Translate

Saturday, October 15, 2022

Digital Transformation Captain: Grow Your Mindset


Hampir dua tahun bergelut dengan pandemi, saya melihat isu transformasi digital menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. 

Hampir dua tahun saya dan tim banyak bergerak dalam bentuk webinar. Sebelumnya kami banyak bergerak dalam bentuk seminar, bekerjasama dengan banyak pihak, terutamanya Yorindo. Seminar diadakan minimal satu bulan sekali. Tapi begitu pandemi, kami buat webinar, mulai dari 4 x sebulan, atau tiap minggu 1 kali, hingga ada yang membuat webinar setiap hari. Luar biasa. 

Sekarang kami suarakan terus Digital Transformation Captain, sebuah jabatan yang diemban banyak orang untuk bisa menjadi leader, pemimpin kecil perubahan dalam transformasi digital di tempat mereka masing-masing. 

Tidak ada kata terlambat untuk sebuah transformasi digital. Mulailah dengan pola pikir kita. Saat saya mengajak banyak orang untuk tetap setia dalam berbagai kegiatan kami di EventCerdas, itu karena saya ingin semakin banyak orang yang berubah pola pikirnya. Mereka akan mulai mengetahui hal-hal kecil, dan membagikannya ke orang terdekat mereka, di tempat kerja mereka, di instansi mereka, bahkan di rumah mereka. 

Itu seperti halnya gambar pohon yang mendadak muncul di foto saya pagi ini. Ini akan membuat kita memiliki banyak cabang, dan inilah cabang yang menunjukan keingintahuan. 

Di ujungnya banyak ranting-ranting, dan semua banyak bercabang-cabang. Itulah yang menjadi sangat penting dalam kehidupan kita, menjadi manusia pembelajar. 

Itulah sebabnya kita harus memulai dengan pola pikir kita. Itulah cara pertama membuka pikiran kita dalam bertransformasi, dalam berubah. 

Saya nantikan terus partisipasi anda dalam berbagai kegiatan kami, baik secara online, ataupun onsite. Dan semua untuk membantu. Saya akan tetap belajar, dan melibatkan anda ikut belajar.


Sunday, October 02, 2022

Jangan Iri

Mazmur 37:1-9 (TB)  Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 
sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 
Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 
Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 

Sunday, September 25, 2022

DTC: Bangun Data Center Efektif dan Efisien

 Salah satu tren yang paling banyak saat ini adalah meningkatnya penggunaan aplikasi dimana-mana. Akibatnya peningkatan kapasitas penyimpanan / storage juga meningkat tajam. Dan mau tidak mau, perusahaan dan instansi harus menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan data. Hal ini dikenal dengan data center, atau sederhananya ruang server.

Dalam seri BuildBetterInfrastructure minggu ini, kita membahas bagaimana membangun data center atau ruang server yang efektif dan efisien. Pengalaman berharga kita dapatkan dari narasumber kita, Chandra Sadikin dari Digital Power Huawei Indonesia. 

Didampingi oleh Fanky Christian, praktisi data center maka webinar ini membuka beberapa hal baru terkait dengan data center atau ruang server yang biasa kita bangun. Tema yang kami angkat adalah : Small Data center, Edge or Micro ?

Kegiatan webinar BuildBetterInfrastructure (koleksi pribadi)

Pertama, membangun data center atau ruang server efisien. Data center atau ruang server seringkali tidak efisien karena yang kita siapkan adalah ruangan dengan pendingin. 

Padahal yang harus kita dinginkan adalah perangkat. Tujuan kita memang mendinginkan perangkat server dan perangkat lainnya, termasuk perangkat storage dan jaringan. Tapi malah kita membuat ruangan yang besar, sehingga mengakibatkan pendingin ruangan juga harus besar. 

Maka Huawei Digital Power memperkenalkan penggunaan yang efisien dengan pendekatan hot-aisle / cold-aisle. 

Dengan model kontainmen, dimana perangkat ditempatkan dalam ruang khusus terjaga, maka suhu dan kelembaban dapat dijaga dengan baik. Konsep yang digunakan dalam Huawei FusionModule800 maka ruang dingin ada di dalam kontainmen, sedangkan udara panas ditarik keluar dari perangkat. Ini disebut juga dengan small data center atau micro data center.

Hemat dan efisien dengan model kontainmen (koleksi pribadi)

Kedua, bila kebutuhan kita lebih kecil, atau disebut juga edge data center, gunakan yang lebih hemat. Edge data center umumnya digunakan di kantor yang lebih kecil, ruang yang terbatas, atau di kantor cabang. 

data center kecil hemat (koleksi pribadi)

Ketiga, penggunaan UPS dengan batere lithium. Mungkin tidak semua lakukan ini, karena masih banyak gunakan gunakan batere kering biasa. Dengan penggunaan jenis ini, maka tentu lebih ringan dan lebih kompak ukurannya. Sehingga penempatannya dalam rak bisa lebih banyak. Dan kapasitasnya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Bila kita perlu hanya 1 rak cabinet, maka bisa gunakan 6 KVA. 

penggunaan UPS Lithium (koleksi pribadi)

Keempat, kemudahan ekspansi. Seringkali kita mempersiapkan ruangan dulu, kemudian bila ada kebutuhan ekspansi karena kapasitas meningkat, dengan penggunaan model seperti ini, agak berbeda. 

Kita siapkan dulu ruangan yang cukup untuk kemungkinan ekspansi, tapi kita gunakan kontainmen sesuai kebutuhan dulu, misal 4 atau 6 rak. Setelah ada kebutuhan maka kita tinggal menambah kapasitas rak. 

kemudahan ekspansi (koleksi pribadi)

Demikian juga sebaliknya. Kadang penggunaan cloud mengakibatkan banyak perusahaan dan instansi mengurangi rak di data center mereka, tapi cooling dan power tidak dengan mudah bisa dikurangi. Maka dengan cara ini, kita dapat mengubah dengan cepat. 

Maka dari pembahasan diatas, kita melihat, kebutuhan data center kita, baik small data center, micro data atau edge data center, disesuaikan dengan kebutuhan kita. Dan solusi dari Huawei ini bisa membantu kita menyiapkan lebih baik. 

Ikuti pembahasan lengkapnya dalam video dibawah ini


 Ikuti kegiatan webinar kami selanjutnya dalam seri BuildBetterInfrastructure (BBI) yang akan membantu anda memilih solusi dan produk yang sesuai dengan kebutuhan anda, dan membangun infrastruktur IT yang lebih baik. Jangan lupa minggu depan masih ada keseruan membahas solusi untuk perusahaan logistik / pergudangan, serta penggunaan cloud yang lebih efisien.

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/632fa5da08a8b52f7928bd02/dtc-bangun-data-center-efektif-dan-efisien

Monday, September 19, 2022

DtC: Apa yang menghambat transformasi digital anda?

 Selalu saat ditanya, apa yang menghambat transformasi digital di perusahaan / instansi kita, maka kita akan berpikir keras sesaat, hingga akhirnya kita menyimpulkan beberapa hal.

Pertama, teknologi dan data. Ini yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita. Betapa teknologi terbaru bisa menyulitkan. Mengapa? Karena kita sudah memiliki sistem yang baku (padahal kaku). Bahkan cenderung sistem yang kita miliki kadaluarsa. Mungkin juga masih sebagian besar manual. Belum lagi bicara infrastruktur TI yang ketinggalan jaman. Ada lagi kesulitan dalam integrasi sistem dan menggabungkan data.

Teknologi memang selalu menjadi tantangan terbesar. Tapi saat kita berniat melakukan transformasi secara digital, mau tidak mau kita harus mengurainya. Sistem yang telah berjalan seringkali kaku karena memang sudah berjalan tahunan, bahkan puluhan tahun. Teknologi merubah sistem ini menjadi sangat fleksibel. 

Dulu kita harus datang ke kantor dulu sebelum ke konsumen, karena harus absensi di kantor. Sekarang tidak lagi, semua bisa dilakukan dari smartphone kita. 

Belum lagi kesulitan integrasi, penggabungan data. Dulu ada double atau triple entry, memasukkan data yang sama ke dalam berbagai sistem. Dengan tujuan yang sama, diperkenalkanlah integrasi data, integrasi aplikasi, mereka bisa bertukar data melalui API. 

