Translate

Wednesday, August 31, 2022

Siapkan Digital Transformation Captain anda dalam 42 jam.

 Dalam berbagai webinar kami di bulan Agustus ini, kami mengangkat tema terkait Digital Transformation. Hampir semua orang setuju, bahwa transformasi digital adalah suatu keharusan dalam perusahaan dan instansi jaman ini. Dan ini juga yang kami sampaikan dalam berbagai kegiatan webinar. 

Kemarin, kami mengangkat tema Digital Transformation Strategy with eduClass. Siapakah eduClass ini? Ternyata bukan pemain baru dalam dunia peningkatan skill terkait digital transformation. Perusahaan yang berbasis di Singapore ini telah mengembangkan sayapnya ke regional termasuk Indonesia. Dan tahun ini membentuk perusahaan lokal di Indonesia. 

Hadir dalam kegiatan webinar adalah pak Ari Putra Sandi selaku Enterprise Business Manager dari eduClass. Pak Ari menyampaikan informasi pentingnya transformasi digital bagi perusahaan / instansi. Fanky Christian hadir sebagai moderator, memandu kegiatan webinar ini. 

eduClass berbagi strategi transformasi digital (koleksi pribadi)

Selain kesadaran pentingnya transformasi digital, ternyata yang menjadi kendala adalah kesiapan SDM terkait transformasi digital. Oleh karena itulah, eduClass membantu banyak perusahaan, instansi dan universitas untuk menyiapkan SDM transformasi digital. Dalam istilah di EVENTCERDAS, ini disebut sebagai Digital Transformation Captain. 

model pembelajaran eduClass (koleksi pribadi)

Dalam pembelajaran bersama eduClass, kita melihat model pembelajaran yang berbeda. Pertama, 70% menggunakan on the job experience, 20% menggunakan pendekatan mentoring dan coaching dan terakhir, 10% belajar di classroom atau self learning. 

Kedua, Semua materi yang ada di eduClass selalu diupayakan mengikuti tren terbaru. Kita bisa lihat dari 

program Self Service di eduClass (koleksi pribadi)

Dengan pendekatan 10 teknologi terkini, eduClass siap memandu perusahaan / instansi anda untuk bisa mempersiapkan tenaga transformasi digital.

42 jam belajar bersama eduClass (koleksi pribadi)

Kita bisa memilih atau menentukan hal-hal mana yang akan kita pelajari lebih lanjut, dan ini didapatkan dari asessmen awal yang akan dilakukan. 

detail 42 jam eduClass (koleksi pribadi)

Dengan menggunakan pendekatan ini, tentu diperlukan sesi awal bertemu / meeting online dengan tim eduClass untuk bisa menentukan apa yang diperlukan perusahaan / instansi. 

Belajar bersama eduClass menjadi penting buat perusahaan, karena bisa dilakukan mandiri, karyawan tidak harus berkumpul atau datang ke tempat khusus. Bisa dilakukan sambil bekerja. Beberapa bahan pembelajaran bisa diakses melalui online, dan ada saat-saat mentoring / coaching dilakukan secara online. 

Digital Upskilling dalam 42 jam (koleksi pribadi)

Ternyata, tidak perlu waktu yang lama untuk menyiapkan Digital Transformation Captain, hanya 42 jam. Inilah yang bisa didapatkan dalam program eduClass. 

Silahkan lihat lengkap pembahasannya di bawah ini.


Ikuti terus berbagai webinar kami di EVENTCERDAS, yang didukung oleh APTIKNAS. Tetap semangat dan jadilah Digital Transformation Captain. 


 sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/630ebd0adbfe17382e3741c5/cara-bekerja-baru-siapkan-digital-transformation-captain-anda

7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup

 7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup


1. Kebiasaan mengucap syukur.

Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. 


2. Kebiasaan berpikir positif.

Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif.


3. Kebiasaan berempati.

Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain.


4. Kebiasaan mendahulukan yang penting .

Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah!


5. Kebiasaan bertindak.

Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. 


6. Kebiasaan menabur benih.

Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah , betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’.


