Translate

Thursday, May 26, 2016

KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN

KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN

Kesalahpahaman 1:
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2:
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3:
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4:
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5:
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6:
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7:
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8:
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9:
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10:
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.)

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Thursday, May 19, 2016

7 APP untuk pengusaha UKM

APPLE
Your small business has a Twitter account and a presence on Facebook and Instagram. So you’re all set, right?
Not so fast! That doesn’t mean you’ve got yourself covered in the social media apps department.
There are social media tools that can help every small business do business more efficiently, win more customers and sell more. Wanna know more?
#1 Bit.ly
Posting on social media platforms like Twitter is a must. But businesses also need to shorten their links, and they need some analytics about audience engagement with what’s been posted. Enter Bitly.
#2 Sendible
People are talking about your businesses, and you need to know what customers (or ex-customers – ouch!) are saying. Sendible helps companies monitor and react to mentions of their brands on social media.
#3 Mail Chimp
Do you have a newsletter? Do you send it out regularly? MailChimp can help. It’s an email marketing service that sends out about 4 billion newsletters each month (yes that’s billion with a ‘b’). 
#4 Sprout Social
There are other apps that will help you engage with your customers by finding opportunities to publish messages and join conversations on Twitter, Facebook and LinkedIn. For example, Sprout Social.
#5 Square
Square allows any business owner with a smartphone (or other such mobile device) to accept credit cards. Companies that use Square bypass credit card processor fees (although with Square, they will have to pay a transaction fee of almost 3 percent).
#6 Buffer
This app will help you with what you need to post to social networks. Buffer automatically uploads what you want to share to Twitter and Facebook and it does it most likely when your business has already closed up shop for the night.
#7 Evernote
Evernote is a bit like a Trapper Keeper for the digital age. You remember the binder/notebook with the tabs and the pockets? The concept is the same. Evernote allows small business teams to share and store – in one place – notes, to-do lists, ideas, future projects, you name it.
Small business owners will never stop worrying about their companies. But they can get some help!

Wednesday, May 18, 2016

** Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek **

** Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek **

Inilah ulasan menarik dari Yodhia Antariksa..

Tokopedia, Bukalapak dan Gojek mungkin tiga online start up yang paling banyak dibicarakan dalam 3 tahun terkakhir, dalam jagat e-commerce tanah air.

Tiga start up itu digadang-gadang bisa menjadi ikon digital economy masa depan Indonesia.

Namun Tokopedia, Bukalapak dan Gojek juga mengabarkan pelajaran amat berharga tentang valuasi dan cash flow.

Dan tiba-tiba kita ingat papatah indah ini : profit is queen, cash flow is king.

Tokopedia mungkin yang paling moncer. Dua kali Toped mendapatkan pendanaan dari venture capital, masing-masing senilai sekitar 1 triliun. Jadi total sudah 2 triliun disuntikkan sebaga pendanaan.

Jika dana 2 triliun itu dikonversikan menjadi 50% saham, maka valuasi total Tokopedia menjadi sekitar Rp 4 triliun. Jumlah yang fenomenal untuk sebuah start up yang masih muda usianya.

Venture capital kita tahu adalah sekelompok pemodal yang rajin invest ke start up potensial. Harapannya, mereka bisa mendapatkan profit, jika kelak start up di go public dengan valuasi yang lebih fenomenal.

Di Indonesia sekarang ada sekitar 30-an venture capital. Ada yang lokal seperti grup Djarum yang invest ke Bli Bli serta Kaskus; dan Idesource yang tahun lalu invest 300 milyar ke Bhinneka.com.

Ada juga yang asing seperti East Ventures dan Softbank yang invest ke Tokopedia.
Valuasi Tokopedia yang sekitar Rp 4 triliun artinya mendekati julukan sebagai "UNICORN".

Unicorn adalah sebutan bagi start up yang nilai valuasinya tembus Rp 10 triliun. Diharapkan Tokopedia dan Bukalapak atau Gojek menjadi start up pioner Indonesia yang menjadi Unicorn.

Dua minggu lalu, Bukalapak juga mendapatkan pendanaan baru senilai Rp 500 milyar yang dikonversikan menjadi 35 % saham. Informasi ini tidak terbuka untuk media, saya mendapatkan dari sumber yang layak dipercaya. Artinya, valuasi Bukalapak senilai 1,5 triliun. Amazing.

Intinya baik Tokopedia, Bukalapak atau Gojek sudah mendapatkan guyuran dana dari venture capital sebesar ratusan milyar bahkan triliunan. Semuanya dengan valuasi yang rasanya fantastik untuk ukuran bisnis tradisional.

Nah, sekarang berapa cash flow mereka? Minus atau positif? Cash flow, kita tahu, ukuran yang lebih simpel dan powerful untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan. Cash flow is king.

Aturannya sederhana : jika uang masuk lebih besar daripada pengeluaran, Anda oke. Sebaliknya, jika pengeluaran lebih gede daripada pengeluaran, ya Anda defisit. Kalau kelamaan defisitnya, ya kolaps. Semaput.

Model bisnis Bukalapak hanya mendapatkan pemasukan dari semacam iklan para member-nya. Dan juga selisih uang yang dibayarkan oleh pembeli – nilianya hanya ribuan rupiah. Dari informasi yang ada, maka estimasi pemasukan Bukalapak dengan model bisnis seperti ini hanya Rp 1 milyar per bulan.

Pengeluarannya? Dengan karyawan 150 orang dan biaya iklan yang gencar, estimasi pengeluarannya bisa tembus Rp 2 – 3 milyar per bulan. Artinya desifit 1- 2 milyaran per bulan. Dari mana defisit ini ditutup? Ya dari uang investor tadi.

Tokopedia mendapatkan pemasukan dari fee premium member (Gold merchant) dan juga iklan para membernya. Pemasukan Toped mungkin lebih besar daripada Bukalapak, namun biaya pasti juga lebih besar. Lihat saja iklannya ada dimana-mana. Budgetnya pasti puluhan milyar.

Dengan kata lain, posisi keuangan Toped sekarang juga masih minus. Cashflow-nya belum positif. Angka kasar defisitnya bisa 2 – 4 milyar per bulan.

Baik Toped dan Bukalapak sama sekali tidak mengenakan biaya transaksi para penjualnya. Jadi berapapun besarnya transaksi ini, maka tidak ada dampak signifikan bagi pemasukan mereka berdua.

Kasus Gojek juga sama. Pemasukan masih lebih sedikit dibanding pengeluaran. Alias defisit. Maka mereka sekarang juga agak megap-megap, memburu pendanaan baru. Sebab pendanaan lama, uangnya sudah habis dibakar di jalanan.

Burning rate. Ini istilah kecepatan start up dalam "membakar" dana investor. Harapannya, dengan jor-joran membuang uang untuk iklan dan ekspansi, maka pertumbuhan akan melesat. Pertumbuhan dalam aspek pelanggan, nilai transaksi, atau pangsa pasar.

Jadi prinsipnya : growth, growth, growth. Meski prinsip ini harus menghabiskan ratusan milyar. Growth dianggap lebih magis daparipada sekedar profit.

Harapannya, dengan growth yang super fantastik, kelak pembakaran uang saat ini akan impas, dan berganti menjadi profit.

Namun harus hati-hati juga. Terlalu agresif membakar uang, maka bekal dana investor keburu habis, sebelum profit datang. Gojek sudah menunjukkan gejala ini.
Jalan Gojek memang terjal, sebab mereka berhadapan dengan Grab Bike yang sialnya, juga punya amunisi modal yang masif. Grab Bike dari Malaysia dengan pendanaan triliunan juga. Dan mereka siap perang.

Toped dan Bukalapak, sebentar lagi akan menghadapi jalan terjal juga. Lazada Indonesia sudah dicaplok raksasa Alibaba, dengan modal uang yang tak punya lagi nomer seri.

Valuasi Tokopedia dan Bukalapak yang tembus triliunan, berasumsi bahwa pertumbuhan pemasukan mereka bisa tembus 20 kali lipat (atau 2000 persen) dalam 3 tahun ke depan. Pemasukan ya, bukan jumlah transaksi dan jumlah merchant yang bergabung.

Apakah bisa pemasukan cash flow mereka melesat 20 kali lipat dalam 3 tahun ke depan? Mudah-mudahan bisa. Sebab hanya dengan itu, maka valuasi mereka menjadi masuk akal dan justified.

Jika tidak bisa, investor bisa terjebak dalam "financial exuberance trap" – jebakan karena dipicu oleh euforia dan optimisme berlebihan terhadap nilai masa depan.

Jebakan ini sama dengan ketika orang kesurupan batu akik atau bunga anthurium. Cuma bedanya, kali ini obyeknya adalah Toped, Bukalapak dan Gojek.

Financial exuberance trap bisa menimpa siapa saja : entah Anda spekulan saham, venture capitals yang berkantor di London, atau pedagang batu akik di pinggiran jalan.

Sebab "irasionalitas finansial" itu tidak kenal kasta, latar pendidikan atau golongan sosial. Semua orang bisa terjebak dalam kebodohan kolektif saat terjebak dalam keserakahan finansial. - Source strategimanajemen[.]net -

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Wednesday, May 11, 2016

Mau Pelanggan Loyal Sama Bisnis online kita?

Sebagai bisnis online yang hanya menggunakan internet untuk kelangsungan pemasaran serta penjualan, menjaga loyalitas pelanggan merupakan satu kesatuan yang penting dan tidak bisa dipisahkan dengan bisnis online.

Reputasi bisnis online yang baik tentunya dibangun dari banyaknya pelanggan yang loyal pula. Nah, bagaimana caranya untuk membangun dan mempertahankan itu semua? Simak tips menjaga loyalitas pelanggan bisnis online berikut ini.

1. Kualitas produk adalah hal utama.

Dengan menghadirkan produk-produk yang tidak menurun kualitasnya, maka pelanggan Anda akan selalu setia dengan produk yang Anda jual. Contohnya produk ciptaan perusahaan Apple seperti iPhone dan iPad selalu laris di pasaran meskipun harga produknya selangit. Masyarakat memilih produk buatan Apple tersebut karena kualitasnya yang selalu terjaga. Ini membuktikan bahwa kualitas produk merupakan hal utama dan harga dinomorduakan.

2. Buat pelanggan merasa nyaman.

janganlah berjualan terus-terusan hingga pelanggan Anda merasa risih. Selingi konten promosi Anda dengan jokes, konten yang bermanfaat atau bahkan bercerita tentang kejadian populer yang sedang berlangsung.

3. Jangan pernah berdebat dengan pelanggan agar mereka tetap merasa dihargai.

Anda harus bisa untuk tetap tenang dan mendengarkan setiap keluhan pelanggan yang disampaikan dengan penuh emosi itu. Walaupun Anda tidak merasa bersalah, sampaikan permohonan maaf agar kekecewaan yang pelanggan Anda rasakan agak sedikit berkurang.

4. Berilah sesuatu yang bermanfaat kepada pelanggan yang paling loyal terhadap produk Anda.

Memberikan bonus dan promo-promo menarik dapat memberikan dampak yang besar terhadap penjualan produk Anda. Selain itu, Anda juga dapat membuat kegiatan kopdar atau event khusus untuk pelanggan setia Anda agar muncul ikatan emosional kepada produk Anda.

5. Bangunlah komunitas pelanggan dan tawarkan mereka menjadi reseller produk Anda.
Komunitas pelanggan tidak hanya berperan sebagai media promosi, namun juga menjadi sarana untuk membangun loyalitas. Komunitas juga sebenarnya bisa menjadi public relation bagi perusahaan yang secara otomatis menjadi media promosi kepada masyarakat lebih luas. Mereka akan menjadi perpanjangan tangan dari pemasaran dan penjualan produk Anda.

Fanky Christian
Director
PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-812-1057533 / 0881-8857333
skype: fankych1211
   

Saturday, May 07, 2016

5 VITAMIN M untuk UKM online

Sayangnya saya kelewatan pas lagi presentasinya, tapi apa yang digambarkan sangat jelas bagi saya yang selama ini berusaha membantu UKM untuk bisa sukses di dunia online.


5 Vitamin M untuk UKM online, mari kita bahas.

1. Mobile Presence
Harus diakui, tren smartphone dan mobility yang sangat tinggi dalam 3 tahun terakhir ini, juga di Indonesia. Dengan jumlah pengguna smartphone yang semakin meningkat, maka tentu akan sangat penting bagi UKM untuk bisa eksis, mudah ditemukan dan dijumpai, tidak hanya dalam bentuk media website, tetapi juga website yang mudah diakses secara mobile, informasi yang tersedia di media mobile terkait UKM, dan kemampuan ini menjadi tantangan tersendiri bagi UKM.

Selama ini, banyak UKM yang masuk ke dalam berbagai komunitas mulai menggunakan media online. Salah satu tahapan awal yang dilakukan adalah membuat website. Bayangkan UKM yang selama ini tidak banyak menggunakan komputer, tidak hanya ditantang menggunakan komputer dan sistem komputer, melainkan juga harus mengelola website. Sesuatu yang penuh tantangan bagi mereka. Oleh karena itu dalam 5 tahun terakhir muncullah banyak media online yang membantu membuat website bagi UKM. Tapi tidak sedikit juga, UKM yang kecewa, karena memang sangat sulit untuk mengelola website, dan kemudian menggunakan website nya untuk mempromosikan. Ditambah lagi sekarang ada sosial media, yang sangat powerful dan harus dikuasai lagi oleh para UKM.

Wah jelas semua ini membuat pusing. Terutama bagi UKM yang tidak bergerak di bidang online atau fasih menggunakan komputer dan Internet. Solusinya apa ? Banyak sosial media telah digunakan secara aktif sebagai cara untuk mempromosikan produk dan jasa UKM, salah satunya yang terbesar adalah Facebook. Kemudian muncul juga Instagram, dan banyak lagi yang lain. Ada juga yang aktif menggunakan Twitter. Sekarang ini muncul para penjual online yang notabene adalah UKM di Path. Dan semua ini saling melengkapi website, ataupun portal UKM yang selama ini telah digunakan.

Kemudahan menggunakan platform yang ada juga ditantang dengan kemampuan untuk mengupdate informasi produk dan jasa secara mobile. Ini juga dibidik dan dipersiapkan oleh banyak pihak, sehingga UKM dapat mengupload produk dan jasa nya dengan mudah, dengan menggunakan smartphone yang mereka miliki. Jangan lupa harga smartphone yang semakin murah, coverage network 4G yang semakin meluas, menimbulkan tantangan baru. Dalam beberapa saat lagi, kita akan melihat produk dan jasa yang ditawarkan UKM tidak hanya dalam bentuk gambar, tetapi juga video.

Salah satu website yang sudah menyiapkan ini semua adalah PASARINDO.COM. Mudah diakses bagi secara desktop, ataupun mobile. Dan sangat ramah UKM. UKM yang memiliki keterbatasan kemampuan, bisa menggunakannya dengan sangat cepat. Bahkan untuk yang tidak mengerti sekalipun, disediakan beragam akses. Dari SMS, email, WA, facebook, twitter, semua diterima oleh PASHA (Pasarindo Human Asistant) - orang yang bertugas membantu para UKM, dan melakukan posting iklan ke PASARINDO.COM


2. Money
Tidak dipungkiri, uang sangat memegang peranan penting untuk kelangsungan UKM online. Tapi bagi UKM yang selama ini yang telah menguasai dan terbiasa bertransaksi offline, mereka bisa memandang online sebagai salah satu cara perluasan bisnisnya. Untuk investasi mengubah menjadi UKM yang ramah online, memang sedikit banyak perlu biaya. Sekarang kita pilah, biaya apa saja yang diperlukan untuk menyiapkan menjadi UKM online :
a. Biaya domain
b. Biaya website hosting + pembuatan website
c. Biaya promosi website
d. Biaya promosi sosial media
e. Biaya perawatan
f. Biaya marketing staf online

Wah, kalau didaftarkan bisa jadi panjang ya. Coba kita lihat satu persatu. Biaya Domain, atau nama khusus dalam dunia Internet bisa jadi penting karena ini terkait dengan MEREK atau BRAND anda. UKM yang going-online pasti sangat merasakan 'berebutan' nama domain di Internet. Apabila domain telah dibeli, biayanya beragam, mulai dari 125.000 / tahun hingga 600.000 / tahun.

Berikutnya domain itu harus dipasang terkait dengan website hosting tertentu. Dan pastinya perlu dibuatkan desain, bentuk website khusus, dan sudah harus siap diakses juga secara mobile. Biaya pembuatan website bisa sangat beragam, tergantung kompleksitas. Tapi juga banyak penyedia website yang telah menyediakan beragam template yang bisa digunakan untuk toko online, UKM online, yang penting perlu diperhatikan adalah sudah siap diakses secara mobile.

Setelah punya website, maka berikutnya tinggal promosi. Nah ini yang jadi kesulitan tertentu. Karena promosi di Internet bisa membuat dana sangat banyak. Jadi harus sangat selektif dan cermat. Apabila industri UKM berhubungan dengan target market tertentu, maka disanalah yang tepat untuk mengeluarkan dana promosi. Promosi untuk kalangan tertentu dianggap berhasil apabila ada di halaman pertama dalam search engine. Tapi ini tidak melulu, yang penting adalah mempromosikannya ke target market yang dituju.

Biaya promosi berikutnya yang tidak bisa dihindarkan saat ini adalah menggunakan promosi melalui sosial media. Tetap acuan target market yang akan dibidik harusnya digunakan juga dalam promosi ini. Promosi yang terlalu besar tetapi tidak menghasilkan, maka harus segera dikurangi. Itu sebabnya sangat penting memastikan promosi di area yang tepat.

Setelah UKM online dan mempromosikan, tantangan selanjutnya adalah menjaga semuanya tetap ter-update. Maka diperlukan biaya perawatan. Biaya perawatan ini sangat penting, karena dalam dunia Internet, dunia maya, apa yang telah disampaikan akan tetap ada disana, yang ada hanyalah akan tergulung dengan jutaan informasi lainnya yang mungkin sejenis. Maka sangat penting keberadaan website, hosting, domain dan konten website yang sesuai harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Semua biaya perawatan juga harus didukung dengan kemampuan tim yang bisa menggunakan media online secara maksimal. Maka biaya terkait sumber daya manusia juga harus dipertimbangkan.



3. Manpower
Sumber daya manusia sangat penting bagi UKM online. Mungkin kita melihat kecenderungan UKM online dimulai dengan satu atau dua tiga orang saja, tetapi impact nya bisa mendunia. Tapi jangan lupa, para pendiri juga harus terus mengembangkan tim mereka untuk mendukung bisnis mereka dalam jangka panjang. Maka investasi dalam SDM menjadi penting. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah mudah mendapatkan orang yang sesuai ? Ini yang sedang kita hadapi, bangsa Indonesia harus mempersiapkan lebih baik lagi agar semakin banyak orang menguasai komputer, Internet, sosial media dan beragam tools yang berhubungan dengan dunia online.

4. Market Access
Mungkin ini yang sedang banyak pihak lakukan. Ketersediaan akses ke pasar terutama bagi UKM dengan menggunakan media online sedang dipersiapkan, digarap banyak pihak. UKM Indonesia yang tersebar di banyak pelosok, mulai menggunakan media online untuk mempercepat produk dan jasa mereka masuk ke pasaran. Tidak lupa juga, UKM kita memiliki potensi besar dimana produk dan jasa yang unik dan bisa menembus ekspor. Tidak banyak, tetapi bahkan presiden Jokowi telah membuktikannya. Kesempatan akses ke pasar yang lebih luas inilah yang dibantu dengan adanya media online. Dan beragam media menyediakan akses ini, tinggal UKM memanfaatkannya sebaik mungkin.

5. Mentors
Ini juga yang sangat penting harus dipersiapkan oleh banyak pihak yang ingin membantu UKM dalam memasuki dunia online. UKM yang tidak siap karena keterbatasan SDM, kemampuan menggunakan komputer, harus dipermudah dan dibantu semaksimal mungkin. Dan mungkin saja mereka tidak hanya butuh pelatihan, tapi juga pendampingan. Pendampingan atau mentoring ini yang juga telah dipersiapkan banyak komunitas yang mendukung UKM online. Baik pendampingan teknis, pendampingan pembiayaan, hingga pendampingan marketing. Semua ini semakin memperbaiki kualitas UKM Indonesia pada umumnya.

Dari 5 Vitamin itu, ada banyak pihak yang telah memulai, dan mungkin kelihatan sepertinya tidak terarah. Tapi pemerintah dengan berbagai pihak telah merumuskan banyak hal, salah satunya adalah target 1000 Entrepreneur Digital yang harus didapatkan Indonesia. Tidak lupa, banyak komunitas, asosiasi yang juga menargetkan hal yang sama, dan semua ini semakin membantu UKM Indonesia untuk going-online.

Semoga kita bisa perpartisipasi lebih aktif membantu UKM kita going-online.

Friday, May 06, 2016

Seharian tanpa laptop

Tantangan terberat diberikan kepada saya hari ini oleh istri , yaitu tidak menggunakan laptop seharian.

Sudah lewat 8 jam lebih saya tidak menggunakan laptop dari pagi, padahal biasanya setelah doa pagi, ini perangkat yang pertama kali dipegang untuk mengecek Dan mempersiapkan pekerjaan setiap hari.

Mungkin juga karena ini hari libur besar, 4 hari berturut-turut, maka tantangan ini diberikan kepada saya, yang notabene, sangat mengandalkan kegiatan menggunakan laptop.

Dalam perenungan saya, saya mengingat kembali. Saya mengingat awal saya menggunakan desktop dengan OS DOS. Merek Laser, hasil menabung beberapa bulan, bisa juga mendapatkan desktop komputer yang besar itu. Celakanya lagi, listrik di rumah sederhana kami kurang kuat untuk langsung menyalakan CPU, Layar. Jadi saya harus 'memanaskan' dulu Layar komputer sekitar 30 menit barulah bisa menyalakan CPU setelah nya, sehingga tarikan listrik nya tidak membuat listrik rumah padam.

Mulai dari OS DOS, hingga Windows versi awal menjadi software yang mengawali saya bertualang di dunia komputer. Kalau ada uang dari pekerjaan tambahan saya sebagai tukang service radio, saya gunakan untuk membeli atau mengupgrade desktop yang ada.

Sewaktu memasuki sekolah STM waktu itu, saya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari komputer lebih dalam lagi, meskipun hanya dalam penggunaan Windows Dan Office. Dan disela kesibukan belajar, saya mencari tambahan dengan menjadi tukang ketik menggunakan aplikasi favorit waktu itu, yaitu WordStar.

Semua semakin membulatkan saya untuk mendalami Dan mengambil dunia komputer menjadi pilihan hidup saya.

Jadilah saya mahasiswa STMIK Bina Nusantara tahun 1993, dan mengambil penjurusan Tehnik Komputer. Sambil bekerja sebagai sales pita printer, saya berkuliah. Desktop sudah beberapa kali ganti Dan upgrade, dan rasanya laptop jaman itu masih sangat mahal.

Saya bekerja berpindah ke bank, dimana disana saya belajar menggunakan super computer waktu itu, yaitu AS400 Dan Mainframe. Perangkat yang melebihi kemampuan desktop yang saya pegang tiap hari. Tapi saya tetap tidak ketinggalan teknologi desktop , mulai dari OS, aplikasi office hingga programming. Mungkin game tidak menjadi perhatian saya dibandingkan orang lain yang sangat suka menggunakan desktop .

Hal yang paling mengesalkan dengan desktop mungkin hanya virus. Tapi itulah mungkin indahnya desktop. Yang mungkin sekarang perannya sudah berkurang, karena perangkat yang sangat mobile, yaitu smartphone.

Tapi tetap saja smartphone tidak bisa menggantikan fungi desktop. Saya jauh lebih leluasa mengetik, mengeksplorasi ide dengan desktop. Mungkin dengan tablet seolah bisa menggantikan , tapi tetap saja desktop jauh lebih enak. Apakah karena saya bukan generasi millennials, rasanya bukan.

Dengan desktop, jutaan aplikasi dapat kita coba install Dan gunakan. Dengan desktop Dan OS nya, kita menemukan Dan menciptakan banyak hal. Kita berkreasi masih banyak cenderung menggunakan desktop, dibandingkan tablet atau smartphone. Mungkin saat ini desktop kita sudah berbentuk seperti tablet, tapi tetap kita memerlukan resources yang cukup, sekelas desktop yang bisa digunakan untuk berbuat Dan melakukan banyak hal dan multitasking. Nah ini yang mungkin tidak sepenuhnya dapat disediakan oleh tablet, bahkan smartphone yang tercanggih sekalipun.

Hanya saja sekarang ini, seolah batasnya menjadi kurang jelas. Desktop seolah bisa digantikan tablet yang merupakan jelmaan desktop yang semakin ringan. Mungkin itu yang selama 3 tahun ini menemani aktifitas saya selama ini. Saya lupa kapan terakhir kali memiliki desktop yang berfungsi baik. Dengan laptop, semua kemampuan desktop dapat saya temukan.

Tetap saja, kita akan perlu kemampuan desktop, dengan memori yang cukup, bidang Layar yang cukup luas, kemampuan penyimpanan yang cukup, Dan semua itu hanya kita temui di desktop, atau laptop. Sulit menemukan itu semua di smartphone yang cenderung kecil, luasan media terbatas, dan kemampuan penyimpanan terbatas. Meskipun sekarang menawarkan opsi cloud, dimana semua penyimpanan menggunakan media cloud dengan terkoneksi ke Internet.

Laptop dengan segala fungsi memang tetap tidak akan tergantikan. Tablet Dan smartphone mungkin akan menjadi pelengkap. Laptop yang menjelma menjadi tablet , itulah yang kita temui sekarang. Smartphone yang merupakan jelmaan dari laptop juga, itulah yang kita temui sekarang. Beragam namanya dan merek nya, tapi tetap fungsi laptop ada di dalamnya.

Jangan lupa, jutaan industri sangat bergantung dari dunia laptop ini. Mulai dari perangkat keras, hingga software. Semua ekosistem ini mungkin sedang mencari bentuk baru yang senantiasa berubah, sesuai dengan tuntutan jaman Dan kebutuhan manusia.

Tugas kita memastikan semua ini siap Dan berjalan sesuai waktunya. Karena kita bersama di dalamnya.

Oh ya, tulisan ini saya ketik di app Google Mail di smartphone Lenovo saya, sambil menunggu tantangan istri saya berlalu, yaitu tidak menggunakan laptop untuk satu hari saja...


