Translate

Monday, April 11, 2011

20 things IT must do before, during and after a disaster

By Bill Detwiler | April 4, 2011, 7:15 AM PDT

In April 2011, I appeared as a guest on the ZDNet Webcast, "20 Ways to Prepare, Survive and Recover from an IT Disaster."



During the live, one-hour show, ZDNet blogger David Gewirtz, TechRepublic blogger Scott Lowe, TechRepublic Editor-in-chief Jason Hiner, and I discussed the critical importance of preparing for and responding to a disaster–natural or man-made.

Here's the complete list of 20 things the panel discussed:

Planning is key

Design disaster plans with "APIs"

Backup, backup, redundant backup

Set up alternate sites and backup HQs

Understand your entire supply chain

Choose vendors with rock-solid DR plans

There will be lawyers

There will also be germs

Define your chain(s) of command

Monitor the implementation of your plan

Test your plan with disaster drills

Operate DNS servers in multiple locations

Create a database of important master lists

Learn to ruthlessly prioritize

Put "the ship" first

Plan for people as well as servers

Develop and pack "bolts" kits

Train and educate everyone

Build for robustness and failure

Be flexible

build, access and manage your IT infrastructure and web applications

Sunday, April 10, 2011

"Universitas Keluarga: Jurusan Suami dan Istri"

"Universitas Keluarga: Jurusan Suami dan Istri"
Oleh: Julianto Simanjuntak | Kompasiana | Catatan Harian | 10 April 2011 | 07:17 WIB


Ayah lebih suka di warung tuak daripada bermain dengan kami
Karena dia tak pernah mengecap kasih ayahnya, pahit masa lalunya
Papa sering membentakku, karena alkohol telah merusak  emosinya
Lima kami bersaudara menjadi alkoholik, karena itulah contoh yang kami terima

Mama membandingkanku dengan kakak
karena dia kecewa dengan kelahiranku
Mama berharap aku perempuan, sayangnya aku pria
Mama tidak pernah memujiku, karena diapun tak pernah mendapatkan pujian

Papa suka memukulmu, karena dia tidak tahu cara lainnya
Papa suka menghukummu, karena begitula dia diperlakukan kakekmu
Mama membandingkan engkau dengan adikmu, karena dia punya pengalaman sama
Mamamu lebih peduli karirnya,
karena dia dibesarkan nenekmu seorang  pedagang yang jualan siang dan malam
Tak sempat punya hubungan batin yang baik

Suamimu kerap marah hanya masalah sepele,
karena dulu sering mendapat kekerasan dari ayah mertuamu
Suamimu tidak romantis,  dingin emosi dan pelit bicara
Mungkin itulah  yang ia warisi dari orangtuanya
Like father like son

Istrimu cerewet, kalau bicara susah berhenti,
karena itulah hasil didikan ibu mertuamu
Istrimu boros, karena dibesarkan orangtuanya dengan  pola yang sama
Istrimu mudah stres  karena dibesarkan ibunya pengidap  depresi
Istrimu minder, karena tak pernah dipuji meski berprestasi
Like mother like daughter

Sifat itu dibentuk sejak kecil
Emosi itu diadopsi dari orang tua
Setiap kita mewarisi dan kelak mewariskan hal hal berikut pada anak anak:

1. kesehatan
2. pola berelasi dan komunikasi
3. peranan
4. kecerdasan emosi dan sosial
5. tradisi dan nilai nilai luhur,  dll.

Pola Pernikahan itu  diwariskan dan cenderung berulang
Anak menonton dan mewarisinya saat dia dewasa
Marilah kita secara sadar dan serius
Setiap hari mewariskan hal baik kepada anak

Menyiapkan putra kita  menjadi ayah dan suami
Menyiapkan putri kita menjadi ibu dan istri
Sebab buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya.
Rumah adalah “universitas”  keluarga dengan empat  ”jurusan” utama:

A. jurusan SUAMI
B. jurusan ISTRI
C. jurusan AYAH
D. jurusan IBU

Meski ada diantara kita yang tidak lulus dengan baik, semoga anak anak kita lulus dengan mantap. Bahkan dengan "IPK" yang baik. Berharap jangan sampai  ada yang "DO" dalam pernikahannya.

Keluarga adalah "lembaga universitas"  pusat pewarisan  Nilai- nilai dan Tradisi Luhur. Wariskanlah nilai luhur pada keturunan kita masing masing.  Jika kita pernah mengalami hal  buruk sampai membuat engkau marah dan kecewa, sikap terbaik adalah memaafkan orangtua. Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Mereka hanya mewarisinya dari atas. Jika engkau sadar ada yang salah (kebiasaan buruk ortumu) dari  masa kecilmu,  putuskanlah rantai kebiasaan buruk itu. Jangan teruskan ke anak cucumu.

Julianto simanjuntak
Pelikan Foundation



********************
"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."

********************

Model Evaluasi CAP

Salah satu model yang paling sering digunakan dan dipakai adalah model CAP (Cognitive, Affecftive, Psycomotor).

Model ini ditemukan oleh oleh Benyamin N pada tahun 1956, sehingga model ini dikenal dengan Taksonomi Benyamin Bloom.

Menurut Taksonomi Bloom, tahapan seseorang hingga ia memiliki skill terhadap pengetahuan tertentu, dimulai dari tahapan cognitive, dimana pada tahapan ini seseorang berproses untuk memiliki rasa yakin bahwa dirinya mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya.

Lalu seseorang akan naik ke tahap affective, yaitu seseorang akan tertarik melakukan adopsi-inovasi.

Terakhir, seseorang akan naik ke tahapan psychomotor, dimana ia benar2 akan mempraktekkan pengetahuan yang baru tsb.

Tahapan Kognitif
Dalam tahapan kognitif terdapat enam pencapaian sbb:
Langkah ke 1 - pengetahuan (knowledge), mampu memberikan arti, melakukan interprestasi, dan memberikan kesimpulan.

Langkah ke 2 - komprehensif, memahami kaitan

Langkah ke 3 - aplikasi, mampu mengaplikasikan pengetahuan

Langkah ke 4 - analis. Pada tahap ini mampu menganalisa dan mengaplikasikan

Langkah ke 5 - sintesis. Mampu melakukan sintesis

Langkah ke 6 - evaluasi, pada tahap ini mampu melakukan evaluasi apa yg telah diajar

Tahapan Affective
Tahapan ini terdiri dari 5 langkah, yaitu:
1. Menerima
2. Merespon
3. Memberi nilai
4. Mengorganisasi
5. Memberi karakter

Tahapan Psikomotor
Dalam tahapan ini, Bloom menyarankan 4 langkah, yaitu:
1. Menguasai keahlian
Agar terampil perlu latihan berulang kali

2. Memanipulasi keahlian
Dengan latihan berulang, mampu juga memanipulasi tindakan, makin siap seseorang untuk melakukan tindakan, diharapkan akan makin baik hasil yg diperoleh

3. Artikulasi keahlian
Mengambil keputusan untuk mempraktekkan keahlian

4. Mempraktekkan keahlian
Mempraktekkan inovasi dengan baik

Dalam prakteknya, sulit membedakan ketiga tahapan CAP diatas, oleh karena itu, tabel-tabel berikut akan membantu kita.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memasukkan tahapan CAP dalam perencanaan kita.

Selamat mencoba.


build, access and manage your IT infrastructure and web applications

Friday, April 08, 2011

Selamat kepada CIMB

Selamat kepada CIMB SECURITIES INDONESIA yang telah memilih dan menggunakan PRTG PAESSLER selama ini.

Kami senang membantu Anda

Availability and Bandwidth Monitoring—the Easy Way

More than 150,000 administrators rely on PRTG Network Monitor every day to monitor their LANs, WANs, servers, websites, appliances, URLs, and more
Businesses rely on their networks for data, communication, and backbone operations. Slow performance and outages can impact the bottom line of your business. Continuous monitoring enables you to find problems and resolve them before they escalate:
  • Avoid performance bottlenecks and proactively deliver better quality of service
  • Reduce costs by buying according to needs and increase profits by minimizing downtime
  • Find peace of mind: No alarms from PRTG means that everything is running fine

Thursday, April 07, 2011

Ilmuwan: Rahasia Umur Panjang Adalah Rajin Belanja

  http://health.detik.com/read/2011/04/07/154759/1611048/766/ilmuwan-rahasia-umur-panjang-adalah-rajin-belanja?881104755
Ilmuwan: Rahasia Umur Panjang Adalah Rajin Belanja