7. Kebiasaan hidup jujur.

Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain.


Semangat pagi

Wednesday, August 17, 2022

Refleksi Indonesia 77: Betapa Kita Tidak Bersyukur

  Saya mengingat kembali lagu ini, lagu yang seringkali kita nyanyikan, tapi seringkali juga kita lupa maknanya. Lagu Kidung Jemaat 337 ini kerap kali kita nyanyikan di gereja, dalam berbagai kegiatan ibadah, terutama pada saat persembahan diedarkan.

Mari kita telaah arti lagu ini terkait dengan 77 tahun kemerdekaan yang sudah Tuhan berikan. 



Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur, lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah ...

Memang, seringkali kita tidak bersyukur, kita tidak menyadari bahwa kita bertanah air kaya dan subur. Kita tidak mengelola apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup keseharian kita. Coba cek, betapa lebih sering kita membanggakan negara lain, pada saat kita mengunjunginya, semua sosmed kita berisikan gambar itu. Padahal di Indonesia sendiri, masih banyak sekali potensi keindahan alam yang Tuhan berikan. Sudah kah semua pulau besar anda kunjungi di Indonesia ?  Jangan hanya bangga mondar-mandir ke negara kecil berlogo singa itu, tapi coba cek apakah anda sudah kunjungi pulau-pulau di Indonesia.

Cek lagi, kita tidak sadar potensi kekayaan alam yang sudah Tuhan berikan. Sedikit banyak saya bersyukur, pemerintah sekarang berusaha agar potensi mineral Indonesia dapat diolah sendiri. Potensi minyak bumi yang dulu lepas kontrol, sekarang sudah bisa diatasi pemerintah. Tantangan terbesar kita di masa depan, menjaga semua potensi alam ini untuk keberlangsungan bangsa kita.

Lautnya luas, ya 70% wilayah kita adalah lautan, kita harus menjadi penguasa atas negara kita sendiri. Jangan biarkan laut kita diambil oleh negara lain. Gunung megah, hampir semua pulau terbentuk dari gunung-gunung. Bahkan kita punya gunung di kedalaman laut. Padang menghijau, masih kita temukan di mana-mana. Dekat tempat tinggal saya pun, masih ada padang menghijau, khususnya padi yang banyak ditanam di mana-mana. Bukit dan lembah, ini yang luar biasa. Sahabat saya menjelajah banyak sekali curug hanya di daerah sentul dan sekitarnya. Masih juga kita kurang bersyukur, dan mengeluh?

Alangkah indah pagi merekah bermandi cah'ya surya nan cerah, ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri

Bait kedua ini seringkali membuat saya terenyuh. Bersyukur masih mendengar bunyi burung riuh diatas pohon dekat rumah, di atas rumah. Dan itu sebabnya, saya selalu juga memfoto bunga - bunga yang bermekaran di pagi hari, di sekitar kompleks rumah kami. 

Lebih takjub lagi, saya seringkali menemukan bunga-bunga yang baru saya lihat, di berbagai tempat di Indonesia yang saya kunjungi. Inilah betapa indahnya Indonesia, yang Tuhan berikan, yang seringkali tidak kita syukuri. Betapa sederhananya kita harus bersyukur, karena mereka semua pemberian Tuhan untuk Indonesia.

Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang; indah jelita, damai dan teduh, persada kita jaya dan teguh

Baru saja kawan saya di Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia, membagikan link sebuah bukit di Kalimantan Selatan, namanya bukit teletubbies, akh bukan, yang benar namanya Bukit Telang. Mungkin tidak semua tahu, tapi begitu saya melihatnya di internet, wow, luar biasa indahnya. Bumi yang hijau, langit terang, semua berpadu. Akh, andainya masih memiliki banyak waktu untuk pamit dari kesibukan harian dan menikmati bumi Indonesia yang indah. 

