Translate

Monday, May 06, 2013

Kebutuhan Vitamin C untuk tubuh kita

Panduan Vitamin C untuk Anda

Posted by Admin on Jul 3, 2012 in Diet, Tips | 0 comments

Vitamin C sepertinya merupakan vitamin yang paling banyak dikenal hari ini. Hal ini tidak mengherankan karena tubuh membutuhkan vitamin C untuk menjalankan hampir 300 fungsinya. Selain itu, vitamin C telah terbukti membantu melindungi tubuh terhadap penyakit jantung, kanker dan penyakit berat lainnya. Tanpa vitamin C tubuh tidak akan mampu memperbaiki sel yang rusak. Vitamin C sangat penting dalam proses pembentukan kolagen. Setiap kali seseorang mengalami luka atau cedera, proses inilah yang membantu memperbaiki kerusakan dan tanpa vitamin C yang cukup ini akan hampir mustahil terjadi proses penyembuhan yang maksimal.

Vitamin C juga merupakan antioksidan mumpuni bagi tubuh dan membantu vitamin dan mineral lainnya untuk diserap lebih baik. Misalnya asam folat dan zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk dapat bekerja secara optimal. Bila tubuh memiliki vitamin C yang cukup, maka pertahanan tubuh terhadap penyakit akan lebih baik. Rumor di masyarakat menyebutkan bahwa vitamin C dosis tinggi dapat mencegah terkena penyakit influenza. Berita ini tidak benar. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin dosis tinggi tidak dapat mencegah terkena influenza, namun vitamin C dengan dosis yang tepat dapat membantu mempercepat proses pemulihan.

Pada tahun 1970, Linus Pauling yang merupakan seorang ilmuan terkenal pemenang Nobel, meragukan pendapat yang menyatakan vitamin C dosis tinggi dapat mencegah flu. Beliau mengemukakan bahwa penggunaan vitamin C yang berasal dari makanan adalah yang terbaik. Kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 2000 mg per hari, namun 250 gram vitamin C pertama adalah yang amat sangat penting dibandingkan dengan 250 gram vitamin C selanjutnya. Maksudnya adalah efek mengkonsumsi vitamin C sebanyak 250 mg per hari tidaklah berbeda jauh jika Anda mengkonsumsi hingga 1000 mg vitamin C tiap harinya.  Beliau mengatakan bahwa 400 mg vitamin C dalam sehari adalah dosis terbaik.

Sebagian besar ilmuan pun mempertanyakan keefektifan vitamin C dosis tinggi dalam mencegah flu. Namun sepertinya rumor ini sudah menjadi suatu tradisi di masyarakat kita saat ini. Kandungan vitamin C pada buah-buahan dan sayuran hampir sama. Terdapat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang memiliki kandungan vitamin C di atas rata-rata, yaitu: pepaya, jambu, brokoli, kiwi, jeruk, strawberi, melon, cranberries, dan cabai.

Vitamin C adalah salah satu vitamin yang larut di dalam air sehingga merebus sayuran dalam waktu lama merupakan langkah yang kurang tepat. Dengan mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayuran dalam sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh, dengan catatan asupan makanan tersebut dikonsumsi dalam keadaan mentah atau dimasak tidak terlalu lama.

Berkaitan dengan kelarutan vitamin C dalam air, maka vitamin C tidak dapat disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh. Artinya sejumlah vitamin C yang Anda konsumsi hari ini tidak akan bersisa di kemudian hari karena sudah terbuang melalui air seni. Oleh karena itu penggunaan vitamin C dosis tinggi tidaklah tepat, sangat lebih dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C secara teratur dan berkala setiap hari untuk mencapai tingkat kebugaran yang diharapkan.

Peranan vitamin C amatlah penting bagi tubuh, dan ini tidak dipungkiri lagi. Vitamin C banyak dikandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran segar, dan dengan pola makan yang baik dan seimbang, kadar ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari. Pada keadaan lelah atau aktivitas berat, suplementasi vitamin C akan sangat berguna. Penggunaan vitamin C dosis tinggi tidak memiliki efek samping yang berbahaya, karena tubuh akan dengan mudah mengeluarkannya.

Beberapa Pertanyaan yang Sering Ditanyakan berkaitan dengan Vitamin C:

1. Apakah aman untuk mengkonsumsi minuman vitamin C dosis tinggi?

Jawaban: Aman. Namun yang perlu dipertanyakan adalah keefektifannya. Karena berapa pun dosis vitamin C yang Anda minum akan langsung dikeluarkan oleh tubuh dalam hari yang sama karena kelarutan vitamin C adalah dalam air. Kegunaan vitamin C dosis tinggi masih diperdebatkan terutama pada orang normal. Jika Anda dalam keadaan sakit, pemulihan dari sakit atau kondisi fisik tertentu maka vitamin C dosis tinggi akan bermamfaat. Sampai sejauh ini vitamin C hanya terbukti dapat menyembuhkan penyakit Scurvy.

2. Berapa banyak kebutuhan vitamin C dalam sehari?

Jawaban: Menurut Angka Kebutuhan Gizi (AKG) di Indonesia pada tahun 2007, kebutuhan vitamin C dibagi berdasarkan usia:

Dewasa: 90 mg/hari

Bayi 0-6 bulan: 40 mg/hari

Anak 7-23 bulan: 40 mg/hari

Anak 2-5 tahun: 45 mg/hari

Ibu hamil: 90 mg/hari

Ibu menyusui: 100 mg/hari

Angka ini akan meningkat bila dalam keadaan sakit atau masa pemulihan dan besarnya tergantung dari berat ringannya keadaan. Sebagai informasi, 100 mg jeruk mengandung 49 mg vitamin C.

3. Apakah jenis sumber makanan yang mengandung vitamin C tinggi?

Jawaban: Sayur-sayuran dan buah-buahan adalah sumber vitamin terbaik. Buah citrus, tomat, dan kentang adalah sumber utama vitamin C yang sering dikonsumsi. Selain itu buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C adalah brokoli, strawberi, dan lain-lain. Penyimpanan buah-buahan maupun sayuran yang cukup lama atau dimasak akan menurunkan kadar vitamin C terkandung karena vitamin C larut dalam air dan rusak jika terkena panas. Oleh karena itu sebaiknya buah-buahan dan sayuran jangan terlalu lama dimasak, dikonsumsi langsung akan lebih baik karena kandungan vitamin C tidak berkurang. Bila Anda mengkonsumsi 5 jenis sediaan buah-buahan atau sayuran mengandung vitamin C sebanyak 200 mg dan cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C sehari-hari. Di bawah ini terdapat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran dan vitamin C yang terkandung.

Sumber:

The Difference Between Dr. Linus Pauling's Recommendations and the Linus Pauling Institute's Recommendation for Vitamin C Intake". January 27, 2004. Retrieved November 1, 2010.

Heimer, K. A.; Hart, A. M.; Martin, L. G.; Rubio-Wallace, S. (2009). "Examining the evidence for the use of vitamin C in the prophylaxis and treatment of the common cold". Journal of the American Academy of Nurse Practitioners 21 (5): 295.

Chalmers, TC (Apr 1975). "Effects of ascorbic acid on the common cold. An evaluation of the evidence". The American Journal of Medicine 58 (4): 532–6.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com