Translate

Sunday, October 11, 2020

Buku yang mengubah hidup

 



Kapan terakhir anda ke toko buku, atau membeli buku untuk dibaca ?

Sadarkah dan tahukah kita, bahwa buku bisa merubah hidup kita? Masalahnya adalah apakah kita mau membacanya.

Membaca buku, merupakan kebiasaan manusia yang telah ada sejak dulu. Dulu sekali tidak semua orang bisa menulis dan membaca, hanya kaum tertentu. Kemudian mereka sadar, bawah pengetahuan ini harus ditularkan sebanyak mungkin. Maka mulailah gerakan mengajarkan ini dilakukan dalam kehidupan manusia, hingga sekarang. 

Dulu ada masa dimana, orang berkumpul untuk mendengarkan cerita, dari apa yang orang baca. Tidak bisa membaca menulis, hanya bisa mendengarkan, melihat. Sekarang hampir balik lagi ke jaman seperti itu.

Tidak banyak dari kita yang menulis, membaca, sekarang orang cenderung untuk mendengarkan orang , dan melihat video. Berbagai tools menulis dan membaca memang tetap digunakan, tapi tujuannya sekarang membuat materi video, materi suara yang bisa dengan mudah didengar dan ditonton orang.

Jadi ingat jaman Tuhan Yesus, memberi makan ribuan orang, di kala mereka sedang mendengarkan dan melihat. Orang akan lebih mudah untuk melihat dan mendengar, daripada membaca apalagi menulis. Sebuah kemampuan yang seharusnya terus dijaga. Kemampuan kita menulis juga berbeda saat ini, menulis untuk membuat materi yang bisa disuarakan, dan divideokan. Aneh bukan.

Tapi kala itu, ribuan orang rela mengantri dan mendengarkan, karena mereka haus akan pengetahuan. Mereka ingin tahu. Inilah dasar dari keinginan kita untuk membaca dan menulis. Keingintahuan. Apabila ini tidak ada, maka kita tidak mau membaca, apalagi menuliskan apa yang ada di otak kita.

Apakah jaman Tuhan Yesus itu belum ada buku dan tulisan ? Sudah, tulisan dan buku-buku sudah ada, tapi tidak semua orang bisa membacanya. Ada batasan, ada kasta, ada pembatas. Beda dengan sekarang. Semua sudah bisa mengakses apapun yang mereka inign baca, di Internet, tidak ada batasannya. Konten berbayar tentu ada. Tapi lebih banyak yang tidak berbayar. 

Membeli buku, membaca buku, memang telah menghidupi manusia selama berabad-abad. Dan sekarang kita sedang melihat pergeserannya. Kita akan cenderung mudah mendengar suara, mengerjakan segala sesuatu dengan suara. Dan menonton video. 

Maka kembali kita diingingatkan, untuk setia membaca, terutamanya membaca Firman Tuhan. Alkitab yang tadinya berbentuk buku, sudah beralih menjadi Alkitab elektronik, tapi  makna dan arti tetap sama, hanya cara berbeda. Membaca akan tetap diperlukan, dari masa ke masa, dan inilah manfaat membaca, buku yang bisa mengubah hidup kita.