Translate

Saturday, September 29, 2018

3 GIFTS for YOUR “BAD” BOSS

3 GIFTS for YOUR "BAD" BOSS

Namanya Lisa,dulu dia adalah anak buah saya waktu saya bekerja di Singapore. Sekarang kariernya sedang melesat pesat sebagai Training and Delelopment Head di Asia Pacific di sebuah perusahaan medical. 
Meskipun kami sudah tidak bekerja bersama lagi, namun kami masih keep in touch. Bahkan beberapa kali saya masih menginap di appartemennya di Singapore dan juga bermain-main dengan Jimmy, anaknya yang lucu!

Pagi itu Lisa tiba-tiba mengajak FaceTime dan ngobrol via video.
Sebenarnya saya harus mempersiapkan materi untuk meeting di siangnya. But how can you say no to someone as attractive as Lisa:-)

"How are you, Pam?"
"I am doing well, Lisa. Have challenging and exciting time, but I learned a lot. Cannot ask for more. How about you?
"Not as lucky as you, Pam"

Dan Lisa pun mulai bercerita dengan nada sedih. Bahkan terkadang saya mulai mendengar tangisan di sela-sela ceritanya. Ternyata Lisa harus bekerja dengan seorang boss yang baru , sekitar setahun yang lalu.
Padahal Lisa bekerja dengan sangat baik dengan bossnya yang lama dan mendapatkan dua kali promosi.
Tetapi ternyata Boss nya yang baru mempunyai style yang beda dan bahkan sangat tidak cocok dengan style Lisa.

Lisa merasa sangat tidak diappresiasi (padahal bossnya yang lama menyatakan bahwa dia adalah top potential). Dan sekarang bossnya memandangnya sebelah mata, bahkan merendahkannya di depan orang lain.
Project-project penting Lisa dicancel. Dan yang terakhir puncaknya adalah pada saat bossnya membatalkan MBA program yang mestinya dimulai pertengahan tahun ini. Lisa seperti tidak percaya, she worked so hard to get into that program. And now, the new boss just cannot cancel that.

Lisa berkata sendu di FaceTime,"Apa yang harus saya lakukan Pam? Saya tidak percaya lagi pada boss ini. Apakah saya harus re-sign?"

Wah, betapa banyaknya yang mengalami kasus seperti Lisa. Hampir di setiap speech dan sharing session saya, selalu ada saja yang complain tentang bossnya.  Wajar, boss juga menerim pressure yang sangat tinggi. Jadi normal kalau kadang-kadang mereka bersikap aneh-aneh, bahkan terkadang terasa tidak manusiawi.
Meskipun , seharusnya pekerjaan boss itu bukan hanya memimpin bisnisnya tetapi juga memimpin anak buahnya.
 
Berarti mereka harus mampu memotivasi dan mengembangkan anak buahnya. Itu teorinya!
Terus kalau punya bad boss seperti Lisa, what would you do?

Pertama, resign bukan jawaban. Apakah di tempat baru nanti, bossnya pasti lebih baik? Belum tentu kan? Terus apakah setiap kali mempunyai bad boss anda harus keluar? Memangnya harus ganti kerjaan tiap tahun? (Percayalah, ada banyak sekali bad boss di luar sana!)

Jadi apa dong yang harus dilakukan?
Coba berikan tiga "GIFT" kepadanya, dan ikuti beberapa rekomendasi di bawah ini ...

a) GIFT of FEEDBACK

Pertama, anda harus terbuka dan menyampaikan feedback ke boss anda. Boss juga manusia, dia juga tidak sempurna,dan anda harus menyampaikan feedback.
Tapi anda juga harus objective: sampaikan 2-3 feedback yang positive dan sampaikan juga 2-3 hal yang dia perlu perbaiki!

b) GIFT of OPPORTUNITY to IMPROVE

Kemudian, jangan  hanya berikan feedback, tetapi berikan dia juga kesempatan untuk memahami dan menyadari kelebihan dan kekurangannya sendiri. Semoga dia terbuka untuk menerima dan kemudian bisa memperbaiki diri.
Anda sebagai anak buah tidak bisa memaksa, tetapi anda dapat menyampaikan feedback tersebut dan memberikan kesempatan.

c) GIFT OF TIME

Berikan waktu bagi boss anda untuk memerbaiki diri. Mungkin dia perlu waktu, di sela - sela kesibukannya yang lain, untuk mencerna feedbacknya dan berusaha memperbaiki diri. Berapa lama? Antara 3-6 bulan!

d) LOOK for ANOTHER OPPORTUNITY

Kalau setelah diberikan feedback, kesempatan dan waktu ternyata tidak ada tanda-tanda untuk berubah juga, nah anda bisa mencoba mencari  peluang lain.
Kesuksesan anda berkarier sangat tergantung kepada industri di mana anda bekerja, perusahaan anda dan boss anda. Kalau anda sudah melakukan ketiga hal di atas dan tetap belum anda tanda perbaikan, then it is time to find another opportunity (another job!).
Ingat, hanya setelah anda melakukan tiga hal di atas!

e) PERFORM at MAXIMUM LEVEL

Meskipun anda mencari peluang lain, jangan lupa untuk tetap perform at maximum level di pekerjaan yang sekarang. Semua orang akan mencari referensi ke tempat anda sekarang . Dan kalau anda tidak perform bagus di sini, akan susah sekali mencari pekerjaan lain. Perform at your best, while you look for other opportunities!
Saya ulang, jangan menurunkan motivasi dan performance anda, sebelum anda mendapatkan opportunity yang lain.

Jadi ingat ya, jangan buru-buru resign.
Kalau anda menghadapi bad boss, lakukan dulu hal-hal di bawah ini ...

a) Give the GIFT of FEEDBACK
b) Give the OPPORTUNITY to IMPROVE
c) Give the TIME to improve
d) CREATE YOUR OWN OPPORTUNITY
e) PERFORM at MAXIMUM LEVEL


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI