Translate

Saturday, December 03, 2016

Gula dan bahayanya

Dr Raymond Fransis menulis 3 buku :
1. Jangan sakit selamanya
2. Jangan takut kangker
3. Jangan gendut lagi

doktor tersebut menulis buku itu setelah meneliti dan sakit yang para dokter pun menyerah dengan penyakitnya 

Di usia doktor tsb 75 tahun hanya terkena penyakit flu dan itupun hanya sekali

Yang beliau bicarakan dlm buku tsb adalah :

๐ŸŒฟ Jauhi gula selamanya ditambah berolah raga dan mengatur pola makan secukupnya

๐ŸŒฟ Gula penyebab pilek dan influenza

๐ŸŒฟ Makan sesendok (ukuran sendok teh) gula menurunkan imunitas tubuh 50%

๐ŸŒฟ Minum segelas Cola menurunkan imunitas tubuh 6-8 jam karena cola mengandung banyak gula 

๐ŸŒฟ Gula penyebab alzeimer

๐ŸŒฟ Gula merupakan makanan bagi sel kangker dan sebagai pencegahan serta penyembuhan nya adalah dgn menghindari gula

๐ŸŒฟ Gula penyebab segala penyakit jantung

๐ŸŒฟ Gula penyebab bertambahnya berat badan

๐ŸŒฟ Gula penyebab penimbunan lemak

๐ŸŒฟ Segala penyebab penyakit manusia ada hubungan dengan gula

๐ŸŒฟ Doktor Raymond berkata : para ayah melarang anak-anak mereka merokok dan minum alkohol tetapi memberikan manisan-manisan yg lebih berbahaya dari pada rokok dan alkohol

๐ŸŒฟ Intinya tinggalkanlah gula

Doktor Raymond memenangkan karya ilmiah di Univ Frankfurt tentang kesehatan makanan yaitu :

๐ŸŒฟYoghurt merupakan sumber kalsium tertinggi karena kandungan segelas yoghurt 450mg kalsium, maka  jadikanlah menu harianmu yoghurt
Dan yang  terbaik adalah yoghurt yg rendah lemak

๐ŸŒฟ Daun mint adalah obat untuk menguatkan jantung dan sirkulasi darah
Jika meminum daun mint seperti teh biasa dapat melancarkan lambung dan usus, mengurangi penyakit serta menyegarkand bau mulut

๐ŸŒฟ Untuk menyembuhkan gastric anacidity, minum segelas rebusan daun mint panas tanpa tambahan gula

๐ŸŒฟ Daun mint bisa menghilangkan gas, menguatkan ginjal, pankreas dan meredakan batuk, menenangkan saraf dan kondisi marah, menghilangkan insomnia, meningkatkan diuretik dan penghancur makanan yg terbaik

๐ŸŒฟ Minuman bergas menambah besar ukuran pinggang wanita walaupun tdk menambah berat badannya

๐ŸŒฟ Minuman bergas menyebabkan : osteoporosis, masalah2 jantung dan ginjal, obesitas & penyakit gula dan gigi karies

๐ŸŒฟBahaya kesehatan dgn minuman peningkat energi bagi anak-anak : mempercepat detak nadi, kejang-kejang, stroke, kematian mendadak

๐ŸŒฟ Teh hijau : bagus karena ada  antioksidan yang menjaga dari kangker

๐ŸŒฟ Ikan salmon, apel, anggur, ceri, bluberry, bayam  merupakan jenis makanan yg menjaga sel otak dan menguatkan ingatan

๐ŸŒฟ Salah besar yang menyebutkan bahwa minum air saat sedang makan dan setelah makan menyebabkan buncit dan menyulitkan proses pencernaan

๐ŸŒฟYang betul: Air tidak menyebabkan buncit dan membantu mencerna lebih baik dari yang lain

๐ŸŒฟ Berjalan selama 30 menit perhari dalam jangka 5 hari perminggu menjagamu dari : penyakit2 jantung, penyakit gula, depressi, penyakit2 tekanan darah, kolesterol

