Translate

Friday, September 30, 2016

Satu Indonesia Lewat Palapa Ring

Siaran Pers GPR

Satu Indonesia Lewat Palapa Ring

Setelah meresmikan proyek Palapa Ring Barat pada Februari 2016 dan Palapa Ring Tengah pada Maret 2016, pemerintah akan segera menggenapi pembangunan jaringan serat optik nasional dengan meresmikan Palapa Ring Timur pada Kamis, 29 September 2016. Perjanjian Kerjasama Proyek Palapa Ring Paket Timur akan dilakukan antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), dan PT Palapa Timur Telematika (PT PTT), selaku Badan Usaha Pelaksana yang dibentuk oleh konsorsium Moratelindo, IBS dan Smart Telecom, dengan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Proyek Palapa Ring membawa misi besar pemerintah untuk mempersatukan seluruh wilayah Indonesia melalui optimalisasi sektor teknologi informasi dan komunikasi. Indonesia berada pada lokasi yang strategis, baik dari segi pertahanan, keamanan, politik, maupun ekonomi, sehingga berpeluang besar untuk menjalin hubungan regional maupun internasional dengan banyak negara. Untuk menjadi pemain utama dalam industri masa depan, Indonesia tentu membutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang berkapasitas besar, aman, dan terpadu. Untuk itulah, diperlukan integrasi jaringan telekomunikasi yang sudah ada dengan jaringan baru yang akan segera di bangun, terutama yang mampu menjangkau wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).

Saat ini sudah ada sekitar 400 kabupaten/kota yang telah dijangkau jaringan serat optik. Namun, ada beberapa wilayah yang masih belum tersentuh jaringan serat optik karena dianggap tidak layak secara finansial. Pemerintah pun menargetkan pembangunan jaringan serat optik di 57 kabupaten/kota yang tidak layak secara finansial tetapi dianggap layak secara ekonomi pada tahun 2018. Jaringan ini akan bersinergi dengan 457 jaringan serat optik yang dibangun oleh operator telekomunikasi untuk mempercepat proses transfer data dan internet dalam kecepatan tinggi atau pita lebar.

Proyek Infrastruktur Paket Timur akan menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, hingga pedalaman Papua dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454 km. Proyek bernilai Rp 5,1 Triliun ini diharapkan tak hanya memberikan kenyamanan berkomunikasi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, mengubah tatanan sosial di masyarakat yang bersendikan budaya, serta mewujudkan Persatuan Indonesia. (Tim Komunikasi Pemerintah - Kominfo)

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com