Translate

Thursday, May 26, 2016

KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN

KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN

Kesalahpahaman 1:
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2:
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3:
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4:
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5:
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6:
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7:
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8:
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9:
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10:
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.)

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Saturday, May 21, 2016

Digital semakin merasuk

Thursday, May 19, 2016

7 APP untuk pengusaha UKM

APPLE
Your small business has a Twitter account and a presence on Facebook and Instagram. So you’re all set, right?
Not so fast! That doesn’t mean you’ve got yourself covered in the social media apps department.
There are social media tools that can help every small business do business more efficiently, win more customers and sell more. Wanna know more?
#1 Bit.ly
Posting on social media platforms like Twitter is a must. But businesses also need to shorten their links, and they need some analytics about audience engagement with what’s been posted. Enter Bitly.
#2 Sendible
People are talking about your businesses, and you need to know what customers (or ex-customers – ouch!) are saying. Sendible helps companies monitor and react to mentions of their brands on social media.
#3 Mail Chimp
Do you have a newsletter? Do you send it out regularly? MailChimp can help. It’s an email marketing service that sends out about 4 billion newsletters each month (yes that’s billion with a ‘b’). 
#4 Sprout Social
There are other apps that will help you engage with your customers by finding opportunities to publish messages and join conversations on Twitter, Facebook and LinkedIn. For example, Sprout Social.
#5 Square
Square allows any business owner with a smartphone (or other such mobile device) to accept credit cards. Companies that use Square bypass credit card processor fees (although with Square, they will have to pay a transaction fee of almost 3 percent).
#6 Buffer
This app will help you with what you need to post to social networks. Buffer automatically uploads what you want to share to Twitter and Facebook and it does it most likely when your business has already closed up shop for the night.
#7 Evernote
Evernote is a bit like a Trapper Keeper for the digital age. You remember the binder/notebook with the tabs and the pockets? The concept is the same. Evernote allows small business teams to share and store – in one place – notes, to-do lists, ideas, future projects, you name it.
Small business owners will never stop worrying about their companies. But they can get some help!

Wednesday, May 18, 2016

** Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek **

** Crazy Valuation dan Misteri Cash Flow dari Tokopedia, Bukalapak dan Gojek **

Inilah ulasan menarik dari Yodhia Antariksa..

Tokopedia, Bukalapak dan Gojek mungkin tiga online start up yang paling banyak dibicarakan dalam 3 tahun terkakhir, dalam jagat e-commerce tanah air.

Tiga start up itu digadang-gadang bisa menjadi ikon digital economy masa depan Indonesia.

Namun Tokopedia, Bukalapak dan Gojek juga mengabarkan pelajaran amat berharga tentang valuasi dan cash flow.

Dan tiba-tiba kita ingat papatah indah ini : profit is queen, cash flow is king.

Tokopedia mungkin yang paling moncer. Dua kali Toped mendapatkan pendanaan dari venture capital, masing-masing senilai sekitar 1 triliun. Jadi total sudah 2 triliun disuntikkan sebaga pendanaan.

Jika dana 2 triliun itu dikonversikan menjadi 50% saham, maka valuasi total Tokopedia menjadi sekitar Rp 4 triliun. Jumlah yang fenomenal untuk sebuah start up yang masih muda usianya.

Venture capital kita tahu adalah sekelompok pemodal yang rajin invest ke start up potensial. Harapannya, mereka bisa mendapatkan profit, jika kelak start up di go public dengan valuasi yang lebih fenomenal.

Di Indonesia sekarang ada sekitar 30-an venture capital. Ada yang lokal seperti grup Djarum yang invest ke Bli Bli serta Kaskus; dan Idesource yang tahun lalu invest 300 milyar ke Bhinneka.com.

Ada juga yang asing seperti East Ventures dan Softbank yang invest ke Tokopedia.
Valuasi Tokopedia yang sekitar Rp 4 triliun artinya mendekati julukan sebagai "UNICORN".

Unicorn adalah sebutan bagi start up yang nilai valuasinya tembus Rp 10 triliun. Diharapkan Tokopedia dan Bukalapak atau Gojek menjadi start up pioner Indonesia yang menjadi Unicorn.

Dua minggu lalu, Bukalapak juga mendapatkan pendanaan baru senilai Rp 500 milyar yang dikonversikan menjadi 35 % saham. Informasi ini tidak terbuka untuk media, saya mendapatkan dari sumber yang layak dipercaya. Artinya, valuasi Bukalapak senilai 1,5 triliun. Amazing.

Intinya baik Tokopedia, Bukalapak atau Gojek sudah mendapatkan guyuran dana dari venture capital sebesar ratusan milyar bahkan triliunan. Semuanya dengan valuasi yang rasanya fantastik untuk ukuran bisnis tradisional.

Nah, sekarang berapa cash flow mereka? Minus atau positif? Cash flow, kita tahu, ukuran yang lebih simpel dan powerful untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan. Cash flow is king.

Aturannya sederhana : jika uang masuk lebih besar daripada pengeluaran, Anda oke. Sebaliknya, jika pengeluaran lebih gede daripada pengeluaran, ya Anda defisit. Kalau kelamaan defisitnya, ya kolaps. Semaput.

Model bisnis Bukalapak hanya mendapatkan pemasukan dari semacam iklan para member-nya. Dan juga selisih uang yang dibayarkan oleh pembeli – nilianya hanya ribuan rupiah. Dari informasi yang ada, maka estimasi pemasukan Bukalapak dengan model bisnis seperti ini hanya Rp 1 milyar per bulan.

Pengeluarannya? Dengan karyawan 150 orang dan biaya iklan yang gencar, estimasi pengeluarannya bisa tembus Rp 2 – 3 milyar per bulan. Artinya desifit 1- 2 milyaran per bulan. Dari mana defisit ini ditutup? Ya dari uang investor tadi.

Tokopedia mendapatkan pemasukan dari fee premium member (Gold merchant) dan juga iklan para membernya. Pemasukan Toped mungkin lebih besar daripada Bukalapak, namun biaya pasti juga lebih besar. Lihat saja iklannya ada dimana-mana. Budgetnya pasti puluhan milyar.

Dengan kata lain, posisi keuangan Toped sekarang juga masih minus. Cashflow-nya belum positif. Angka kasar defisitnya bisa 2 – 4 milyar per bulan.

Baik Toped dan Bukalapak sama sekali tidak mengenakan biaya transaksi para penjualnya. Jadi berapapun besarnya transaksi ini, maka tidak ada dampak signifikan bagi pemasukan mereka berdua.

Kasus Gojek juga sama. Pemasukan masih lebih sedikit dibanding pengeluaran. Alias defisit. Maka mereka sekarang juga agak megap-megap, memburu pendanaan baru. Sebab pendanaan lama, uangnya sudah habis dibakar di jalanan.

Burning rate. Ini istilah kecepatan start up dalam "membakar" dana investor. Harapannya, dengan jor-joran membuang uang untuk iklan dan ekspansi, maka pertumbuhan akan melesat. Pertumbuhan dalam aspek pelanggan, nilai transaksi, atau pangsa pasar.

Jadi prinsipnya : growth, growth, growth. Meski prinsip ini harus menghabiskan ratusan milyar. Growth dianggap lebih magis daparipada sekedar profit.

Harapannya, dengan growth yang super fantastik, kelak pembakaran uang saat ini akan impas, dan berganti menjadi profit.

Namun harus hati-hati juga. Terlalu agresif membakar uang, maka bekal dana investor keburu habis, sebelum profit datang. Gojek sudah menunjukkan gejala ini.
Jalan Gojek memang terjal, sebab mereka berhadapan dengan Grab Bike yang sialnya, juga punya amunisi modal yang masif. Grab Bike dari Malaysia dengan pendanaan triliunan juga. Dan mereka siap perang.

Toped dan Bukalapak, sebentar lagi akan menghadapi jalan terjal juga. Lazada Indonesia sudah dicaplok raksasa Alibaba, dengan modal uang yang tak punya lagi nomer seri.

