Translate

Saturday, April 18, 2015

Menangani FEAR (Takut) dari tim kita

Dalam minggu ini, saya menemukan FEAR ini dalam tim saya. Pertama, adalah LOAD pekerjaan yang meninggi secara tiba-tiba. Semua orang seolah mendapat hujan pekerjaan yang sama, semuanya menjadi seolah terbeban.

Mulai dari tim cabling, tim enterprise, tim sales, hingga tim admin. Ditambahi dengan absen nya satu dan dua tim karena sakit, akibat cuaca yang ekstrim.

Saya mulai menemukan pola FEAR yang pertama. FEAR yang melakukan 'kabur' dari permasalahan yang dihadapi. Tugas saya sebagai Leader mereka. Memastikan mereka tahu apa yang akan, sedang mereka hadapi. Dengan penjelasan, mendengarkan dan memberikan masukan, maka mereka mulai mengerti. Mulai berani melakukan , mengerjakan dan melalui semua prosesnya.

Tanpa sadar, mereka memasuki FEAR yang kedua. FEAR yang menghadapi apa yang harus dihadapi, dan bangkit dari kesulitan , mencoba menemukan jalan keluar, menemukan solusi, berani bangkit, dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.

Untuk berpindah dari FEAR yang satu, ke FEAR yang kedua, saya menerapkan beberapa cara:
1. Mendengarkan FEAR yang pertama. Mengetahui dengan pasti apa permasalahan, bagaimana kita memandang atau menghadapi masalah. Itu yang menjadi pikiran utama. Karena tidak semua FEAR yang mereka hadapi, sama dengan FEAR yang kita pikirkan. Maka dengarkanlah.

2. Mencoba mencari jalan keluar. Menemukan jalan keluar dilakukan dengan pola brain stroming, menelaah bersama, menemukan point point pikiran. Diskusikan opsi yang ada. Berikan pandangan, dan dengar pendapat solusi mereka.

3. Menentukan langkah selanjutnya. MENGHADAPI. Mungkin ini yang kami lakukan, kami jarang menghindari masalah, tapi kami memikirkan cara menghadapinya. Kami memikirkan resiko nya, kami memikirkan pola jalan keluarnya. Sehingga kami tahu, bagaimana menghadapinya.

4. Dampingi dan bangkitlah. Akhirnya, kami harus saling berdiri menopang. Mendukung satu dengan yang lain. Kami saling memberikan SUPPORT . Kami mungkin mendoakannya dalam doa pribadi kami. Intinya, kami mendampingi. Dan Ami melihat mereka (dan saya) bangkit , keluar dan berjalan dengan mantap.

Inilah kerjasama TEAM yang kami kembangkan terus menerus. Semoga pola ini terus memberikan semangat , kekuatan dan kestabilan dalam tim yang ada.