Kalau hanya ingin punya umur panjang, tak usah bingung memilih herbal
atau ramuan tertentu yang belum tentu aman dikonsumsi. Menurut
penelitian, rahasia umur panjang sebenarnya sangat sederhana yakni
sering-sering pergi berbelanja.
Sedikitnya ada 3 alasan yang membuat hobi belanja bisa membuat
seseorang awet muda dalam arti lebih jarang kena penyakit mematikan.
Salah satunya adalah, belanja melibatkan aktivitas fisik karena harus
berjalan kaki minimal menyusuri lorong-lorong supermarket.
Dibandingkan tidak pernah bergerak sama sekali, aktivitas fisik yang
tergolong ringan ini tentu sangat bermanfaat. Berbagai penyakit serius
mulai dari kegemukan hingga serangan jantung banyak dipengaruhi oleh
faktor aktivitas fisik, yakni kurang banyak bergerak.
Alasan berikutnya menyangkut kesehatan mental, karena belanja umumnya
bersifat rekreatif sehingga bisa meredakan stres. Makin rendah kadar
stres, makin kecil risikonya untuk terkena serangan jantung maupun
gangguan pola makan yang bisa memicu kegemukan.
Alasan terakhir adalah asupan nutrisi, karena seseorang yang rajin
belanja cenderung memiliki lebih banyak stok makanan segar di
rumahnya. Orang-orang yang jarang belanja mengandalkan makanan yang
disimpan di lemari es, yang tidak segar dan kadang nutrisinya sudah
berkurang.
Sebuah survei yang dilakukan oleh National Health Research Institutes
di Zhunan, Taiwan membuktikan hal itu. Menurut survei yang melibatkan
1.850 responden itu, orang yang setiap hari belanja risikonya untuk
mati muda 27 persen lebih rendah dari orang yang tidak pernah belanja.
Dari seluruh responden yang dilibatkan, 50 persen di antaranya tidak
pernah atau sangat jarang pergi berbelanja. Sekitar 22 persen
responden pergi belanja 2-4 kali/pekan dan sisanya 17 persen
menyempatkan diri untuk pergi belanja setiap hari.
"Fakta ini sangat menyenangkan, tapi saya tidak akan menyimpulkan
bahwa belanja bikin umur panjang. Karakteristik individual orang-orang
yang hobi belanja lebih mempengaruhi umur panjang," ungkap Prof S Jay
Olshansky dari University of Illinois seperti dikutip dari Healthday,
Kamis (7/4/2011).

Wednesday, April 06, 2011

Setting WDS Linksys WRT54GL ddwrt

Setting WDS Linksys WRT54GL ddwrt

Mei 12, 2010 
Repeater wireless pada DD-WRT disebut juga dengan Wireless distribution System (WDS) pada Firmware DD-WRT pada contoh kali ini menggunakan Linksys Wrt54Gl yang berfungsi sebagai perluasan coverage area jaringan Wireless.
wds linksys wrt54gl
Bagaimana supaya membuat supaya Linksys WRT54 tersebut dapat bertindak sebagai wireless repeater, berikut step by step gambaran instalsinya:
Catatlah informasi dari masing-masing Router seperti Mac Address, SSID dll, pada gambar di bawah
mac address
sesuai gambaran diatas, Router 1 bertindak sebagai Broadband dan router 2 menjalankan fungsi WDS, pada menu “network setup” set Router 1 & 2 seperti gambar di bawah :

Enable-kan DHCP server pada kedua Router tersebut, tetapi sesuaikan pengaturan Start IP Address Seperti gambar di bawah.
lalu pada Router 2 buatlah Disable Internet Connection-nya.
Bedakanlah SSID Router 1 dengan SSID Router 2.
Disable Wireless Security yang hanya dilakukan sementara, untuk mendapatkan performance WDS terbaik.
Pada menu WDS Router 1 : Daftarkan Mac address Router 2
Pada menu WDS Router 2 : Daftarkan Mac address Router 1
Seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah
Jika ada trouble yang sering ditimbulkan dengan cara WDS pada DD-WRT cobalah aktifkan DMZ -nya:

Monday, April 04, 2011

Menjadi Suami yang Romantis

Menjadi Suami yang Romantis
Julianto Simanjuntak

Banyak istri mengeluhkan suami mereka yang tidak romantis. Saya termasuk yang dikeluhkan istri saya Wita.

Saya adalah suami yang tidak romantis. Saya dibesarkan seorang ayah alkoholik, yang sering konflik dengan ibu. Saya tidak melihat contoh rumah tangga yang harmonis dan romantis dari pernikahan mereka. Itu sebabnya saya pun kesulitan membangun hubungan dengan istri, saya sama sekali tidak romantis

Enam tahun pertama pernikahan kami sarat konflik. Penuh kerikil tajam yang membuat kami sering menangis. Sampai akhirnya suatu hari saya mengikuti training atau pendidikan di bidang konseling keluarga.

Beberapa hal penting yang mengubah saya menjadi harmonis dan romantis dengan pasangan adalah :

1. Reparenting.

Mengolah ulang pengalaman saya dengan Ayah yang salah saat saya masih kecil. Caranya, saya disuruh bergaul dengan para pria yang adalah suami yang baik dan romantis. Memang, kalau kita dibesarkan ayah tidak romantis maka teladan inilah yang mempengaruhi sikap kita saat dewasa. Berkat bersahabat dengan beberapa pria yang adalah suami dan ayah yang baik, paradigma saya tentang suami berubah. Saya sadar kekuranganku dan berusaha mengubah diri. Untung beberapa dosen dan sahabat saya punya figur suami yang oke.

2. Training.

Lewat membaca buku buku tentang kepriaan, mengenai suami dan ayah yang baik membantu saya memiliki wawasan baru. Disamping itu menghadiri seminar dan pembinaan yang memperkaya motivasi menjadi suami yang baik. Perjumpaan dengan nara sumber ahli mempercepat proses kita berubah. Sbab banyak perilaku suami dan ayah yang salah karena ketidaktahuan. Atau kita tergoda hanya memakai contoh (dari ortu) yang salah.

3. Mengikuti sesi konseling.

Saya beberapa kali menemui konselor (psikolog). Syukur saya mendapatkan psikolog yang baik dan berwawasan luas lulusan dari Harvard. Saya bertemu seminggu sekali. Dia membantu saya mengenali diri sendiri. Memahami hambatan emosi saya sendiri dan membereskannya. Melatih saya berkomunikasi asertif. Saya dibantu memulihkan trauma dan self esteem saya yang rendah. Diajarkan Mengasihi diri sendiri, serta akrab dengan diri sendiri sebelum intim dengan pasangan. Diajar menghargai diri sebelum menghargai pasangan.

4. Meningkatkan kecerdasan emosi.

Buku Daniel Goleman berjudul Kecerdasan Emosional, membantu saya mengenali diri, berempati dan mengelola emosi dengan baik. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa kecerdasan emosi berelasi dengan kepuasan pernikahan. Sejak saya membangun kecerdasan emosi, saya merasa lebih mudah bilang “Thank You” pada istri dan juga mulai bisa minta maaf saat bersalah. Pengalaman ini membuat konflik kami makin hari makin sedikit. Hal penting lainnya adalah, saya makin menyadari bahwa sayalah penyebab utama konflik kami selama ini. Sebelumnya saya suka menyalahkan (mengkambinghitamkan) istri kalau ada masalah. Sebelumnya saya menuntut agar istri berubah. Sekarang saya menuntut diri berubah lebih dulu.

5. Mengenali bahasa cinta pasangan.

Buku Gary Chapman berjudul “Lima bahasa cinta Pasangan”, menyadarkan saya bahwa setiap orang punya bahasa cintanya masing masing. Ada yang suka dipuji ada yang suka sentuhan fisik. Ada pula yang suka ngobrol dan waktu bersama. Ada yang suka dilayani. Ada yang suka diberikan hadiah atau pemberian. Dari pengamatan saya, Wita suka waktu dan kebersamaan. Suka ngobrol dan didengarkan. Dia juga menyatakan kebutuhan tersebut. Sejak itu saya berusaha memberikan waktu dan menjadi pendengar yang baik. Menyediakan waktu khusus sebelum tidur. Merancang waktu libur bersama dua kali setahun, dan rutin makan bersama di rumah atau di luar rumah. Hal penting lainnya, saya lebih mudah mengatakan perasaan cinta dengan kata atau puisi.

6. Menjadi Teladan bagi anak.

Terakhir, hal yang mengubah sikap saya menjadi suami yang hangat dan romantis adalah, menyadari bahwa saya merasa perlu memberi teladan bagi kedua putra kami. Sekarang mereka berusia 18 dan 14. Saya mengalami kesulitan menjadi suami yang hangat karena tidak mendapat teladan baik dari ayah saya. Nah Saya diingatkan bahwa saya tidak bisa mengubah ayah yang kaku, kasar dan tdk romantis, tapi saya bisa mempengaruhi anak anak kami. Saya harus memutuskan rantai contoh buruk itu. Maka sayapun berusaha menjadi contoh agar mereka lebih mudah punya punya sikap yang hangat dan romantis dengan pasangan. Kami kadang berpelukan atau rangkulan di depan anak anak. Membiasakan diri bergandengan tangan, dsb.

Demikian sharing bagaimana pernikahan kami diperkaya setelah melewati enam (6) proses penting seperti yang saya tulis di atas.

Keenam hal tsb adalah:
(1) Reparenting;
(2) Training (pembelajaran lewat seminar, sekolah dan buku);
(3) Konseling ( konsultasi dengan profesional helper)
(4) Membangun kecerdasan emosi;
(5) Mengenali bahasa cinta pasangan
(6) Menjadi teladan bagi anak anak.

Semoga bermanfaat

Julianto simanjuntak
Copyright@Pelikan

Penulis buku : “Mencinta Hingga Terluka” (Gramedia Pustaka Utama)