Translate

Saturday, September 08, 2012

Kenali Profil dan Visi-Misi JB

Berikut ini adalah profil pasangan nomer 3 Ir. H. Joko Widodo dan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Nama : Ir. H. Joko Widodo
Tempat, tgl lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana Kehutanan-Universitas Gadjah Mada

Nama : Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM
Tempat, tgl lahir : Manggar, 29 Juni 1966
Agama : Kristen Protestan
Pendidikan : S-2 Sekolah Tinggi Manajemen, Prasetya Mulya

Visi
Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.

Misi
1. Mewujudkan Jakarta sebagai kota modern yang tertata rapi serta konsisten dengan rencana tata ruang wilayah
2. Menjadikan Jakarta sebagai kota yang bebas dari masalah-masalah menahun seperti macet, banjir, pemukiman kumuh, sampah, dan lain-lain
3. Menjamin ketersediaan hunian dan ruang publik yang layak serta terjangkau bagi warga kota dan ketersediaan pelayanan kesehatan yang gratis sampai rawat inap dan pendidikan yang berkualitas secara gratis selama 12 tahun untuk warga Jakarta.
4. Membangun budaya masyarakat perkotaan yang toleran, tetapi juga sekaligus memiliki kesadaran dalam memelihara kota.
5. Membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com

SENANTIASA BERSYUKUR

Dalam hidup ini, :
Saat anda di tegur atasan anda karena kinerja anda pdhl ada rekan anda yg lbh JELEK dari anda namun sll di perhatikan dan di bela, bayangkanlah Saat seseorg di pecat nmn tdk mengerti kesalahannya.

Saat anda dilecehkan orang lain melalui kata-kata yg tajam,
bayangkanlah para pengemis yg tiap hari dilecehkan orang lain tapi mereka masih tegar.

Saat anda mulai bersungut-sungut mengenai gaji yg anda terima,
bayangkanlah seseorang yg berjalan kaki membawa map lamaran kerja,
namun tak pernah mendapatkan pekerjaan yg sangat ia harapkan.

Saat anda tak merasa puas karna suaramu tak semerdu org lain,
ingatlah seorang tunarungu yg tak bisa berbicara tapi belajar keras untuk berbicara.

Saat anda tak puas dgn tinggi badanmu ato bentuk rambutmu yg tak sebaik org lain,
ingatlah mereka yg dilahirkan dgn tubuh cacat,
namun bisa menjalani kehidupan dengan antusias.

Saat anda kehilangan sedikit uang & anda sangat marah & damai sejahteramu hilang,
ingatlah para korban bencana alam yg kehilangan seluruh milik mereka.

Saat anda merasa kesal karena batuk, pilek, sakit kepala ato penyakit ringan lainnya,
bayangkanlah orang-orang yg divonis dokter mengidap penyakit berat & sulit diobati.

Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1Tesalonika 5:18)

Mengucap syukurlah untuk keberadaan anda sekarang ini.

Jika hanya memandang kepada masalah & kesulitan anda sendiri,
akan sulit bagi anda untuk bersyukur karna manusia tidak pernah puas.

Tapi jika anda mencoba melihat sekelilingmu,
maka anda akan sadar bahwa anda adalah org yg beruntung.

Apa yg TUHAN berikan adalah kebaikan semata,
jika anda tak menganggapnya demikian,
itu karna anda hanya melihatnya dari kacamata manusia yg terbatas.

"Ucapan Syukur Membuat Masalah Besar Jadi Kecil & Masalah Kecil Jadi Tak Berarti..."
Selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Mengurangi stress

Mengurangi stress: Stress itu sering baik untuk membuat kita lebih optimum dalam bekerja. Eustress, stress yang baik, pada fase "Thrill" sangat bermanfaat buat kita. Tetapi, sering kita mengalami stress yang berlebihan, dan membawa dampak negatip, baik untuk diri kita sendiri, ataupun orang2 disekeliling kita.

Ada 9 hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stress level kita:

1. Mengurangi nilai kepentingan hal yang kita kuatirkan. Kita menjadi stress karena apa yang kita hadapi kita anggap sangat penting. Padahal tidak semuanya sebenarnya sepenting itu. Salah sedikit, miring sedikit, tidak lah apa2. Dengan mengurangi nilai pentingnya hal itu, akan membuat kita berkurang stressnya. 9 dari 10 orang stress selalu melebihkan resiko yang terjadi dengan menganggap akan terjadi hal yang jauh lebih parah dari yang sebenarnya.

2. Mengurangi pemikiran akan kemungkinan itu terjadi. Teman yang takut terbang, memikirkan kemungkinan pesawat ada problem diudara. Dengan memikirkan bahwa hal itu sangat kecil kemungkinannya, kita dapat mengurangi stress kita.

3. Berpikirlah dari sudut pandang yang lain. Kalau anda tidak diterima bekerja di A, mungkin masih ada pilihan di B, atau bahkan bisa membuat anda menjadi wiraswasta. Kita coba lihat persoalan dari sudut2 yang lain.

4. Rayakan kesuksesan kecil anda. Kita stress sebab kita selalu menghawatirkan hal2 kecil dan negatip, kalau kita merayakan kesuksesan kecil kita, misalkan berhasil menyelesaikan proyek 3 hari lebih awal, perlu kita makan soto bersama. Kemeriahan perayaan mengurangi stress kita.

5. Bertemulah dengan sahabat anda. Sahabat mengurangi stress, membuat kita menjadi bahagia, dan membuat suasana hati membaik. Kita perlu kadang membuat kehidupan sosial kita menjadi sebuah obat untuk penghilang stress kita.

6. Gunakan mental energi kita untuk hal2 yang lebih positip. Kita arahkan fokus dan perhatian kita pada penyelesaian dan pada sisi2 positip tantangan yang kita hadapi. Jangan masuk pada lingkaran setan yang membuat kita menjadi terputar2 pada persoal kecil yang kita jadikan besar.

7. Tanyakan kembali dengan pertanyaan yang lebih penting. Apakah ini akhir hidup anda bila anda gagal? Apakah yang anda pentingkan dalam hidup ini? Lima tahun dari sekarang, apakah hal ini masih sepenting ini? Siapa sebenarnya yang membutuhkan ini, apakah benar segenting ini persoalannya? Pertanyaan yang tepat akan membawa anda pada sudut hati yang tepat pula.

8. Larilah sejenak. Bila tidak tahan dalam stress, cobalah ke Bali pada akhir pekan, atau ke kebun binatang pada hari Minggu, atau ke Bogor melihat tanaman. Pelarian sejenak memperbaiki suasana hati dan membuat kita lupa sejenak dengan persoalan yang ada.

9. Hadapi dengan tegar. Pada akhirnya harus kita hadapi juga persoalan yang ada. Memang tidak mudah, dan butuh ketahanan, tetapi pada akhirnya kita harus mau dan mampu menghadapi persoalan itu dan menyelesaikannya.

Semoga 9 hal diatas dapat mengurangi stress yang anda alami, dan memperbaiki kehidupan anda. Stress yang baik perlu untuk kita punyai, tapi bila telah berlebihan harus kita kurangi juga supaya tidak terlalu membebani kehidupan kita. Salam sukses untuk anda.

*Tanadi Santoso

Thursday, September 06, 2012

21 Perbedaan Cara Pikir Miliarder dan Orang Biasa

VIVAnews - Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.

Gina yang tengah terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaannya. 

Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain. 

Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas. 

"Kalangan kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa yang dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang," 

Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa: 

1. Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Orang kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua kejahatan

Siebold mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan menganggap orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah yang menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. 

"Masyarakat seluruh dunia tahu bahwa memiliki uang memang tak menjamin kebahagiaan namun membuat hidup lebih mudah dan lebih bisa dinikmati," kata Siebold. 

2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan

"Orang kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak berupaya untuk berpura-berpura menyelamatkan dunia," kata Siebold. 

Masalahnya masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam kemiskinan.

"Jika anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk menolong orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,"

3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi

Siebold mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang tepat dan berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk menyelesaikan masalah. 

"Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan, pemerintah, bos, atau pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang rata-rata yang menurunkan cara pendekatan ini dalam memandang hidup padahal detik jam terus berdetak,"

4. Orang biasa menganggap jalan menjadi kaya harus melalui pendidikan formal. Orang kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang lebih spesifik

5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan

Miliarder mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan dirinya dan proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa depan yang belum jelas. 

Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang pernah diperolehnya, jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan dan depresi. 

6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis. 

Ketika mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya menjadi sebuah ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya menjadi masa pensiun yang menyenangkan

Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang.

7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka

Rata-rata orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu. Kalangan yang lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan mencari cara untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu. 

Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.

8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan

Psikolog dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada pasiennya untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak kecewa. 

"Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar," kata Siebold. 

9. Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi kaya. Orang kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya

Inilah alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari jutawan menjadi miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan kekayaan yang lebih besar.

"Di saat sebagian besar orang terpaku untuk mengerjakan dan segera mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang terkenal berupaya mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman yang dimiliki," 

10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain

Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain.


11. Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi. Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.

Sukses investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata Siebold.

Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage. 

12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.

Orang kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas. Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.

13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.

Kalangan orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.

"Masyarakat selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah (masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold. "Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata yang lebih objektif."

14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.

Alasan mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai. 

"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup". 

15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya. 

Umumnya orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu, kendati masa pendidikan telah usai.

"Ketika masuk ke rumah orang kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".

16. Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.

Mentalitas negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama dengan mereka. 

"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.

17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.

Siebold berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.

18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.

19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.

Bagi sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman. 

"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".

20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.

Di saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru mendaftar layanan kesehatan super elite.

Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat. 

21. Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.

Ide mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal, tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran penuh cinta dan kekayaan. (art)




--
Sent from Gmail Mobile

Sunday, September 02, 2012

Sudah menuliskan Anda?

Kebiasaan menulis memang semakin dipertanyakan belakang ini. Tidak hanya karena lebih mudah membaca (dan ini bisa membaca dimana saja) dibandingkan menulis, tapi juga karena lebih banyak kita ditantang/diarahkan hanya untuk memberikan 'comment'. Inilah jaman social media saat ini.

Dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, dimana komputer dan khususnya desktop masih menguasai pasaran dan menjadi satu-satunya alat yang digunakan untuk mengakses dunia 'lain', maka sekarang ini berbeda. Lebih mudah dijumpai orang menjinjing tablet, mengakses iPad, iPhone, dan yang paling banyak BBM. Dan sebagian besar aktifitasnya adalah terkait dengan aktifitas membaca, dibandingkan menulis.

Sedangkan untuk menulis, dan menjadi penulis aktif,itu sangat perlu latihan. Ini pun saya sedang membiasakan diri menulis di atas keyboard virtual di media iPad yang diberikan Tuhan ini. Sehingga jelas, tidak mudah lagi menemukan bakat-bakat penulis baru. Perkembangan yang muncul sebenarnya sempat menggembirakan, seiring dengan banyaknya orang yang menggunakan media blog untuk menyampaikan inspirasinya. Tapi ternyata tidak semua orang suka menulis, atau minimal menyampaikan komentar atau pendapatnya, padahal inilah esensinya penulis, yaitu ada ide, ada yang menggelitik otaknya, dan ingin disampaikan ke orang lain.

Perlu kita cermati juga perkembangan teknologi yang mendukung para penulis muda, seingat saya, dulu waktu saya mau menulis, saya menulis kerangka tulisannya pada buku kerja saya, kemudian menentukan pokok tulisan, dan mulai mengambil kertas untuk menuliskannya lebih lengkap dengan mengembangkan tulisan. Sekarang beda. Saya menuliskan pokok tulisannya dalam notes, baik tablet samsung kecil, ataupun iPad, kemudian mencari waktu untuk mengembangkannya dengan mengetik ya di word, atau notepad, atau bahkan langsung menuliskannya di blog seperti sekarang.

Hanya saja, sekarang ini, sumber tulisan demikian luas, khususnya yang dapat di akses melalui search engine yang ada, maka tentu saja tulisan kita harus lebih berbobot dengan mempertimbangkan konten muatan yang ada.

Dari segi bagaimana tulisan dipublikasikan juga sangat berkembang. Dulu cenderung menulis untuk koran dan majalah, sekarang ada blog, ada website, ada koran dan majalah digital, semua ini menantang kita untuk menulis lebih baik, tapi memang, inilah tantangan dunia Indonesia saat ini.

Dengan berkurangnya penulis muda, dan semakina banyaknya orang yang lebih suka menyadur dan menerjemahkan tulisan orang lain, dibandingkan mengembangkannya, maka kita seolah akan semakin kehabisan ide, dan cenderung mengambil ide dan pemikiran orang lain. Lama kelamaan ini akan membuat kita tidak mempunyai pola pikir, kita akan cenderung mengikuti pemikiran dan pendapat orang lain.

Dalam jangka panjang ini sangat mengkhawatirkan tidak hanya untuk bangsa, untuk negara, tapi juga untuk keluarga dan kita bicara keyakinan dan agama kita.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk kembali, dan terus menjaga, kebiasaan untuk menulis, mengembangkan ide dan pemikiran kita, mengembangkan pendapat, sehingga semua dapat terjaga dengan baik.

Jadi mulailah Anda menulis kembali ya.




Saturday, September 01, 2012

TRAPPED: Change Notification to Foglight NMS Freemium Model

Awalnya gratis / Free
Sekarang berbayar.

Build-access-manage at dayaciptamandiri.com


Begin forwarded message:

From: "Quest Software Technical Support" <supportnotifications@quest.com>
Date: 1 September 2012 02:05:25 WIB
To: fanky@dayaciptamandiri.com
Subject: Change Notification to Foglight NMS Freemium Model
Reply-To: "Quest Software Technical Support" <supportnotifications@quest.com>

Send this email to a friend | View on mobile phone | View as web page

Quest Software
Foglight NMS Now Monitors 200Interfaces at No Cost to You

Please be advised that the terms and conditions of using Foglight Network Management System (NMS) as a freemium product have changed.

Effective September 1, 2012, Foglight Network Management System (NMS) is free to use for a maximum of 200 interfaces under the following terms:

Customer may use the Freeware at no cost to monitor up to 200 interfaces. For purposes of these Freeware Terms, an "Interface" is defined as any point of traffic on the network interacting with a device, or a point of interaction between components. This would include any physical or virtual ports on a switch or every NIC card on a server.

For users who installed Foglight NMS prior to September 1st, 2012 there will be a 60 day grace period before the enforcement of the maximum of 200 interfaces limit. In addition, the following add-on modules for Foglight Network Management System can be used at no cost for a maximum of 60 days:

  • Traffic Analysis Module
  • VoIP Module
  • Foglight APM Integration

Should you need additional time to evaluate the product, or have any questions, please contact Foglight NMS sales at (415) 901- 7873, or email nmsquestions@quest.com.

Quest Software
5 Polaris Way
Aliso Viejo, CA 92656
Foglight NMS Community
Phone: (949) 754-8000
Email: nmsquestions@quest.com
Facebook    | Twitter   | LinkedIn    | Communities    | Quest TV
© 2012 Quest Software Incorporated. ALL RIGHTS RESERVED.
Quest, Quest Software, and the Quest Software logo are trademarks and registered trademarks of Quest Software, Inc. in the U.S.A. and/or other countries. For a complete list of Quest's trademarks, please visit http://www.quest.com/legal/trademarks.aspx. All other trademarks and registered trademarks are property of their respective owners. View Quest Software's Privacy Policy.

Menjadi consultant IT yg unik


You need You need to specialize as an IT consultant to specialize as an IT consultant because specialization = less competition because specialization = less competition + higher rates. More specifically, by being in a niche, you'll be able to: + higher rates. More specifically, by being in a niche, you'll be able to:

have less competition, have less competition,

charge a higher bill rate for your more specialized knowledge, charge a higher bill rate for your more specialized knowledge,

stand out from competitors more easily, and stand out from competitors more easily, and

be found more easily by potential clients. be found more easily by potential clients.

How to find your niche How to find your niche

One of the most common causes of struggling to make money as a consultant is One of the most common causes of struggling to make money as a consultant is failing to target a solid niche. failing to target a solid niche. Newbie consultants Newbie consultants often focus on their product or often focus on their product or service, when they should think about their market first. For instance, you might think, service, when they should think about their market first. For instance, you might think, "My PHP skills are pretty niche-y. I'll just hang out a PHP shingle, and the clients will "My PHP skills are pretty niche-y. I'll just hang out a PHP shingle, and the clients will start rolling in!" Tech skills (and products) don't make a niche; a start rolling in!" Tech skills (and products) don't make a niche; a niche is a finely niche is a finely focused market. focused market.

A good niche will have: A good niche will have:

profitable customers/prospects, which typically means that customers/profitable customers/prospects, which typically means that customers/prospects charge a high bill rate and/or have a high profit margin, prospects charge a high bill rate and/or have a high profit margin,

a clear demand for specialized skills and knowledge, a clear demand for specialized skills and knowledge,

low competition, and low competition, and

barriers to entry that you can realistically overcome. barriers to entry that you can realistically overcome.

This is pretty general because these criteria can apply to a variety of skills, experience, This is pretty general because these criteria can apply to a variety of skills, experience, and expertise. To get from the general to the specific, follow these steps and start and expertise. To get from the general to the specific, follow these steps and start brainstorming consulting niches. brainstorming consulting niches.

1. List your skills: List your skills: I know I just told you to focus on a market, but you'll be using I know I just told you to focus on a market, but you'll be using your skills to fill a market need, so you'll need to inventory your skills. This your skills to fill a market need, so you'll need to inventory your skills. This should be easy -- snag your skills from your resume. Your skills might include should be easy -- snag your skills from your resume. Your skills might include SQL, PHP, Java, project management, product development, writing, yeti SQL, PHP, Java, project management, product development, writing, yeti hunting, and so forth. hunting, and so forth.

2. List your industry-specific experience: List your industry-specific experience: Maybe you've worked for companies Maybe you've worked for companies involved with health insurance, commercial real estate, financial services, involved with health insurance, commercial real estate, financial services, NASCAR racing, etc. NASCAR racing, etc.

3. List your product-specific experience: List your product-specific experience: Although you can probably get paid to Although you can probably get paid to teach senior citizens how to use Word to write an angry letter to the editor, that's teach senior citizens how to use Word to write an angry letter to the editor, that's not where the big money is; instead, list the software, hardware, and systems not where the big money is; instead, list the software, hardware, and systems that are more niche and have a more limited customer base. Think of things like that are more niche and have a more limited customer base. Think of things like Salesforce Salesforce , CAD applications, and flight simulator systems. , CAD applications, and flight simulator systems.

4. Combine your skills, experience, and expertise with specific markets: Combine your skills, experience, and expertise with specific markets: Here's Here's where you'll brainstorm mashups of your skills and experience with potential where you'll brainstorm mashups of your skills and experience with potential markets. For example, local upscale restaurants without an online marketing markets. For example, local upscale restaurants without an online marketing presence, business intelligence reporting for commercial real estate firms, and presence, business intelligence reporting for commercial real estate firms, and so on. so on.

How to ensure it's a profitable niche How to ensure it's a profitable niche

Before you run out and buy the necessary software and hardware (if appropriate) for Before you run out and buy the necessary software and hardware (if appropriate) for your niche, you need to do your homework to determine whether your niche is big your niche, you need to do your homework to determine whether your niche is big enough, profitable enough, and not too competitive. Here are three of the best ways to enough, profitable enough, and not too competitive. Here are three of the best ways to evaluate a niche. evaluate a niche.

Google Keyword Tool: Google Keyword Tool: You can use You can use Google's free Keyword Tool Google's free Keyword Tool to research to research search keywords, which will help you evaluate the size, competition, and search keywords, which will help you evaluate the size, competition, and profitability of niches by researching search keywords. For each keyword, you profitability of niches by researching search keywords. For each keyword, you get data on the number of searches, the degree of competition (i.e., how many get data on the number of searches, the degree of competition (i.e., how many other sites are trying to rank for the keyword), and the average Google AdWords other sites are trying to rank for the keyword), and the average Google AdWords cost per click for each keyword. Comparing the cost per click gives you a way to cost per click for each keyword. Comparing the cost per click gives you a way to measure market profitability, since advertisers will likely be able to spend more measure market profitability, since advertisers will likely be able to spend more for advertising in profitable markets. for advertising in profitable markets.

Paid tools: Paid tools: Google's Keyword Tool is great, but it can be a bit cumbersome and Google's Keyword Tool is great, but it can be a bit cumbersome and time-consuming to use. There are paid tools such as time-consuming to use. There are paid tools such as Market Samurai Market Samurai that that automate much of the research, allowing you to research niches in probably a automate much of the research, allowing you to research niches in probably a tenth of the time it'd take you to do the same research manually. What's even tenth of the time it'd take you to do the same research manually. What's even cooler is that the paid tools let you dig down to see how your competitors stack cooler is that the paid tools let you dig down to see how your competitors stack up, and where their backlinks come from so you can re-engineer those same up, and where their backlinks come from so you can re-engineer those same backlinks for your own site in an attempt to outrank your competition in search backlinks for your own site in an attempt to outrank your competition in search results. results.

Customer interviews: Customer interviews: Customer interviews and customer development is the flip Customer interviews and customer development is the flip side of product development, and this concept comes from the lean startup side of product development, and this concept comes from the lean startup framework for business development. The basic idea is that instead of starting framework for business development. The basic idea is that instead of starting with a product or service, you target a market and research the market to with a product or service, you target a market and research the market to identify its most pressing problems, so you can then create and sell solutions identify its most pressing problems, so you can then create and sell solutions for those issues. Customer interviews are one way to go about this approach; for those issues. Customer interviews are one way to go about this approach; you talk to potential customers to find out about their current problems, how you talk to potential customers to find out about their current problems, how they're addressing those problems, and how they'd like to improve their they're addressing those problems, and how they'd like to improve their situation. If you already know your market fairly well, you might have some situation. If you already know your market fairly well, you might have some ideas for solving your potential customers' biggest problems; in that case, you ideas for solving your potential customers' biggest problems; in that case, you can ask potential customers about those ideas (don't try to sell just yet) to see can ask potential customers about those ideas (don't try to sell just yet) to see whether you can validate the need for your product or service. There's a lot more whether you can validate the need for your product or service. There's a lot more to doing customer interviews well so you can get actionable information, but to doing customer interviews well so you can get actionable information, but that's a conversation for another time. For now, just know that talking to that's a conversation for another time. For now, just know that talking to prospective customers is one of the best ways to research a niche. prospective customers is one of the best ways to research a niche.

Summary Summary

Unless you can identify and target a profitable niche market and solve that market's Unless you can identify and target a profitable niche market and solve that market's problems, you're leaving your IT consulting business to chance and increasing your problems, you're leaving your IT consulting business to chance and increasing your odds of failure. If you're in a profitable niche, you'll be able to work less and earn more. odds of failure. If you're in a profitable niche, you'll be able to work less and earn more.

Related posts in IT Consultant Related posts in IT Consultant

The mistake that nearly killed my consulting career (and how to star in a Vegas The mistake that nearly killed my consulting career (and how to star in a Vegas show) show)

Don't let your niche become an empty buzzword Don't let your niche become an empty buzzword

IT consultants: Don't let your niche define you IT consultants: Don't let your niche define you

!]

Build, access, manage with www.dayaciptamandiri.com.