Translate

Friday, May 29, 2020

Andalkan Tuhan

2 Tawarikh 16:7-12 (TB)  Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu. 
Bukankah tentara orang Etiopia dan Libia besar jumlahnya, kereta dan orang berkudanya sangat banyak? Namun TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu, karena engkau bersandar kepada-Nya. 
Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."
Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat. 
Sesungguhnya riwayat Asa dari awal sampai akhir tertulis dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel. 
Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib. 


Raja Asa tidak mengandalkan Tuhan, dia mengandalkan kemampuannya sendiri. Diperingatkan pelihat (nabi) Hanani malah marah. Akhir hidupnya ditutup dengan sakit dan tetap tidak mencari Tuhan. 

Pernah kita lihat orang seperti itu? Hidupnya berkecukupan, kaya, tidak ingat Tuhan, menjelang kematian dengan sakit-sakitan, dan tetap tidak mencari Tuhan. Banyak kan yang seperti ini?

Mereka yang sombong dengan kemampuannya sendiri, tidak mengandalkan Tuhan. 

Inilah kesedihan hidup manusia , yang tidak mengandalkan Tuhan dan malah mencari kekuatan gelap. Bagaimana akhirnya?

Ya , disinilah kembali Tuhan ingatkan kita, untuk mengandalkan Tuhan. Dalam kehidupan kita baik waktu kita jaya atau bahkan ketika kita terpuruk.

Mengandalkan Tuhan artinya juga menuruti perintah Tuhan. Membuat Tuhan yang utama dalam hidup kita, hingga kita kembali kepadaNya. 

Tidak akan mudah mengikuti jalan Tuhan, dan saat pandemi inilah kembali kita diuji. 

Mari tetap mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita.