"Universitas Keluarga: Jurusan Suami dan Istri"
Oleh: Julianto Simanjuntak | Kompasiana | Catatan Harian | 10 April 2011 | 07:17 WIB
Ayah lebih suka di warung tuak daripada bermain dengan kami
Karena dia tak pernah mengecap kasih ayahnya, pahit masa lalunya
Papa sering membentakku, karena alkohol telah merusak emosinya
Lima kami bersaudara menjadi alkoholik, karena itulah contoh yang kami terima
Mama membandingkanku dengan kakak
karena dia kecewa dengan kelahiranku
Mama berharap aku perempuan, sayangnya aku pria
Mama tidak pernah memujiku, karena diapun tak pernah mendapatkan pujian
Papa suka memukulmu, karena dia tidak tahu cara lainnya
Papa suka menghukummu, karena begitula dia diperlakukan kakekmu
Mama membandingkan engkau dengan adikmu, karena dia punya pengalaman sama
Mamamu lebih peduli karirnya,
karena dia dibesarkan nenekmu seorang pedagang yang jualan siang dan malam
Tak sempat punya hubungan batin yang baik
Suamimu kerap marah hanya masalah sepele,
karena dulu sering mendapat kekerasan dari ayah mertuamu
Suamimu tidak romantis, dingin emosi dan pelit bicara
Mungkin itulah yang ia warisi dari orangtuanya
Like father like son
Istrimu cerewet, kalau bicara susah berhenti,
karena itulah hasil didikan ibu mertuamu
Istrimu boros, karena dibesarkan orangtuanya dengan pola yang sama
Istrimu mudah stres karena dibesarkan ibunya pengidap depresi
Istrimu minder, karena tak pernah dipuji meski berprestasi
Like mother like daughter
Sifat itu dibentuk sejak kecil
Emosi itu diadopsi dari orang tua
Setiap kita mewarisi dan kelak mewariskan hal hal berikut pada anak anak:
1. kesehatan
2. pola berelasi dan komunikasi
3. peranan
4. kecerdasan emosi dan sosial
5. tradisi dan nilai nilai luhur, dll.
Pola Pernikahan itu diwariskan dan cenderung berulang
Anak menonton dan mewarisinya saat dia dewasa
Marilah kita secara sadar dan serius
Setiap hari mewariskan hal baik kepada anak
Menyiapkan putra kita menjadi ayah dan suami
Menyiapkan putri kita menjadi ibu dan istri
Sebab buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya.
Rumah adalah “universitas” keluarga dengan empat ”jurusan” utama:
A. jurusan SUAMI
B. jurusan ISTRI
C. jurusan AYAH
D. jurusan IBU
Meski ada diantara kita yang tidak lulus dengan baik, semoga anak anak kita lulus dengan mantap. Bahkan dengan "IPK" yang baik. Berharap jangan sampai ada yang "DO" dalam pernikahannya.
Keluarga adalah "lembaga universitas" pusat pewarisan Nilai- nilai dan Tradisi Luhur. Wariskanlah nilai luhur pada keturunan kita masing masing. Jika kita pernah mengalami hal buruk sampai membuat engkau marah dan kecewa, sikap terbaik adalah memaafkan orangtua. Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Mereka hanya mewarisinya dari atas. Jika engkau sadar ada yang salah (kebiasaan buruk ortumu) dari masa kecilmu, putuskanlah rantai kebiasaan buruk itu. Jangan teruskan ke anak cucumu.
Julianto simanjuntak
Pelikan Foundation
********************
"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."
********************