Translate

Sunday, October 29, 2017

DEVELOP YOUR SUCCESSORS

DEVELOP YOUR SUCCESSORS

Hujan mulai turun rintik-rintik melanda senja Jakarta. Saya hampir terlambat untuk dinner saya bersama Tiara. Malam itu kami janjian bertemu di sebuah rumah makan Jepang di Jalan Sudirman. Kami sudah janjian, malam itu kami sama sama memakai baju hitam (saya pakai hitam garis1garis), Tiara mengenakan gaun hitam dan tetap memakai lipstick merahnya yang khas. Tiara terlihat cantik dan anggun malam itu. 

Sambil menunggu makan malam, Tiara pun bercerita.
Hari itu dia harus bertemu dengan CEO nya, dan CEO nya bertanya,"Siapa yang nanti akan bisa menggantikan Tiara?"
Tiara adalah seorang Human Resources Director di sebuah perusahaan nasional di Indonesia. Dan tentunya wajar, bahwa setelah beberapa tahun di posisi itu, Tiara harus mulai mempertimbangkan siapa yang bisa menggantikannya suatu saat?
That's succession plan!
Salah satu tugas Tiara sebagai leader adalah mempersiapkan contingency plan agar bisnis terus berjalan , baik itu "dengan Tiara" atau "tanpa Tiara".
Dan lagian bukankah leadership itu mempunyai tiga dimensi: lead your business , lead your team and lead yourself.
Berarti kalau kita mau develop our business, kita juga harus develop our team dan develop ourselves kan?
Dan untungnya Tiara memang sudah menyiapkan dua calon penggantinya, yang berpotensi untuk menggantikan Tiara seandainya Tiara harus move on (dipromosikan di perushaan yang sama atau harus pergi ke perusahaan lain).

Pembicaraan kami terhenti sejenak karena chef datang dan minta ijin untuk memasak makanan Jepang itu di depan kami (kami berada di private room dengan dedicated chef untuk kami). Melihat api yang berkobar menyala, saya tidak tahan untuk tidak bermain api. Makanya saya pun menggantikan chef dan memasak sambil bermain api yang berkobar-kobar. Tiara tersenyum senyum sambil beberapa kali jari lentiknya menjepretkan kamera smartphone.

Kami melanjutkan pembicaraan dan saya pun bercerita tentang seorang CEO bank ternama sahabat saya, sebut saja namanya Ananta (bukan nama sebenarnya).
Bank yang dipimpin oleh Ananta dikenal di negeri ini sebagai "University of Bankers", sampai ada 10 CEO bank yang lain yang alumni dari bank ini. Tentu saja jumlahnya lebih banyak lagi pada level Direksi dan juga level level di bawahnya. Tetapi meskipun banyak alumni yang keluar dari bank itu tetap saia Bank yang dipimpin Ananta masih berkibar dan berjaya selama puluhan tahun.
Pada sebuah HR seminar di mana saya menjadi moderator dan Ananta tampil sebagai pembicara , Ananta menjelaskan,"The brand of our company must be bigger than the people."
Any employee can leave the company, but our brand will continue to exist and excel.
Because they need to continuously develop the leaders from within the organization ...
Ananta melanjutkan,"Itulah mengapa di setiap posisi kunci di perusahaan kami, kami selalu mempunyai daftar (minimal) dua calon pengganti yang bisa menggantikan bosnya , at any point of time, seandainya bossnya dipromosi, pindah ke negara lain atau pindah ke perusahaan lain.
People come and go but the company will need to continue to exist and excel!

Tiara dan Ananta melakukan hal yang sama, succesion plan!
Mereka tahu, bahwa siapapun talent yang menempati sebuah posisi penting, tidak ada jaminan bahwa talent itu akan selalu berada di situ. Selalu ada resiko bahwa talent itu pergi dari posisi itu (promosi, rotasi ke negara lain atau resign dan pindah ke perusahaan lain).
Untuk me-manage resiko itulah makanya semua perusahaan harus menjalankan succession plan, agar perusahaan terus berjalan dan berjaya dan tidak hanya tergantung pada beberapa individu.