Kedua, fokus jangka pendek. Seringkali kendala transformasi digital itu karena kita terlalu berfokus pada jangka pendek. Kita ingin A , ingin B, tapi hanya durasi pendek. Target jangka pendek ini seringkali merusak tatanan target transformasi yang kita buat. Kita ingin agar semua orang bisa absensi dengan mudah, maka target jangka pendeknya hanya agar orang bisa absensi saja. Maka teknologi yang dipilih hanya input data di google form. Kelihatannya berjalan, tapi tidak bisa untuk jangka panjang.

Ketiga, sumber daya manusia. Selalu bicara ini. Dua hal diatas menunjukkan bagaimana budaya digital yang harus diterapkan dalam perusahaan dan instansi. Inilah yang seringkali gagal. Faktor  SDM yang tidak mau berubah, dan membuat manajemen tidak mau berubah juga. Maka satu yang pernah saya bahas, ganti SDM, upgrade SDM. Perkerjakan hanya mereka yang siap berubah, siap dan mau bertransformasi.

Percuma mempertahankan orang kaku, yang akan membuat organisasi menjadi beku. Jangan ragu, ambil langkah terbaik untuk mendapatkan SDM terbaik.

Keempat, sudah kebiasaan lama. Seringkali tidak bisa berubah karena kita telah sangat terbiasa dengan tingkah laku, proses dan pengambilan keputusan yang lama. Sudah nyaman dengan kondisi itu. Sehingga, kita tidak mau berubah. Karena transformasi digital pasti merubah proses bisnis. Pastinya merubah tingkah laku. Yang tadinya lambat, bisa dikerjakan santai harian, sekarang dalam jam, bahkan menit bisa selesai. 

Pengambilan keputusan yang biasanya melalui rapat dan negosiasi alot, sekarang bicara berdasarkan data. Mungkin buat orang tertentu jadi mudah, tapi tidak untuk orang yang biasanya suka ribet dan lambat. 

Kelima, struktur organisasi yang kompleks. Seringkali, transformasi digital juga dihambat karena birokrasi, rumitnya struktur organisasi perusahaan atau instansi. Dengan lapisan hingga 5-7 lapis, tentu pengambilan keputusan menjadi sangat rumit, perlu hati-hati, karena banyaknya politik kantor. 

Persaingan internal ini kadang menyulitkan , membuat perusahaan dan organisasi tidak bisa bergerak.  Sehingga pengambilan keputusan penuh resiko dan kadang menyakitkan satu dengan lainnya.

Maka merubah ini tidak mudah. Transformasi digital kadang disertai transformasi struktur organisasi. Yang tadinya berjenjang, dibuat lebih simpel, mungkin hanya 3-4 lapis. Kemudian, dibuat pendekatan project-based, product-based, dan pendekatan lain yang lebih mudah, lebih lincah (agile).

Keenam, prioritas. Seringkali transformasi digital dianggap sebagai me-too, ikut-ikutan. Padahal tidak. Transformasi digital  dipicu oleh konsumen, oleh market dan kondisi pasar. Bila kita tidak bergerak, berubah maka akan terlibas, tertinggal bahkan mati. Maka prioritas perusahaan, dan instansi juga harus disesuaikan agar bisa bergerak ke arah yang tepat.

Ini termasuk alokasi sumber daya manusia, tenaga, waktu dan perhatian manajemen, untuk bisa menajamkan fokus kepada transformasi yang ada.

Ketujuh, kultur budaya. Kultur budaya perusahaan juga harus disesuaikan. Banyak kendala dari apa yang kita sebut sebagai kultur. Maka budaya perusahaan juga harus dirubah agar menjadi sesuai. Transformasi budaya ini mengarah kepada apa yang disebut sebagai nilai-nilai perusahaan / instansi. Kultur atau budaya memperkuat tujuan strategis, visi dan misi perusahaan. Bila kita tidak menyesuaikan ini, maka tentu kita akan melihat budaya ini luntur, tertinggal jaman dan tidak bisa menjadi pandu perusahaan / instansi.

Itulah tujuh hal yang sering menghambat transformasi digital yang sedang dilakukan oleh banyak perusahaan dan instanasi. Coba cek dimanakah yang membuat anda lambat dalam bertransformasi. Pastikan anda mengetahuinya dengan segera.

Ikuti berbagai kegiatan EventCerdas dan APTIKNAS yang terus memberikan anda wawasan terbaik, untuk bisa menjadi Digital Transformation Captain (DtC) di tempat anda berada saat ini.

sumber; https://www.kompasiana.com/startmeup/6327cc2508a8b549da72c3f2/dtc-apa-yang-menghambat-transformasi-digital-anda

Monday, September 12, 2022

Menyoal Keamanan Data Yang Lagi Heboh

 Seolah tidak ada habisnya, dalam waktu beberapa bulan saja, semua data kita dibuka ke publik, dan bahkan diperjualbelikan. 


Keamanan data seharusnya memang telah menjadi perhatian lama, namun lambannya proses legislasi memang harus kita pertanyakan terus. Dan semoga saja, ulah para hacker ini mempercepat proses pengesahan undang-undang terkait seperti Perlindungan Data Pribadi. 


Memang kita harus akui, tidak mudah untuk bisa memastikan keamanan data. Oleh karena itu, upaya pemerintah memastikan semua penyelenggara sistem elektronik telah terdaftar dalam PSE juga kami sangat dukung. Bagi semua penyelenggara sistem elektronik harus dipastikan juga memiliki legalitas hukum di Indonesia, sehingga penerapan sanksi hukum Indonesia dapat dilakukan. 


Sekali lagi, itulah gunanya kita memiliki undang-undang terkait keamanan data, terutama keamanan data pribadi. Undang-undang sejenis diatur ketat di berbagai negara. Sehingga pengumpulan data di berbagai platform harus mengikuti perundangan yang berlaku. Selain terdaftar dalam PSE, tentunya harus ada langkah lebih tegas, sehingga kebocoran data, kebobolan data dapat ditanggulangi bahkan dicegah. 


Bila kita bicara istilahnya, kita secara umum akan mengenal beberapa hal, yang pertama adalah ;


Keamanan data.


Ini adalah upaya kita selaku pemilik data melindungi data (informasi digital)  kita agar tidak diakses secara tidak sah, dikorupsi atau diambil / dicuri tanpa persetujuan kita. 


Bila kita melihat kalimat diatas, artinya ada kemungkinan memang kita memberikan data kita secara sadar, memberikan data kita secara tidak sadar. 


Lalu setelah data diperoleh, apakah data kita aman tersimpan di platform atau aplikasi yang ada. Inilah yang seringkali menjadi pertanyaan kita. Itulah sebabnya, saya selalu menghimbau, pastikan data diberikan ke platform yang benar, terutama yang terdaftar di PSE kominfo. 


Lalu bagaimana dengan pengisian form secara online, yang secara umum kita melihat dan mengakses menggunakan google form, dan beragam online form lainnya. Maka kita harus memastikan adanya tombol / checklist persetujuan bahwa data kita akan digunakan untuk apa. 


Inilah tahapan awal pentingnya kita waspada terkait dengan keamanan data. Ini dari sisi pengguna atau pemilik data. 


Lalu bagaimana dengan dari sisi pengelola data, baik platform, pengelola aplikasi, database. Ini baru seru. Karena disini menyangkut beberapa hal. 


Pertama, siapa saja yang bisa mengakses data. Hak akses database, hak akses aplikasi, kontrol akses data, ini sangat penting. Makanya tidak heran sebagian besar kebobolan data adalah dari internal, dari orang dalam.


Kedua, apakah data kita dienkripsi. Data yang disimpan apakah dienkripsi. Bila dienkripsi tentu akan lebih sulit bagi orang di luar pengelola data untuk bisa menggunakan data itu. 


Ketiga, apakah ada proses otentikasi. Dengan adanya otentikasi, maka pengguna data dipastikan dulu apakah benar sesuai. Kita mengenal berbagai cara otentikasi saat ini, mulai dari user password hingga 2FA (two factor authentication), bahkan hingga face recognition. 


Ketiga, menggunakan token. Mungkin ini dianggap kuno, tapi prinsip sederhananya adalah adanya sesuatu yang kita tahu + sesuatu yang mereka terima (one time password / OTP). Inilah fungsi token. Meskipun demikian sekarang token juga banyak menggunakan token software, seperti google authenticator.


