Translate

Saturday, September 17, 2016

Antara SAPI, ANJING, MONYET dan MANUSIA

SIP
Sabtu
Inspirasi
Pagi

*Antara SAPI, ANJING, MONYET dan MANUSIA*

Ada sebuah cerita dari daratan Tiongkok, konon sebelum Tuhan menciptakan manusia, terlebih dahulu diciptakanlah Sapi, Anjing dan monyet, baru setelah ketiganya, diciptakanlah manusia.    
Sesaat setelah Tuhan menciptakan sapi, Tuhan mengatakan kepada makhluk ini, "Ah Ngau (sapi) , tugasmu  nanti menemani petani bekerja di ladang sepanjang hari, dibawah terik matahari.  kamu akan dibekali dengan tenaga yang kuat sehingga mampu menarik beban berat, kamu juga harus menyediakan susu untuk diminum manusia.  Sebagai imbalannya kamu akan diberi makan rumput.  Dan untuk tugas itu, kamu Aku  beri usia kehidupan selama 50 tahun.

Ah Ngau mengajukan keberatan. "masak aku harus bekerja keras sepanjang hari di bawah terik matahari, masih harus memberi susu , berat sekali tugas ku.  Lagi pula untuk tugas berat itu Tuhan menghendaki  aku harus hidup 50 tahun.  Aku hanya sanggup 20 tahun saja, dan aku kembalikan 30 tahun sisanya.

Tuhan setuju.

Hari berikutnya Tuhan menciptakan Anjing. " Ah Kow (anjing), aku menciptakanmu dengan maksud, engkau harus duduk sepanjang hari di depan pintu rumah majikanmu.  Kalau ada orang asing mendekat, kamu harus menggonggong.  Sebagai imbalannya, kamu akan mendapatkan makanan sisa majikanmu. Dan kamu akan diberi umur kehidupan selama 20 tahun.

Ah Kow-pun mengajukan keberatan. Masak saya harus duduk sepanjang hari dan harus menggonggong ke orang asing, selama 20 tahun hanya mendapatkan sisa makanan? Saya hanya sanggup 10 tahun saja Tuhan, 10 tahun sisanya saya kembalikan.

Tuhan setuju.

Hari berikutnya Tuhan menciptakan Monyet.  Sesaat setelah menciptakan monyet Tuhan memberi tahu kepada si monyet "Mah lau (monyet), tugasmu menghibur manusia.  Kamu harus menampilkan wajah lucu dan bertingkah tolol sehingga membuat manusai tertawa.  Kamu akan dibekali kemampuan salto, dan berayun. Sebagai imbalannya, kamu akan diberi pisang dan kacang kegemaranmu.  Untuk itu Aku akan memberimu usia 20 tahun.

Bisa di duga sang monyetpun mengajukan keberatan.  "Ini menggelikan, masak harus 20 tahun hanya untuk  menghibur manusia, salto dan berayun-ayun,  lagi pula hanya mendapat pisang dan kacang. Ya Tuhan,  saya ambil 10 tahun saja, 10 tahun sisanya saya kembalikan

Tuhan setuju lagi.

Hari berikutnya Tuhan menciptakan manusia, dan mengatakan kepada manusia "kamu hasil karyaku yang terbaik, karenanya kamu tinggal tidur, makan, bermain, tidur lagi. Kamu boleh makan segala makanan terbaik, dan bermain dengan mainan terbaik.  Untuk itu Aku beri kamu umur 20 tahun untuk kehidupanmu.

Persis seperti ciptaan lainnya, manusiapun mengajukan keberatan. Ya Tuhan, masak tinggal santai, makan dan bersenang-senang hanya mendapat jatah hidup 20 tahun.  Begini saja Tuhan, 30 tahun jatah umur yang dikembalikan Ah Ngau, 10 tahun dari Ah Kow, dan 10 tahun lagi dari Mah lau, dari pada tak terpakai untuk saya semua saja, sehingga saya mempunyai jatah hidup 20 + 30 + 10 + 10, jadi jatah hidupku 70 tahun.

Karena sifat Tuhan selalu baik, Tuhan setuju, sambil tersenyum. jadilah seperti sekarang ini......

Manusia makan, tidur dan bersenang-senang sampai umur 20 tahun jatah asli kehidupan pertamanya. Selanjutnya bekerja keras  selama 30 tahun, bagai sapi, lalu duduk di depan pintu dan kerjanya marah-marah selama sepuluh tahun, setelah pensiun.  Dan 10 tahun berikutnya kita dipaksa menampilkan wajah lucu dan melakukan ulah menarik untuk menyenangkan dan menghibur sang cucu.
😊😊

*Selamat pagi.. selamat menikmati akhir pekan......

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

12 Falsafah hidup Jawa Membangun Kedamaian Hidup

1. URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

2. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTA DUR HANGKORO
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak]

3. SURA DIRA JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras
hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

4. NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BONDHO
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/ keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

6. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

7. OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

8. OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

9. OJO MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

10. OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

11. ALANG ALANG DUDU ALING ALING , MARGINING KAUTAMAN.
[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat , jalannya kesempurnaan].

