Translate

Thursday, February 22, 2018

FREEDOM TO INNOVATE

FREEDOM TO INNOVATE

Ini jaman inovasi. Semua perusahaan harus berinovasi, kalau tidak, mereka pelan pelan akan mati. Semua CEO bilang sama karyawannya bahwa mereka harus berinovasi.
Tetapi benarkah bahwa pemimpin perusahaan benar-benar memberikan kebebasan pada anak buahnya untuk berinovasi ?
Atau jangan jangan? Inovasi itu hanya di mulut saja?
Jangan jangan leadernya sendiri tidak memberikan ruang gerak untuk inovasi?

Bagaimana mengetes apakah anda berada di dalam perusahaan yang sangat mendorong inovasi?
Coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

0. Apakah perusahaan hanya memberikan kepada anda target jangka pendek (1 tahun ke depan) dan jangka panjang (3 tahun ke depan)?
0. Apakah atasan anda memberikan penghargaan khusus kepada anda , apabila anda melakukan kesalahan , karena anda ingin mencoba hal hal yang baru?
0. Apakah tim anda mendorong anda untuk selalu mencoba metode baru dalam menyelesaikan masalah anda?
0. Apakah secara collective anda bekerja sama dengan departemen lain, belajar bersama, dan mencoba mengembangkan metode atau product baru?
0. Apakah atasan anda men-challenge anda karena anda selalu berulang-ulang mengerjakan hal yang sama, meskipun hasilnya bagus?
Kalau sebagian besar jawaban anda adalah IYA, maka congratulations, anda berada di organisasi yang tepat. Tetapi kalau jawabannya sebagian besar adalah TIDAK, maka anda harus berfikir ulang, apakah yang akan anda lakukan sebagai  change agent agar organisasi anda berani mengambil resiko untuk berinovasi?

Hari ini kita akan belajar dari sebuah lembaga yang terbaik di dunia, dalam bidangnya. Sistem pendidikan Finlandia adalah sistem pendidikan yang dikenal sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia, menurut penghargaan beberapa lembaga internasional yang credible.

Salah satu Sistem pendidikan terbaik di dunia adalah di negara Finland. Banyak lembaga internasional mengakuinya.
Dan ternyata “the system is only as good as the people who operates it”
System itu hanya sebagus orang orang yang akan mengerjakannya. Dan untuk sebuah sistem pendidikan, siapa yang paling penting dalam mengerjakan sistem itu? Tentunya guru-gurunya.

Nah di Finland, guru-gurunya dibayar tinggi, liburannya banyak (setiap dua bulan libur dua minggu, ditambah kalau musim panas libur panjang dua bulan).
Akibatnya lulusan terbaik SMA juga sudah bercita cita menjadi guru (dari SD sampai SMA). Ya iyalah, siapa yang gak mau dibayar tinggi dan dikasih liburan yang banyak!
Persaingan menjadi guru sangat ketat. Dan hanya yang paling pintar yang bisa menjadi guru.
Nah karena guru-gurunya pinter , ditambah sistemnya yang bagus, tentu menghasilkan murid-murid yang pinter dan sangat inovative! Logis kan?

Tidak seperti di sebuah negara (yang saya lupa namanya :-)), di mana guru-gurunya kepepet masuk ke sekolah guru, hanya karena tidak diterima di jurusan lainnya. Akibatnya murid-murid di negara itu diajar oleh guru-guru (yang bukan kualitas terbaik). Maka jangan mengharapkan murid-murid nya menjadi pinter!

Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 2009 saya travelling dari Singapore ke Finland setiap tiga bulan sekali. Kebetulan saya mempunyai seorang sahabat (sebut saja namanya Mathias), yang istrinya adalah seorang guru SD, bernama Tania.
Dan Mathias pun mengajak saya untuk melihat suasana di SD di mana istrinya bekerja.

Saya melihat sebuah SD yang sangat nyaman dan banyak ruang bermain bagi anak anak baik indoor maupun outdoor. Kemudian saya melihat Irina sedang mengajar, di ruang kelas yang penuh dengan cat air, mainan dari lilin yang bisa dibentuk menjadi bangunan ...dll.
Saya pun bertanya pada Matias, apakah ini pelajaran seni menggambar (atau Art and Drawing)?
Ternyata bukan menggambar, ternyata itu pelajaran Sejarah!
Lho bagaimana bisa?
Ternyata Tania ingin membuat pelajaran Sejarah menjadi menyenangkan.
Jadi dia bukan hanya mengajari tahun tahun penting dalam sejarah, dan apa yang terjadi pada tahun itu.
Ternyata dia menyuruh anak anak muridnya mempelajari sendiri dan kemudian membiarkan mereka merekonstruksi sendiri apa yang terjadi pada saat itu dengan menggambar atau membuat patung apa yang terjadi pada tahun itu.
Jadi misalnya ketika mereka belajar tentang Sejarah Negara  Cina, maka anak anak akan menggambar negara Cina dengan cat air, dan kemudian membuat patung tembok Cina dengan lilin. Wow! What an interesting approach to learn History!
Pantes saja anak anak semua senang belajar, menyerap banyak ilmu dan menjadi pinter!
Dan itu hanya satu contoh bagaimana Tania membuat pelajaran menjadi lebih menarik!
Ada banyak contoh lain bagaimana dia membuat pelajaran IPA, matematika dan lain lain menjadi menarik. The children are having fun and they learn much more!

