|
Saya hanya seorang yang berpikiran sederhana, mencoba memahami dunia penuh kerumitan, mensyukuri setiap langkah yang diberkati, mendoakan harapan dan berharap hidup saya membuat banyak orang merasa sungguh hidup..
Translate
Tuesday, April 21, 2015
Manage your mobile easily; get ManageEngine's Mobile Device Manager Plus
Sunday, April 19, 2015
Saksi yang benar
Renungan Harian
Minggu, 19 April 2015
Bacaan Setahun: 2 Samuel 21-22
Nats: Apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. (1 Yohanes 1:3)
SAKSI YANG BENAR
Bacaan: 1 Yohanes 1
Kesaksian seseorang atau lebih dalam suatu pengadilan sangat memengaruhi hasil sidang tersebut. Seorang saksi dapat memperberat tuduhan pada seorang terdakwa atau dapat pula membebaskan si terdakwa dari segala tuduhan. Peran saksi sangatlah penting.
Yohanes, rasul yang dibuang ke Pulau Patmos, juga menyebut dirinya saksi. Apa yang ia lihat, ia alami, dan ia rasakan tidak ia simpan sendiri. Apalagi saat itu banyak ajaran sesat yang menentang ketuhanan Yesus Kristus dan memutarbalikkan dasar kepercayaan umat. Ada orang percaya tidak memercayai ajaran para rasul dan memengaruhi orang lain untuk meragukan iman mereka. Hal inilah yang mendorong Yohanes untuk menulis surat kepada mereka. Pengenalan pribadi Yohanes akan Tuhan Yesus Kristus merupakan dasar penulisan surat ini. Melaluinya, rasul Yohanes mengajak jemaat untuk kembali pada dasar kepercayaan yang benar, pengajaran yang sehat, dan iman kepada Yesus Kristus.
Sampai saat ini, tipuan iblis melalui pengajaran sesat masih tetap mengombang-ambingkan iman orang-orang percaya. Bukan hanya itu, pengajaran melalui mimbar gereja sekalipun dapat membuat orang percaya meragukan iman mereka. Sebagai orang percaya, kita tetap percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang memberikan kesaksian yang benar. Dan dengan pengenalan yang benar akan firman-Nya, kita pun dimampukan untuk menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada. Marilah kita tetap giat bersaksi untuk memenangkan jiwa. --Sigit Kurniawan D P /Renungan Harian
KAMI RINDU UNTUK MENJADI SAKSI-MU, DI MANA PUN ENGKAU TEMPATKAN,
AGAR NAMA-MU DIPERMULIAKAN.
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
Notification :: Kepada semua penguna App Alkitab yang lama (Yuku/Android|Logo Hijau), =Sorry=, update App sudah ada di PlayStore, tetapi tidak akan otomatis terupdate -- Anda harus menginstall ulang Alkitab dari PlayStore (Logo Biru) -- http://goo.gl/RVDuZZ
- - - - - -
Alkitab lama 'Yuku/Android' (Hijau) sekarang jadi 'SABDA Alkitab' (Logo Biru)[3.6.4]. Untuk semua pertanyan/support/comment, ... silahkan hubungi email :: android@sabda.org
- - - - - -
Ingat -- menerima dengan cuma-cuma, berikanlah dengan cuma-cuma (AYT)
Doakan -- Bible Everywhere!!
__________
Renungan Harian / e-Renungan Harian
Bahan renungan yang diterbitkan secara teratur oleh Yayasan Gloria dan diterbitkan secara elektronik oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
© 1999-2014 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Saturday, April 18, 2015
Menangani FEAR (Takut) dari tim kita
Mulai dari tim cabling, tim enterprise, tim sales, hingga tim admin. Ditambahi dengan absen nya satu dan dua tim karena sakit, akibat cuaca yang ekstrim.
Saya mulai menemukan pola FEAR yang pertama. FEAR yang melakukan 'kabur' dari permasalahan yang dihadapi. Tugas saya sebagai Leader mereka. Memastikan mereka tahu apa yang akan, sedang mereka hadapi. Dengan penjelasan, mendengarkan dan memberikan masukan, maka mereka mulai mengerti. Mulai berani melakukan , mengerjakan dan melalui semua prosesnya.
Tanpa sadar, mereka memasuki FEAR yang kedua. FEAR yang menghadapi apa yang harus dihadapi, dan bangkit dari kesulitan , mencoba menemukan jalan keluar, menemukan solusi, berani bangkit, dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.
Untuk berpindah dari FEAR yang satu, ke FEAR yang kedua, saya menerapkan beberapa cara:
1. Mendengarkan FEAR yang pertama. Mengetahui dengan pasti apa permasalahan, bagaimana kita memandang atau menghadapi masalah. Itu yang menjadi pikiran utama. Karena tidak semua FEAR yang mereka hadapi, sama dengan FEAR yang kita pikirkan. Maka dengarkanlah.
2. Mencoba mencari jalan keluar. Menemukan jalan keluar dilakukan dengan pola brain stroming, menelaah bersama, menemukan point point pikiran. Diskusikan opsi yang ada. Berikan pandangan, dan dengar pendapat solusi mereka.
3. Menentukan langkah selanjutnya. MENGHADAPI. Mungkin ini yang kami lakukan, kami jarang menghindari masalah, tapi kami memikirkan cara menghadapinya. Kami memikirkan resiko nya, kami memikirkan pola jalan keluarnya. Sehingga kami tahu, bagaimana menghadapinya.
4. Dampingi dan bangkitlah. Akhirnya, kami harus saling berdiri menopang. Mendukung satu dengan yang lain. Kami saling memberikan SUPPORT . Kami mungkin mendoakannya dalam doa pribadi kami. Intinya, kami mendampingi. Dan Ami melihat mereka (dan saya) bangkit , keluar dan berjalan dengan mantap.
Inilah kerjasama TEAM yang kami kembangkan terus menerus. Semoga pola ini terus memberikan semangat , kekuatan dan kestabilan dalam tim yang ada.
Internet Of Things memerlukan perubahan pola pikir
Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus kita rubah terkait pola pikir dengan IoT. Dan perhatikan juga, model bisnis akan berubah.
Wednesday, April 15, 2015
Antara Sapi, Monyet, Anjing dan Manusia
Antara Sapi, Monyet, Anjing dan Manusia
“Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi, Engkau harus pergi ke padang rumput, bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari, Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun…”
Sang monyet menawar : “What? menghibur mereka dan membuat mereka tertawa?capedyeh, 10 tahun cukuplah, kukembalikan 10 tahun padaMu ya Tuhan?”
Sabda Tuhan : “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
Inilah kehidupan, Kau akan menikmatinya, Akan kuberikan engkau umur spanjang 25 tahun!”
“Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan…
Let’s make a deal !
Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun,
dan monyet mengembalikan 10 tahun padaMu, Maka berikanlah semuanya itu padaku,
Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun, setuju ?”
kepada org yg lewat,
“Uhuk, uhuk (batuk)…
Eh Ntong, Mo kemane lo?”
Monday, April 13, 2015
Kuasa dan Harta
Kuasa dan/atau harta kekayaan tidak memberi jaminan bagi yang memilikinya untuk mengalami sejahtera, kegembiraan, kebebasan, apalagi membuat sesama mengalami hal itu. Salah-salah malah dapat mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan membelenggu sang pemilik dan/atau sesama. Kuasa dan/atau harta kekayaan dapat memperbudak sang pemilik; membuat sang pemilik menghabiskan seluruh waktu dan energinya untuk menjaga kuasa dan/atau harta kekayaan itu, sehingga ia lalai menikmatinya; atau ia dibelenggu oleh kenikmatan, sampai ia tak lagi mengenal rasa puas.
Hanya orang yang memiliki hikmat, yang tidak bersikap ekstrim dalam mencari, memanfaatkan, dan menikmati kuasa dan/atau harta kekayaan yang akan mengalami dan membuat sesama mengalami kesejahteraan, kegembiraan, dan kebebasan dari kuasa dan/atau harta kekayaan yang dimilikinya. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara mencari, memanfaatkan, dan menikmati. (Pkh. 7:19).
Selamat pagi,
Arliyanus
(hp) 62-8121057533
(tw) fankych
(skype) fankych1211
Thursday, April 09, 2015
Bukti penyertaan Tuhan
Santapan Harian
Bilangan 1:1-2:34
Judul: Laskar Tuhan
Apa bukti penyertaan Tuhan ada pada anak-anak-Nya? Bahwa mereka bisa menjalani hidup di tengah situasi yang berat dan keras, seperti yang dialami oleh umat Israel di padang gurun.
Umat Israel keluar dari Mesir, sebagai pelarian dengan jumlah sekitar dua juta orang (Kel. 12:37). Ternyata setahun lebih kemudian jumlah mereka tidak berubah secara signifikan (Bil. 1:1-3, 44-46). Jumlah itu relatif stabil setelah 38 tahun dan sudah alih generasi (26:1-4, 51). Bagaimana komunitas besar tersebut menghidupi setiap anggotanya dengan kebutuhan sandang, pangan, dan papan mereka, kalau bukan Tuhan yang memelihara mereka dengan roti Manna (Kel. 16:35) dan kehadiran-Nya lewat kemah suci yang didirikan di tengah-tengah perkemahan umat.
Bukan hanya penyertaan Tuhan yang mencukupkan kebutuhan hidup mereka. Mereka juga dipersiapkan untuk memasuki tanah perjanjian. Bilangan 2 mencatatkan bahwa sentralitas Allah di tengah umat merupakan persiapan agar kelak bila saatnya tiba mereka berangkat sebagai pasukan Allah menuju tanah perjanjian. Perhatikan penyebutan panji-panji dari masing-masing suku dan penyebutan laskar untuk setiap suku, kesemuanya merupakan bahasa militer, yang menunjukkan kesiapan umat Israel berperang. Dengan sendirinya Panglima Perang Israel ialah TUHAN, Allah mereka. Menarik untuk dicatat juga, di sensus pertama ini, suku Lewi dikecualikan. Sedangkan untuk pengaturan perkemahannya, suku Lewi mendapat tempat khusus, yaitu di sekitar kemah suci (2:17). Ayat 17 ini menarik sekali karena seolah-olah pengaturan perkemahan itu sekaligus pengaturan keberangkatan pasukan Israel ke medan peperangan.
Umat Tuhan masa kini pun juga dapat menyaksikan pemeliharaan Tuhan atas hidup keseharian kita. Kita juga dipersiapkan sebagai pasukan Allah yang setiap waktu harus berperang melawan musuh-musuh Allah (Ef. 6:10-13). Syukuri pemeliharaan Tuhan, termasuk penyediaan perlengkapan peperangan rohani.
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
Notification :: Kepada semua penguna App Alkitab yang lama (Yuku/Android|Logo Hijau), =Sorry=, update App sudah ada di PlayStore, tetapi tidak akan otomatis terupdate -- Anda harus menginstall ulang Alkitab dari PlayStore (Logo Biru) -- http://goo.gl/RVDuZZ
- - - - - -
Alkitab lama 'Yuku/Android' (Hijau) sekarang jadi 'SABDA Alkitab' (Logo Biru)[3.6.4]. Untuk semua pertanyan/support/comment, ... silahkan hubungi email :: android@sabda.org
- - - - - -
Ingat -- menerima dengan cuma-cuma, berikanlah dengan cuma-cuma (AYT)
Doakan -- Bible Everywhere!!
__________
Santapan Harian / e-Santapan Harian
Bahan saat teduh yang diterbitkan secara teratur oleh Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA) dan diterbitkan secara elektronik oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
© 1999-2014 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org