Pengelolaan SDM TIK

Pengelolaan SDM TIK menjadi salah satu fokus dari Asosiasi-asosisasi yang saya ikuti

Pengembangan Skill

Pengembangan karir dan skill menjadi fokus utama saya.

Asosiasi Cloud Computing Indonesia

Cloud Computing ada dimana-mana saat ini, terlibatlah aktif.

StartSMEUp.ID

StartSMEUp, divisi baru dari DCMSolusi untuk bantu UKM naik kelas.

APTIKNASe

Asosiasi Pengusaha TIK Nasional, identitas baru dari asosiasi lama, yang mengembangkan diri lebih baik.

Translate

Wednesday, September 26, 2018

What every entrepreneur needs ?

Mengapa Enterprise masih suka gunakan SMS?

Apa yang membuat Kota jadi Smartcity ?

Tuesday, September 25, 2018

The modern unicorn marketer

SMILING IS POWERFUL MEDICINE

*SMILING IS POWERFUL MEDICINE*
*_The World Pharmacist Day!_*
By GC – Sep 24, 2018

Pengalaman ini terjadi di tahun 1988, saya ketika itu baru saja lulus dari Sekolah Asisten Apotekher dan bekerja di salah satu apotek di Jakarta sebagai seorang Junior pharmacist alias asisten apotekher. Salah seorang rekan saya pernah curhat demikian kepada saya. "Dunia ini tidak adil!" Katanya. "Coba kamu bayangkan, dokter memeriksa pasien, mencharge pasien dengan fee yang mahal. Lalu kemudian pasien itu ke apotek menebus obatnya." 

"Coba kamu pikir… apa yang terjadi jika setelah meminum obat itu pasien itu menjadi sembuh? Pasti yang dipikirkan adalah wahhhh… dokter itu pintar ya. Adakah pasien tersebut berpikir, wahhhh… pharmacist itu pintar ya, obat yang diraciknya bagus ya. Tidak ada bukan? 

Lalu Bagaimana jika dokter memberikan obat lalu ternyata obat itu tidak ampuh dan pasien tersebut meninggal? Si Dokter? Masih tetap di puji. Terkadang malahan ditulis dikoran dengan mengucapkan "Terima kasih dokter…., selama hidupnya ayah saya sudah dibantu semua pengobatannya. Bagaimana dengan Pharmacist, jika pasien terjadi apa-apa. Maka sudah pasti Pharmacist itu akan berhadapan dengan hukum. Padahal bisa saja kejadian itu dipicu karena tulisan dokter dalam resep yang tidak bisa terbaca dengan baik. Atau bisa jadi juga kejadian itu karena dokter salah menulis resep obat. Tapi jika Pharmacist tetap memberikan obat itu (Ingat… sekalipun dokter salah tulis), maka tetap aja secara hukum Pharmacist yang salah."

Saya tertawa mendengar keluh kesahnya tentang ketidakadilan dunia ini terhadap seorang Pharmacist. Lalu saya bertanya sama dia: "Jika sikap kamu terus menggerutu seperti ini, memangnya bisa menghasilkan apa? Kemarin saya lihat kamu diomelin sama salah satu pasien. Karena sikap kamu dianggap kurang ajar sama dia. Apakah memang seperti itu yang kamu inginkan?"

"Saya belajar dari pengalaman saya ketika saya sekolah dan saya diminta untuk membantu menjaga toko buku milik kakak saya. Tidak berapa lama saya membantu, saya disuruhnya pulang oleh suami kakak saya karena muka saya cemberut terus dan sering bengong katanya. Sehingga membuat pelanggan ga nyaman. Sejak kejadian itu , maka saya bertekad untuk selalu fokus dengan apa yang saya kerjakan, dan mengeluarkan senjata terbaik saya yaitu: *"Senyum".* Kamu pernah melihat saya bermasalah dengan pelanggan?" begitu saya berbicara pada sahabat saya itu.

Ya! Senyum itu adalah obat yang sangat kuat dan sangat ampuh yang dapat mengobati hubungan kita dengan pelanggan kita. Di dalam hidup yang terkadang negatif terhadap hidup kita kita selalu punya dua opsi, apakah kita akan menghadapinya juga dengan negatif atau kita mau menyikapinya dengan positif?

Di kemudian hari, saya belajar ternyata senyum itu memang bukan hanya sekedar memperbaiki hubungan dengan orang lain saja. Tetapi senyum itu ternyata juga membangun diri kita dari dalam dan membuat hidup kita lebih sehat.

Tara Kraft dan Sarah Pressman dari University of Kansas adalah dua orang ilmuwan psikologi yang meneliti tentang senyuman ini. Mereka mendapati bahwa ternyata memasang senyum di wajah kita menurunkan tingkat stress serta baik untuk jantung kita. 

Senyum juga ternyata membantu kita untuk hidup lebih panjang. Beberapa ahli dari Wayne University di Michigan, Amerika Serikat mengambil kesimpulan setelah meneliti 230 gambar-gambar pemain baseball yang dicetak pada tahun 1952, dimana difoto itu memuat data-data pemain seperti usia, berat, tinggi dan status pernikahan. Para peneliti mengurutkan berdasarkan rangking dari wajah dengan senyuman yang terbaik atau bahkan tertawa hingga muka yang murung dan sedih. 

Dari 184 pemain yang sudah meninggal, mereka yang ternyata berada di bagian "No smile" usianya rata-rata 72.9 tahun sedangkan di bagian "partial smile" usianya rata-rata 75 tahun dan mereka yang senyumnya paling lebar ternyata usianya rata-rata 79.9 tahun.

So friends, ternyata senyum itu memperpanjang usia kita loh. Oleh karenanya biasakan senyum.

Senyum ternyata juga mempunyai begitu banyak efek positif lainnya. Ada peneliti yang membuktikan bahwa senyum itu meningkatkan efektivitas di tempat kerja. Senyum meningkatkan mood kita. Senyum ternyata meningkatkan aktivitas otak kiri kita (brain's left anterior temporal region) yang merupakan area yang berhubungan dengan dorongan pengaruh positif dalam hidup kita. Dll.

Dan senyum itu menular, dan senyum itu universal language yang dimengerti oleh seluruh manusia sekalipun hewan. Jadi senyum itu mudah dan senyum itu indah.

Untuk semua sahabat-sahabat saya Pharmacist di mana pun berada. Bekerja sebagai Pharmacist memang sangat sulit. Perlu kesabaran, perlu ketelatenan, perlu ketekunan. Tapi obat yang kita hasilkan akan jauh berbeda efeknya jika kita tambah dengan senyuman kita. Sebab senyum itu sendiri merupakan obat yang sangat dahsyat. Sebab itu tetaplah semangat dan kenakan selalu senyuman terbaik kita saat melayani pasien. 

Di hari The World Pharmacist Day saya hadiahkan salah satu lagu favorit saya dari Nat King Cole: *SMILE* https://youtu.be/YXuB6md9zPk 

_"Let us always meet each other with smile, for the smile is the beginning of love."_ - Mother Teresa

Have a GREAT Day! GC

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI

CHANGE THE WAY YOU PLAN YOUR LIFE

CHANGE THE WAY YOU PLAN YOUR LIFE
(Mengubah cara anda merencanakan hidup anda)

Namanya Ita, lulusan Matematika ITB. Malam itu kami makan malam di sebuah rumah makan sea-food di Tebet. Setelah lama menjadi ibu rumah tangga, tiba-tiba sekarang dia ingin meneruskan kuliah S-3 nya.
Dan saya pun bertanya,"Mengapa ingin kuliah S-3 lagi? Apa yang ingin dicapai?"
Dan saya melihat keraguan di matanya yang bening.

Namanya Anti, seorang kolega saya waktu masih bekerja di banking industry. Pagi itu dia kirim WA message ke saya. 
"Mas Pam, saya mau resign aja. Saya sudah bosan 15 tahun bekerja di bank ini."
Saya bertanya,"Why? Apa yang ingin kamu capai dengan resign?"
Anti bilang,"Sudah bosen kerja 15 tahun, kayaknya teman-teman yang keluar morning pada having fun!"

Dan ternyata banyak yang hidupnya seperti itu. Menjalani hidup hanya dengan memikirkan langkah berikutnya, tanpa memikirkan tujuan akhirnya mau ke mana. Ini seperti orang yang keluar dari rumah, gak tahu tujuannya, menyalakan mobil, dan pergi ke mana aja, asalkan tidak macet, asalkan perjalanannya nyaman.
Bukankah mestinya kita tahu tujuan kita , even sebelum kita menyalalan mesin mobil.

If you dont know your destination, you can only get lost!
Kalau anda gak tahu tujuan anda, anda hanya bisa tersesat!
Saya tidak ingin Ita, Anti dan anda-anda yang lain tersesat. Mulailah dengan tujuan hidup anda.
Atau kalau anda bingung, tulislah obituary anda. Pada saat anda meninggal, bagaimana anda akan dikenang atau diingat orang?
Seorang pengusaha yang sukses? Seorang leader yang fokus mendevelop anakbuahnya? Seorang ibu yang sangat fokus mendidik anak-anaknya? Seorang expert yang selalu membagikan ilmunya? 
Seorang dermawan yang selalu membantu sesama?
Apapun itu, itu hak anda untuk memilih bagaimana anda dikenang orang nanti. Mungkin itu tujuan anda.
Nah setelah itu anda akan melakukan apa yang perlu dilakukan. Begin with the end in your mind!

Stephen Covey dalam bukunya "7 Habits for Highly Effective People" menuliskan prinsipnya yang pertama,"Begin with the end in your mind".
Saya akan menyederhanakannya.
Jangan berhitung seperti orang lain 1-2-3. Tetapi berhitunglah dengan cara yang berbeda. 3-2-1. Bagaimana caranya?
TIGA: Mulailah dengan tujuan akhir yang ingin anda capai.
SATU: Teruskan dengan menganalisa situasi di mana anda saat ini berada
DUA: Tetapkan jalan (path) apa yang harus anda lakukan agar anda mencapai tujuan anda (meskipun jalan itu tidak nyaman, berat bahkan berliku-liku).

Jadi ingat, berhitungnya Tiga-Satu-Dua, bukan seperti orang lain yang berhitungnya Satu-Dua-Tiga!

Terus bagaimana dong menerapkannya secara praktis?
Ikuti empat langkah di bawah ini ...

a) BEGIN WITH THE END IN YOUR MIND
Pertama, tentukan tujuan apa yang ingin anda capai?
Kalau anda keluar rumah anda harus tahu tujuannya.
Waktu saya menjadi IT engineer, saya bercita-cita menjadi HR Director.
Waktu anak saya masih SMP, dia bercita-cita untuk mendapatkan beasiswa di lima negara.
What is your dream? Remember, if you dont know your destination, you will get lost!

b) UNDERSTAND WHERE YOU ARE AT THE MOMENT

Evaluasi dan analisalah situasi anda saat ini. Apa kelebihan anda (menjadi modal anda mencapai tujuan anda) , dan apa kekurangan anda (agar anda bisa mengembanhkan diri anda dan menutupi kekurangan anda).
Yang harus anda analisa bukan hanya kompetensi, tetapi juga 
networking, informasi, interpersonnal skills, leadership ...etc.
Dan ini memerlukan keterbukaan anda, open mind, kerendahan hati anda, being humble, untuk mengakui kekurangan anda!

c) DEFINE THE PATH to REACH YOUR DESTINATION

Nah, sekarang anda kan sudah mengetahui tujuan akhir, dan juga (kelebihan dan) kekurangan anda. Sekarang anda sudah bisa membuat action plan yang bisa dikerjakan untuk mencapai tujuan anda.
Waktu saya masih menjadi IT engineer dan bercita-cita menjadi HR Director, saya kuliah MBA, ikut asosiasi HR di Singapore,  banyak bergaul dengan orang-orang HR, bahkan menjadi volunteer untuk project-project mereka.
Waktu anak saya bercita-cita untuk mendapatkan beasiswa di lima negara, dia belajar keras, banyak mencari informasi, dan sering mengetes dirinya sendiri dengan try-out baik secara online maupun datang langsung.

Apa yang anda lakukan agar anda bisa mendekatkan anda sendiri ke tujuan anda.
Ibaratnya anda mau ke Bandung, ya harus lewat Bekasi dan Cikampek!
Meskipun jalannya macet dan panas ya harus dijalani.
Jangan sampai , karena tol cikampek macet anda terus ambil tol Jagorawi, mungkin perjalanan akan lebih nyaman, tetapi kan anda gak akan pernah sampai ke tujuan kan?

d) BUILD YOUR PERSISTANVE and PERSERVERANCE

Setelah mengevaluasi, menganalisa dan merencanakan, sekarang waktunya kita untuk mengimplementasikan!
Get your act together, focus and commit for your own life!
Masalahnya, seperti semua perjalanan panjang, akan ada banyak masalah yang akan anda hadapi.
Ujian, cobaan, tantangan, godaan, celaan  , hinaan dan siksaan mental.
Kalau anda mengalami itu semua, congratulations, you are on the right track!
Jalur menuju kesuksesan itu tidak ada yang mulus.
No success will come from a smooth journey.
Kalau anda selalu melakukan hal yang sama dengan yang lain, percayalah, anda tidak akan dicela atau dihina.
Tetapi anda juga tidak akan pernah mendapatkan yang lebih dari yang lain.
If you want to achieve more than others, you have to do something different than what others do.
Makanya anda harus lebih keukeuh dan tegar daripada yang lain. Banyak yang punya rencana tapi gagal di jalan. Seleksi keberhasilan itu bukan dari bagusnya rencana, tetapi dari kemampuan mengimplementasikan dengan konsisten!

Jadi ingat, sebaiknya anda tidak hanya memikirkan apa langkah berikutnya. Seperti pemain catur anda harus memikirkan tujuan akhir, sebelum menentukan buah catur mana yang akan anda mainkan.
Untuk itu coba terapkan keempat langkah ini:

a) BEGIN WITH THE END IN YOUR MIND
b) UNDERSTAND WHERE YOU ARE AT THE MOMENT
c) DEFINE THE PATH to REACH YOUR DESTINATION
d) BUILD YOUR PERSISTANVE and PERSERVERANCE


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto





Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI

Children future