Jadi apa yang harus anda lakukan sebagai seorang leader? Anda juga harus menyiapkan successor anda. Bagaimana caranya? Ikuti kelima langkah di bawah ini ....

1. IDENTIFY 2 TOP CANDIDATES IN YOUR TEAM

Anda gak bisa mengandalkan hanya satu orang untuk menggantikan anda (nanti kalau dia keluar duluan, you would be in the deep shit!). Anda juga gak bisa men development terlalu banyak orang (nanti gak focus!). Two is just about the right number.
Identify dua orang yang bisa anda develop untuk menggantikan anda.
Pertanyaan yang anda tanyakan bukannya,"Apakah mereka bisa menggantikan anda?"
Jangan berharap bahwa mereka bisa gantikan anda sekarang.
Pertanyaannya adalah,"Apakah mereka bisa mempelajari skills dan kompetensi yang dibutuhkan di posisi anda?"
You need to believe me that they have a strong agility to learn whatever are needed in your current job.

2. IF YOU DON'T HAVE THEM, HIRE FROM INTERNAL OR EXTERNAL

Kalau memang mereka sudah ada di dalam team anda, that s good news, anda  bisa mendevelop mereka.
Tapi jangan menurunkan standard anda, kalau memang ternyata belum ada, ya jangan compromise the quality, cari kandidat tersebut dari tempat lain (bisa jadi dari divisi lain di perusahaan anda, atau kalau terpaksa ya hire dari perusahaan lain).
You need to hire the best successor, they will replace you. Make sure that they are at least as good as you (3 years ago) or even better!

3. FOCUS ON DEVELOP THEM

Now , this is the difficult part. Focus on developing them.
Mudah sekali dikatakan.
Susah sekali dilaksanakan.
Ya iyalah, ngerjain kerjaan sehari hari aja sudah susah, banyak waktu tersita. Apalagi developing your successors.
Memang susah. But this is really the cut that will make the difference between an average leader and a great leader.
Make it your priority. Focus on developing them!
Coach them.
Give them more challenging assignment to make sure they will learn new things every time!

4. EXPOSE THEM TO SENIOR LEADERS

Yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menampilkan mereka pada senior leaders (CEO dan senior leader lainnya).
Give them the chance to show their skills.
Jangan egois dan mengambil semua pekerjaan yang menarik buat anda sendiri.
Kasih kesempatan buat mereka untuk tampil and showing off their capabilities.
Ingat, idealnya anda tidak akan dipromosikan kalau anda belum mampu me developing successor anda.
Kan tugas seorang leader itu develop business , develop team and develop himself kan? Lha kalau gak bisa develop team membernya, bagaimana bisa dibilang great leader?

5. DEVELOP YOURSELF FOR YOUR NEXT ROLE

Terakhir, dan yang paling penting. Anda sendiri juga develop anda sendiri.
Jangan sampai anak buah anda sudah pinter, dan anda belum siap untuk menempati jabatan lain.
Kasihan anak buah anda, sudah pinter tapi gak dipromosi hanya gara-gara anda belum mampu dipromosikan.
So make sure you understand also your own career aspirations and your work hard to achieve your own dream.

Remember, you can follow these 5 steps to DEVELOP YOUR SUCCESSORS ...

1. IDENTIFY 2 TOP CANDIDATES IN YOUR TEAM
2. IF YOU DON'T HAVE, HIRE FROM INTERNAL OR EXTERNAL
3. FOCUS ON DEVELOP THEM
4. EXPOSE THEM TO SENIOR LEADERS
5. DEVELOP YOURSELF FOR YOUR NEXT ROLE

Hujan semakin lebat, kami sempat berfoto bareng sebelum akhirnya Mercedes hitam itu datang menjemput Tiara.
Perjalanan Tiara pulang masih panjang. Selamat malam Tiara, semoga tidur nyenyak di perjalanan. Hope you have a sweet dream.

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
mobile: 08121057533
fankychristian.blogspot.com