Damai dan teduh, ini yang seringkali dalam  beberapa tahun belakangan ini terusik. Politik multi partai kita mempertajam banyak hal. Selain hal positif karena demokrasi makin terbangun, tapi ada juga sisi lain, yang menghalalkan segala cara mencapai tujuan pribadi dan partai. Inilah yang harus kita sikapi dengan baik. Tetap utama untuk menjaga kesatuan bangsa besar ini, agar tidak terpecah belah. Cukup sudah kita melihat kehancuran bangsa lain karena adu domba agama , suku dan ras.

Persada kita jaya dan teguh, ini juga yang saya yakini menjadi tujuan dari tema besar Hari Kemerdekaan RI tahun ini, yang mengambil tema "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat". Keterpurukan karena pandemi telah kita lalui hampir 2.6 tahun ini, tapi kita tidak menyerah. Kita ingin lebih cepat pulih. Semangat ini yang harus kita pupuk. Kita kembangkan terus. Kita bangsa pejuang. Kita tidak diberikan kemerdekaan, kita meraihnya, dan kita pasti bisa. Untuk cepat bangkit, kita harus punya keyakinan teguh. Dan seringlai inilah yang kita seringkali kurang lakukan, langkah sederhana,  ya bersyukur.

Selamat Hari Merdeka Indonesia, tanah tumpah darahku, mulailah hanya dengan cara mudah, bersyukurlah.

sumber; https://www.kompasiana.com/startmeup/62fc47dba1aeea028d7b1132/betapa-kita-tidak-bersyukur

 

Saturday, August 13, 2022

Digital Transformation Indonesia Dialogoe with APTIKNAS

 Dalam mendukung program Digital Transformation Indonesia 3-5 Agustus 2022, maka Fanky Christian diwawancara oleh tim DTI mengenai kegiatan transformasi digital yang dilakukan oleh APTIKNAS.

Berikut rekaman lengkapnya.

DTI Dialogue with APTIKNAS



Transformasi Digital adalah sebuah 'journey'

Semenjak awal bulan Agustus 2002 ini, kami di EventCerdas membahas tema transformasi digital. Kami mengundang para pembicara menarik dalam transformasi digital semenjak perusahaan kami ada di tahun 2005. Salah satunya adalah SendQuick. Perusahaan berbasis di Singapore ini telah kami kenal sejak tahun 2003, dan kami mulai membawa produknya ke Indonesia sejak 2005.

Ada hal menarik yang saya lihat dari perusahaan SendQuick, dulunya adalah Talariax Pte Ltd. Perusahaan yang berfokus memberikan solusi sms gateway di awal berdirinya, dan sekarang telah berkembang menjadi messaging company. 

Saya berkesempatan mengundang Wong Jeat Shyan, founder dan CEO Sendquick untuk sharing dalam kesempatan pertama dari rangkaian webinar bulan agustus. JS Wong menyampaikan tren tantangan perusahaan saat ini, terutama di masa pandemi.

No alt text provided for this image

Pertama, bekerja secara remote dan hybrid. Ini mulai kita rasakan sejak pandemi. Perusahaan, instansi meminta kita di rumah, tapi tetap bekerja. Itulah kita perlu teknologi, maka kita harus gunakan teknologi informasi, teknologi digital. Untuk beberapa jenis usaha tentu tidak bisa semuanya full bekerja secara online, atau remote, tapi sebagian besar orang bekerja diatur bergantian. Hingga sekarang, masih ada yang bekerja demikian, meskipun hampir 70% di Indonesia telah kembali bekerja di kantor. 

Namun demikian, ada saat dimana kita diminta bekerja di rumah, terutama pada saat sedang tidak enak badan, atau pada saat di kantor ada yang terdeteksi sakit covid. Hingga kini banyak perusahaan dan instansi memberlakukan itu. Bagaimana bila karyawannya tidak bisa menggunakan sistem, tidak bisa pakai laptop, tidak bisa mengakses via internet, tentu semua ini tidak akan bisa berjalan.

Kedua, transaksi online menjadi urat nadi dari usaha. Ini tidak bisa dipungkiri. Sebagian besar selama pandemi berusaha merubah, menyesuaikan agar semua proses input, hingga transaksinya dilakukan secara online. Maka tidak heran, sistem cloud meningkat tajam, software as service meningkat tajam. Aplikasi yang tadinya hanya bisa diakses di kantor, sekarang harus bisa diakses dari mobile. Maka produk seperti TSPlus banyak digunakan dimana-mana. 

No alt text provided for this image

Ketiga, pelanggan / konsumen lebih banyak gunakan mobilephone daripada pc/laptop. Ini benar, kenyataannya, hampir semua kita tidak bisa ketinggalan smartphone kita. Data pengguna aplikasi messaging menunjukkan data itu juga. Whatsapp dan facebook messenger paling banyak digunakan, termasuk di Indonesia.

Keempat, mobile adalah dimana konsumen berada. Ini juga. Ternyata customer kita tidak jauh, dia hanya sejauh smartphone. Itu gunanya kita harus bisa memanjakan mereka dengan berbagai kanal mobile. Tidak hanya website, tapi website yang mobile friendly. Tidak hanya mobile friendly, ada yang membuat native app khusus untuk pelanggannya. Kemudian, tidak ketinggalan. Kanal berbagai sosial media digunakan. 

Kami sendiri merasakan, lebih efektif menjangkau konsumen, mengundang peserta ke webinar, hanya melalui whatsapp, telegram dan berbagai sosial media lainnya. Inilah pentingnya kita menyediakan sistem seperti SendQuick yang bisa multi kanal, dan kemudian bisa integrasi dengan sistem aplikasi yang telah ada.

Terakhir, lebih mudah, lebih cepat. Saya masih terkagum dengan kemudahan pengurusan surat administrasi catatan sipil, hanya dengan mengisi form, dan kemudian update kartu keluarga saya terima via telegram. Semua sangat cepat. Masukkan data pagi hari, siangnya sudah terima. Inilah transformasi digital yang sesungguhnya. Kecepatan, kemudahan untuk pelanggan, konsumen menjadi hal yang utama yang diperhatikan. 

Sistem apapun yang kita kembangkan untuk mendukung strategi transformasi digital kita, seharusnya kita pilih dan sesuaikan dengan baik. JS Wong menambahkan, kadang kita terlalu rumit berpikir kompleks, padahal cukup memulai dengan pilihan yang paling mudah dilakukan dan diterapkan dahulu. 

SendQuick selama ini membantu itu. Banyak perusahaan gunakan solusi SendQuick agar mereka bisa diupdate via SMS, kemudian beralih ke Whatsapp, telegram dan kanal sosial media. Semua integrasi ini dilakukan ke perangkat sendquick. Kami ingat , pernah ada customer yang gunakan layanan ini untuk terkoneksi dengan konsumennya , yang rata-rata adalah tukang pekerja kontraktor rumah, yang notabene hanya bisa sms kala itu, dan cara ini yang mereka untuk menjangkau belasan ribu tukang se Indonesia. 

Beberapa tahun belakangan ini, sudah beralih ke komunikasi whatsapp. Jaringan yang terbentuk dengan belasan ribu tukang bangunan se Indonesia ini tetap terjalin, mulai dari pertanyaan, komplain, hingga program promosi dan bonus bisa terkomunikasikan dengan baik. Inilah yang merubah cara mereka berjualan, yang semula sangat mengandalkan jaringan distribusi besar, sekarang bisa menjangkau pribadi secara langsung. 

Transformasi digital juga merupakan sebuah perjalanan, a journey. Itu yang dilakukan dan dirasakan SendQuick, yang terus mengembangkan diri dan layanannya. Juga bagi ribuan penggunanya di seluruh dunia. Mereka terus bergerak menggunakan dan menemukan cara dan pola baru, untuk terus bertransformasi secara digital, karena memang itu tidak akan pernah berhenti. 

Bagaimana dengan anda, sudah memulai perjalanan itu? Belum terlambat, anda tetap selalu bisa jadi digital transformation captain bersama eventcerdas.

Bila tertarik mengetahui solusi SendQuick bisa menghubungi tim kami di dcmsales@dayaciptamandiri.com

sumber;https://www.kompasiana.com/startmeup/62f742f908a8b55cfc7d6984/transformasi-digital-adalah-sebuah-journey