Fanky Christian
fchristian.blogspot.com

Tuesday, May 03, 2016

ICT, Revolusi Digital Ekonomi dan Pengaruhnya pada Masa Depan Ekonomi Indonesia

Posted: 02 May 2016 01:31 AM PDT
Hasnil Fajri, S.Kom - Seminar Nasional ICT dan Ekonomi Kreatif mewujudkan kesejahteraan RakyatHasnil Fajri, S.Kom – Seminar Nasional ICT dan Ekonomi Kreatif mewujudkan kesejahteraan Rakyat
Kemajuan Teknologi khususnya bidang ICT yang sangat luar biasa dan ketergantungan masyarakat pada teknologi yang  terjadi menjelang abad ke 21 dan berkembang dengan pesat di abad ke 21 ini khususnya dalam 10 tahun terakhir ini dimana ICT mendominasi peran sebagai mesin pertumbuhan ekonomi suatu bangsa yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi global yg pada akhirnya melahirkan Revolusi Ekonomi Digital yang dawali dengan Konvergensi IT & Telekomunikasi yang berkembang kearah Konvergensi IT & Telekomunikasi serta Penyiaran beberapa tahun belakangan ini sehingga menuntut pula Lahirnya Konvergensi Kebijakan dan Regulasi pada Industri ICT.
Dan yang menarik dicermati adalah Konvergensi ICT ke-3 domain diatas dengan Industri lain seperti Industri Financial Services yang melahirkan perusahaan-perusahaan Financial Technology (FinTech) lokal seiring dengan adanya Kebijakan Elektronifikasi dan Financial Inclusion dari Bank Indonesia yang melibatkan pelaku di sektor Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank dengan pelaku di sektor Telekomunikasi dengan adanya layanan e-Money, KUPU, APMK dan Remittance.
Maraknya e-Commerce dan M-Commerce yang sering pula disebut Digital Marketing melibatkan Konvergensi ICT dengan Industri Perdagangan dan Jasa membuat Pemerintah harus bergerak cepat untuk mengantisipasi perkembangan “Universal Konvergensi Teknologi” ini dengan merumuskannya melalui lintas Kementrian terkait dibawah Kementrian Perekonomian baik dengan kebijakan berbentuk UU, Perpu, Kepres, Pepres ataupun payung hukum lainnya demikian juga dengan Bank Indonesia sebagai Regulator layanan produk dan jasa keuangan (e-money, KUPU, APMK, Remittance) diatas.
Penyediaan Infrastruktur Telekomunikasi dan Jaringan Internet melalui penyediaan Koneksi Pita Lebar (Broadband) baik itu melalui Palapa Ring maupun 4G ataupun project USO harus dipercepat untuk mengurangi digital divided antara masyarakat kota dan masyarakat desa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan Indonesia Timur & Barat dan peningkatan kesejahteraan rakyat serta akses informasi yang berkeadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Penyediaan infrastruktur IT seperti Datacenter juga mesti diperbanyak dan ditingkatkan  kapasitasnya serta memenuhi standarisasi global dan sertifikasi industri terkait untuk memenuhi kebutuhan Pemerintah dan akses publik serta mendorong partisipasi aktif swasta pada pengelolaan data center tersebut dengan mempermudah proses perizinannya sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas.
Software , Aplikasi dan Content  yang menjadi bisnis masa depan bangsa ini yang merupakan Core Strong Value perusahaan ICT Lokal mesti dibuatkan Grade atau Ratingnya dimana banyak sekali software house-software house dan provider content lokal yang mumpuni, punya software, aplikasi dan content yang hebat serta talent yang luar biasa dan sudah banyak digunakan oleh client dalam negeri maupun luar negeri namun selama ini mereka hidup dan mati sendiri untuk Survive dan berkompetisi di global market tanpa ada kehadiran Negara.
Diharapkan dengan Grading atau Rating ini bisa membantu me-REMapping berdasarkan kategori, skala bisnis, ukuran perusahaan dan sebagainya sehingga memudahkan bagi pemerintah dalam hal ini Kemkominfo dan Badan Ekonomi Kreatif terkait kebijakan dan regulasi yang akan dibuat untuk dalam hal pengelolaan, pembinaan, proteksi, pemberian insentif dan lain sebagainya.
Untuk bidang Penyiaran atau Broadcasting termasuk Digital TV, regulasi mesti diatur kembali izin frekuensinya agar tidak terjadi tumpang tindih frekuensi dan dominasi kepemiikan hanya pada beberapa group Pengusaha Media TV saja karena disamping Frekuensi itu terbatas juga Negara mesti mendapat benefit berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pemberian izin tersebut selain dari Pajak serta informasi dan hiburan yang ditampilkan bermanfaat untuk masyarakat dan bebas dari konten pornographi, LGBT dan Radikalisasi yang melanggar aturan  norma serta kaidah hukum.
Proteksi terhadap perusahaan IT Lokal khususnya untuk Startup dan UKM seperti yang dilakukan Pemerintah dengan Revisi DNI dan KLBI Perpres no 39 tahun 2014 adalah sudah tepat dalam rangka melindungi Aset Perusahaan ICT Lokal dan mendorong investasi asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia pada perusahaan Skala besar (Established), tapi jangan lupa perusahaan investasi asing  (PMA) tersebut mesti melakukan transfer teknologi ke SDM lokal, keterlibatan SDM lokal pada PMA tersebut dari tingkat staf teknis hingga managemen dan last but not least mesti diwajibkan bayar pajak ke negara, faktanya Negara maju dibidang ICT seperti China, Korea, India, Jepang, UK dan US melakukan proteksi terhadap produk teknologi mereka dan memberikan subsidi dan stimulus terhadap perusahan di negara mereka, seperti Huawei dan ZTE dari China, Samsung dari Korea, Infosys dan TCS dari India.
Nanti tinggal lagi bagaimana pemerintah kita memberikan Insentif , fasilitas R&D dan mencarikan Akses Permodalan yang mudah dan murah kepada perusahaan ICT lokal baik via Bank maupun Venture Capital lokal serta mendorong dan mengendorsed  kepada Kementrian dan BUMN dan kepada perusahaan swasta nasional agar menggunakan produk teknologi lokal khususnya di bidang Software, Aplikasi dan Content yang menjadi strong value daripada kekuatan Industri ICT lokal saat ini dan umumnya dibidang Hardware dengan membuat kebijakan dan regulasi baru yang mendukung untuk itu (TKDN) mesti meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai diatas 50%.
Di tengah era globalisasi dan keterbukaan pasar saat ini, khususnya dalam menghadapi MEA, Produk Teknologi Indonesia mesti menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, jika tidak maka kita hanya menjadi Pasar dan Konsumen serta Penonton bagi Produk Teknologi Negara lain seperti saat sekarang ini , Mestinya kita yang mengambil market ASEAN dan kawasan Regional Asia Pasifik tersebut dengan kemampuan, kekuatan serta keunggulan komparatif dan kompetitif produk teknologi nasional yang kita miliki yang sudah teruji di market dan digunakan client baik secara scalable, customizeable, reliable serta user friendly.
Kolaborasi antara Industri Telekomunikasi dan Industri Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank (Financial Services Industri) dengan perusahaan Financial Technology (Fintech) melalui Aplikasi Branchless Banking akan mempercepat financial inclusion (masyarakat yang bankable) dan elektronifikasi (perubahan transaksi dari cash menjadi cashless) khususnya untuk masyarakat pedesaan hingga daerah perbatasan dan pedalaman Indonesia yang jauh dari infrastruktur perbankan tapi telah tersedia infrastruktur telekomunikasi dan sudah menjadi pelanggan layanan Selular sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan ekonomi di daerah-daerah dan desa-desa terpencil serta melahirkan pelaku ekonomi dan pengusaha-pengusaha lokal daerah setempat serta tersedianya lapangan pekerjaan baru  dan berdirinya sekolah-sekolah dan universitas serta rumah sakit, tempat hiburan dan sentra bisnis baru.
Untuk referensi model Branchless Banking atau mereka menyebutnya Bankless Banking atau Mobile Money/Mobile Wallet ini sudah dibuktikan di Negara Kenya dengan “M-PESA” yang berhasil dengan sukses dan  jadi rujukan banyak negara-negara di Asia dan Afrika lainnya yang masyarakatnya banyak yang tidak mempunyai akun di bank (unbankable) seperti di Indonesia.
Kolaborasi antara pelaku Industri ICT dan industri perdagangan yang  yang melahirkan e-Commerce dan M-Commerce yang membantu mempertemukan antara pembeli (buyer) dan penjual (seller) mempercepat proses terjadinya transaksi dan peningkatan volume penjualan dan kemudahan promosi dan metode pembayaran yang makin beragam, canggih dan mudah seperti Payment Online secara significant meningkatkan pendapatan ekonomi yang pada akhirnya juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Revolusi Digital Ekonomi bukanlah suatu yang mesti ditakuti tapi sebaliknya adalah tantangan dan opportunity yang mesti disiapkan dan dieksekusi untuk mendrive pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta ketahanan ekonomi Indonesia kedepan, jika pemerintah dan regulator lainnya sukses mengelolanya serta para pelaku usaha di sector ICT sukses dan benar cara mengeksekusinya serta didukung oleh dunia kampus (dan lembaga kejuruan) yang melahirkan SDM berkualitas di sektor ICT dan terjadi sinergi ketiganya niscaya Ekonomi Indonesia kedepan akan mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,karena kegiatan apapun pada bidang dan industri apapun saat ini tidak terlepas dari dukungan dan layanan Teknologi ICT.
PR Pemerintah kedepan adalah Bagaimana Pemerintah dalam hal ini Kemkominfo serta Badan Ekonomi Kreatif melahirkan para Teknoprekteneur-Teknopreneur lokal yang kuat dan tangguh serta mendunia seperti Apple, Mcrosoft, Oracle, Google, Yahoo, Facebook, Twitter, Alibaba, Paypal, e-Bay, Amazone dsb, at least Indonesia punya beberapa “IKON” perusahaan OTT  atau  e-Commerce atau Software House dan Content Aplikasi yang mengglobal dan mendunia.
Professor Tarek M Khalil, Seorang ahli management of technology , Guru Besar di Miami University, USA menyampaikan bahwa Negara maju adalah Negara yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kemakmuran bangsa, bukan teknologi yang menciptakan kemakmuran, tetapi management of technology (MoT) yang baiklah yang dapat menciptakan kemakmuran Semoga hal ini bias terwujud di bumi dan tanah air tercinta, Indonesia kita ini.
(Hasnil Fajri, S.Kom, Pakar ICT dan Ekonomi Kreatif)

