Saya hanya seorang yang berpikiran sederhana, mencoba memahami dunia penuh kerumitan, mensyukuri setiap langkah yang diberkati, mendoakan harapan dan berharap hidup saya membuat banyak orang merasa sungguh hidup..
Translate
Sunday, February 08, 2026
Internasional AI Safety Report 2026
Friday, February 06, 2026
Anak Itu Pergi Karena Buku dan Pensil Tak Pernah Datang
Ia masih anak SD.
Tangannya kecil.
Mimpinya sederhana.
Ia hanya ingin bisa belajar seperti teman-temannya.
Beberapa hari sebelum ia pergi, ia pulang dari sekolah dengan kepala tertunduk. Di tasnya tak ada apa-apa selain kertas tugas yang belum bisa ia kerjakan. Ia meminta sesuatu yang nilainya bahkan tak seharga sebungkus rokok: buku dan pensil.
Ibunya terdiam.
Bukan karena tak mau.
Tapi karena tak punya.
Di rumah itu, tak ada lemari buku. Tak ada meja belajar. Yang ada hanya dapur sunyi dan perhitungan uang yang selalu kalah oleh kebutuhan hidup. Anak itu mendengar kata yang sama berulang kali—kata yang tak pernah kejam, tapi selalu melukai: "Nanti, ya."
"Nanti" yang tak pernah datang.
Malu yang Terlalu Berat untuk Anak Kecil
Di sekolah, ia melihat teman-temannya menulis. Pensil mereka bergerak cepat, seakan tak pernah ragu. Ia menunduk. Ia tahu gurunya menunggu. Ia tahu tugas harus dikumpulkan. Tapi ia juga tahu, ia tak punya apa-apa untuk menulis.
Rasa malu itu tidak berisik.
Ia tidak menangis keras.
Ia hanya menumpuk pelan-pelan di dada anak kecil itu.
Hingga suatu hari, ia tak lagi datang ke sekolah.
Bangkunya kosong.
Namanya dipanggil.
Tak ada jawaban.
Yang tersisa hanyalah kabar yang membuat satu desa terdiam, satu keluarga hancur, dan satu bangsa seharusnya menunduk malu: seorang anak SD meninggal setelah tekanan hidup yang terlalu berat—karena kemiskinan dan ketidakmampuan membeli buku serta alat tulis.
Ia tidak pergi karena tak ingin hidup.
Ia pergi karena hidup terasa terlalu berat untuk anak seusianya.
Triliunan Anggaran, Tapi Buku Tak Sampai
Pada saat yang sama, negara berbicara tentang program-program besar. Anggaran digelontorkan. Spanduk dibentangkan. Kata-kata seperti "masa depan", "gizi", dan "generasi emas" diucapkan dengan penuh percaya diri.
Namun di satu rumah kecil, buku dan pensil tak pernah datang.
Apa arti program besar jika anak-anak masih tumbang oleh hal paling dasar?
Apa arti slogan jika seorang anak kalah bukan oleh pelajaran, tapi oleh kemiskinan?
Anak itu tidak butuh pidato.
Ia tidak butuh konferensi pers.
Ia hanya butuh alat untuk belajar.
Yang Hilang Bukan Hanya Satu Nyawa
Kematian ini bukan sekadar berita.
Ini adalah tuduhan sunyi terhadap sistem yang gagal melindungi yang paling lemah.
Yang hilang bukan hanya seorang anak.
Yang hilang adalah:
satu cita-cita yang tak sempat tumbuh,
satu bangku sekolah yang akan selamanya kosong,
dan satu pertanyaan yang akan menghantui kita:
bagaimana mungkin anak mati karena tak mampu membeli buku?
Ibunya kini memeluk penyesalan yang bukan miliknya.
Negara seharusnya memeluk tanggung jawab yang tak boleh dihindari.
Jangan Biarkan Ini Menjadi Angka
Jika tragedi ini hanya lewat sebagai berita harian, maka kita semua gagal.
Jika ini hanya jadi statistik, maka tak ada pelajaran yang benar-benar dipelajari.
Anak-anak tidak seharusnya memilih antara sekolah dan rasa malu.
Mereka tidak seharusnya memikul beban ekonomi yang bahkan orang dewasa pun sering tak sanggup.
Dan tidak boleh lagi ada anak yang merasa hidupnya lebih murah dari sebuah buku dan sebatang pensil.
---
💛 Catatan penting untuk pembaca
Tulisan ini mengangkat tragedi nyata dan sangat menyedihkan. Jika kamu atau orang di sekitarmu—termasuk anak—mengalami tekanan berat, rasa putus asa, atau tanda-tanda ingin menyakiti diri, tolong cari bantuan segera. Meminta bantuan adalah bentuk keberanian.
😭😭
Friday, January 30, 2026
Offline Workshop *BOOK WRITING WORKSHOP* Dengan Bantuan AI Semua Orang Bisa Menjadi Penulis Buku
Wednesday, January 28, 2026
Acara Ngopi APTIKNAS: Unlocking New Revenue Streams & Scaling Your Business with AWS - 12 Feb 26
🎯 Exclusive for APTIKNAS Members
Helios Informatika Nusantara bersama AWS dan APTIKNAS mengundang Bapak/Ibu dalam NGOPI (Ngobrol Pintar) untuk membahas strategi nyata dalam membuka peluang bisnis baru melalui ekosistem cloud dan partner.