Saya pun penasaran , dan malamnya saya pun bertanya tanya pada Tania ketika kami makan malam bertigA.
Tania menjelaskan,”Dalam kurikulum kami, kami hanya mempunyai topik yang harus diajarkan, dan mengapa itu harus diajarkan . The why and the what! Tetapi bagaimana mengajarkannya pada murid murid (the how) itu terserah pada kami. Makanya materinya standard tapi cara penyampaian bisa berbeda beda dari satu sekolah ke sekolah lain,
dari satu guru ke guru lain!

Wow, dengan cara itu, ternyata proses belajar mengajar jaci lebih menyenangkan bagi guru dan muridnya. Gurunya tambah senang dan tambah productive, muridnya tambah senang dan tambah pinter!

Inilah yang ingin kita pelajari dan kita terapkan di bisnis kita. Alangkah bagusnya apabila, kita bisa membuat suasana di mana karyawan kita lebih happy dan lebih productive, dan  customer kita lebih happy dan semakin banyak membeli dari kita?
Caranya bagaimana? Ya persis contoh di atas, dengan menerangkan the why and the what?
0. Mengapa kita harus mencapai objective tertentu
0. Apa objective yang harus dicapai?

Tetapi membiarkan karyawan kita mencari sendiri bagaimana mereka akan merealisasikan hal itu.
Again, tell them the why and the what , but let them define how!

Ok, that was the first step.
Intinya adalah dengan memberikan kebebasan untuk  berinovasi kepada tim kita.
Terus apa lagi yang bisa kita lakukan untuk memberikan kebebasan berinovasi ....? Ikuti kelima langkah di bawah ini ...

a) CLARIFY THE WHY and the WHAT, LET THEM DEFINE THE HOW

Langkah pertama jelas ya? Seperti saya uraikan di atas. Berikan kebebasan kepada team anda untuk melakukan pekerjaan sesuai analisa dan metode yang mereka pilih. Anda hanya memberikan tujuan yang harus dicapai (dan mengapa tim harus mencapainya). Bagaimana mereka mengerjaknnya? Serahkan pada mereka! They are smart.

b) DONT BE AFFRAID OF MISTAKEs

Jangan takut pada kesalahan. Dan kadang kadang biarkan mereka bereksperimen dan mencoba cara baru. Kalau salah atau gagal bagaimana? Itu bagian dari belajar kan? Bukankan pada saat anda belajar naik sepeda dulu anda juga pernah jatuh kesakitan dan kadang berdarah?
Seandainya ibu anda tidak mengijinkan anda belajar karena takut anda jatuh, pasti anda tidak akan pernah belajar naik sepeda kan?
Nah, sama, di bisnis anda punya dua pilihan.
Mengijinkan tim anda bereksperimen, berinovasi, kadang kadang melakukan kesalahan, tetapi mereka akan belajar dan improve
Tidak pernah mengijinkan anak buah anda bereksperimen, berarti kemungkinan salahnya kecil, tetapi mereka akan tidak akan pernah belajar dan tidak akan improve?
The choice is yours!

c) DEFINE WHAT To START, STOP and KEEP DOING

Berinovasi juga berarti mengevaluasi apa yang selama ini kita lakukan. Perlu prioritas. Kalau anda menyuruh tim untuk inovasi tetapi tugas tugasnya memang masih segudang dan pulangnya malem semua, ya pasti inovasi tidak akan terjadi!

Evaluasi lagi, hal hal yang memang wajib diteruskan, apa yang harus dihentikan dan apa hal hal baru yang bisa dimulai!

d) CONNECT WITH YOUR TEAM CLOSELY

Selama proses inovasi, anak buah anda masih belajar , mencoba coba dan kadang salah, mereka perlu bimbingan, dorongan dan motivasi.
You have to be there for them.
Spen time with them, support them, listen to them, understand them, offer to solve their problem.

e) DEVOTE TIME TO INNOVATE

Terakhir, yang paling penting, sediakan waktu yang cukup untuk berinovasi.
Banyak yang cuma ngomong doang ayo   berinoasi, tapi gak ada waktunya.

You have to walk the talk.
Sediakan waktu, investasi  biaya, energy, focus dan support yang dibutuhkan!
Susah ya? Yes.
Impossible?  No.

But if you dont innovate, it is a matter of time,
sooner or later, you will die.
Jadi ingat ya, ini yang bisa kita lakukan untuk memberikan kebebasan berinovasi kepada tim kita ...

a) CLARIFY THE WHY and the WHAT, LET THEM DENE THE HOW
b) DONT BE AFFRAID OF MISTAKEs
c) DEFINE WHAT To START, STOP and KEEP DOING
d) CONNECT WITH YOUR TEAM CLOSELY
e) DEVOTE TIME TO INNOVATE

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto