Translate

Saturday, December 24, 2016

Renungan Natal: Johanes Pembaptis

*"JOHANES PEMBAPTIS"*
Oleh: H.Oktavianus
*_Renungan Natal Kudus_*

Bagai awan hitam gelap memeluk erat Bumi dan tiada nampak seberkaspun cahaya mentari, demikian kuasa dosa merasuki tubuh, jiwa dan roh manusia.

Kemunafikan, keserakahan, kelicikan, kesombongan dan keangkuhan tersembunyi dibalik kulit yang membungkus jiwa.
Keagungan kasih Illahi dan kepahitan hidup tiada membuat jera  menuntun pada pertobatan.

Waktu berjalan meninggalkan jejak-jejak dosa di dataran pasir gurun kehidupan anak-anak manusia.
Dosa menawan hati manusia...
Dosa membuat jiwa mengerang...
Dosa membutakan pandangan hidup...
Dosa menjerat dan menyesatkan...
Dosa dibanggakan dan diagungkan...
Keinginan dosa menjadi alasan pemuas nafsu yang menyesatkan.
Sirna kasih sayang...
Sirna kepedulian..
Sirna kebersamaan...
Sirna keadilan...
Sirna kebenaran...
Sirna kedamaian... 

Di saat kekelaman semakin kelam
Di saat kegelapan semakin gelap
Di saat takut akan Tuhan hampir menjadi cerita, berkelip seberkas cahaya surgawi.
Terdengar suara menggelegar di tengah buaian dosa, nyaring dikumandangkan suara mengajak pulang ke jalan kebenaran dan keselamatan.
 
Tampil dengan kesederhanaan berkalungkan bait-bait suci dan berbaju jirahkan kesetiaan.
Walau nyawa taruhannya seruan pertobatan terus dikumandang.
*YOHANES PEMBAPTIS* anak Zakharia diutus untuk menyambut KRISTUS Anak Betlehem lahir di dunia sebagai Terang Baka yang membebaskan manusia dari kungkungan dan kutuk dosa.

*YESUS KRISTUS* anak Betlehem seberkas cahaya surgawi di tengah-tengah pupusnya harapan dan keselamatan hidup manusia, dikumandangkan Yohanes si Pembaptis.
Kisah *YOHANES PEMBAPTIS*  mengajak kita untuk mengetahui dan memahami bahwa,
1. Jalan dan
    Kebenaran dan
    Hidup hanya
    merupakan
    anugerah kasih
    Karunia Allah, dan
    bukan sekedar untuk
    diketahui juga
    didengar akan tetapi
    agar setiap orang
    mengenal,
    merasakan dan
    mengalaminya.

2. Setiap orang yang
    mengaku Kristen
    diingatkan dan
    selalu termotivasi
    menjadikan dirinya
    sekaligus aktivitas
    kesehariannya
    menyerukan serta
    menyaksikan
    Kebenaran Kasih
    Allah kepada orang-
    orang yang berada
    disekitarnya.

3. Sikap
    keserdehanaan
    mengawali hati jauh
   dari keserakahan dan
   ketidakpuasan yang
   dapat menyesatkan
   jiwa.
   Mengajar untuk
   selalu hidup
   bersyukur atas
   segala hal.

4. Berani menyatakan 
    benar itu benar dan
    salah itu salah. 
   Jangan bersikap
   mendua tapi jadilah
   orang yang punya
   prinsip hidup yang
   ideal. 

*_"Selamat merayakan Natal Kudus"_* 

*Kemuliaan bagi TUHAN ditempat mahatinggi. Damai sejahtera bagi orang yang berkenan kepada-NYA"*