12. SOPO WERUH ING PANUJU sasat SUGIH PAGER WESI.
[Dalam kehidupan siapa yg punya cita2 luhur, jalannya seakan tertuntun]….

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Thursday, September 15, 2016

TAHAPAN UTAMA PEMILIHAN GUBERNUR PROVISI DKI JAKARTA 2017.

TAHAPAN UTAMA PEMILIHAN GUBERNUR PROVISI DKI JAKARTA 2017.

I.  PUTARAN I (Satu)

A. TAHAPAN :
• Tgl 03 - 07 agts 2016 :
(Penyerahan syarat dukungan perseorangan)

• Tgl 19 - 21 sept 2016 :
(Pendaftaran Paslon)

• Tgl 19 sept - 09 oktb 2016 :      (Verifikasi Paslon)

• Tgl 22 oktb 2016 :
(Penetapan Paslon)

• Tgl 23 oktb 2016 :
(Pengundian dan pengumuman nomer urut)

• Tgl 22 oktb 2016 - 19 jan 2017 : (Sengketa pencalonan)  

• Tgl 26 oktb 2016 - 11 feb 2017 :
(Kampanye)


• Tgl 26 oktb 2016 - 11 feb 2017 : (Debat Publik)

• Tgl 12 - 14 feb 2017 :
(Masa tenang dan pembersihan alat peraga)

• Tgl 15 feb 2017 :
(Pemungutan dan Perhitungan suara)

• Tgl 16 - 27 feb 2017 :
(Rekapitulasi suara)

• Tgl 08 - 10 apr 2017 :
(Penetapan Paslon terpilih tampa sengketa)

Sengketa hasil mengikuti jadwal MK paling lama sehari setelah putusan MK.

B. DAFTAR PEMILIH :
• Tgl 18 agts 2016 - 06 jan 2017 : (Pemuktahiran dan Penetapan Daftar Pemilih)

• Tgl 30 apr 2016 - 14 feb 2017 : (Sosialisasi)

• Tgl 21 juni - 20 juli 2017 : (Pembentukan PPK dan PPS)

• Tgl 15 nov 2016 - 14 jan 2017 : (Pembentukan KPPS)

II.   PUTARAN II (Dua)
• Tgl 04 maret 2017 :
(Penetapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Putaran ll)

• Tgl 05 maret - 19 april 2017 :
(Rekapitulasi Daftar Pemilih)

• Tgl 04 maret - 15 april 2017 : (Sosialisasi)

• Tgl 06 - 15 april 2017 :
(Kampanye)

• Tgl 06 - 15 april 2017 :
(Penajaman Visi dan Misi)

• Tgl 16 - 18 april 2017 :
(Masa tenang dan Pembersihan alat peraga)

• Tgl 19 april 2017 :
(Pemungutan dan perhitungan suara)

• Tgl 20 april 01 mei 2017 : (Rekapitulasi Suara)

• Tgl 05 - 06 mei 2017 :
(Sengketa Hasil mengikuti jadwal MK)

Penetapan Paslon terpilih pasca Putusan MK (Paling lama sehari setelah Putusan MK).

Tuesday, September 13, 2016

BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA

SEBUAH RENUNGAN DARI SANG GURU BESAR

BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?"

"Dari Indonesia," jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini," lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya.

"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti."

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Monday, September 12, 2016

Penting nya sumber protein

*Tidak Mau Ada Gizi Buruk, Presiden Jokowi Gaungkan Pentingnya Sumber Protein*

Keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusinya dan tentunya sumber daya manusia yang baik harus memiliki gizi yang baik sejak balita.

Untuk itulah dalam kunjungan kerja ke Banten peningkatan kualitas gizi anak-anak terutama bayi dan balita menjadi perhatian Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Banten, Minggu 11 September 2016.

"Untuk ibu-ibu hamil, kita enggak mau ada gizi buruk, untuk anak-anak balita kita, kita juga enggak mau ada gizi buruk. Yang ketiga untuk anak-anak sekolah terutama di SD ini akan kita beri makanan tambahan dan akan terus kita gaungkan betapa pentingnya sumber protein bagi anak anak kita, ini akan terus kita lakukan," ucap Presiden kepada wartawan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Upaya seperti ini sudah pernah dilakukan sebelumnya di Pulau Nias. "Kita mulai dulu di Nias untuk pemberian makanan tambahan, kenapa ini diberikan, penting sekali," ujar Presiden.

Setelah Nias dan Banten, pemberian suplementasi gizi akan dilanjutkan di Situbondo Jawa Timur dan Jawa Barat, serta beberapa tempat yang masih ditemui adanya balita dengan gizi buruk.