๐ŸŒฟ Bawang putih: membantu mengurangi peluang terjangkit kangker karena bawang putih mampu  meningkatkan imun

๐ŸŒฟ Mengkonsumsi jahe hangat pada sore hari membantu membakar lemak dan mengeluarkan racun dr tubuh

๐ŸŒฟ Upayakan minum segelas air stelah bangun tidur untuk mengembalikan cairan yg hilang saat tidur serta untuk membersihkan racun di tubuh

๐ŸŒฟ Doktor Raymon berkata Saya telah mengambil manfaat dari ini dan senang bila bermanfaat bagi semuanya

(Untuk manfaat lebih banyak dan detil bisa baca bukunya langsung atau lihat tayangan youtube dgn judul Never be a sick again)

Friday, December 02, 2016

PRINSIP TERANG


PRINSIP TERANG

Konon, disuatu pagi terjadi percakapan antara Matahari dan Goa.

Matahari berkata,
"Temanku Goa, kalau ada waktu, jangan lupa untuk datang mampir kerumahku, ya?.

Rumahku sangat terang dan indah.

Aku percaya kamu belum pernah sekalipun melihat 'terang', seterang rumahku."

Mendapat tawaran seperti itu,
Goa pun tidak mau kalah dari matahari.
Wahai sobatku, jika kamu punya waktu luang, datanglah kerumahku.

Kamu akan melihat apa yg dimaksud dengan 'gelap', karena rumahku adalah goa yg tergelap dialam semesta."

Suatu ketika, Goa memutuskan mengunjungi sahabatnya, Matahari.

Ketika sampai, Goa begitu takjub melihat 'terang' yg luar biasa yg dipancarkan matahari.

"Wah, ini benar benar terang", Kata Goa kepada Matahari.

Kini giliran Matahari berkunjung kerumah Goa.

Ketika Matahari masuk kedalamnya, ia tampak bingung dan heran,
"Wahai Goa, dimanakah letak kegelapan yg kau ceritakan?.
Bukankah disini juga terang?.

Inilah yg dimaksud Prinsip 'terang'.
"GELAP TIDAK AKAN DAPAT MENGUASAI TERANG."

Ketika kita dikenal orang sebagai pribadi yg memiliki sifat baik dan menyenangkan,
maka akan sulit bagi seseorang untuk iri hati dan terus menerus membenci kita.

Sekalipun masih ada orang berkepribadian "gelap" yg tidak menyukai kita,
maka percayalah bahwa ia tidak akan berlama lama membenci kita.

Ia akan dikejar kejar oleh rasa bersalahnya sendiri, karena kita tetap memperlakukannya dengan baik.

JANGAN BIARKAN KEADAAN MENGENDALIKAN DIRI KITA, TAPI KITALAH YG HARUS MENGUBAH KEADAAN KITA.

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Apa yang anak pikir ?

Dibaca Bagus Buat Intropeksi Diri

1• Anak terkadang berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
2• Anak terkadang merasa terkekang oleh orang tuanya
3• Anak terkadang merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
4• Anak terkadang merasa bahwa dirinya tidak di sayang
5• Anak terkadang memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
6• Anak terkadang membingungkan harta warisan
7• Anak terkadang menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
8• Anak terkadang membentak orang tuanya saat berbicara

---» 8 Fakta ✔ yang tidak diketahui oleh anak:

✔1. Anak sering tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
✔2. Anak sering tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
✔3. Anak sering tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak anaknya & berusaha utk memberi nasehat , Supaya anak tidak mengalami seperti yg dialami oleh mereka .
✔4. Anak sering tidak menyadari bahwa di setiap doa , nama anak selalu di disebut , bahkan selama sembilan bulan sepuluh hari dalam kandungan .
✔5. Orang tua jarang sekali memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan & membesarkan anak2 nya
✔6. Orang tua telah mempersiapkan warisan terbaik (tdk selalu harta) untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan dan sebenarnya mengajarkan pada anak , rejeki adalah pemberian Tuhan saja .
✔7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah - susah di tempat orang lain.
✔8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek

Note :
✔Jika anda telah membaca pesan ini. Lanjutkan'lah kepada seluruh teman anda, biarkan berita ini dapat di ketahui banyak orang dan membuat anak mengerti apa saja yg telah dilakukan orang tua terhadap anak2 nya . Sayangi , selagi mereka masih ada bersama kalian di dunia ini

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Wednesday, November 30, 2016

Love your country now

*The difference between the poor and rich nations is not the age of the Nation*

This can be demonstrated by countries like *India* and *Egypt*, which are more than 2000 years old and are still poor countries.

On the other hand, *Canada*, *Australia* and *New Zealand*, which 150 years back were insignificant, today are developed and rich countries.

The difference between the poor and rich nation does not also depend on the available natural resources.

*Japan* has limited territory, 80%  mountainous, unsuitable for agriculture or farming, but is the second in worlds economy. The country is like an immense floating factory, importing raw material from the whole world and exporting manufactured products.

Second example is *Switzerland*, it does not grow cocoa but produces the best chocolates in the world. In her small territory she rears animals and cultivates the land only for four month in a year, nevertheless manufactures the best milk products. A small country which is an image of security which has made it the strongest world bank.

Executives from rich countries who interact with their counterparts from poor countries show no significant intellectual differences.

The racial or colour factors also do not evince importance: migrants heavy in laziness in their country of origin are  forcefully productive in rich *European* countries.

What then is the difference?

The difference is the attitude of the people, moulded for many years by education and culture.

When we analyse the conduct of the people from the rich and developed countries, it is observed that a majority abide by the following principles of life:

1. Ethics, as basic principles.
2. Integrity.
3. Responsibility.
4. The respect for Laws and Regulations.
5. The respect from majority of citizens by right.
6. The love for work.
7. The effort to save and invest.
8. The will to be productive.
9. Punctuality.

In the poor countries a small minority follow these basic principles in their daily life.

We are not poor because we lack natural resources or because nature was cruel towards us.

We are poor because we lack attitude. We lack the will to follow and teach these principles  of working of rich and developed societies.

WE ARE IN THIS  STATE  BECAUSE
WE WANT TO TAKE ADVANTAGE OVER EVERYTHING AND EVERYONE.

WE ARE IN THIS STATE BECAUSE
WE SEE SOMETHING DONE WRONG AND SAY - "LET IT BE"
WE SHOULD HAVE A SPIRITED MEMORY AND ATTITUDE.

ONLY THEN WILL WE BE ABLE TO CHANGE OUR PRESENT STATE.

If you do not forward this message nothing is going to happen to you. Your prized animal is not going to die, you wont be sacked from your job, you wont be having bad luck for seven years, nor are you going to get sick.

But, if you love your COUNTRY
Try and circulate this message so that as many people can reflect on this.

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Monday, November 21, 2016

Manusia Indonesia

Ini ada tulisan yg sangat bagus dari Prof Sarlito Wirawan Alm.

SARLITO W SARWONO

Salah satu tulisan yang cukup menohok mengenai manusia Indonesia ini adalah tulisan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia. Begini tulisan dan penelaahannya:

Beberapa waktu yang lalu, ketika melintasi jalan Kapten Tendean, Jakarta, yang sedang direnovasi, saya terkejut ketika melihat salah satu backhoe (alat berat penggali tanah) bermerek "Samsung" (Korea), karena selama ini yang saya ketahui Samsung adalah produser HP, smart phone, gadget dan barang-barang elektronik, yang sudah jauh menggusur posisi Sonny dan Nokia (Jepang), tetapi bukan produsen alat-alat berat. Tetapi bukan itu saja, di Indonesia para Korea ini sudah mulai menggusur Jepang di bidang kuliner (Resto Korea versus Resto Jepang), budaya pop (K-pop, Gangnam style, Boys band, Sinetron Korea dll), dan otomotif ("H" dari Hyundai versus "H" dari Honda). Padahal Korea pernah "dijajah" Jepang (1876-1945) dan orang Korea punya dendam kesumat kepada orang Jepang. Tetapi dendam itu tidak dibalaskan dengan perang lagi atau agresi politik, melainkan dengan kerja keras yang menghasilkan prestasi di bidang teknologi, ekonomi dan budaya. Dalam waktu 70 tahun kita sama-sama melihat hasilnya.

Indonesia juga pernah dijajah Jepang, tidak lama, hanya 3,5 tahun, tetapi rakyat sangat menderita selama masa penjajahan yang singkat itu. Anehnya, walaupun akhirnya Jepang kalah Perang Dunia II dan Jepang diwajibkan membayar pampasan perang kepada Indonesia, setelah 70 tahun Indonesia tidak berhasil mengimbangi Jepang hampir di segala bidang. Malah di tahun 1974 terjadi peristiwa Malari (15 Januari), saat mahasiswa dan massa membakari mobil-mobil bermerk Jepang. Orang Indonesia bukannya bekerja lebih giat untuk menyaingi Jepang, tetapi menyalahkan dan menyerang si pesaing. Dalam psikologi mentalitas seperti ini disebut "ekstra-punitif" (menghakimi pihak lain) yang bersumber pada "pusat kendali eksternal" (external locus of control). 

Menurut teori Pusat Kendali (locus of control: J.B. Rotter, 1954), ada dua macam tipe manusia, yaitu yang Pusat Kendalinya Internal dan Eksternal. Orang dengan Pusat Kendali Internal (PKI) percaya bahwa dirinya sendirilah yang menentukan apa yang akan terjadi dengan dirinya, bahkan lingkungan di sekitarnya pun bisa dia kendalikan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan orang dengan Pusat Kendali Eksternal (PKE) jika terjadi sesuatu, cenderung menyalahkan pihak lain, bukannya mengoreksi diri sendiri. 

Sebagian besar orang Indonesia, menurut hemat saya, tergolong PKE. Bukan hanya dalam kasus Malari, tetapi hampir pada setiap peristiwa sehari-hari. Kalau dalam Pilkada ada calon Bupati/Walikota yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan maka kantor KPU-nya dibakar. Kalau kebanjiran menyalahkan pemerintah, kalau kekeringan minta bantuan pemerintah. Si pemerintah juga lebih senang menyalahkan alam yang tidak bersahabat. Bahkan ketika perekonomian nasional mengalami perlambatan seperti sekarang ini, para menteri di pemerintah pusat lebih senang menyalahkan faktor-faktor luar negeri (menggiatnya perekonomian dan kenaikan suku bunga di AS dll), ketimbang merekayasa perekonomian dalam negeri untuk mendongkrak laju perekonomian nasional. Pengendara motor yang melawan arus, ketika ditangkap polisi, akan membantah, "Loh, tiap hari saya liwat sini. Ada polisi, tetapi tidak pernah diapa-apakan. Kok sekarang saya mau ditilang?" 

Salah satu dampak dari sifat bangsa Indonesia yang KPE ini adalah mencari jalan pintas. Tidak punya ijasah, ya beli ijasah Aspal saja. Mau menang Pilkada, beli suara. Mau main di pengadilan beli hakimnya. Kalau tidak bisa dibeli, liwat kekerasan. Termasuk Tuhan pun dijadikan faktor yang dijadikan sarana untuk mencapai sesuatu. Ingin lulus Ujian Nasional, sholat Istigozah rame-rame. Demo anti kenaikan harga BBM, teriak "Allahu Akbar". Tetapi karena Tuhan tidak bisa dibeli, maka yang menikmati (yang terima duit) adalah para pemain di balik agama, termasuk para da'i komersial (yang sering masuk TV dan honor tausyiahnya 10 kali lipat dari ceramah profesor), Biro perjalanan haji dan Umroh, dan para pemain politik yang menggunakan agama sebagai kendaraannya. 

Akhir-akhir ini bahkan makin kuat kecenderungan untuk lebih menuhankan agama ketimbang menuhankan Tuhan (Allah) itu sendiri. Agama sudah dianggap jauh lebih penting dari pada negara, pemerintah, bendera dan lagu kebangsaan, kewarganegaraan, dsb. Kalau Kartosuwiryo yang memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) di tahun 1949 (isterinya tidak berjilbab), masih mencita-citakan sebuah negara yang bernama Indonesia, JI (Jamaah Islamiah) dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) tidak lagi mempersoalkan wilayah, dia maunya seluruh dunia adalah daulah Islamiah, yang dipimpin oleh seorang Amir atau Khalifah saja. Berita mutakhir, ISIS telah mengeksekusi 19 perempuan yang menolak bersetubuh dengan para pejuangnya, atas nama agama, atas nama daullah Islamiah. Padahal Allah sendiri tidak pernah mengatakan begitu. Bukankah ini menuhankan agama lebih dari pada menuhankan Allah itu sendiri? Apa namanya kalau bukan musyrik?

Dampak yang serius dari mentalitas PKE adalah orang jadi malas kerja. Orang PKE yang tidak berorientasi agama memilih hidup hedonis, mumpung muda hura-hura, tua foya-foya, mati masuk alam baka (surga atau neraka? Emang gue pikirin?). Mereka terlibat Narkoba, seks berisiko, kenakalan dan kriminal untuk memenuhi kebutuhuan hedonisnya. Sementara PKE yang orientasinya agama lebih rajin berdoa (rukun Islam tidak pernah terlambat, termasauk berumuroh berkali-kali), tetapi tetap enggan bekerja serius. Bahkan mereka pikir tidak apa-apa sedikit bermaksiat juga, karena mereka pasti sudah diberi pahala dan ampun oleh Allah yang Maha Pengampun, karena ibadah mereka sudah berpuasa yang pahalanya lebih dari seribu bulan dan sudah sholat Arbain di Medinah, yang pahalanya entah berapa juta kali lipat dibandingkan shalat di masjid lain. Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari korupsi dan maksiat, walaupun mayoritas penduduknya adalah muslim terbanyak di dunia. Itulah sebabnya Indonesia tidak pernah lepas dari STMJ (Sholat Terus, Maksiat Jalan).

Padahal Indonesia sedang dalam era Bonus Demografi (2010-2045), yaitu saat penduduk usia produktif (15-64 tahun) berjumlah dua kali lipat dari penduduk non-produktif. Para pakar menamakannya peluang emas untuk menggenjot kemajuan di segala bidang, guna menyejahterakan dan memakmurkan bangsa, khususnya karena negara-negara lain sudah meliwati masa ini bertahun-tahun yang lalu (negara-negara maju seperti Kanada dan AS sudah mengimport imigran untuk mengisi kekurangan tenaga kerja mereka) dan Indonesia sendiri akan kehilangan peluang itu juga pasca 2045. Peluang emas inilah yang ingin direbut oleh Presiden Jokowi dengan seruannya "Kerja, kerja, kerja!!!". Maka kabinetnya pun dinamakan Kabinet Kerja. Tetapi kalau bangsa Indonesia lebih suka berhura-hura atau hanya berdoa saja, jangan-jangan setelah tahun 2045 terlewati (100 tahun setelah kemerdekaan), Indonesia bukannya menandingi Korea atau Tiongkok (Cina) melainkan makin terpuruk. Naudhubillah min dzalik.

Sudah sepatutnya kita bercermin diri dan sadar, agar kita bisa bangkit dan tidak lagi bermental inferior.

(Manusia Indonesia, 15 Agustus 2015 oleh Sarlito W. Sarwono

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com