Keempat, menjamin keamanan jaringan. Selain dari sisi data diatas, kita juga bisa memastikan cara untuk menjamin keamanan jaringan yang digunakan untuk mengakses. Ini biasanya dengan menggunakan VPN (virtual private network) dilengkapi dengan 2FA tadi. 


Kebobolan atau Pencurian Data


Yang berikutnya, yang menarik adalah apakah memang data kita sengaja di bobol atau dicuri dan kemudian diumbar ke publik, atau dijual ke publik. Ini yang harus kita pastikan. 


Pertama, keterlibatan orang dalam. Tidak dapat dihindari, ini harus dicek. Keterlibatan ini juga menyangkut kelalaian. Karena seringkali terjadi ita menyimpan data penting kita di USB, di harddisk external bahkan di cloud drive.


Maka pastikan, jangan menyimpan data penting di USB biasa. Bisa gunakan USB dengan kemampuan enkripsi. Demikian juga dengan external harddisk, gunakan software enkripsi untuk proteksi data penting. Untuk cloud drive, maka sangat tidak disarankan menggunakan file biasa (office) atau txt. Semua harus dienkripsi.


Kedua, gunakan jaringan aman. Pastikan koneksi aplikasi, platform untuk mengambil, mengelola data terkoneksi jaringan yang aman. Kebiasaaan kita mengakses dari public wifi juga sangat berbahaya. Lebih baik gunakan tethering dari smartphone untuk memastikan aman, terutama dilengkapi dengan akses VPN. 


Ketiga, gunakan Password Management. Kita tidak mungkin bisa menyimpan data password kita yang banyak di berbagai tempat. Apalagi menyimpannya dalam browser, meskipun semua pasti gunakan. Pastikan gunakan software manajemen password untuk menyimpan data kontrol akses. 


Keempat, waspada mengakses website, aplikasi tertentu. Website dan aplikasi yang dipasang di laptop, komputer dan smartphone kita menjadi jalan masuk para hacker mengambil data penting kita. Baca baik-baik apa yang mereka minta setujui. 


Kelima, membersihkan cookie. Tanpa sadar, kita mengakses apapun berbasis web pasti meminta kita menyetujui soal cookie. Ini juga pintu masuk bagi aplikasi pengambil data untuk mengambil data kita. 


Bila anda telah terkena pembobolan data, apa yang harus dilakukan. Segera hubungi pihak terkait, mulai dari kepolisian, hingga BSSN siap membantu anda. Tapi pastikan langkah-langkah kecil diatas telah kita lakukan, sehingga potensi keamanan data bahkan kebobolan data kita dapat kita tekan.


Kami di EVENTCERDAS dan bersama APTIKNAS telah membentuk APTIKNAS Cyber Security Chapter (ACC). ACC ini bekerjasama dengan banyak pihak mendukung keamanan data di Indonesia, dengan berbagai solusi yang dimiliki anggota APTIKNAS. Pastikan kontak tim ACC untuk membantu keamanan data di tempat anda. 



sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/631e8e8b08a8b5202b78a202/menyoal-keamanan-data-yang-lagi-heboh?utm_source=Telegram&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Sunday, September 11, 2022

Seminar Strategi Transformasi Digital di Industri Manufaktur - 14 Sep 2022

 Strategi Transformasi Digital di Industri Manufaktur 


Hari / Tanggal : Rabu, 14 September 2022

Jam : 13.00 – 17.00 WIB

Lokasi : Hotel Grandsol Marina, Tangerang

Speakers :

  • Yoki Mulyadi Widjaja ( B2B Sales Manager TPLink )
  • Herry Rumawatine,  S.H, M.AP ( Ketua Apindo Tangerang)
  • Fanky Christian ( Ketua APTIKNAS DKI , Direktur PT. Daya Cipta Mandiri )
  • Demi Heezen ( Leadership, Coach Excellent, Founder Skill2Max )
  • Yolanda Roring ( Founder of Yorindo Communication )

Benefit Peserta ‘:

  • - Sertifikat
  • - Konsultasi
  • - Souvenir

Daftar di: http://bit.ly/DTFSmartManufacturing14Sept

#aptiknas #digital #manufaktur #smartfactory #smartmanufacturing #aptiknas #yorindo #eventcerdas

Friday, September 02, 2022

Cara Kerja Baru - New Way of Working : Keamanan Siber

 Mari kita lanjut kembali pembahasan Cara Baru Bekerja, New way of Working di jaman pandemi ini. Suatu hal yang dalam beberapa bulan ini semakin menarik untuk kita ikuti, siapkan dan jalani, keamanan siber dari pengguna. 

Kita sebagai pengguna sistem dan jaringan, seringkali tidak sadar, banyak yang kita gunakan dalam keseharian kita, terutama di perusahaan dan instansi, kita menggunakan berbagai sistem. 

Oleh karena itulah, banyak perusahaan dan instansi mulai menggunakan arsitektur Zero Trust (Zero Trust Architecture), yang secara sederhana digambarkan sebagai berikut.

arsitektur Zero Trust (koleksi pribadi)

Dengan pendekatan ZTA diatas, maka perusahaan / instansi harus memastikan untuk tidak percaya (trust) tapi verify (cek selalu). Dengan demikian maka selalu harus fokus :

- end point (baca: laptop / komputer) yang mengakses aplikasi

- aplikasi, baik yang ada di on-premise, cloud atau Software as a Service

- jaringan

- layanan identifikasi pengguna

Mari kita bedah singkat. Pertama, dari layanan identifikasi pengguna, kita harus bisa memastikan satu pengguna, satu device. Seringkali kita melihat satu pengguna (user) mengakses dari banyak device / perangkat. Jadi meskipun kita mengakses dari banyak device kita bisa melihat dan tahu user mana mengakses dari perangkat mana. Bagaimana bisa bila aplikasi web-based ?

Kedua, tentu bila mengakses dari berbagai perangkat dan berbasis web, tiap kali mau masuk login, maka harus di-otentikasi dulu. Masuk dari bagian manapun di jaringan, baik melalui LAN, WIFI ataupun Internet, semua harus ada otentikasi. Nah bicara otentikasi user, bukan hanya soal password, tapi harus gunakan cara lain, atau dikenal dengan 2FA (Two Factor Authentication). Konsep 2FA adalah sesuatu yang mereka miliki dan sesuatu yang mereka tahu. Jadi bisa saja password + OTP. Password = sesuatu yang mereka tahu, sedangkan OTP menjadi key yang mereka terima / miliki untuk dimasukkan ke sistem. 

Ketiga, tahu dengan detail infrastruktur jaringan - aplikasi yang ada. Ini sering kali jadi kendala, karena kita hanya tahu jaringan terpasang. Tapi tidak ada dokumentasinya. Maka Layer 2 documentation yang memuat network map harus bisa ditampilkan dan di data, sehingga pengguna masuk dari perangkat mana pun akan bisa kita catat (log). Detail ini juga harus diupdate terus menerus, itulah gunanya Network and Configuration Management (NCM) selain fungsi Network Management System (NMS) . NMS akan digunakan untuk memonitoring jaringan, aplikasi hingga database tapi NCM melengkapinya dengan baik.

Keempat, tentukan policy / aturan akses. Ini sangat penting. Tiap pengguna kita bisa tentukan bisa mengakses apa di jaringan, aplikasi. dan ini harus gunakan sistem terpadu, seperti Active Directory atau LDAP. Untuk level jaringan bisa gunakan RADIUS. Dan tentu saja semua ini harus ada catatan secara system (LOG). 

Kelima, selalu kontrol akses, jangan percaya, meskipun diakses secara lokal. Banyak kasus keamanan sistem jebol karena orang dalam, mereka yang mengakses data dari dalam jaringan sendiri, bukan melulu dari luar. Maka tetap terapkan akses kontrol yang ketat ke dalam sistem, jaringan, aplikasi, database untuk menjaga kemungkinan ini.

Keenam, selalu gunakan pendekatan zero trust. Dengan pendekatan ini, maka kita menjadi lebih siap, waspada dan memeriksa semuanya dengan baik. 

Banyak perangkat dan sistem menyediakan cara untuk mencapai zero trust, dan ini semua nanti kita akan kupas di berbagai webinar EVENTCERDAS mendatang. Banyak anggota APTIKNAS yang bergerak di bidang keamanan siber yang siap berbagi untuk kita. 

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/631166ab08a8b530b4689922/cara-baru-bekerja-new-way-of-working-keamanan-siber-pengguna