Translate

Tuesday, February 13, 2018

GENEROUS LEADERS

GENEROUS LEADERS

Kita semua mengerti bahwa dengan perkembangan bisnis sekarang banyak yang sudah berubah. Dulunya people need job.  Dan itu dulu kelihatan di film film Indonesia jaman tahun 1970-an di mana kita melihat banyak lulusan sarjana membawa map lusuh naik turun bus PPD mencari pekerjaaan. Dan di banyak perusahaan akan ada pengumuman dengan tiga kata "Tidak ada lowongan"

Jaman sudah berganti dan sekarang dengan sedikitnya talent yang bagus, bukan lagi mereka yang membutuhkan pekerjaan. Tetapi perusahaan yang berlomba lomba memperebutkan talent yang bagus (yang jumlahnya sedikit). 
Di sinilah terjadi paradigm shift from "people needs company" to "company needs good people". 
Ujug-ujug, the good talents have a choice, ke mana mereka akan bekerja.  Suddenly they can easily choose between different companies that they can work for. 

How the talents will choose?
Obviously mereka akan membandingkan monetary compensation, benefits, career progression ...etc. 
But they are also getting smarter. 
Dan mereka mulai melihat bigger picture. 
Ada 3 angle yang mereka juga akan lihat. 
Right Industry - Right Company - Right Leader. 

Pertama, mereka akan melihat bahwa industry nya masih growing dan mereka akan belajar banyak di situ. 
Kedua, mereka akan melihat apakah this is the right company for them. 
Apakah perusahaannya berkembang? Apakah secara jangka panjang, this is the right place for them. 
Dan apakah budaya kerja dan values perusahaan tersebut sesuai dengan values yang mereka believe. 

Ketiga, mereka juga akan melihat siapa boss mereka? Orang yang akan memimpin mereka setiap hari. Dan ini adalah faktor penting bagi mereka. Kita tahu, biasanya people join the company but they leave their boss. They want to know what they will learn from their boss.  Mereka ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan dari boss mereka. 
Mereka sangat benci dengan boss yang pelit. They want to get a generous boss. 

Tunggu dulu, definisi pelit dan generous di sini tentunya juga mencakup masalah uang, tetapi harus lebih luas dari itu. Kita biasanya melihat kata pelit dan murah hati hanya dari sudut pandang keuangan.  Padahal talent talent kita tidak hanya melihat itu.  Konsepnya tidak sesederhana " Berikanlah yang yang lebih banyak dan karyawan anda akan lebih happy" 
People want more from their leaders....

Mari kita lihat beberapa angle of generousity selain faktor uang.

a) GENEROUS

Apa yang anda lakukan dengan power dan authority yang anda dapatkan? Generous leader akan belajar untuk membagi power dan authority itu dengan yang lain.  Apakah seseorang yang lebih junior akan belajar dari memimpin sebuah project untuk periode tertentu? Berikanlah power dan authority untuk project itu kepadanya. 
Apakah seseorang akan belajar dengan mendapatkan authority yang lebih tinggi? Delegasikan kepadanya. 
Kalau belum siap? Ya develop dan awasi dia lebih dekat.
Kalau anda seorang leader yang generous dengan power dan  berhasil dengan baik, kemungkinan besar atasan anda akan memberikan power dan authority yang lebih banyak lagi. 

b) Generous with time .

Spend time with your team, dengarkan saran mereka, do your best to improve the situation based on their feedbacks. 
Spend time with tem, listen to them, understand them, help them .....

c) GENEROUS WITH EXPERTISE. 

Anda sampai di posisi ini karena anda mempunyai skills set dan expertise tertentu. It is the talent factor. Dan ini didapatkan karena education, experience dan on going learning. 
Leader yang generous akan membagikan expertisenya kepada yang lain. 
Seorang leader yang confident akan melakukan hal ini tanpa merasa takut bahwa anak buahnya akan lebih pintar daripada dia. 
Karena mestinya leader yang confident juga akan terus menerus belajar dan mencari ilmu ilmu baru yang bisa diterapkan di bisnisnya. 

d) GENEROUS WITH PRAISE

Anak buah anda mungkin lupa benda atau oleh2 apa yang pernah anda berikan, tapi mereka tidak akan pernah lupa pujian yang anda berikan, apalagi kalau di depan public. 
Berapa kali anda pernah melakukannya? 
Jangan menunggu datangnya annual performance review, kalau mereka langsung melakukan sesuatu yang bagus, langsung saja, berikan pujiannya instantly. 

e) GENEROUS WITH ACCESS

Apakah tim anda benar benar bisa bertemu anda pada saat mereka membutuhkan anda? 
Remind people that you are available, that they can reach you anytime they need you. 

Tentu saja hal hal tersebut tidak mengurangi faktor generous tentang faktor monetary. 
Anda tetap harus melakukan benchmark dan tetap memberikan monetary reward yang competitive.

Jadi ingat ya, untuk menjadi generous leader (leader yang murah hati), anda sebaiknya menjadi leader yang ....
a) Generous with power
b) Generous with time
c) Generous with expertise
d) Generous with praise
e) Generous with access

So make sure that the leaders in your company are all generous leaders, because a generous boss will win the heart of their talents, in the long term, which is important for the sustainability and continuity of the business. 

Salam hangat

Pambudi Sunarsihanto