Translate

Monday, November 28, 2022

Kemudi Pikiran

Filipi 4:8-9 (TB) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.



Sudah dengar apa yang akan terjadi di tahun 2023 ? Sudah lihat berbagai gejalanya?

Ya, resesi global di depan mata. Mungkin berimbas ke Indonesia, maka kita harus begini, harus begitu.

Semua bertanya apa yang akan terjadi di tahun depan, yang penuh ketidakpastian. Semua akan berpikir bahwa dunia akan runtuh, dan semua akan sulit.

Inilah saatnya kita kemudikan kembali pikiran kita.

Bila kita berpikir kita akan sakit, maka kita akan sakit bukan?

Bila kita berpikir kita akan jatuh, maka kemungkinan besar kita akan jatuh.

Sebagai pemimpin, pikiran anda akan mempengaruhi banyak orang. Bila anda semangat, orang lain akan semangat. Bila anda berkeluh-kesah, maka semua orang akan demikian.

Maka ayat ini mengingatkan kita kembali, selaku pemimpin dalam keluarga, dalam kelompok kecil tim anda, dalam kelompok besar mungkin di usaha anda, apapun itu. Kekuatan pikiran pemimpin akan mengemudikan banyak orang.

Bedanya apa? Bedanya kita sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, memiliki kekuatan lebih. Kekuatan yang asalnya dari Allah, sehingga semua kekuatiran, ketakutan kita ingat kita memiliki Allah yang kuasa.

Kehati-hatian memang diperlukan saat memasuki tahun yang baru, tapi tidak menutupinya dengan kekuatiran dan ketakutan yang berlebihan. Karena Allah sumber damai sejahtera menyertai kita, para pemimpin setiap saat.

Kemudikan pikiran anda, wahai pemimpin dalam Tuhan.




Tuesday, November 22, 2022

Puncak Pertobatan

Ayub 42:4-6 (TB)  Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 
Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu." 



Kapankah puncak pertobatan kita? Ada yang ingat?

Nah itu masalahnya. Tidak semua dari kita mengingat akan hal ini.

Yang kita ingat lebih kepada betapa hidup kita susah, sulitnya penderitaan. Kita tidak sendiri. Ayub pun demikian.

Namun apa yang membedakan? Kualitas hubungan.

Dengan hubungan yang baik, saat ada tekanan, penderitaan, kita akan melihat bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Allah yang kuasa tidak akan membiarkan anak-anakNya menderita lama. Mungkin tidak ada yang tahu waktu Tuhan, tapi pastinya waktunya akan selalu tepat.

Daripada menyesali diri dan memarahi Allah, ikutlah jejak Ayub. Kembali mendengar kata Allah, mengharapkan kata-kataNya dalam hidup kita dan mencapai puncak pertobatan kita.

Kualitas hubungan antara Ayub dan Allah ini kuncinya. Apakah kita juga memiliki hubungan seperti itu?

Belum terlambat, lakukan segera.

Saturday, November 12, 2022

Digital Transformation for Smart Manufacturing – Semarang 15 November 2022

  Asosiasi Pengusaha TIK Nasional didukung oleh DPP APINDO Jawa Tengah melakukan kegiatan Seminar dan Mengundang Anda rekan HRD & Team IT untuk mengikuti seminar:

*TANTANGAN & STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL TAHUN 2023*

Selasa, 15 November 2022
Jam 13:00-17:00 WIB
*Hotel QUEST Simpang Lima
Jl. Piampitan No. 37-39, Semarang*



Seminar ini akan membahas
1. Perkembangan Transformasi Digital dan dampaknya bagi Industri.
2. Menyiapkan Infrastruktur Technology Digital
3. Optimalisasi HR Global Process Di Era Digital
4. People Management
5. Strategi Menyiapkan Infrastruktur Data Digital
6. Festival Technology Digital

Benefit bagi Peserta
1. Free Seminar & Sertifikat
2. Coffe Break
3. Dinner
4. Souvenir & Doorprize

Be Yourself

Urusi diri sendiri …

Seorang siswa menempelkan selembar kertas di punggung teman sekelasnya sebagai lelucon yang bertuliskan "I'm stupid".
Siswa itu lalu meminta seluruh teman sekelas untuk tidak memberi tahu anak ini.

Para siswa mulai menertawakan anak itu tanpa anak itu tahu apa penyebabnya.

Sore itu di kelas matematika guru mereka menulis pertanyaan sulit di papan tulis di mana tidak ada yang bisa menjawabnya kecuali anak laki-laki dengan stiker dipunggung nya yang berani maju.

Di tengah cekikikan yang tidak dapat dijelaskan, dia berjalan menuju papan dan memecahkan soal yang diberikan gurunya.

Guru meminta kelas untuk bertepuk tangan untuknya dan melepaskan kertas di punggungnya.

Sang guru lalu mengatakan kepadanya, "Sepertinya kamu tidak tahu tentang kertas yang diletakkan teman sekelasmu di punggungmu."

Kemudian guru melihat ke seluruh kelas dan berkata: "Sebelum saya memberi kalian hukuman, saya akan memberi tahu kalian 2 hal".

"Pertama, sepanjang hidup Anda, orang akan selalu memberi label pada diri Anda, entah itu label baik atau buruk yang anda sendiri tidak tahu. Jika teman sekelasmu yg didepan tahu tentang kertas itu, dia pasti tidak akan berdiri untuk menjawab pertanyaan itu".

"Kedua, jelas dia tidak punya teman setia di antara kalian untuk memberitahunya tentang stiker tersebut".

Tidak peduli berapa banyak teman yang Anda miliki, yang penting adalah kesetiaan yang Anda  dapatkan dari teman-teman Anda.

Akan tetapi jika Anda tidak memiliki teman yang dapat Anda andalkan saat Anda ada masalah, teman yang menjaga Anda, melindungi Anda, dan yang benar-benar peduli dengan Anda, maka lebih baik Anda sendirian saja.

Jangan pedulikan apapun stigma yang dikenakan pada diri anda … jadilah diri sendiri ..

Sabtu, 12 November 2022 

Sunday, November 06, 2022

Dia Allah Yang Hidup

Ayub 19:23-27
Mazmur 17:1-9
2 Tesalonika 2:1-5, 13-17
Lukas 20:27-38




Keluaran 3:6 (TB) Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Allah mengenal dan mengasihi mereka masing-masing secara pribadi.

Allah berkata dalam waktu ini, menegaskan relasiNya yang berkelanjutan dgn orang2 ini: Allah masihlah Allah mereka.

Menunjukkan adanya kehidupan setelah hidup kita setelah kematian. Bagaimanakah kita hidup saat ini?

Allah adalah Allah orang hidup. Lukas 20:38 Allah berelasi dengan orang hidup, bukan org mati.

Allah bukanlah Allah atas orang-orang yang sudah tidak ada lagi sama sekali (nihil). Ini yang dipercaya oleh orang Saduki.

Lukas 20:38 (BIMK) Nah, Allah itu bukan Allah orang mati! Ia Allah orang-orang yang hidup! Sebab untuk Allah, semua orang hidup." 

Semua kehidupan berlangsung di dalam kuasa Allah. Meskipun orang percaya mengalami kematian di bumi, Allah melanjutkan hubunganNya dengan mereka semua yang hidup bagiNya 

Roma 8:38-39 (TB) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kematian tidak dapat memutuskan hubungan manusia dengan Allah.

Ayub dalam kondisi menderita, tapi tetap percaya Allah adalah Allah yang setia.

Daud dalam Mazmur 17, Daud dalam pengejaran Saul, dia percaya Allah akan tetap melindungi dia.

Relasi kita dengan Allah tidak hanya di dunia ini. Allah yang hidup masuk ke dunia yang baka.

Kita harus makin siap masuk ke dunia yang akan datang. Relasi kita kuncinya.