Translate

Tuesday, December 19, 2017

DID YOU DEVELOP YOUR TEAM?

DID YOU DEVELOP YOUR TEAM?

Jakarta di kala senja, hujan mulai turun, dan macet pun mulai merayap. Padahal malam itu Tiara mengajak bertemu lagi. Hari itu dia setelah meetingnya dengan CEO nya di daerah Sudirman. Akhirnya kami makan steak di Plaza Semanggi.

Tiara (seorang HR Director di sebuah perusahaan nasional) malam itu curhat ... "Aku rekrut dan develop the best talents. Eh, ternyata setelah pinter, banyak yang mau ambil mereka?"
Saya bertanya,"Maksudnya mereka resign dan keluar ke competitor"
"Bukan," kata Tiara, "mereka diambil sama Director lain di perusahaan yang sama juga, dijadikan Manager atau Senior Manager di divisi lain"

"Bentar ya, aku pesan dulu, laper nih."
Malam itu Tiara memakai baju putih, kontras dengan lipstiknya yang merah menyala. Tiara memesan steak, salade dan capuccino (keputusan yang akan disesalinya nanti ....).

Syndrome yang dialami Tiara adalah syndrome yang klasik. Banyak sekali leader yang melakukan dua hal dengan baik develop the business dan develop the talents. Tetapi resikonya memang adalah bahwa karena mereka jago develop talents akibatnya talentnya jadi makin pinter, dan godaan pun banyak datang.
Di Indonesia memang teriadi "shortage" (kekurangan talents). Bisnis berkembembang , perusahaan bertambah, tapi jumlah talent yang bagus pertambahannya sangat lambat. Akibatnya perusahaan pun berebut mencari good talents.
Dan dari "shortage" of talents,
masalah kita sekarang bertambah menjadi "shorter" years of service (talents jadi gak betah lama lama di sebuah perusahaan).

Sampai ada sebuah joke,
di mana seorang Finance Director bertanya kepada seorang HR Director,"Kok kita terus-terusan mentraining talents dengan biaya besar. Kalau mereka makin pinter dan kemudian keluar gimana?"
Dan HR Director nya menjawab ,"Kalau mereka gak ditraining dan terus menerus bego, kalau mereka stay gimana?"
Talents yang gak bagus dan stay tentunya akan berakibat fatal: kesalahan prosedur, customer yang kabur dan turunnya penjualan!

Saya pernah menjadi HR Director di sebuah bank Amerika di Indonesia. Dan bank itu memang mempunya reputasi sebaga "University of Bankers". Karena memang bank itu sangat focus pada talent development.
Dan memang banyak talent talent yang akhirnya direcruit sama bank bank lainnya (sampai CEO nya aja dibajak). But it is ok, bank itu tetap terus menerus develop talent talent mereka sehingga meskipun ada yang keluar , selalu ada penggantinya.
Karena di situ memang leader leadernya dibiasakan untuk develop the business dan develop the talents!

Pembicaraan kami terhenti sejenak, waiternya datang membawa pesanan kami, steak, salad dan akhirnya cappucino Tiara pun tiba. Ternyata Hot Capuccino itu datang dengan air yang kurang panas dan bubuk creamer yang masih belum menyatu dengan airnya. "This is crap-pucino!" kata Tiara. Saya  tersenyum sambil meminum pinneaple juice kesukaan saya.

Dan itulah resiko yang dihadapi oleh para leader seperti Tiara, yang fokus pada dua hal, developing the business dan developping the talents. 
And this is what every leader has to do!
Memang kadang bikin kesal sih, kalau kita capek capek develop talent dan kemudian diambil orang lain.
But believe me, the opposite is much worse!
The opposite is ...
- anda tidak mengembangkan talent talent anda
- gak ada yang mau merecruit mereka
- mereka kompetensinya kurang bagus dan gak perform
- mereka stay di perusahaan anda dan gak bisa dipecat
- anda punya reputasi sebagai bad leader yang tidak bisa develop anak buahnya ...

You see? Tetap lebih bagus mendevelop anak buah, mereka menjadi talent yang bagus, bebeapa akan meninggalkan tim anda, beberapa akan stay dan perform, anda akan mendapatkan reputasi sebagai great leader ...


Dan itulah yang sedang dilakukan Tiara, yang akhirnya mampu mendevelop anak buahnya, dan meskipun anak buahnya diambil divisi lain, Tiara tetap bisa merekrut dan mendevelop talent talent yang lain.

Karena cappucino di situ tidak bisa diminum, kami pun pindah ke cafe lain dan mencari cappucino yang bukan "crappucino.
Kami duduk di pojok cafee itu.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita mampu mendevelop talent talent di team kita?


Ikuti lima rekomendasi di bawah ini ...

1. HIRE PEOPLE BASED ON THEIR AGILITY

Banyak orang merecruit berdasarkan competence dan experience. Itu memang penting. Tapi kalau anda hanya merekrut orang berdasarkan itu, maka anda hanya akan mendapatkan talent yang bagus untuk posisi tersebut, anda nggak akan bisa menemukan calon pengganti anda.
Rekrut lah talent berdasarkan kompetensinya dan juga potensi dia untuk dipromosikan ke level berikutnya.

2. BALANCE BETWEEN PERFORMANCE and LEARNING

Tentu saja banyak tuntutan pekerjaan yang harus dilakukan sehari-hari. Tetapi ingat, mengerjakan pekerjaan yang sekarang itu tidak akan membantu talent untuk mempersiapkan dirinya menuju posisi yang levelnya lebih tinggi.
Jadi kita harus mendorong talent agar melakukan dua hal :
- deliver performance yang diharapkan untuk saat ini
- meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan di jabatan berikutnya (dengan training, belajar sendiri, coaching, atau bahkan learning on the job)

3. EXPOSED THEM TO SENIOR LEADERS

Salah satu hal yang penting untuk membantu kesiapan (readiness) ke next position adalah interaksi dengan para senior leaders.
Level interaksi dan komunikasi management di level yang berbeda tentunya juga sangat berbeda. 
Mulai ajak mereka, latih mereka untuk bertemu, meeting, menyampaikan ide, presentasi ke depan senior leaders.
Berikan feedbacks ke mereka agar terus menerus improve.

4. HELP THEM TO BUILD THEIR NETWORK

Bantu mereka untuk mengembangkan network mereka di dalam dan di luar perusahaan. Hal ini akan sangat bermanfaat dan akan menambah percaya diri dan communication sklls mereka ...

5. DEVELOP A TIMELINE

Buatlah rencana dalam waktu berapa lama successors anda akan bisa menggantikan anda, dan itu juga berarti dalam waktu yang sama anda juga harus sudah melangkah ke posisi berikutnya.

Salah satu kunci yang penting adalah....
Dengan mengembangkan anak buah anda untuk menggantikan anda , berarti juga anda harus meningkatkan senses of urgency anda untuk mengembangkan diri anda sendiri agar anda juga siap mendapatkan posisi berikutnya!

Jangan sampai anak buah anda sudah siap, dan ternyata andanya masih "betah" di situ bertahun-tahun!

Jadi ingat ya, untuk selalu mengembangkan talent talent di team anda, ikuti lima langkah di bawah ini:

1. HIRE PEOPLE BASED ON THEIR AGILITY
2. BALANCE BETWEEN PERFORMANCE and LEARNING
3. EXPOSED THEM TO SENIOR LEADERS
4. HELP THEM TO BUILD THEIR NETWORK
5. DEVELOP A TIMELINE

Hujan mulai reda, kami pun berpisah dengan tidak lupa berfoto bersama ....
Selamat malam Tiara ... have a nice dream

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
Director
mobile: 08121057533
PT DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
data center - cloud - monitoring solutions