"Akan terus kita lakukan dalam minggu-minggu ini dan minggu-minggu depan. Karena ini penting untuk investasi masa depan anak anak kita," kata Presiden yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Saat ditanya wartawan tentang masih adanya balita dengan gizi yang buruk. Presiden menjawab bahwa harus diakui masih ada.

"Di semua tempat kita harus ngomong apa adanya, masih ada. Ini yang terus kita kerjakan agar sejak ibu hamil itu sudah diberi makanan tambahan. Diberikan pengertian secara sederhana betapa pentingnya yang namanya gizi, yang namanya sumber protein, mereka harus mengerti. Jangan sampai kejadian tadi kita lihat ada beberapa anak sangat kurus sekali," ucap Presiden.

Di TPI PPN Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masyarakat yang hadir diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, anak balita dan anak-anak sekolah. Tempat ini merupakan lokasi terakhir yang dikunjungi Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo pada kunjungan kerja ke Banten di hari pertama.

Serang, 11 September 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Saturday, September 10, 2016

Amazing Me

Renungan untuk Kita semua......

Kadang kala, ada sesuatu masalah di dalam hati, telepon mencari seseorang untuk curhat, tetapi "tiada orang yang mengangkat" ya sudah, tidur lah. Keesokan harinya dia yang telepon kembali, namun tiada lagi suasana hati untuk mengatakannya..

Kadang-kadang, tampak sepotong pakaian yang sangat disukai, tetapi tiada ukuran yang cocok, berselang beberapa hari, sudah ada ukuran yang cocok, namun saat itu anda telah kehilangan keinginan untuk memiliki baju tersebut.

Kita pernah menyukai seseorang, jika tidak mendapatkannya akan terasa tiada gunanya hidup di dunia ini dan terasa tiada lagi orang lain mampu mengantinya. Setelah beberapa tahun, samar samar diingatkan kembali, ternyata perasaan yang meluap2, keterikatan, rasanya tidak bisa melepaskan keinginan untuk memilikinya, perasaan tersebut akan perlahan-lahan menghilang dan lenyap seiring berlalunya waktu.

Oleh sebab itu, untuk apa sesuatu itu diingat terus dan terbelenggu terus. Kita adalah sutradara bagi diri sendiri, mengapa harus menulis skenario yang begitu sulit untuk dilakoni. Kemudian kita akan memahami, bahwa segala sesuatu yang kita pikir tak mungkin berlalu, pasti akan berlalu.

Kadang kala, kita sendiri yang berpikir terlalu banyak, yang hanya membuat diri sendiri tidak nyaman. Karena perasaan emosional kita telah mengusir pergi begitu banyak orang, namun yang tertinggal hanyalah orang yang benar2 tulus.

Dalam kehidupan, tak terelakkan pasti ada periode waktu penuh kecemasan, di samping menhadapinya dengan keberanian, kita tidak punya pilihan lain .

Seorang teman yang memahami makna linangan air mata kita, lebih baik dari sekelompok teman yang hanya menemani kita saat tertawa. Ada orang yang baik terhadap kita, dikarenakan tahu kebaikan kita.

Untuk memiliki rasa  bahagia...... tidak pernah ada jalan pintas, tidak ada yang sempurna. Hanya melalui pembinaan dan jalankan dengan hati yang tulus dan ikhlas maka kita akan bahagia.

Mari kita selalu BH
Bahagia
Hepi
Setiap saat

Temukan PRIT
Pelajaran
Riang
Inspirasi
Positif......

setiap detik dalam kehidupan kita.

We are the CEO of AmazingMe.inc

See You at the TOP
Transformation
Outcomes
Passionately
But not.....
T ua
O mpong
P eyot

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Keinginan Menjadi Kaya

Dampak dari ketiadaan uang sangat terang benderang. Tak ada uang berarti tak dapat makanan, tak dapat menyekolahkan anak, tak dapat berobat, dan aneka tak dapat lainnya. Lalu bagaimana dengan kelimpahannya? Apakah kelimpahan uang akan membuat segalanya beres? Yang pasti, kelimpahan uang berarti kelimpahan makanan, kelelusaan memilih sekolah, kebebasan menentukan tempat berobat dan tenaga medis yang diinginkan. Tapi apakah semuanya lalu beres? Rasul Paulus menulis begini: "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. (1 Tim. 6:9). Yang diingatkan Paulus adalah "keinginan menjadi kaya". Sebab keinginan menjadi kaya inilah yang dapat menghancurkan ketika itu tak didasarkan para kesadaran yang tinggi atas batasan kebutuhan dan kapasitas diri dalam meraihnya. Para koruptor adalah contoh yang sangat jelas tentang betapa keinginan menjadi kaya ini membuat manusia bukan hanya masuk bui tetapi juga kehilangan kehormatannya; bahkan bukan hanya kehilangan kehormatannya, tetapi dapat juga kehilangan kemanusiaannya. Maka telisiklah dengan jernih keinginan untuk menjadi kaya, agar tak salah jalan.
Selamat Pagi,
Arliyanus

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com