Sunday, May 01, 2016

1000 entrepreneur, angka yang mustahilkah bagi APKOMINDO?

Dalam seminggu kemarin, kami mengikuti beberapa kegiatan, skala Nasional dan lokal. Diantaranya adalah kegiatan Seminar Nasional E-commerce di Indonesia yang pertama, atau dikenal dengan IESE 2016, yang berlangsung di ICE BSD. Acara ini dibuka oleh Presiden Jokowi, dan dihadiri oleh beberapa menteri tekait . Satu lagi adalah kegiatan dari komunitas Excellent yang dilakukan oleh salah satu komunitas yang fokus menggarap UKM dengan tema Enterpreneur dalam era digital. Kedua kegiatan ini bernafaskan hal yang sama, yaitu bagaimana era digital saat ini yang telah banyak mengubah ekonomi Indonesia. Perbedaannya tentu jelas, kegiatan yang skala nasional, menekankan dukungan Pemerintah , swasta untuk mendukung era digital ekonomi yang sedang berlangsung saat ini, dan didalamnya juga ada kegiatan Workshop yang secara khusus mengupas trik, teknis dan masalah yang dihadapi oleh para pemula, pemain digital. Kegiatan lokal komunitas juga banyak dilakukan tidak hanya oleh komunitas Excellent, tapi banyak komunitas lain yang menggarap hal yang sama, yaitu membantu, mengubah, mempersiapkan para pemain UKM untuk bersaing dalam dunia digital.

