC / Laptop menggunakan Anti Virus dengan fitur Total
Security dengan catatan AV tersebut sudah menggunakan update terbaru

6. Non-aktifkan Macro service pada MS.Office dan SMB Service pada PC /
client / host maupun di server, aktifkan Firewall dan block Port 139, 445,
3389 untuk sementara sampai seluruh proses mitigasi, backup dan update
patch tuntas dilaksanakan dan tidak ada masalah lain:

- Cara untuk menonaktifkan macro service:
documents-7b4fdd2e-174f-47e2-9611-9efe4f860b12

- Cara untuk menonaktifkan SMB service:
smbv1,-smbv2,-and-smbv3-in-windows-vista,-windows-server-2008,-windows-7,-
windows-server-2008-r2,-windows-8,-and-windows-server-2012

- Cara untuk menonaktifkan WMIC (Windows Management Instrumentation
Command-line)

Untuk komunikasi dan konsultasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:

untuk permintaan informasi umum tentang ancaman ini
untuk laporan insiden dan permintaan bantuan teknis

Whatsapp M.S. Manggalanny: +62 811-99-360-71 ; Adi Jaelani: +62 857-2414-4246


Regards,

Team Monitoring
Id-SIRTII/CC
Indonesia Security Incident Response Team on Internet
Infrastructure/Coordination Center

Office:
Ravindo Tower 17th Floor
Kebon Sirih Road No. 75 Central Jakarta - Indonesia 10340
Ph        : +6221-3192 5551
Fax       : +6221-3193 5556

Fanky Christian
Director
PT DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
datacenter-cabling-monitoring
mobile: 08121057533