☕ Brewing Success: Unlocking New Revenue Streams & Scaling Your Business with AWS
🗓 Thursday, 12 February 2026
⏰ 3.00 – 6.00 PM (Open Registration: 2.00 PM)
📍 First Crack Coffee
Jl. Bumi No.10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
👉 Secure your seat now – scan the QR code / click link to register.
https://s.id/REG-APTIKNAS-AWS-12FEB
Dapatkan insight menarik:
* AWS & partner ecosystem untuk dorong revenue
* Go-to-market & co-sell lintas industri
* Insight langsung dari AWS & Helios leaders
* Exclusive networking sesama decision makers
🎁 Join & get the chance to win doorprizes!
Sunday, January 25, 2026
Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026)
Labor Market Report – Building a Future of Work That Works (Jan 2026):
1. Perlambatan hiring global bukan karena AI
Dokumen ini menegaskan bahwa melambatnya rekrutmen global lebih disebabkan faktor makroekonomi (suku bunga, ketidakpastian ekonomi), bukan karena AI menggantikan pekerjaan. AI justru menciptakan lebih banyak jenis pekerjaan baru dibanding yang digantikan, terutama di bidang teknologi dan infrastruktur digital .
Implikasi Indonesia:
Pasar kerja Indonesia tidak perlu takut "AI menghilangkan pekerjaan", tapi perlu fokus menyiapkan talenta baru.
2. AI menciptakan jenis pekerjaan baru (bukan job lama)
Sejak 2023–2025, AI menciptakan +1,3 juta pekerjaan baru global, seperti:
- Data Annotator
- AI Engineer
- Forward-Deployed Engineer / AI Integrator
- Data Center Technician & Engineer
AI infrastructure (terutama data center & cloud) menciptakan >600 ribu pekerjaan baru secara global .
Implikasi Indonesia:
Sangat relevan dengan:
- Data center Indonesia (Batam, Jakarta, Jawa Barat)
- Industri IT, cloud, cybersecurity, OT/industrial IT
- Program vokasi & sertifikasi non-S1
3. Skill-based economy menggantikan degree-based economy
Dokumen menekankan:
- Banyak pekerjaan baru tidak membutuhkan gelar S1
- Fokus bergeser ke AI literacy + human skills (adaptability, problem solving, komunikasi)
- Internal mobility & reskilling jauh lebih efektif daripada rekrutmen baru
Implikasi Indonesia:
Cocok dengan:
- SMK, politeknik, bootcamp, komunitas IT
- Sertifikasi berbasis skill (bukan ijazah)
- Upskilling internal di BUMN, manufaktur, enterprise
4. Data center & AI infra = peluang besar untuk emerging market
Hiring tumbuh kuat di negara berkembang (India, UAE). AI engineering talent 8x lebih mobile lintas negara, artinya:
- Negara yang siap skill & ekosistem akan menang
- Indonesia punya peluang jadi talent supplier & AI infra hub, bukan hanya user
5. Entry-level job belum "dibunuh" AI
Dokumen secara eksplisit menyebut:
- Entry-level hiring tidak terdampak AI secara signifikan
- Penurunan hiring bersifat siklus ekonomi, bukan disrupsi AI
Implikasi Indonesia:
Narasi "AI bikin fresh graduate susah kerja" tidak sepenuhnya benar. Masalah utamanya adalah mismatch skill, bukan AI.
Kesimpulan untuk Market Indonesia
📌 AI bukan ancaman tenaga kerja Indonesia, tapi peluang besar
📌 Tantangan utama Indonesia adalah:
- Kesiapan skill (AI literacy + practical skill)
- Integrasi AI ke proses bisnis (AI integrator, bukan hanya developer)
- Ekosistem data center, cloud, dan OT–IT convergence
📌 Negara/organisasi yang cepat reskill, bukan sekadar rekrut, akan unggul.
Akses dokumen: https://drive.google.com/file/d/1q5EMMjVTK5zPCghX0qJk6Bk1yKyrcilq/view?usp=drivesdk
Balckrock : AI as main driver in investation 2026
Friday, January 23, 2026
Enterprise AI in 2030
Thursday, January 22, 2026
APTIKNASTALK: PROFIT FROM EXHIBITION, STILL VALID IN 2026 ?
APTIKNASTALK: PROFIT FROM EXHIBITION, STILL VALID IN 2026 ?
Anda sering ikut berbagai exhibition (EXPO), namun merasakan kurang maksimal
Tidak mendapatkan manfaat dari ikut jadi peserta EXPO, sering jadi kendala, padahal EXPO adalah cara terbaik untuk memperkenalkan usaha dan produk Anda. Itu sebabnya anda harus ikut dalam TALK ini yang mengupas kendala, tantangan dan solusi untuk bisa mempersiapkan next EXPO di tahun ini.
Kita bahas bersama pengurus APTIKNAS dan Mike Gunawan (LiveLife) dari pengalamannya membimbing perusahaan yang ikut EXPO.
Kegiatan online di Jumat, 30 Jan 2026, Jam 16-17 WIB.
Daftar di : https://s.id/APT30Jan26
Kami tunggu kehadirannya

.png)