Tidak lupa juga, angka 1000 entrepreneur , atau 1000 technopreneur juga dicanangkan oleh Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), bahkan ditambahkan 1000 entrepreneur lagi oleh APKOMINDO. Semalam berbincang dengan Asosiasi Pedagang Online Indonesia yang juga mencanangkan 1000 entrepreneur yang bisa mereka hasilkan, dan jangan lupa Kominfo dengan target 1000 technopreneur di 2020 juga menjadi fokus yang mereka sedang garap.

Sungguh ajaib angka 1000 ini, dan tentu saja bukan angka yang mustahil untuk bisa kita kejar dan kerjakan bersama. Bagaimana polanya ?

Dari Kominfo, mereka memfokuskan diri dengan melakukan rangkaian kegiatan Seminar (Talks) dengan target 8000 peserta. Dari sini akan disaring peminat dalam kegiatan pelatihan (Workshop) untuk mencari 4000 peserta. Kemudian akan dilakukan kegiatan Lomba (Hackatons) untuk mendapatkan 2000 kandidat. Dari sinilah kemudian difilter lagi dalam kegiatan Bootcamp untuk mendapatkan 1000 kandidat Technopreneur . 1000 ini kemudian dilakukan investasi , valuasi. Semua rangkaian ini mulai dari ide solusi, inkubasi dan aselirasi. Pemerintah akan membantu swasta yang ingin terlibat dan berkontribusi dalam rangkaian kegiatan ini. 

Apa yang bisa kita lakukan ? Tentu jelas rangkaian seminar, Workshop, Hackatons hingga Bootcamp dapat kita lakukan, tentunya bekerjasama dengan banyak pihak. Bagi APKMINDO, yang telah membangun kerjasama dengan lintas kementrian terkait, diantaranya KOMINFO, KEMENDIKNAS, KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN, serta institusi finansial seperti Bank Mandiri, maka hal ini bisa dilakukan dengan mudah. Konsep dan rangkaian kegiatan juga diharapkan mendapatkan dukungan dari berbagai DPD di daerah. Karena ternyata potensi dari daerah juga sangat banyak. Kami menjumpai banyak potensi technopreneur bagus dari kota Bandung, Surabaya, Yogya dan Makasar. Dengan keterlibatan DPD daerah, maka eksistensi APKOMINDO menjadi sangat penting. Target peserta dapat merupakan anak didik kita, khususnya SMK, mahasiswa dan publik. Kami menemukan juga banyak UKM yang perlu solusi , dan disinilah peran para technopreneur muncul untuk membantu mereka.

Jangan lupa juga, berbagai perusahaan besar telah banyak mempersiapkan diri untuk terlibat. Ada IBM yang memberikan solusi mudah bagi UKM , dengan hanya menggunakan aplikasi berbasis klik And drop, maka platform ecommerce bisa siap digunakan. Ada INTEL yang tetap mendorong penggunaan desktop dan laptop sebagai platform utama , disinilah juga rekan APKOMINDO dapat terus menyuarakan penggunaan desktop, meskipun memang diakui saat ini penggunaan mobile phone dan tablet semakin menggerus pemanfaatan desktop atau laptop.

Pihak Bank yang selama ini seolah menunggu, sekarang mereka melakukan pola jemput bola terhadap pemain dunia digital. Kita lihat bank menggarap UKM dan membantu mereka dalam pendampingan menggunakan media digital. Ada bank yang melakukan kegiatan Hackatons , sela ini pembiayaan yang akan menjadi ujung tombak mereka mendukung dunia digital. Dan ada beberapa fakta menarik yang kami jumpai, di beberapa pemain dan pedagang online yang bertransaksi hingga 4 M per bulan, hanya dengan mengandalkan berjualan di Instagram dan Facebook. Luar biasa.

Salah satu yang menarik juga adalah keputusan Presiden Jokowi untuk membantu UKM bertambah pesat dengan memotong proses birokrasi khususnya pada waktu membuat perusahaan. Semua ini seolah mendukung konsep Co-working Space , konsep tempat kerja bagi para pemula , pemain online yang harus memiliki tempat bisnis, dan dapat menggunakan tempat bisnis secara bersama. Ini juga bisa digarap oleh rekan APKOMINDO yang memiliki tempat luas yang dapat disewakan bersama.

Kegiatan Workshop dan Hackatons tentunya memerlukan pendampingan khusus, mulai dari pengembangan produk, teknikal hingga persiapan untuk masuk ke pasar, baik secara bisnis, Marketing, legal, dan pembiayaan. Disini juga kita bisa berperan. Dengan mempersiapkan pelatihan, pendampingan baik sebagai inkubator ataupun akselerator . APKOMINDO bahkan memfokuskan diri bekerjasama dengan universitas dengan mempersiapkan program RUMAH TUGAS AKHIR.

Pemerintah bekerjasama dengan banyak pihak mempersiapkan modul dan program pelatihan, yang mungkin bisa dishare ke banyak komunitas . Peran kedekatan APKOMINDO kembali menjadi kunci untuk mendapatkan akses informasi terkait hal ini.

Berbagai kegiatan dan kerjasama dapati dijalin dengan kegiatan Pertemuan, atau meetups, baik secara offline ataupun online. Dengan meetups online tentu tidak menjadi kendala untuk melakukan pertemuan secara online menggunakan teknologi. 

Kita juga harus memilih fokus , baik dalam pelaksanaan seminar , Workshop , Hackatons dan Bootcamp . APKOMINDO bekerjasama dengan KPTIK menggarap fokus anak SMK seIndonesia. Kemudian bekerjasama dengan ADEI, APOI dan Komunitas Excellent menggarap fokus UKM. Dengan fokus ini diharapkan APKOMINDO dapat berperan aktif untuk mencetak 1000 Enterpreneur Indonesia.

Fanky Christian
Director
PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-812-1057533 / 0881-8857333
skype: fankych1211