Valuasi Tokopedia dan Bukalapak yang tembus triliunan, berasumsi bahwa pertumbuhan pemasukan mereka bisa tembus 20 kali lipat (atau 2000 persen) dalam 3 tahun ke depan. Pemasukan ya, bukan jumlah transaksi dan jumlah merchant yang bergabung.

Apakah bisa pemasukan cash flow mereka melesat 20 kali lipat dalam 3 tahun ke depan? Mudah-mudahan bisa. Sebab hanya dengan itu, maka valuasi mereka menjadi masuk akal dan justified.

Jika tidak bisa, investor bisa terjebak dalam "financial exuberance trap" – jebakan karena dipicu oleh euforia dan optimisme berlebihan terhadap nilai masa depan.

Jebakan ini sama dengan ketika orang kesurupan batu akik atau bunga anthurium. Cuma bedanya, kali ini obyeknya adalah Toped, Bukalapak dan Gojek.

Financial exuberance trap bisa menimpa siapa saja : entah Anda spekulan saham, venture capitals yang berkantor di London, atau pedagang batu akik di pinggiran jalan.

Sebab "irasionalitas finansial" itu tidak kenal kasta, latar pendidikan atau golongan sosial. Semua orang bisa terjebak dalam kebodohan kolektif saat terjebak dalam keserakahan finansial. - Source strategimanajemen[.]net -

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Wednesday, May 11, 2016

Mau Pelanggan Loyal Sama Bisnis online kita?

Sebagai bisnis online yang hanya menggunakan internet untuk kelangsungan pemasaran serta penjualan, menjaga loyalitas pelanggan merupakan satu kesatuan yang penting dan tidak bisa dipisahkan dengan bisnis online.

Reputasi bisnis online yang baik tentunya dibangun dari banyaknya pelanggan yang loyal pula. Nah, bagaimana caranya untuk membangun dan mempertahankan itu semua? Simak tips menjaga loyalitas pelanggan bisnis online berikut ini.

1. Kualitas produk adalah hal utama.

Dengan menghadirkan produk-produk yang tidak menurun kualitasnya, maka pelanggan Anda akan selalu setia dengan produk yang Anda jual. Contohnya produk ciptaan perusahaan Apple seperti iPhone dan iPad selalu laris di pasaran meskipun harga produknya selangit. Masyarakat memilih produk buatan Apple tersebut karena kualitasnya yang selalu terjaga. Ini membuktikan bahwa kualitas produk merupakan hal utama dan harga dinomorduakan.

2. Buat pelanggan merasa nyaman.

janganlah berjualan terus-terusan hingga pelanggan Anda merasa risih. Selingi konten promosi Anda dengan jokes, konten yang bermanfaat atau bahkan bercerita tentang kejadian populer yang sedang berlangsung.

3. Jangan pernah berdebat dengan pelanggan agar mereka tetap merasa dihargai.

Anda harus bisa untuk tetap tenang dan mendengarkan setiap keluhan pelanggan yang disampaikan dengan penuh emosi itu. Walaupun Anda tidak merasa bersalah, sampaikan permohonan maaf agar kekecewaan yang pelanggan Anda rasakan agak sedikit berkurang.

4. Berilah sesuatu yang bermanfaat kepada pelanggan yang paling loyal terhadap produk Anda.

Memberikan bonus dan promo-promo menarik dapat memberikan dampak yang besar terhadap penjualan produk Anda. Selain itu, Anda juga dapat membuat kegiatan kopdar atau event khusus untuk pelanggan setia Anda agar muncul ikatan emosional kepada produk Anda.

5. Bangunlah komunitas pelanggan dan tawarkan mereka menjadi reseller produk Anda.
Komunitas pelanggan tidak hanya berperan sebagai media promosi, namun juga menjadi sarana untuk membangun loyalitas. Komunitas juga sebenarnya bisa menjadi public relation bagi perusahaan yang secara otomatis menjadi media promosi kepada masyarakat lebih luas. Mereka akan menjadi perpanjangan tangan dari pemasaran dan penjualan produk Anda.

Fanky Christian
Director
PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-812-1057533 / 0881-8857333
skype: fankych1211